
Tangan Meli gemetar, saat ia menanti hasil dari testpack di tangannya. Lambat laun garis berwarna merah samar dan merah pekat pun terlihat disana. Meli terperangah tak percaya, padahal ia baru saja selesai menstruasi dua minggu lalu.
Meli terduduk di atas kloset, dirinya tidak percaya melihat alat uji kehamilan yang sedang ia pegang. Kini ia hamil anak dari Aris. Satu sisi ia sangat bahagia, satu sisi lagi ia begitu sedih karena ia tidak bisa memberitahukan Aris, suaminya.
"Bagaimana?"
Frans menghampiri Meli saat Meli baru saja keluar dari kamar mandi. Meli memegang erat testpack itu di tangannya.
"Berikan kepada ku."
Frans mencoba merebut alat uji kehamilan itu dari tangan Meli. Tetapi, Meli berusaha untuk tidak memberikan alat itu kepada Frans.
"Kamu hamil? berikan kepadaku..!" Ucap Frans dengan wajah yang penuh amarah.
"Berjanjilah kamu tidak akan menyakiti anak ku..!" Ucap Meli.
Frans menatap Meli dengan tak percaya.
"Jadi kamu hamil?" Tanya Frans dengan mimik wajah yang serius. Meli pun mengangguk dengan ragu.
Masih tidak percaya, Frans merebut alat uji kehamilan itu dari tangan Meli. Frans begitu marah saat ia melihat garis dua di sana.
Dengan penuh amarah, Frans melempar alat itu ke atas lantai.
"Sialan...!!!!!!!" Umpat nya. Lalu, lelaki itu mendorong Meli hingga Meli terduduk di atas ranjang.
"Gugurkan..!!" Ucap Frans dengan mata yang memerah menahan emosi dan kecewanya. Meli tak percaya mendengar ucapan Frans kepadanya.
"Gugurkannnnn...!!!!!!" Ucap lelaki itu lagi.
"Ini yang namanya cinta?" Tanya Meli dengan memberanikan dirinya menatap Frans.
Frans terdiam saat melihat ekspresi Meli yang begitu marah kepadanya.
"Cinta kamu bilang? tapi kamu menyakiti ku..!!!" Ucap Meli lagi.
"Aku ingin kamu seutuh nya..!!" Ucap Frans menantang tatapan mata Meli.
"Aku? aku istri orang lain Frans..!!! aku hamil..!!! aku akan mempunyai anak dari suami ku...!!! Sadarlah..!!!" Ucap Meli sambil menahan tangisnya.
Frans terduduk di lantai tepat di depan kaki Meli. Ia bersimpuh dan menggenggam kedua tangan Meli.
"Mengapa kamu memilih dia Mel..! Mengapa kamu melakukan dengan dia..!!"
"Karena aku istri nya..!" Ucap Meli sambil menepis kedua tangan Frans yang sedang menggenggam tangannya.
"Tidak bisa Mel, aku tidak ingin anak itu..!! dia bukan darah daging ku..!!"
"Tidak apa-apa kamu tidak menginginkan anak ini, karena dia anak ku dan Aris..!" Ucap Meli dengan sesak di dadanya.
"Tidak bisa...! aku akan mencari cara apa pun itu..!!" Ucap Frans. Lalu, Frans beranjak dari duduknya dan berdiri sambil menatap Meli dengan tajam.
__ADS_1
Frans pun meninggalkan Meli sendirian di dalam kamar. Ia mengunci kamar itu dan beranjak ke halaman depan Villa nya. Lalu, ia pun pergi pergi entah kemana.
Meli hanya bisa terdiam dan menangis di atas ranjang. Kepalanya terasa pusing dan tubuh nya menggigil menahan rasa takut.
..
"Halo Bapak Aris, kami sudah menemukan keberadaan Frans, dan kami siap untuk menjemput nya," Ucap salah satu petugas melalui sambungan telepon dengan Aris.
"Baik Pak, saya dan pengacara saya akan menuju ke kantor." Jawab Aris.
Dengan cepat Aris pergi meninggalkan kantornya.
Frans yang baru saja sampai di rumah orangtuanya, langsung pergi menuju ke kamarnya.
"Frans kemana saja kamu nak?" Sapa Mamanya Frans saat Frans melintas di ruang keluarga di rumah nya.
Frans menatap Mamanya dengan seksama lalu ia meninggalkan wanita yang telah melahirkan dirinya itu tanpa menjawab pertanyaan dari Mamanya.
"Frans..!!" Panggil Mamanya. Tetapi, lelaki itu mengabaikan begitu saja.
Frans masuk kedalam kamar nya dan membereskan pakaian miliknya yang akan ia bawa ke Villa. Setelah itu, Frans membawa tas nya dan turun ke bawah.
"Frans..!!! kamu itu kenapa sih nak..!" Mamanya Frans menghadang Frans saat anak lelakinya itu akan keluar meninggalkan rumah.
"Aku menghamili seorang gadis, aku akan menikahi gadis itu." Ucap Frans dengan wajah dinginnya.
Frans dan Mamanya sedang mempunyai masalah, maka sikap Frans dengan Mamanya begitu dingin.
"Ya."
"Siapa yang kamu hamili Frans?" Tanya Mamanya dengan khawatir.
"Bukan urusan Mama..! Mama lebih baik urus diri Mama sendiri dengan selingkuhan Mama..!" Ucap Frans dengan menantang kedua mata Mamanya.
"Frans..!!!"
PLAKKKKKKK ....!!!!
Air mata meleleh di pipi Mamanya. Mamanya Frans tidak dapat membendung emosi nya. Wanita paruh baya itu memang mempunyai kesalahan yang Fatal terhadap Frans.
Mamanya Frans telah selingkuh dengan teman baik Frans yang masih satu kampus dengan Frans. Sehingga Papanya Frans pergi meninggalkan mereka setelah mengetahui kecurangan yang telah di buat oleh Mamanya Frans.
"Mama tau Mama bersalah, tetapi kamu tidak pantas memperlakukan Mama seperti itu Frans..!"
"Kenapa? Mama tidak terima?" Ucap Frans dengan wajah yang memerah menahan emosi.
"Kamu..........!"
Mamanya Frans kembali melayangkan tangan nya ke arah pipi Frans.
Ting....Tong...!
__ADS_1
Tangan Mamanya Frans tertahan saat mendengar bunyi bell dari depan pintu rumahnya.
"Arghhhh...!!!"
Mamanya Frans menurunkan tangan nya, lalu ia berjalan menuju pintu depan untuk membuka pintu untuk tamu yang datang kerumahnya.
"Selamat siang Ibu, saya dari kepolisian ingin menemui Frans putra Ibu"
Sapa seorang petugas kepada Mamanya Frans.
"Ada apa mencari anak saya?" Tanya Mamanya Frans dengan wajah yang bingung.
"Kami butuh keterangan dari saudara Frans menyangkut seorang wanita yang menghilang hampir dua minggu yang lalu" Terang petugas itu.
"Wanita? menghilang? Apa hubungannya dengan anak saya?" Tanya Mamanya Frans dengan tubuh yang gemetar.
"Kami hanya meminta keterangan anak anda, belum tentu Frans bersalah. Bisakah kami menemui Frans?"
Frans muncul dari dalam rumah nya dan terpana saat melihat tiga orang petugas kepolisian yang sedang berdiri di ambang pintu rumah nya.
"Saudara Frans, kami ingin meminta keterangan menyangkut saudari Meli."
Frans gelagapan saat salah satu petugas menerobos masuk dan menghampiri dirinya.
"Saya salah apa? saya tidak ada hubungannya dengan menghilangnya Meli..!" Ucap Frans sambil menepis tangan petugas, saat petugas itu mencoba meraih lengan Frans.
"Bila tidak ada sangkut paut nya, lebih baik anda ikut dengan kami untuk memberikan keterangan."
"Saya tidak mau..!! Saya sedang ada urusan..!!" Ucap Frans mencoba menghindari petugas yang menjemput dirinya.
"Pak.. anak saya tidak bersalah apa-apa Pak..!!!"
Mama Frans mencoba melindungi anak nya dengan menghalangi petugas yang berusaha membawa Frans.
"Ibu, bila anak Ibu tidak bersalah, anak ibu tidak akan kami tahan. Tetapi, bila anak Ibu menghalangi petugas, kami terpaksa memaksanya untuk mengikuti kami."
"Ma, Frans tidak tahu apa-apa Ma..!"
Frans mencoba memohon perlindungan Mamanya.
Mamanya Frans pun menyerah. Ia tak lagi menghalangi para petugas yang sedang bekerja itu.
"Ayo saudara Frans, ikut kami."
Petugas menggiring Frans menuju mobil mereka.
"Ma...! Tolong Frans Ma...!"
"Mama siapkan pengacara untuk mu..! Kamu ikut saja..! Mama pastikan kamu akan baik-baik saja."
Mamanya Frans mencoba memberikan pengertian kepada Frans. Petugas pun menggiring Frans untuk masuk kedalam mobil mereka. Lalu, pergi meninggalkan kediaman Frans.
__ADS_1