Wasiat Cinta

Wasiat Cinta
Ch 56. Berikan aku nomor ponsel mu..


__ADS_3

Jono, Meli dan anak-anak nya, menunggu dengan gelisah di lorong rumah sakit. Sedangkan Arya sedang di tangani oleh tenaga medis.


Cukup lama mereka menunggu, hingga akhir nya seorang tenaga medis yang menangani Arya pun keluar dari ruang UGD.


"Keluarga Bapak Arya?" Tanya petugas medis itu kepada Meli. Meli menatap Jono, lalu Jono mengangguk dan menghampiri dokter tersebut.


"Saya Dok," Ucap Jono.


"Pak Arya baik-baik saja, apa Bapak Arya pernah punya trauma di kepala?" Tanya Dokter tersebut.


"Pernah Dok, Bapak sedang hilang ingatan saat ini dan ingatannya belum juga pulih." Terang Jono.


Meli hanya terdiam sambil memeluk anak-anak nya yang terlihat sangat khawatir kepada Arya.


"Sakit kepalanya bisa di karenakan hal itu Pak, sekarang Bapak Arya sudah siuman dan bisa di jenguk setelah di pindah ke ruang perawatan. Bapak Arya harus mendapatkan rawat inap, karena kondisi nya yang lemah saat ini." Terang dokter tersebut.


Jono hanya mengangguk. Lalu, dokter itu kembali masuk ke ruang UGD untuk mempersiapkan pemindahan Arya ke ruang rawat inap.


Setengah jam kemudian, Arya sudah berada di ruang rawat inap. Meli dan anak-anaknya masuk untuk melihat kondisi Arya.


"Jon, jangan bilang sama Ibu," Ucap Arya kepada Jono saat Jono hendak meninggalkan ruangan Arya.


Jono hanya mengangguk, lalu ia keluar dari ruangan itu. Ia memberi kesempatan kepada Meli dan anak-anaknya untuk melihat kondisi Arya.


"Mas, kenapa tidak boleh memberitahu istri mu?" Tanya Meli dengan ragu.


"Aku tidak nyaman dengan dia," Ucap Arya.


Meli mengernyitkan dahinya dan menatap Arya dengan seksama.


"Kenapa begitu?" Tanya Meli, penasaran.


Arya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Lalu, sesekali ia meringis menahan sakit di kepalanya.


"Kamu sudah lebih baik Mas?" Tanya Meli.


"Sudah."


Aris kembali tersenyum kepada Meli dan anak-anaknya.


"Ayah, cepat sembuh ya," Ucap Ar dan Re dengan wajah yang sedih.


"Ayah tidak sakit kok, Ayah cuma butuh istirahat," Ucap Arya, sambil mengedipkan matanya kepada Ar dan Re. Kedua anak itu pun tertunduk sedih.


"Sudah jangan bersedih, besok kita main lagi ya," Ucap Arya menghibur Ar dan Re.


Anak-anak itu pun menatap Arya dengan mata yang berbinar.


"Benar ya Ayah..!"


"Iya Ayah berjanji," Ucap Arya sambil mengangkat dua jari nya.

__ADS_1


Meli menjadi serba salah dengan sikap anak-anak kepada Arya. Meli tersadar bila ia tidak pantas berada di sana. Arya suami wanita lain, dan anak-anak nya memanggil Arya dengan sebutan Ayah. Bagaimana bila istri atau keluarga Arya datang dan mendengar anak-anak nya memanggil Arya dengan sebutan Ayah?.


"Ya sudah, kalau begitu, aku kembali ke hotel ya Mas. Semoga cepat sembuh dan terima kasih atas waktunya untuk ku dan anak-anak. Aku tidak bisa berlama-lama disini, karena aku harus menjagamu dari masalah dan salah paham," Ucap Meli berterus-terang.


Arya hanya menatap Meli dengan tak rela.


"Mel, boleh aku minta nomor ponsel mu?" Ucap Arya.


"Untuk apa Mas?"


"Aku mau mengirimkan foto-foto untuk anak-anak," Ucap Arya.


Meli terdiam Beberapa saat, lalu ia mengangguk dan tersenyum.


"Nanti aku akan berikan kepada Jono ya Mas. Mas istirahat saja," Ucap Meli.


Lalu, Meli mengajak anak-anaknya untuk kembali ke hotel.


"Kok Ayah di tinggal sih Bun?" Protes Ar dan Re.


"Ayah mau istirahat. Kalau kita di sini, Ayah tidak akan cepat sembuh. Karena, main terus sama Ar dan Re," Ucap Meli, memberikan pengertian kepada anak-anaknya.


"Oh begitu Bun, ya sudah, kami pulang dulu ya Ayah," Ucap Ar dan Re.


Arya hanya mengangguk, lalu tersenyum kepada anak kembar itu. Ar dan Re mencium dan memeluk Arya dengan erat.


"Ayah, Ar berdo'a semoga Ayah menjadi Ayah Ar," Ucap bocah polos itu.


Meli dan Arya menjadi salah tingkah karena ucapan jujur Ar.


"Ayo kita pulang anak-anak."


Meli pun melangkah menuju pintu keluar dengan tergesa-gesa.


"Dadah Ayah.. get well soon ya..! we love you..!"


"I love you too," Ucap Arya sambil melambaikan tangan kepada Ar dan Re.


..


Sepanjang jalan menuju hotel, Meli mulai berpikir untuk menjauhi Arya dari anak-anak nya. Meli takut sekali anak-anaknya menjadi tergantung kepada Arya. Yang lebih di takuti oleh Meli adalah, bila istri Arya mengetahui Arya yang selalu mendekati dirinya.


Meli sangat menjaga hal-hal yang akan menimbulkan masalah. Apalagi ia di tuduh menjadi orang ketiga atau merusak rumah tangga orang lain. Meli sadar betul status nya sebagai single parent. Hal negatif akan selalu mengikutinya bila ia tidak pandai-pandai menjaga harga dirinya.


Meli memutuskan untuk pulang ke Jakarta esok hari. Ia ingin menghilang dari Arya dan tidak ingin berhubungan lagi dengan lelaki itu.


Setiba di hotel, Meli membooking penerbangan awal untuk esok hari. Ini semua ia lakukan demi kebaikan dirinya dan anak-anak nya, serta keselamatan rumah tangga Arya.


Meli merebahkan dirinya di atas ranjang. Lalu ia mengingat wajah dan senyuman Arya yang begitu mirip dengan Aris. Jantung nya pun berdebar saat mengingat wajah lelaki itu.


"Tidak..!" Ucap Meli. Lalu, ia membenamkan wajahnya di atas bantal.

__ADS_1


"Aku tidak jatuh cinta kepada dia, hanya karena dia mirip dengan Mas Aris." Gumam nya lagi.


Lalu, meli menatap kedua anak nya yang sedang terlelap. Ia mulai merasa iba kepada anak-anaknya.


"Andai Ayah masih ada, pasti Ayah akan merasakan kebahagiaan bersama kalian nak." Bisik nya lirih.


...


"Kenapa belum pulang..!"


Jono menjauhkan ponselnya dari telinganya saat mendengar teriakkan Alisya dari ujung sana.


"Anu Bu... anu.. aduh.."


"Apa..!!!! mana Bapak..!"


Alisya masih berteriak seperti orang yang sedang kesetanan.


"Bapak ada Bu."


"Iya mana..!!!"


Mau tidak mau, Jono memberikan ponselnya kepada Arya.


"Pak, Ibu menelpon," Ucap nya.


Arya membuka matanya lalu menatap Jono.


"Bilang saja aku dirawat," Ucap nya, lalu ia kembali menutup kedua matanya.


"Bu, sebenarnya Bapak sedang di rawat di rumah sakit," Ucap Jono, dengan perasaan takut.


"Apa..!!! kenapa tidak bilang dari tadi..! dimana?"


Jono pun memberikan alamat rumah sakit nya, lalu Alisya pun bergegas menuju rumah sakit dimana Arya di rawat.


"Jon, kamu di berikan nomor ponsel Ibunya si kembar tidak?" Tanya Arya kepada Jono.


"Tidak Pak," Ucap Jono dengan wajah polos nya.


"Lah, tadi katanya dia mau memberikan nomor ponselnya kepada kamu," Ucap Aris dengan wajah yang kecewa.


"Tidak ada kok Pak,"


"Walahhhhhhh...."


Arya menepuk dahinya.


"Jon, kalau besok mereka kesini, langsung minta nomor ponselnya. Jangan lupa..!"


"Ba-baik Pak," Ucap Jono.

__ADS_1


Jono sadar betul bila Arya sedang jatuh cinta dengan Meli. Ia tahu hal itu salah, karena Arya sudah mempunyai istri. Tetapi, ia merasakan Arya tidak pernah bahagia bersama Alisya. Maka, ia tidak bisa menolak segala keinginan Arya.


"Segala yang membuat Bapak bahagia, akan saya lakukan Pak." Gumam Jono di dalam hatinya.


__ADS_2