Wasiat Cinta

Wasiat Cinta
ch 65. Cerita Arya


__ADS_3

"Menurut ingatan terakhirku yang baru saja aku ingat, malam itu aku menuju ke suatu tempat. Jalan nya begitu curam dan berbelok. Di sisi kiri jalan terdapat kebun teh di bawah jalan tersebut. Bisa dibilang, itu adalah jurang yang dibawahnya terdapat pepohonan dan kebun teh."


Sejenak Arya menatap Meli yang mendengarkan ceritanya dengan seksama. Kemudian ia melanjutkan ceritanya kembali.


"Samar aku mengingat ada seorang lelaki yang duduk di samping ku yang sedang mengemudi. Tetapi, aku tidak begitu mengingat siapa dia. Saat berada di tikungan jalan, aku melihat seorang wanita yang tiba-tiba saja menyeberangi jalan. Wajah wanita itu persis sekali dengan dirimu."


Meli menatap Aris dengan seksama, ia mencoba mencari kejujuran dari mata lelaki itu.


"Wanita itu bertelanjang kaki, sepertinya ia sedang mencari pertolongan kepada siapa saja yang melintas di jalan tersebut. Karena terkejut melihat kehadirannya yang tiba-tiba saja melintasi jalan. Aku pun panik, lalu aku membanting setir ku ke sebelah kiri jalan. Mobil ku pun terjun bebas ke dalam jurang, aku masih bisa merasakan betapa mencekamnya malam itu."


Arya menghela nafasnya lalu meraih gelas kopinya, sejenak ia meresapi rasa kopi yang baru saja ia pesan. Setelah itu ia mengembalikan gelas kopi itu di atas meja dan tersenyum kepada Meli.


"Sorry, aku lanjutkan." Ucapnya.


Meli hanya tersenyum tipis, lalu mengangguk.


"Aku masih bisa mengingat ceceran darah dimana-mana dan erangan lelaki yang duduk di sampingku."


"Aku juga melihat ada seorang wanita yang aku panggil "Retno" datang menghampiriku dan mengulurkan tangannya kepadaku mungkin saja itu halusinasi ku. Tetapi, setelah melihat dia tersenyum. Aku pun tak sadarkan diri."


"Retno?" Tanya Meli.


"Iya, Retno. Dia datang seperti malaikat." Ucap Arya.


Meli pun mengusap lengannya yang terasa merinding.


"Apakah kamu mempunyai foto Retno, wanita yang telah mewariskan segalanya untuk mu?" Tanya Arya.


"Tidak, aku tidak menyimpannya. Kala itu, aku tidak mempunyai ponsel yang mempunyai kamera. Tetapi, foto-foto Nyonya Retno masih ku simpan rapi di rumah." Ucap Meli.


Arya pun menghela nafasnya. Ia menyayangkan Meli tidak mempunyai foto Retno di dalam ponsel wanita itu.


"Baiklah, aku akan menceritakan kehidupan ku selama enam tahun ini dengan amnesia ku." Ucap Arya. Lalu iya kembali menceritakan tentang hidupnya enam tahun belakangan ini.

__ADS_1


flashback on


Bunyi alat dari pendeteksi jantung terdengar samar di kuping Arya. Ia berusaha untuk membuka kedua matanya. Sekujur tubuhnya termasuk wajah terasa begitu perih dan sakit. Gips terpasang di kedua kaki dan tangan sebelah kanannya.


Arya melirik seorang wanita yang sedang tertidur di pinggir ranjang. Arya mencoba membangunkan wanita itu.


Merasa ada seseorang yang menyentuh rambutnya, Alisya pun terbangun dari tidurnya. Ia menatap Arya yang terbaring dengan mata yang terbuka.


Sontak saja ia terkejut sekaligus merasa bahagia melihat Arya yang terbangun dari tidur panjangnya yang hampir dua minggu lamanya.


"Kamu bangun? sebentar ya, aku panggilkan Dokter dulu." Ucap Alisya, lalu ia bergegas menekan tombol di samping tempat tidur Arya.


"Kamu siapa? Aku berada dimana?" Tanya Arya dengan terbata-bata, sambil menatap Alisya dengan tatapan yang aneh.


Alisya pun tertegun menatap Arya. Ia merasa ada sesuatu yang aneh pada Arya. Tak lama kemudian datanglah seorang Dokter dan dua orang perawat masuk ke dalam ruangan mereka.


Setelah beberapa menit kemudian, setelah Dokter memeriksa keadaan Arya, Dokter itu pun berbicara dengan Alisya di luar ruangan.


"Bagaimana dok?" Tanya Alisya.


Alisya mengerutkan keningnya, lalu ia berpikir sejenak.


"Hilang ingatan?" Gumamnya.


"Bagaimana dengan kaki, tangan dan wajah nya Dok?" Tanya Alisya dengan wajah yang khawatir. Tangan, kaki dan wajah Arya masih diperban kala itu.


"Untuk tangan dan kaki tidak ada yang serius. Seiring berjalannya waktu, dengan terapi mudah-mudahan Bapak Aris bisa berjalan kembali. Tetapi masalah wajah, butuh sedikit dibenahi. Mengingat beberapa bagian wajahnya yang rusak. Kemarin kami mengoperasi hanya bagian rahang dan hidungnya saja. Tetapi, masih butuh perbaikan sedikit lagi." Ucap Dokter tersebut.


Alisya hanya mengangguk paham. Lalu, ia mengucapkan terima kasih kepada dokter tersebut, setelah itu ia melangkah masuk kedalam ruangan yang di tempati Aris.


"Saya berada di mana? Saya siapa?" Tanya Aris dengan panik.


Alisya menatap Aris dengan iba. Sebenarnya ia tidak tega melihat keadaan Aris saat ini. Tetapi, pikiran busuk mulai menguasai otaknya. Ia pun tersenyum penuh arti sambil menatap Aris. Lalu, Alisya pun mulai berakting, seakan-akan ia sedang menangis pilu melihat keadaan Aris.

__ADS_1


"Sayang.., Akhirnya kamu bangun juga. Sudah hampir dua minggu kamu koma. Kamu kecelakaan dan kamu hilang ingatan. Aku adalah istrimu, namamu Arya." Ucap Alisya, dengan air mata yang berlinang di pipinya.


Nama Arya terlintas begitu saja di benaknya. maka dari sejak saat itu lah nama Aris berubah menjadi Arya.


"Namaku Arya? Kamu istriku?" Tanya Aris, tak percaya.


"Iya sayang, apakah kamu tidak mengingatku sama sekali?" Tanya Alisya, sambil menatap Aris dengan seksama. Ia mencoba memastikan Aris tidak mengingat apapun. Aris menggeleng lemah, hati Alisya pun bersorak gembira. Dengan cara seperti ini, Alisya bisa menjebak Aris selamanya bersama dirinya.


"Baiklah kita membuka lembaran yang baru, yang penting saat ini kamu bisa sehat kembali." Ucap Alisya.


"Bisa kamu ceritakan apa yang terjadi kepada diriku? sehingga aku seperti ini." Tanya Aris.


Alisya berpikir sejenak untuk mengarang sebuah cerita yang akan diceritakan kepada Aris. Alisya pun menghela nafasnya dan memulai cerita karangan dirinya.


"Kamu kecelakaan, mobilmu terperosok di dalam jurang. Beruntung orang-orang sekitar membantumu. Tetapi, wanita yang di sampingmu meninggal dunia." Ucap Alisya.


"Siapa dia?" Tanya Aris.


"Dia adalah selingkuhan mu. Walaupun aku terluka aku tetap merawatmu Arya, aku sangat mencintaimu. Maka dari itu aku memaafkan perselingkuhan mu. Jadi, aku harap kita membuka lembaran yang baru. Walaupun aku tahu ini begitu sulit untukmu, tetapi aku mohon berterimakasihlah kepadaku dan cintailah aku. Karena aku adalah istri yang telah kamu sakiti. Tetapi, masih mau memberikan maaf untuk mu. Berjanjilah kamu tidak akan pernah berselingkuh dariku atau mencoba mendekati wanita lain selain diriku. Hanya aku wanita yang mampu melakukan ini demi hidupmu." Ucap Alisya.


Aris pun terdiam ia merasa bersalah dengan kelakuannya yang telah diceritakan oleh Alisya. Aris mengangguk, sejak saat itu ia berjanji akan belajar mencintai Alisya dan setia kepada wanita itu.


Hampir sebulan, Aris berada di Rumah sakit tersebut berangsur-angsur keadaannya pun pulih dan diperbolehkan untuk pulang.


Tiba-tiba saja Alisya mengajak Aris pindah ke Yogyakarta. Sejak itulah, Aris yang kini menjadi Arya tinggal di Yogyakarta.


Selama masa pemulihan, Aris beberapa kali kontrol ke rumah sakit. Hingga tiba saat nya Dokter memutuskan untuk memperbaiki wajah Aris dengan operasi plastik. Operasi plastik dilakukan sebanyak dua kali. saat Aris koma dan tiga bulan pasca kecelakaan.


Aris meraba wajah barunya di depan cermin saat dokter menyatakan luka pasca operasi plastik sudah sembuh. Ia tidak mengenali wajahnya sendiri. Jangankan wajah, kehidupan sebelumnya pun ia tidak mengingatnya lagi. Bahkan ia pun tidak mengenal dirinya lagi.


"Kamu kembali tampan." Ucap Alisya, sambil tersenyum puas melihat hasil operasi plastik dari Dokter yang memperbaiki wajah Aris. Aris hanya tersenyum ragu lalu menatap Alisya.


"Sekarang tugasmu hanya mengikuti apa kataku. Tebuslah kesalahan-kesalahanmu kepada ku. Ingat, aku adalah istri yang sudah banyak berjuang dan berkorban untukmu Arya." Bisik Alisya.

__ADS_1


Seperti terhipnotis, Arya pun mengangguk paham. Arya tidak punya pilihan lain, selain berterimakasih dan mengikuti apa mau wanita yang sudah mengklaim diri sebagai istrinya itu.


__ADS_2