
Terdengar decit suara ban mobil Frans yang baru saja tiba di villanya. Meli dan Ceu Romlah terkejut saat mendengar Frans datang, dengan cepat Ceu Romlah mengeluarkan Meli lewat pintu belakang.
"Neng, maaf. Eceu gak bisa mengantarkan Neng. Neng pergi sendiri ya..!!! Cepat sana...!!!"
Ceu Romlah mendorong Meli menjauh dari pintu belakang. Meli pun mengangguk dan dengan cepat ia menutup pintu berlari ke halaman belakang.
Meli melihat ke sekelilingnya. Di belakang Villa mewah itu terdapat pagar yang tinggi dan berbatasan dengan aliran sungai yang deras. Tanpa pikir panjang Meli pun bergegas untuk pergi meninggalkan villa tersebut dengan mencoba melewati pagar tinggi tersebut.
"Bangun...!!!!"
Frans menempeleng bodyguard yang sedang tertidur pulas.
"Eh boss.. sudah datang."
Bodyguard itu terlihat salah tingkah.
"Gaji lu gue potong..!" Ucap Frans dengan kesal, lalu ia beranjak ke kamar Meli.
Frans mengeluarkan anak kunci dari saku nya dan mencoba membuka pintu kamar itu. Ternyata pintu tersebut tidak terkunci. Frans mengeryitkan dahinya, lalu ia buru-buru membuka pintu dan masuk kedalam kamar itu.
Frans melihat ranjang yang kosong, tidak ada Meli disana. Lalu, lelaki itu bergegas ke kamar mandi. Ternyata kamar mandi pun tidak terkunci, ia membuka pintu kamar mandi dengan perlahan. Disana ia juga tidak menemukan Meli.
Frans mulai meradang dan menghampiri bodyguard nya.
"Mana Meli..!!!" Tanya nya dengan panik.
"Ada kan Boss di dalam." Jawab bodyguard itu.
"Coba lu liat ada gak..!!!"
PLAKKKKKKK...!
Frans menampar bodyguard nya.
Dengan tergesa-gesa bodyguard itu pun mengecek Meli di kamar, bodyguard itu pun terkejut.
"Gak ada kan..!!! Siapa yang lupa mengunci pintunya..!!!" Ucap Frans dengan emosinya
__ADS_1
Duarrrrrr....!
Frans menendang pintu kamar tempat Meli di tahan olehnya.
"Cari sekarang juga...!!!"
Perintah Frans seperti orang yang sedang kesetanan.
"Baik Boss."
Dua bodyguard sewaan Frans pun bergegas mencari keberadaan Meli.
...
Aris mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, Ia hampir saja sampai di daerah yang di katakan oleh orang suruhannya. Ia tidak sabar ingin bertemu dengan Meli. Sudah dua minggu ia tidak pernah lagi melihat Meli, ia begitu yakin Frans lah yang menyembunyikan istrinya itu.
Aris menyetir tanpa beristirahat. Ia terus konsentrasi dengan kemudinya. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Aris tetap berusaha melawan kantuk nya demi dapat membuktikan kebenaran dan menyelamatkan istrinya.
Dengan kaki telanjang, Meli berlari menerobos pekat nya malam tanpa cahaya rembulan. Ia berusaha keluar dari pagar yang membatasi antara villa dan sungai kecil di belakang Villa.
Karena tubuh nya yang begitu kurus, Meli pun berhasil melalui celah pagar yang sudah tertanggal jeruji nya.
Sesekali kaki telanjang nya tertusuk duri tumbuhan liar yang tumbuh di bantaran sungai.
"Aduh..!"
Meli meringis saat kaki nya tergores pecahan kaca yang di buang orang yang tidak bertanggung jawab secara sembarangan di pinggiran sungai.
Darah mengalir dari telapak kaki nya. Tetapi Meli tidak mau menyerah, ia terus berjalan menjauhi villa Frans.
Para bodyguard mencari Meli dengan senter di tangan mereka untuk menerangi gelapnya jalanan di sekitar villa.
Orang utusan Aris dan beberapa petugas pun turun dari mobil dan menyergap para bodyguard sewaan Frans. Mereka mencoba untuk menahan para bodyguard dan mengintrogasi keberadaan Meli.
Mereka berusaha kabur saat mereka mengetahui ada petugas kepolisian yang ikut bersama dengan orang utusan Aris. Tetapi, dengan sigap petugas menahan mereka dan memasukan mereka kedalam mobil untuk di amankan.
Orang utusan Aris dan dua orang petugas pun masuk kedalam Villa.
__ADS_1
Dan mencari keberadaan Meli disana.
"Kenapa kalian balik lagi..! Sudah ketemu belum Meli nya..!!!"
Ucap Frans saat mendengar langkah kaki yang terdengar baru saja masuk kedalam Villa milik orangtuanya itu.
Tetapi, betapa terkejutnya Frans saat ia melihat yang datang bukan lah bodyguard nya, tetapi melainkan orang utusan Aris dan beberapa petugas kepolisian.
"Saudara Frans, anda di tahan karena tuduhan menyekap saudari Meli." Ucap salah satu petugas.
Lalu petugas itu pun mencoba untuk meringkus Frans dengan borgol nya. Dengan cepat Frans pun loncat dari kursinya dan berlari ke arah belakang villa nya.
Kejar-kejaran pun tidak bisa di hindari. Frans yang lebih mengenal medan Villa nya pun, dapat berlari menerobos gelap nya malam dan ia pun melompat dari pagar dan terjun kedalam deras nya aliran sungai.
Petugas dan orang utusan Aris pun tidak menyerah, mereka berusaha mencari dan berpencar untuk menemukan Frans yang sudah menghilang dari pandangan mereka.
Aris hampir saja menabrak seekor anjing jalanan yang tiba-tiba melintas di depan mobilnya saat ia melintasi jalanan raya tak jauh dari tempat tujuannya, yaitu Villa Frans. Di pinggir jalan itu terhampar kebun teh yang luas dan berbentuk jurang yang tidak begitu curam namun cukup tinggi.
Aris harus melewati jalanan itu saat menuju ke villa Frans. Karena itulah akses jalan satu-satunya menuju ke Villa tersebut. Aris menghentikan mobilnya dengan mendadak. Ia terkejut dan menepikan mobil nya ke tepi jalan. Ia mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan menggelengkan kepalanya agar ia dapat tetap berkonsentrasi dalam menyetir.
Setelah tenang, kemudian Aris kembali melanjutkan perjalanan nya yang tinggal sedikit lagi sampai di villa Frans. Aris kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk dapat segera sampai di tempat tujuannya.
Tiba-tiba saja di depan Aris, melintas seorang wanita dengan rambut yang berantakan, tanpa alas kaki di gelapnya jalan raya yang hanya mengandalkan penerangan mobilnya. Refleks, Aris pun membanting setir mobilnya untuk menghindari wanita yang terlihat kebingungan sehingga menyelonong begitu saja di jalan raya.
Citttttttt...!!!
Suara decit ban mobil Aris membuat wanita itu pun terkejut dan terjatuh lemas di atas aspal. Aris yang panik, tidak bisa mengendalikan setir mobilnya sehingga dirinya dan mobilnya pun terlempar kedalam jurang.
Brakkkkkkkkk...!
Terdengar bunyi mobil Aris yang terhempas jatuh terguling-guling kedalam jurang.
Dengan tubuh yang gemetar, wanita itu pun membuka kedua matanya. Ia baru menyadari bila dirinya baru saja hampir tertabrak oleh sebuah mobil yang melintas dengan kecepatan yang tinggi.
Wanita itu pun berusaha bangkit dan mencoba melihat keadaan mobil yang berusaha menghindari dirinya. Ia melihat kebawah jurang, mobil yang baru saja hampir menabrak dirinya sudah berada di dasar sana dengan posisi terbalik.
Wanita itu pun histeris lalu ia terduduk lemas sambil berteriak meminta tolong. Suaranya pun terdengar begitu menyayat di keheningan malam, di lengang nya jalan raya pada malam itu.
__ADS_1
Aris sempat membuka kedua matanya. Kaki nya terjepit oleh body mobil yang remuk dalam keadaan terbalik. Aris tidak bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya lemas tak berdaya. Ia sempat mengucapkan sesuatu yang nyaris saja tidak terdengar dari mulut nya yang memuntahkan banyak darah di sana.
Matanya menerawang. Ia melihat bayangan Retno tersenyum kepadanya. Aris mencoba menggapaikan tangannya untuk menyentuh bayangan Retno. Tetapi, ia sudah tak sanggup lagi, napas nya semakin sesak. Lalu, Aris tidak sadarkan diri, dengan tubuh yang terjepit di dalam mobil bertemankan suara binatang malam, dan suara roda mobil yang masih berputar pelan.