
Sesampainya di rumah, Ar dan Re langsung masuk ke dalam kamar mereka. Meli hanya tertegun melihat sikap anak-anaknya sejak dari Yogyakarta sampai di rumah, sikap anak-anaknya tampak begitu dingin kepadanya.
Meli pun masuk kedalam kamarnya, ia menatap foto Aris yang terpajang di dinding kamarnya.
"Mas, apa yang harus aku lakukan?" Ucap Meli.
Meli menuju kamar mandi, ia mengambil wudhu. Setelah itu ia menggelar sajadah nya. Melly salat zuhur dengan khusyuk. Setelah sholat, ia berdoa meminta segala hal yang terbaik untuk dirinya dan anak-anaknya.
Meli menangis di atas sajadahnya. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, bila Aris adalah lelaki yang terakhir di dalam hidupnya. Tetapi, sepertinya anak-anaknya membutuhkan sosok seorang Ayah. Tentu saja itu semua membuat Meli merasa benar-benar dilema.
Selama ini tidak ada satupun laki-laki yang mampu mencuri perhatian Meli. Tetapi, pertemuannya dengan Arya membuat hatinya sedikit terusik. Entah karena kebaikan lelaki itu atau karena wajah Arya hampir mirip dengan Aris, almarhum suaminya.
"Ya Allah, aku mohon bimbinglah hatiku ke jalan yang baik. Berikanlah aku sebaik-baiknya rencana mu, jauhkanlah aku dari hal-hal yang tidak baik yang menjerumuskan ku, juga anak-anakku." Do'a Meli saat itu.
..
"Di mana kamu bertemu dengan wanita itu?" Tanya Alisya kepada Arya.
Arya diam saja, ia terus menatap Alisya dengan seksama.
"Jawab pertanyaan ku..!" Alisya pun, membentak Arya.
"Apa kamu mengenal dia? atau dia kah selingkuhan ku waktu itu?"
Pertanyaan Arya membuat Alisya menjadi grogi.
"Apakah kamu berselingkuh dengannya? Sejak kapan kalian berhubungan?" Tanya Alisya.
"Jangan kembali bertanya kepadaku Alisya..! Aku sedang bertanya kepadamu, tolong dijawab..!" Bentak Aris.
"Kamu ingat, tanpaku kamu bukan siapa-siapa..! Mungkin saja kamu sudah mati. Semua uang ku, waktu ku, tenaga ku dan tubuhku hanya untukmu mengapa kau tega menghianati ku..!" Ujar Alisya.
Jono yang baru saja tiba dari restoran alam untuk mendapatkan nomor telepon Meli, pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam ruangan Arya, karena ia mendengar majikan nya itu sedang bertengkar dengan istri nya, Alisya.
"Aku ingat semua jasa-jasa mu. Tetapi, tolong bantu aku untuk mengingat masa lalu ku, ini tidak adil bagiku Al..!" Ucap Arya.
"Apakah kamu benar-benar mengenal Meli atau tidak?" Sambung Arya.
"Tidak, aku tidak mengenalnya." Ucap Alisya, berbohong.
__ADS_1
"Aku merasa kamu menyembunyikan sesuatu Alisya, rasanya kamu mengenal Meli dengan baik," Ucap Arya.
Alisa tertegun mendengar ucapan Arya.
"Katakan sejujurnya, atau aku akan pergi meninggalkanmu!" Ancam Arya.
Alisya terbelalak mendengar ucapan Arya.
"Kamu..! Berani-beraninya kamu meninggalkan aku setelah semua pengorbanan yang aku lakukan untukmu!"
"Sikapmu lah yang membuat aku semakin ingin meninggalkan kamu Al..! Jangan salahkan aku," Ucap Arya.
"Tega kamu ya!" Bentak Alisya.
Alisya pun berdiri dari duduknya, lalu mengguncang-guncang tubuh Arya. Arya berusaha untuk menghindari Alisya, tetapi karena tangannya yang sedang diinfus, geraknya pun sangat terbatas.
Alisya menampar pipi Arya, lalu ia menangis di samping tempat tidur Arya.
"Kamu ini sudah gila ya Al..!" Ucap Arya dengan emosi.
"Kamu yang membuat aku gila Arya..! Kamu mempermainkan hatiku, kamu tidak pernah ingin mencintaiku..!" Ucap Alisa sambil menangis tersedu-sedu.
Alisya menatap mata Arya dengan salah tingkah.
"Bu-bukan begitu," Ucap Alisya, terbata-bata.
"Lalu apa? kamu tahu perasaanku kepadamu? Rasanya sejak dahulu sampai detik ini, aku tidak pernah mencintaimu," Ucap Arya.
"Kamu salah Arya, dulu kamu sangat mencintaiku sebelum hadirnya wanita itu. Kamu berselingkuh dengannya, lalu kalian kecelakaan. Wanita itu meninggal dunia sedangkan kamu, kamu aku selamatkan. Aku bersusah payah mengorbankan semua yang aku punya hanya demi kamu..!"
Arya pun terdiam mendengar ucapan Alisya.
"Sekarang kamu juga ingin mencoba berselingkuh dari ku? Tidak akan aku biarkan Arya..!" Ucap Alisya.
Alisya pun beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan Arya.
Alisya mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumahnya. Wanita itu terus mengumpat dan bersumpah serapah atas Meli yang sudah berani menggoda Arya.
"Tidak akan aku biarkan ini semua terjadi. Kalian tidak akan bisa kembali bersama dan tidak akan pernah..!" Ucap Alisya.
__ADS_1
Ting...ting..ting..!
Meli meraih ponselnya saat ia baru saja selesai melipat sajadahnya. Ia pun membaca pesan dari seseorang yang tidak ada dalam daftar kontak di ponselnya.
Nomor yang tidak dikenal
Assalamualaikum Mel, ini aku Arya. Apa kabar kamu dan anak-anak hari ini? Mengapa tidak datang ke rumah sakit, Aku merindukan kalian.
Meli tercenung, saat ia baru saja membaca pesan dari Arya.
"Mas Arya tahu dari mana nomor ponselku?" Gumam Meli.
Dengan ragu, Meli pun membalas pesan dari Arya.
wa'alaikumsalam Mas, mohon maaf sebelumnya. Saya sudah di Jakarta dan saya mohon kepada Mas Arya untuk tidak menghubungi saya lagi karena saya takut munculnya fitnah di kemudian hari. Semoga Mas Arya mengerti.
Lalu, Meli mengirimkan pesannya untuk Arya. Tidak lama kemudian, Ia pun menerima balasan dari Arya.
Dengan ragu, Meli membuka pesan dari Arya.
Aku mohon maaf Mel, rasanya aku tidak bisa berhenti menghubungimu atau bertemu denganmu. Ada perasaan yang lain dari dalam hatiku, Aku merasa seperti pernah mengenalmu dan anak-anakmu. Aku sadar, aku sudah mempunyai istri. Tetapi, aku hanya ingin bersilaturahmi kepada kalian.
Aku sedang lupa ingatan Mel, aku tidak mengingat masa laluku. Tetapi, sejak pertemuan denganmu dan anak-anak, aku merasa seperti hidup di dalam masa laluku. Apakah sebelumnya kita pernah bertemu Mel atau kita pernah mempunyai hubungan? Aku mohon kamu untuk menjawabnya dengan jujur.
Meli menghela nafas panjang saat membaca pesan dari Arya. Ada perasaan iba kepada lelaki itu. Tetapi, ia sudah memutuskan untuk tidak berhubungan dengan lelaki itu. Meli takut istri Arya akan salah paham kepada dirinya.
Kita tidak ada hubungan masa lalu Mas, mohon maaf nomor Mas aku blokir mulai saat ini, Assalamualaikum.
Meli mengirimkan pesan itu kepada Arya. Lalu, ia menaruh kembali ponselnya. Tiba-tiba, perasaan sedih menghinggapi hati Meli. Meli tidak tahu mengapa ia merasa sedih.
Meli menangis di tepi ranjangnya, Meli tidak tahu ia menangis karena apa. Meli hanya ingin menangis mengeluarkan emosinya yang entah datang darimana.
..
Arya tertegun saat menerima pesan terakhir dari Meli. Hatinya terasa begitu pilu. Ia mencoba mengirim pesan sekali lagi kepada Meli. Tetapi, pesannya tidak terkirim, karena Meli benar-benar sudah memblokir nomornya.
Hati Arya pun terasa begitu sedih. Sebenar nya ia paham mengapa Meli bersikap seperti itu kepada dirinya. Itu semua karena dirinya yang mencoba untuk mendekati Meli, padahal Ia sudah mempunyai istri.
Arya terdiam di atas tempat tidurnya. Bayangan Meli dan anak-anak Meli membuat hati Arya semakin terasa sedih. Lama ia terdiam tanpa sepatah katapun, sedangkan Jono hanya menatap Arya dengan ekspresi yang bingung.
__ADS_1
"Aku harus mencari tahu siapa diriku terlebih dahulu, setelah itu aku tahu apa yang harus aku lakukan," Ucap Arya di dalam hatinya.