
Arya dan Jono menemani Re dan Ar yang sedang mandi di pantai. Mereka berlarian kesana kemari, kadang tingkah lucu mereka membuat Meli tertawa.
Meli memperhatikan Arya yang sedang menggendong Re sambil tertawa lepas.
Re terlihat sangat bahagia, begitupun Arya. Ar yang sedang di gendong oleh Jono pun tertawa saat mereka terjatuh di air.
Ar, Re dan Jono bermain pasir dengan peralatan bermain pasir yang baru saja di belikan oleh Arya. Mereka membuat istana pasir yang megah, sesekali Ar yang iseng menabrak pasir buatan Re. Yang membuat Re mengamuk karena kesal istananya di hancurkan Ar. Jono dengan sigap memisahkan saudara kembar itu.
Sedangkan Arya, ia bergegas menghampiri dan duduk disamping Meli yang sedang memperhatikan anak-anak nya. Meli agak grogi saat Arya menghampiri dan duduk disampingnya.
"Anak-anak terlihat sangat bahagia ya," Ucap Arya yang berusaha membuka percakapan dengan Meli. Meli hanya menoleh sekilas kepada Arya dan memberikan senyuman kecilnya.
"Mereka anak-anak cerdas dan menyenangkan," Ucap Arya lagi.
Meli kembali tersenyum dan mengucapkan terima kasih.
Lalu, mereka berdua sama-sama terdiam.
Tak lama kemudian, Meli mulai merasa sungkan bila mengacuhkan Arya. Maka ia pun mulai bertanya tentang Arya.
"Mas Arya, tidak ke kantor hari ini?" Tanya Meli tanpa berani menatap wajah Arya.
"Tidak, saya mengambil cuti," Ucap Arya berbohong.
"Oh, begitu. Mas Arya kerja di perusahaan apa?" Tanya Meli lagi.
"Aku cuma karyawan biasa, di bidang jasa," Ucap Arya, merendah.
"Pekerjaan yang sangat bagus Mas."
Arya terpana menatap Meli, ia merasa wanita ini tidak melihat status sosial orang lain.
"Kamu sendiri, sejak kapan menjalankan restoran?"
Meli tersenyum mendengar pertanyaan Arya.
"Aku cuma meneruskan perusahaan seseorang, sejak aku berusia dua puluh tahun," Ucap Meli.
Arya semakin terpesona dengan kegigihan Meli.
"Sekarang usia mu berapa?" Tanya Arya.
"Jalan dua puluh tujuh tahun Mas," Ucap Meli sambil tersenyum menatap Arya.
"Masih muda sekali..!" Arya menatap Meli tak percaya.
"Kenapa terlihat lebih tua ya?"
Meli mengerutkan dagu nya menatap Arya.
"Bukan, bukan itu maksud ku. Aku berpikir kamu memang masih muda kok," Ucap Arya dengan salah tingkah.
Meli pun tersenyum kecil, lalu kembali melihat arah buah hati nya yang sedang asik bermain.
"Mas Arya sendiri umur berapa?" Tanya Meli, penasaran.
__ADS_1
Arya tersenyum kecut saat umurnya ditanya oleh Meli.
"Aku sudah tua," Ucap Arya.
"Tua seberapa? Tiga puluh lima? tiga puluh tujuh?" Tanya Meli.
Arya tertawa saat Meli menyebut angka-angka itu.
"Menurut mu usia ku segitu?"
"Iya, terus berapa dong?" Tanya Meli penasaran.
"Aku sudah empat puluh tiga tahun."
Meli terperangah menatap Arya.
"Kenapa?" Tanya Arya sambil tersenyum malu-malu.
"Empat puluh tiga?"
"Iya, empat puluh tiga."
"Hmmm, tetapi masih sangat muda ya wajahnya," Ucap Meli, sambil memperhatikan wajah Arya.
Tiba-tiba saja mereka saling bertatapan mata. Meli merasa mata itu membuat ia merasa tidak asing, ia benar-benar ingin terus menatap mata indah Arya.
Arya begitu mirip dengan Aris, tetapi ada yang berbeda dengan Arya dan Aris. Rahang Arya tidak setegas Aris. Wajah Arya terlihat lebih tirus, serta hidung Arya lebih sempurna dari pada Aris. Di wajah Arya juga terlihat beberapa goresan tipis bekas luka.
Di lengan dan betis Arya pun ada bekas luka memanjang dan terlihat memerah.
Meli mengerjap kan matanya. Semakin lama ia melihat wajah Arya, ia pun semakin tidak bisa mengontrol rasa rindunya kepada Aris.
"Kenapa?" Tanya Arya.
"Tidak apa-apa," Ucap Meli, sambil membuang pandangannya jauh ke hamparan laut yang luas.
"Mas, aku tidak enak dengan istri mu, Takut salah paham," Ucap Meli.
Arya pun terdiam, lalu menundukkan kepalanya.
"Punya istri kan?" Tanya Meli dengan ragu.
"Ya," Jawab Arya singkat.
Lalu, mereka berdua terdiam.
"Ayah.. Bunda...!"
Ar dan Re berlari menghampiri Arya dan Meli. Meli pun menatap Arya dengan kikuk.
"Ayah?" Tanya Meli kepada Arya.
"Aku yang meminta mereka untuk memanggil ku Ayah," Ucap Arya sambil tersenyum manis kepada Meli.
Meli hanya tercengang menatap Arya. Ar memeluk Meli dan Re memeluk Arya.
__ADS_1
"Ih, Bunda basah dong," Ucap Meli kepada Ar.
"Biarin," Ucap Ar sambil mencium pipi Meli.
Meli tertawa geli lalu membalas ciuman Ar.
"Bunda, Ayah, ayo kita foto bersama-sama..!" Ucap Ar dan Re.
Meli kembali menatap Arya, Arya pun tersenyum kepada Meli.
"Jon, ambil foto keluarga..!" Ucap Arya kepada Jono sambil menyerahkan ponselnya kepada Jono.
"Siap Pak Boss..!" Seru Jono, lalu lelaki itu bersiap-siap mengabadikan momen kebersamaan tersebut.
"Satu, dua, tiiiii....ga..!"
Jono mengambil beberapa Foto majikannya dengan Meli dan anak-anaknya. Setelah itu, Ar dan Re pun menyingkir dari Meli dan Arya.
"Om Jono, ambil foto Ayah dan Bunda..!" Ucap Re kepada Jono.
"Siap non," Ucap Jono, lalu ia mengabadikan momen Arya dan Meli berdua saja.
Meli menatap Arya, Arya pun membalas tatapan Meli. Arya tersenyum menatap Meli yang terlihat salah tingkah.
Merasa tidak enak hati, Meli pun langsung tersadar bila ini tidak pantas.
"Anak-anak, ayo kita pulang," Ucap Meli, lalu ia beranjak dari duduk nya di pasir putih itu.
"Kok pulang?" Tanya Arya.
"Aku mau beristirahat," Ucap Meli dengan nada suara yang dingin.
Arya buru-buru menahan tangan Meli, lalu ia menatap Meli dengan seksama.
"Aku pernah lupa ingatan, aku tidak mengingat apa pun tentang masa lalu ku. Tetapi, saat aku melihat mu, seperti nya kamu ada di masa lalu ku," Ucap Arya.
Meli membalas tatapan Arya, ia menatap jauh ke manik mata lelaki itu.
"Aku pun sama Mas, aku seperti melihat Mas Aris di mata mu." Batin Meli.
"Aku tidak pernah berada di masa lalu mu Mas, aku pulang dulu ya."
Meli melepaskan tangan Arya dari lengannya. Lalu, ia mengajak anak-anak nya untuk membilas tubuh mereka yang penuh dengan pasir pantai.
Arya mengikuti Meli dari belakang, ia memperhatikan langkah wanita itu. Tiba-tiba saja kepala nya terasa pusing, sekelebat bayangan masa lalu memperlihatkan seorang gadis yang menggunakan dress ungu yang cantik sedang berjalan membelakangi nya.
Ia merasa gadis itu sangat persis dengan bentuk tubuh Meli.
"Mel," Panggil Arya, sambil memegang kepalanya. Meli tidak menghiraukan Arya ia terus berjalan tanpa melihat kebelakang.
"Bunda.. Ayah jatuh..!" Ucap Re yang sedang melihat kebelakang.
Meli menghentikan langkahnya, lalu ia menoleh kebelakang.
"Mas Arya...!!!!!!" Seru nya.
__ADS_1
Meli berlari ke arah Arya yang sudah terbaring di atas pasir. Jono terlihat panik dengan mengangkat kepala Arya dan menaruhnya di pahanya.
"Kita kerumah sakit..!" Perintah Meli. Jono tidak ada pilihan, ia pun mengikuti kemauan Meli.