Wasiat Cinta

Wasiat Cinta
Ch 71. Kembali nya ingatan Aris


__ADS_3

Ar dan Re mengajak Arya menuju ruang keluarga. Saat itu juga ia melihat foto yang terpajang di dinding ruang keluarga. Ia melihat Foto seorang lelaki dengan seorang wanita yang seperti tidak asing baginya. Wanita itu adalah wanita yang dilihatnya dalam lintasan masa lalu Arya saat dirinya kecelakaan.


"Retno? mungkin wanita ini adalah Retno." Ucap Arya di dalam hatinya. Lalu ia meraih ponselnya dari dalam saku celananya dan memotret foto tersebut dan ia kirim kepada Meli.


Tring...Tiring..Tring..!


Meli yang baru saja duduk di ruangan nya, mengabaikan dering ponselnya. Jantung nya berdegup kencang, napas nya terlihat begitu cepat, karena menahan emosi nya kepada Alisya.


Meli terlihat sangat berani saat menghadapi Alisya di parkiran tadi. Padahal sebenarnya ia sangat takut dengan wanita itu. Entah dari mana keberanian itu muncul. Mungkin karena Meli sudah terbiasa menghadapi keras nya perjuangan nya sendirian sejak ia di tinggal oleh Aris.


Meli menghela napas nya dengan berat. Ia menyenderkan punggung nya di sandaran kursinya. Lalu ia menyeruput teh hangat yang di sediakan OB untuk dirinya saat ia baru saja tiba di kantornya.


"Alisya, lihat saja nanti. Bila ternyata Mas Arya adalah Mas Aris, aku akan memberi mu pelajaran. Kamu sudah mempermalukan aku di depan karyawan ku, dan menyembunyikan suami ku." Gumam Meli.


Meli meletakkan gelas teh nya kembali di atas meja kerja nya. Lalu, ia meraih ponsel nya dari dalam tas tangan nya.


Meli melihat satu pesan bergambar dari Arya. Lalu ia membuka pesan itu dan mendownload gambar yang di kirimkan Arya dengan caption, "Apakah wanita ini Retno? aku melihat nya di dalam ingatan masa lalu ku."


Meli terdiam setelah membaca pesan dari Arya. Tangan nya gemetar, jantung nya berdegup dengan kencang. Lalu ia pun membalas pesan dari Arya.


"Ya wanita itu adalah Nyonya Retno dan lelaki yang di sebelahnya adalah Mas Aris. Bila Mas mau melihat-lihat foto-foto Mas Aris dan Nyonya Retno, Mas bisa memintanya kepada Bik Parni."


Tulis Meli. Lalu, ia mengirimkannya untuk Arya. Meli meletakkan ponsel nya di atas meja, lalu ia mulai menyalakan laptop nya dan mengecek email yang ia terima di akun nya.


..


Arya membaca pesan dari Meli, ia pun merasa antusias untuk melihat-lihat foto-foto Retno. Lalu, ia meminta anak-anak untuk mengantarkan nya menemui Bik Parni.


Re dan Ar mengantarkan Arya ke dapur, untuk bertemu dengan Bik Parni. Setibanya ia di dapur, Bik Parni menatap Arya dengan tatapan seolah-olah Arya adalah Aris.


"Iya Tuan, ada apa ke dapur?" Tanya Bik Parni.


"Bibik sudah lama bekerja disini?" Ucap Arya berbasa-basi.


"Sudah Tuan, sudah lebih dari tiga belas tahun." Jawab Bik Parni.

__ADS_1


"Oh begitu, apakah Bibik mengenal Retno?" Tanya Arya lagi.


Bik Parni menatap mata Arya, lalu ia mengangguk pelan.


"Bik, Ibu Meli menyuruh saya untuk mengambil album foto, kira-kira dimana ya album-album itu?" Tanya Arya.


"Oh ada Tuan, biar saya ambilkan. Tetapi, ngomong-ngomong Tuan ini apa nya Nyonya Meli ya?" Tanya Bik Parni berterus-terang demi membunuh rasa penasarannya.


"Saya....


"Ini Ayah kami Bik..!" Potong Ar dan Re.


Bik Parni pun terkejut mendengar ucapan si kembar.


"Ayah? Ar, Re, Ayah kalian sudah meninggal." Ucap Bik Parni sambil melirik Arya.


"Begini Bik, ada kemungkinan saya memang Ayah dari mereka." Ucap Arya.


"Astaghfirullah..! jadi Neng Meli....!" Bik Parni terkejut mendengar ucapan Arya, sampai ia berpikir Meli sudah berselingkuh dari Aris.


"Bukan...bukan.. bukan itu, Ada kemungkinan saya adalah Aris." Ucap Arya.


"Begini saja, bisakah Bik Parni menunjukan album-album itu. Bila Bik Parni bersedia, Bibik juga boleh menceritakan tentang Retno dan Aris." Ucap Arya.


Bik Parni mengerutkan keningnya. Lalu mengangguk pelan.


Bik Parni mengajak Arya menuju ruang tengah. Lalu ia membuka bufet kecil dimana album-album itu berada. Bik Parni mengeluarkan semua album-album tersebut dan membawanya ke sofa ruang tengah.


"Silahkan Tuan." Ucap Bik Parni mempersilahkan Arya untuk melihat-lihat album tersebut. Arya duduk di sofa, disusul Ar dan Re.


"Bibik duduk juga dong.." Ucap Re kepada Bik Parni.


Bik Parni menatap Arya, Arya pun mempersilahkan Bik Parni untuk duduk bersama dengan mereka.


Arya meraih salah satu dari tumpukan album yang terletak di atas meja. Lalu ia mulai melihat-lihat foto-foto yang berada di dalam album tersebut.

__ADS_1


"Bisa di ceritakan tentang Aris dan Retno Bik?" Tanya Arya kepada Bik Parni. Dengan ragu, Bik Parni mengangguk kan kepalanya.


"Saya bekerja di sini sejak Tuan Aris dan Nyonya Retno baru saja menikah." Ucap Bik Parni mengawali ceritanya.


Arya mendengarkan cerita Bik Parni sambil melihat foto-foto Aris dan Retno di album itu.


"Tuan Aris dan Nyonya Retno adalah sepasang suami istri yang sangat baik hati, mereka juga pasangan yang sangat romantis. Mereka tidak pernah memperlakukan pembantunya dengan kasar. Nyonya Retno adalah wanita yang sangat baik dan berpendidikan. Tuan Aris sangat mencintainya. Mereka tidak dikaruniai seorang anak pun, tetapi hubungan mereka sangat harmonis."


"Tuan Aris sangat menyayangi Nyonya Retno dan tidak mempermasalahkan mempunyai anak atau tidak. Tuan Aris adalah seorang pebisnis yang sangat setia dan pekerja keras. Saya sangat kagum kepadanya."


"Tuan bisa lihat sendiri, Tuan Aris hampir mirip dengan Tuan." Ucap Bik Parni sambil tersenyum mengenang majikannya itu. Arya menatap Bik Parni lalu tersenyum ragu.


Lalu, Bik Parni kembali menceritakan tentang mantan majikannya.


"Tetapi perkawinan mereka hanya bertahan selama tujuh tahun saja."


Arya menatap Bik Parni dengan seksama.


"Semua berawal dari Nyonya Retno yang tiba-tiba di vonis sakit leukimia. Karena penyakit itulah Nyonya Retno pergi untuk selamanya. Tidak lama kemudian Tuan Aris menikahi Nyonya Meli atas wasiat yang di tulis oleh Nyonya Retno."


Arya mengeryitkan dahinya menatap Bik Parni.


"Maaf Tuan, saya harus segera memasak untuk makan siang, saya pamit dulu." Ucap Bik Parni.


"Oh iya Bik terimabkasih atas ceritanya." Ucap Arya.


Bik Parni beranjak dari sofa lalu ia pergi menuju dapur.


"Retno, Retno, Retno, Retno, Retno, Retno." Gumam Arya sambil menatap foto Retno di dalam album tersebut.


Tiba-tiba saja kepala Arya terasa sangat sakit, kuping nya berdenging kencang.


Perjalanan masa lalu nya pun kembali terlintas semua. Sejak ia kecil, menikahi Retno, kematian Retno, pernikahan nya dengan Meli hingga kecelakaan yang ia alami.


Pandangan mata Arya pun menggelap. Hingga ia hilang kesadaran dan terkulai di atas sofa.

__ADS_1


"Ayah...! Ayah..!"


Ar dan Re mengguncang-guncang tubuh Arya. Tetapi lelaki itu tak bergeming.


__ADS_2