Wasiat Cinta

Wasiat Cinta
Ch 70. Mess with me, i'll fight back..!


__ADS_3

Ting..Tong..!


Bell rumah Meli berbunyi. Bik Parni tergopoh-gopoh menuju pintu depan dan membukakan pintu untuk seseorang di balik pintu tersebut.


klikkkkk..!


Bik Parni menatap lelaki yang sedang berdiri di ambang pintu rumah itu.


"Astaghfirullah..!" Bik Parni terkejut saat menatap Arya.


"Ku kira Tuan Aris, ternyata cuma mirip." Gumam Bik Parni.


"Assalamualaikum, saya Arya. Apa Ibu Meli nya ada?" Tanya Arya.


"A-ada."Ucap Bik Parni terbata.


"Silahkan masuk." Bik Parni mempersilahkan Arya untuk masuk ke dalam rumah.


"Silahkan duduk, saya akan memanggilkan Nyonya." Ucap Bik Parni dengan ramah.


Arya hanya tersenyum dan mengangguk kepada wanita paruh baya itu. Bik Parni tergesa-gesa menuju kamar Meli, lalu ia mengetuk pintu kamar Meli.


"Masuk." Ucap Meli yang sedang berdandan di depan meja rias nya.


Klikkkk..!


Bik Parni membuka pintu kamar Meli dengan perlahan. Lalu ia masuk ke dalam kamar dan menghampiri Meli.


"Ada apa Bik?" Tanya Meli.


"Ada seorang lelaki yang mencari Neng. Tapi, hmmmmmm... wajah nya agak mirip sama Tuan Aris Neng." Ucap Bik Parni.


Meli tersenyum menatap Bik Parni.


"Nama nya Arya. Iya, dia agak mirip dengan Ayah nya anak-anak Bik. Ya Sudah, nanti saya temui." Ucap Meli.


Bik Parni pun mengangguk lalu keluar dari kamar Meli. Bik Parni sekali lagi menatap Arya yang sedang duduk membelakangi dirinya saat Bik Parni berjalan menghampiri Arya.


"Tuan, kata nyonya dia akan segera menemui Tuan. Silahkan di tunggu ya Tuan. Saya mau membuatkan minum dulu." Ucap Bik Parni, lalu ia pergi menuju dapur.


Arya tersenyum menatap Bik Parni. Seolah-olah ia sudah mengenal Bik Parni sudah sangat lama.


"Ayahhhhhh....!"


Re dan Ar berlari menghampiri Arya.


"Anak Ayah.....!"


Arya menyambut si kembar dengan pelukannya.


"Ayah?"


Gumam Jaja yang sedang mengintip dari ruang makan.


"Jangan-jangan dia suami baru nya Neng Meli." Gumam Jaja. Lalu ia menuju dapur untuk menemui Bik Parni.

__ADS_1


"Mbeb... laki-laki itu di panggil Ayah sama Ar dan Re..!" Ucap Jaja.


"Masa..?" Ucap Bik Parni, terkejut.


"Berarti benar mereka sudah menikah." Ucap Kang Jaja lagi.


"Hust..! gak mungkin Neng Meli rahasia-rahasiaan sama kita..!" Ucap Bik Parni.


"Lah, itu sudah memanggil Ayah." Ucap Jaja sambil bersungut-sungut.


"Bisa saja lagi latihan manggil Ayah." Jawab Bik Parni sambil mengaduk-aduk kopi yang baru saja ia buat.


"Kalo Jaja kapan di panggil Ayah sama anak-anak kita Mbeb?" Ucap Jaja malu-malu.


"Parni sudah menopause..!" Ucap Bik Parni, sambil berlalu dari hadapan Jaja dengan membawa baki yang berisi kopi dan makanan kecil.


"Tidak apa-apa mbeb kamu menopause, tetapi goyangan mu mirip Inul Daratista." Ucap Jaja sambil tersenyum-senyum sendiri.


Bik Parni menatap keakraban Ar dan Re kepada Arya. Bik Parni mengeryitkan dahinya sambil menaruh segelas kopi dan makanan kecil untuk Arya di atas meja.


"Silahkan Tuan."


Bik Parni tersenyum sambil mempersilahkan Arya untuk mencicipi apa yang sudah ia hidangkan untuk Arya.


"Terima kasih." Ucap Arya sambil tersenyum.


Dengan ragu, Bik Parni membalas senyuman Arya. Lalu, ia kembali ke dapur.


Meli tersenyum melihat keakraban Ar dan Re dengan Arya, saat ia sedang menuju ke ruang tamu.


Arya menoleh kebelakang dan menatap Meli dengan takjub. Pagi ini meli terlihat sangat cantik dengan celana bahan model pipa lurus berwarna hitam dan blouse berwarna cream. Sedangkan wajah meli di poles dengan make up tipis yang membuat nya tampak lebih segar.


"Sudah datang Mas." Ucap Meli berbasa-basi. Arya mengangguk dan tersenyum.


"Aku akan berangkat ke kantor, Mas tidak apa-apa di tinggal?" Tanya Meli.


"No problem, asal ada anak-anak." Ucap Arya sambil tersenyum menatap si kembar.


"Oh, ya sudah. Aku tinggal dulu ya, aku ada meeting di kantor." Ucap Meli, lalu ia memeluk dan mencium ke dua anak nya.


"Dadah Bunda..!" Seru si kembar.


"Dadah sayang, jangan nakal ya."


"Iya Bunda..!" Seru mereka.


Lalu, Meli bergegas pergi ke kantor nya.


"Ayah, yuk kita keliling rumah. Ar dan Re mau kasih tahu Ayah rumah kami." Ucap Ar dan Re.


"Ok, let's go..!"


Ar dan Re menuntun Arya untuk memperkenalkan rumah mereka.


"Ayah mau tinggal disini ya..?" Tanya Ar. Arya menatap anak laki-laki itu.

__ADS_1


"Do'akan ya nak." Jawab Arya sambil tersenyum ragu.


"Aamiin..! kami pasti do'akan Ayah." Ucap Ar dan Re.


.....


Sebuah mobil berwarna hitam mengikuti laju mobil Meli yang sedang menuju ke kantornya. Sesampainya di kantor, mobil tersebut pun ikut parkir di halaman kantor Meli.


Meli keluar dari mobil nya dan mengucapkan terima kasih kepada supirnya. Lalu, ia melangkah menuju lobby.


Tiba-tiba saja, lengan Meli ditarik dari belakang oleh seseorang, yang membuat Meli terkejut lalu menoleh kebelakang.


"Heh...! kamu masih ingat saya..! dimana kamu sembunyikan suami saya..!" Ucap Alisya dengan emosi.


Meli terkejut menatap Alisya, ia tidak menyangka wanita itu menemuinya di kantor.


"Tante Alisya..!" Ucap Meli.


"Aku bukan Tante mu..! jawab pertanyaan saya..! kamu sembunyikan di mana Arya? Arya suami ku..! kamu pelakor..! saya melihat foto-foto kamu dengan Arya di pantai..! Jangan mengelak kamu pelakor..! Gak tau malu dasar janda gatal..!" Hardik Alisya.


Karyawan Meli yang berada di parkiran pun menatap Meli dan Alisya dengan bingung. Meli mulai merasa malu dengan tatapan karyawan-karyawan nya.


"Saya jambak kamu ya..! kembalikan suami saya..!"


Alisya mengangkat tangan nya dan hendak menjambak rambut Meli. Dengan cepat Meli menangkap tangan Alisya dan mencengkram tangan wanita itu.


"Berani kamu jambak saya, saya penjarakan kamu." Ucap Meli dengan tatapan tajam nya. Lalu, Meli menghempaskan tangan Alisya.


"Kamu orang berpendidikan kan? kamu tahu hukum? Menyerang seseorang, biasa membuat mu dipenjara kan." Ucap Meli lagi.


Alisya terkejut melihat sikap Meli. Ia tidak percaya dengan tindakan Meli kepada nya. Meli yang dulu lugu dan pendiam kini berubah menjadi orang yang sangat tegas dan mampu mengancam dirinya.


"Lancang kamu..!" Teriak Alisya.


Beberapa satpam yang melihat kejadian itu menghampiri Meli dan Alisya.


"Ada apa Bu..?" Tanya satpam-satpam itu.


"Singkirkan dia dari sini. Bila tidak mau, panggil polisi." Perintah Meli.


"Baik Bu..!" Ucap satpam kantor Meli.


"Bocah ingusan..! kurang ajar..!" Hardik Alisya.


Meli menatap Alisya dengan tajam. Lalu ia kembali menghampiri Alisya.


"Anda yakin Arya adalah suami anda?" Tanya Meli kepada Alisya.


"Dia suami saya..! kamu pelakor..!" Hardik Alisya dengan emosi. Meli tersenyum mencemooh Alisya.


"Sayang nya, Arya tidak merasa kamu adalah istri nya. Bila terbukti kamu bukan istri nya, saya harap kamu siap-siap bermasalah dengan saya." Ucap Meli, Alisya seperti tertampar mendengar ucapan Meli.


Meli pun berlalu dari hadapan Alisya dan masuk kedalam gedung kantornya.


"Ibu sebaik nya pergi dari sini." Ucap satpam kantor.

__ADS_1


"Tidak usah kamu suruh..! Saya akan pergi dari kantor sialan ini..!" Ucap Alisya, lalu ia berjalan menuju mobilnya dan pergi meninggalkan kantor Meli.


__ADS_2