You Are My Prisoner Of Love

You Are My Prisoner Of Love
Di Khianati Lagi


__ADS_3

......................


Hari ini Kana ada janji bertemu dengan Risa, ia pun sudah tiba di sebuah tempat janjian yang telah disebutkan Risa. Disana terlihat Risa yang sedang duduk menunggu kedatangannya.


”Hai, apa lama nunggunya? Maaf aku telat.” Ucap Kana ramah.


Lalu Kana duduk di kursi yang berhadapan dengan Risa.


”Ah enggak kok, aku belum lama sampai, aku lagi nungguin tunanganku juga.” Saut Risa tersenyum.


”Kalau begitu apa yang ingin kamu katakan padaku, langsung aja ke intinya ya” ucap Kana tak sabaran.


”Baiklah….,Kana, apa yang harus kulakukan? Ini semua sudah terjadi, tapi tunanganku tak mau bertanggung jawab. Dia bilang dia mencintai wanita lain..” Ucap Risa sedih dan menunduk.


”Memangnya apa yang terjadi padamu?” Tanya Kana penasaran dan juga heran karena tak biasanya Risa curhat padanya, biasanya kan sama Lani, karena Risa lumayan dekat dengan Lani dibanding dirinya.


”Aku hamil Na, ini anaknya. Kami sering melakukannya. Aku pikir dia mencintaiku, jadi ketika dia meminta untuk berhubungan badan, aku setuju karena kami akan menikah.Tapi nyatanya tidak, dia mainin perasaanku, dia bilang dia khilaf telah melakukannya, dia menyukai wanita lain.” Ucap Risa sedih dan meneteskan air mata.


”Tega sekali dia, apa ayahmu tau? Apa kamu tau siapa wanita yang dicintai tunanganmu itu?” Tanya Kana.


”Untung Ayahku tidak tau, kalau ayah tau, ayah pasti langsung menikahkan kami, dan itu pasti akan membuat tunanganku itu murka padaku. Sebelumnya iya pernah mengancamku untuk tidak memberi tahu ayah perihal kehamilanku, jadi dengan terpaksa, aku memilih untuk menutup mulutku. Kalau wanita itu, aku tau ketika melihat fotonya di hp tunanganku, aku sangat sedih." Ucapnya tertunduk sendih.


"Apa kau mencintainya?" Tanya Kana.


" Iya. Entah sejak kapan aku jatuh cinta padanya. Ditambah lagi hadir buah hati kami yang sedang ku kandung, membuatku semakin mencintainya." Ucapnya sambil mengusap pelan perutnya yang masih rata.


Kana hanya diam sambil menatap kebawah meja melihat gerakan kakinya yang ia gerak-gerakkan melingkar.


“Please tolong aku Kana, untuk ngomong ke dia agar dia mau tanggung jawab terhadap diriku dan anak yang ku kandung..”Ucap Risa memohon lalu memegang tangan Kana yang diatas meja sambil mengeluarkan air mata.


”Kok aku yang bilang, aku kan ngak kenal sama tunangan kamu Sa” Balas Kana bingung dengan permintaan Risa.


“Nanti dia akan datang. Aku memaksanya untuk datang, nanti kamu akan tau siapa orangnya dan kamu pasti kenal.” Ucap Risa.


”Hmmm baiklah akan ku coba, semoga aja dia mau tanggung jawab terhadap kamu.”


Tak Lama kemudian datanglah tunangan Risa.


”Maaf aku terlambat”Ucap pria tersebut.

__ADS_1


Kana yang sedang tertunduk pun merasa sangat kenal dengan suara itu, seketika ia mendongakkan kepala kearah sumber suara. Setelah mendongakkan kepala dan bertatapan muka dengan pria itu, betapa terkejutnya Kana.


”Kana?” ucap pria tersebut dengan terkejut.


”Gioo..?” ucap Kana juga yang tak kalah terkejut.


"Kenapa kana ada disini? Apa yang kamu katakan padanya.”Tanya Gio dengan suara meninggi dan menatap tajam Risa.


”Kana, ini adalah pria yang aku sebut sebagai tunanganku, dan sekarang aku hamil anaknya..” ucap Risa tanpa mengubris pertanyaan Gio.


Bak disambar petir disiang bolong, Kana terpaku. Hatinya terasa di tusuk beribu jarum untuk yang ke dua kalinya, ia sangat kecewa pada pria yang ada dihadapannya ini, ia sempat berpikir Gio adalah pria yang baik.


Yang lebih tak habis pikirnya adalah ternyata Gio adalah pria yang tak bertanggung jawab, pria yang tega mencampakkan seorang wanita yang sudah ia nodai.


”Risa, apa yang kamu bicarakan, anak apa?” ucap Gio yang tak mau mengakui.


”Gio, setelah melihat Kana kamu tak mau mengakui. Tak apa kamu tak mengakuiku tapi anak yang aku kandung adalah darah dagingmu.” Ucap Risa berurai air mata, merasa sesak di dadanya.


”Kana jangan dengarkan dia, aku hanya cinta sama kamu. Aku tak mungkin lakukan hal itu dengannya. Aku tak mungkin khianatin kamu. Percaya sama aku. Itu bukan anakku.” Ucap Gio membantah dan tak mau mengakui, sehingga Kana pun geram dibuatnya.


Kana hanya tertunduk, menahan getaran hati dan butiran air matanya agar tidak menetes.


”Kamu benar- benar pria yang tak bertanggung jawab Gio. Dia adalah sahabatku, dia lagi hamil tapi kamu tak mau mengakui anak itu sebagai anakmu. Kamu harus menikahinya." Ucap Kana dengan suara yang bergetar.


Kana langsung menegakkan kepalanya kembali menatap pria dihadapannya itu.


"Dengan entengnya kamu bicara, kamu ngak bisa menikahi Risa dengan alasan kamu cinta sama aku? Aku sungguh tidak menyangka kamu sejahat itu, jika kamu mencintaiku, kamu tak akan mungkin melakukan hal itu, meskipun Risa adalah tunanganmu." Ucap Kana dengan meneteskan air mata.


"Tapi aku....."


"Coba kamu bayangkan jika kamu berada di posisi sebagai orang tua, ketika kamu punya anak perempuan lalu dihamili oleh pria lain tapi pria itu tak mau bertanggung jawab. Bagaimana perasaan kamu pasti sakit kan, begitu pula yang dirasakan Risa dan juga kedua orang tuanya. Menikahlah dengan Risa, Gio.” Ucap Kana sambil mengelap air matanya yang sudah jatuh membasahi pipinya.


”Lalu bagaimana denganmu kana, aku sungguh mencintaimu.” Ucap Gio menunduk sehingga menambah isak tangis Risa setelah mendengar penuturan Gio.


”Aku tak apa, lagipula belum terlambat bagiku menghapus rasaku yang mulai tumbuh kepadamu. Mulai sekarang belajarlah untuk membuka hati untuk Risa, bukan hanya enak saja. Habis manis tinggal sepah langsung dibuang. Hilangkan rasa cintamu padaku. Aku yakin semakin lama akan kebersamaan kalian, cintamu terhadapku pasti perlahan menghilang. Aku mohon jadilah pria yang bertanggung jawab, Risa adalah sahabatku. Kasihan anak yang dikandungnya, jika ayahnya tak mau menerima ibunya dan dirinya.”ucap Kana memohon pada Gio meski berat rasanya, Gio masih diam tak bereaksi.


”Kamu pernah berkata, bahwa kamu akan mengabulkan permintaanku apapun itu di hari ulang tahunku, sekarang adalah hari ulang tahunku. Dan pertanggung jawabanmu terhadap Risa lah permintaanku yang terakhir padamu, bertanggung jawablah dan hidup bahagialah bersama Risa.”ucap Kana.


Gio tak menyangka begitu baik hati wanita yang ia cintai ini, Kana tak mengumpat atas apa yang terjadi tapi dia malah mendoakan atas kebahagiaannya dengan Risa kelak.

__ADS_1


Dalam hati Gio sebenarnya menolak untuk menuruti permintaan Kana, ia hanya mencintai Kana.


Sungguh sangat menyesal rasanya, ia telah mengkhianati Kana dan hanya menuruti hawa nafsunya, padahal Kana adalah gadis yang baik dan layak untuk dipertahankan.


Risa begitu senang, karena Kana membantunya, Risa begitu berterima kasih kepada Kana atas ucapannya kepada Gio , dan kini tergantung dengan Gio.


Dengan terpaksa Gio mengiyakan permintaan Kana.


”Hufff...baiklah Kana, aku berjanji padamu aku akan bertanggung jawab, tapi aku tidak bisa berjanji akan selalu buat dia bahagia. Aku sudah putuskan seminggu lagi kami akan menikah.” Ucap Gio sambil menatap Kana.


Kana pun tersenyum meski ada rasa sakit dihatinya.


Terimasih Kana, aku tak mampu berkata lagi. Jika tak ada kamu mungkin anak yang aku kandung tak memiliki ayah.. terimakasih banyak Kana.” Ucap Risa bahagia.


Kana hanya menanggapinya dengan tersenyum pahit, kemudian pamit kepada keduanya.


Gio hanya melihat punggung Kana yang semakin menjauh, ia benar-benar sangat menyesal. Andai saja waktu bisa di putar ulang, ia akan memilih untuk tidak melakukan perbuatan kotor itu dengan Risa.


......................


Dalam perjalanan pulang ke rumah Bu Sofi yang ia tempati, Kana menangis menahan sakit di dadanya.


Belum sembuh rasa sakit hatinya yang lalu, kini sudah bertambah penderitaannya.


Sebelumnya di perkosa oleh adik dari sang sahabat 3 hari lalu, dan sekarang ia di khianati yang ke dua kalinya.


Ia disakiti oleh pria yang berbeda, ketiga pria itu yang sudah membuatnya benar-benar sangat trauma untuk jatuh cinta lagi.


Kana benar-benar tak ingin lagi rasanya untuk mengenal yang namanya Pria, menurutnya semua pria sama saja.


~~


Ketika Kana berjalan, tanpa sengaja menginjak sebuah brosur lowongan pekerjaan. Kana membacanya dengan teliti, seketika sebuah senyuman terbit di bibirnya.


Sebentar lagi ia akan mendapatkan pekerjaan, ia senang karena sebentar lagi ia tidak akan menganggur dan menyusahkan Ibu Sofi yang selama dua hari ini memberinya makan.


Kana berencana akan menghubungi contact person yang tertera di brosur itu setelah ia tiba di rumah nanti.


Karena lelah berjalan kaki, akhirnya Kana memutuskan untuk naik angkutan desa menuju tempat tinggal Kana sekarang. Perjalanan yang ditempuh dengan angkutan umum lumayan jauh menuju gang desanya.

__ADS_1


Setelah ia tiba di gang desa, sayangnya tidak ada ojek. Kana pun terpaksa harus berjalan kaki sekitar 1 km menuju rumahnya. Dan tentu saja setibanya di rumah nanti, ia akan akan sangat kelelahan.


Bersambung...


__ADS_2