
Setelah Ghani dan Hoby keluar, kini keadaan ruang rapat menjadi sunyi dan hanya menyisakan Addan dan Kana.
"Mmm....itu...Aku pulang dulu ya Mas. Ini makan siang buat kamu, jangan lupa dimakan ya Mas."Ucap Kana dengan terbata-bata. Kemudian meletekkan kotak makanan di atas meja di depan Addan.
Setelah mengatakan itu, Kana membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu keluar ruang rapat. Melihat Kana yang pergi, Addan pun bangkit dari duduknya. Ia berjalan cepat mengikuti langkah Kana hingga ia mencegat tangan Kana yang hendak mendorong pintu.
"Ada apa Mas?"Kana menolehkan kepalanya kebelakang dan menatap Addan bingung sambil menarik tangannya dari genggaman Addan.
"Kita makan sama-sama ya. Kalau kamu tidak mau, aku tidak mau makan."Addan yang sedikit mengancam.
"Dasar kekanak-kanakan."batin Kana dan memutar bola matanya malas.
"Ok?"Addan berharap Kana menyetujui permintaannya.
Melihat ekpresi Addan yang mengiba, terpaksa Kana mengiyakan permintaan Addan dengan menganggukkan kepala.
"Kita makan di ruang Mas saja."Ucap Addan lalu menggandeng tangan Kana sambil menenteng kotak makan ditangan kirinya.
Kana mengikuti langkah Addan, tanpa berusaha melepaskan tangan Addan yang menggenggam tangannya. Ia terus memperhatikan tangannya yang bertautan dengan tangan Addan.
"Tangannya gede, hingga tanganku habis digenggamnya."batin Kana dan sesekali menatap wajah Addan yang berjalan berdampingan dengannya.
Mereka masuk kedalam ruang CEO yang dulu ditempati Kakek Addan dan kini berganti menjadi miliknya. Addan berjalan ke arah sofa lalu meletakkan kotak makanan di atas meja.
Kana membuka kotak makanan, lalu menyalin nasi dan ayam serta sayur kedalam piring. Setelah dirasa cukup untuk porsi makan Addan, Kana pun menghidangkannya di hadapan Addan.
"Terimakasih."Ucap Addan dan tersenyum. Kana pun membalasnya dengan senyuman tipis dan anggukan kepala.
Addan mulai menyendokkan makanan kedalam mulutnya, karena ia benar-benar sudah merasa lapar. Pagi tadi dia sarapan hanya dengan selembar roti dan segelas kopi saja.
Addan yang melihat Kana yang tidak ikut makan, berhenti menyendokkan nasi ke dalam mulutnya. lalu meletakkan piring yang ditangannya ke atas meja.
"Kamu tidak makan Dek?"Tanya Addan.
"Tidak Mas, Aku sudah makan tadi, sebelum berangkat keperusahaan."Jawab Kana berbohong , yang sebenarnya merasa lapar lagi, tapi ia segan makan di dalam ruang itu hanya berdua saja dengan Addan.
"Mas tau kamu pasti lapar, karena biasanya jam segini kamu lagi makan dirumah."Addan yang tau pasti seluruh kegiatan Kana selama dirumah, karena ia memantau Kana melalui CCTV yang terpasang diseluruh ruang , dan laporan dari Sasha juga tentunya.
"Hah?Kok dia tau, apa dia punya kekuatan super yang bisa mengetahui tanpa melihat?"batin Kana dan memandang Addan tak percaya.
Kana terdiam, ia bingung dan penasaran darimana Addan tau kalau dia biasanya makan di jam 2 siang dirumah. Padahal mereka tidak pernah saling mengabari lewat alat komunikasi.
"Jangan-jangan Sasha yang melaporkan semua kegiatannya selama dirumah" pikirnya.
"Ayo makan, jangan bengong. Temani Mas makan."Ucap Addan.
"Tapi Mas....aku tidak." Krucuk....!!(suara yang lumayan keras berasal dari perut Kana). Secara spontan Kana memegang perutnya, dan menundukkan kepala karena malu. "Mas Addan pun pasti mendengar suara itu dengan jelas." Gerutunya dalam hati.
"Hahahaha...Tuh kan. Kamu lapar, tapi mengaku tidak."Addan terkekeh pelan dan menyindir Kana yang tertunduk malu.
Melihat Kana yang masih terdiam dan tertunduk, Addan berinisiatif mengambilkan makanan untuk Kana.
"Dek, Ayo makan sama-sama. Kamu harus makan, rasa lapar ngak boleh di tahan. Ingat kamu lagi hamil!"Ajak Addan kemudian meletakkan sepiring nasi dihadapan Kana, yang sudah ada ayam dan sayur di atasnya.
“Iya Mas..”Saut Kana dengan suara yang terdengar lemah.
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua makan bersama dalam keadaan hening tak bersuara, hanya dentingan sendok makan yang mengisi kesunyian diruang itu.
Setelah mereka selesai makan, Kana yang hendak merapikan piring tiba-tiba dikejutkan oleh suara pintu ruang Addan yang terbuka. Ternyata Hoby yang masuk bersama seorang wanita yang memakai baju yang kurang bahan, diikuti oleh Ghani yang berdiri di belakang keduanya dengan raut wajah yang masam.
"Yo...I'm comeback! Aku sudah kenyang, tapi nanti malam aku ke rumahmu ya Dan? numpang makan malam.".
"Tidak!"Jawab Addan singkat dengan berpangku tangan dan menatap tajam kearah Hoby, karena ia berpikir bahwa Hoby membawa masuk jalangnya kedalam perusahaan.
“Kau sudah berjanji loh.”Ujar Hoby sedikit kesal.
“Apa aku menjanjikanmu untuk makan dirumahku, tidak kan? Yang aku janjikan hanya mentraktirmu makan saja.”Ucap Addan datar.
“Tapi lebih bagus makan dirumahmu, apalagi makan masakan istrimu. Pasti rasa masakannya mengalahkan masakan di restoran bintang lima.”Ujar Hoby tersenyum dan mengerlingkan matanya menggoda Kana.
Addan menjadi geram melihat Hoby menatap Kana seperti itu, ia tidak suka kalau istrinya di pandang dengan intens oleh lelaki lain.
“Kenapa kau membawa wanitamu kemari? Kau tau bahwa membiarkan jalang masuk ke kantorku tidak diperbolehkan.”Ucap Addan kesal, ia berbicara terus terang tidak peduli dengan perasaan wanita yang berdiri disamping Hoby. Melihat cara berpakaian wanita itu seperti pelacur, jadi Addan menyimpulkan kalau wanita tersebut merupakan partner ranjang Hoby.
Wanita itu hanya diam, ia tidak membantah sama sekali ucapan Addan. Malah ia terkesan cuek dan memandang sinis ke arah Kana yang juga menatapnya.
“Aku tadi bertemu dengannya di lobi, dan bilang kalau dia rekan bisnismu. Jadi aku izinkan dia masuk.”Ujar Hoby.
“Memangya kau rekan bisnisku dari perusahan mana?”Tanya Addan mengintimidasi.
"Mmm...itu saya dari....JK Group."
"JK Group? Bukannya itu perusahaan Kakek Beniqno, kau bukan sekretaris ataupun asistennya. Kenapa kau yang datang?" Addan sudah curiga dengan gelagat wanita itu.
"Tuan Beniqno dan Asistennya sedang melakukan perjalanan bisnis ke Malaysia, sedangkan sekretarisnya tidak bisa datang karena banyak pekerjaan di perusahaan. Jadi saya yang menggantikan beliau."Ucap Wanita itu berusaha meyakinkan Addan.
"Jangan membodohiku! Karyawan yang bekerja diperusahaan, tidak ada yang berpakaian seperti lacur. Lebih baik kau jujur saja, apa tujuanmu kesini heh?" Tanya Addan dan memandang wanita itu dengan tatapan tajam.
"Ma...maksud anda apa ya Tuan, saya tidak mengerti."Ucap Wanita dengan raut cemas yang dibuat-buat.
"Kalau kau jujur siapa yang mengutusmu kemari, maka aku akan mengampunimu."Addan dengan sorot mata yang makin tajam dan menusuk.
Kana yang berdiri disampingnya saja ketakutan melihat ekpresi Addan yang menakutkan.
"Saya...benar-benar...tidak...tidak mengerti maksud anda tuan."Wanita itu dengan suara yang terbata-bata dan keringat membanjiri wajahnya karena saking takutnya melihat ekpresi Addan.
Addan tersenyum miring melihat wajah cemas wanita itu, ia langsung meraup Handphonenya di dalam saku, lalu menghubungi Soka yang berada di ruang sebelah.
"Datang ke ruangku sekarang, Ada sesuatu yang harus kau bereskan diruanganku.”Ucap Addan.
"...."
"Ada seekor tikus yang salah memasuki kandang singa."Ucap Addan lalu meletakkan kembali teleponnya. Mendengar ucapan addan, wanita itu terlihat panik namun sejerus kemudian ia tersenyum miring.
"Sepertinya dia mengetahui rencanaku. Terpaksa aku harus menggunakan rencana baru, kebetulan istrinya ada disini."batin wanita itu.
Soka masuk ke ruang Addan, ia melihat diruang itu suasananya menegangkan.
"Bos!"
"Kau singkirkan wanita ini."Ucap Addan ketika melihat Soka masuk.
__ADS_1
"Baik Bos"Dengan langkah cepat, Soka menghampiri Wanita itu, lalu mencengkram kedua lengannya.
Wanita itu meronta-ronta, melihatnya yang meronta-ronta Hoby pun ikut memeganginya.
"Lepas!!" Teriak wanita itu.
Hingga ia yang sudah lelah berakting, menampilkan wataknya yang sesungguhnya.
"Bwahahahahaha....Apa kau sudah lupa padaku Dan?"Wanita itu tertawa menggema lalu menarik bagian kulit diwajahnya yang ternyata itu adalah topeng yang menyerupai wajah asli.
Setelah topeng itu terlepas, nampaklah wujud sesungguhnya dari wanita itu, yang ternyata adalah...
"Jane!"Addan, Soka dan Ghani kaget secara bersamaan setelah melihat siapa sebenarnya wanitu.
"Siapa Jane?"Batin Hoby yang penasaran.
"Hai...tunanganku, kau benar-benar sangat pintar, teliti dan tidak mudah ditipu. Dan itu membuatku semakin tertarik padamu."
"Tunangan Mas Addan?" bantin Kana sambil memandang Addan dan wanita itu secara bergantian. Hingga akhirnya Kana mengingat wajah Jane, ia pernah melihat Jane ditelevisi saat melangsungkan acara pertunangan dengan Addan secara live.
"Kenapa kau bisa berada disini?"Ucap Addan dengan nada tinggi.
"Memangnya kenapa aku berada disini, kau takut kalau aku merusak kebahagianmu dengan istrimu?"Ucapnya sambil tersenyum miring.
"Istrimu memang cantik, tapi tidak sehebat diriku. Dia hanya wanita yatim piatu yang memiliki pendidikan rendah."Ucapnya lagi sambil menatap sinis ke arah Kana.
Kana yang mendengar tuturan Jane menundukkan kepalanya karena sedih.Entah kenapa, setiap orang yang mengatakan bahwa ia anak yatim piatu, ia teringat kembali akan insiden kebakaran yang merenggut nyawa kedua orangtuanya, 20 tahun yang lalu.
"Beraninya kau menghina istriku, setelah ini kau akan kuberi pelajaran yang lebih dari sebelumnya."Ucap Addan dengan nada meninggi.
"Hahahaha, kamu pikir aku takut? Aku sudah kebal, ancamanmu itu sudah tidak berpengaruh padaku."Ucapnya menantang.
"Aku akan membuatmu merasakan kehilangan orang yang kau cintai seperti diriku kehilangan papa dan mamaku."batin Jane dan menatap Addan benci dengan penuh dendam dalam hati.
~
Flascback On
Beberapa bulan yang lalu, setelah penangkapan Juan Connor. Perusahaannya bangkrut hanya dalam hitungan menit, dalam sehari bisnis keluarga Cornor hancur tanpa sisa.
Juan yang berada didalam tahanan mendengar berita itu langsung depresi dan menggila. Hingga akhirnya ia memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di dalam sel tahanan. Tak lama berselang dua hari istrinya pun menyusulnya dengan cara yang sama yaitu bunuh diri tapi dengan meminum racun tikus di dalam ruang bawah tanah, motif mama jane bunuh diri karena ia tidak tahan hidup tanpa harta dan hidup kemiskinan.
Kabar kematian Juan Connor dan istrinya yang secara mendadak, sampai ketelinga Jane. Jane yang mendengar berita kematian Papa dan Mamanya menangis histeris, dalam tangisannya ia terus menyumpah serapahi Addan yang sudah menghancurkan keluarganya.
Jane masih terima ketika Addan mengirimnya ke rumah pelacuran, tapi ia tidak akan pernah terima jika apa yang dilakukan Addan membuat kedua orang tuanya meninggal dunia.
"Jangan sebut namaku Jane Connor kalau aku hanya diam disini, diperlakukan seperti anjing dan tidak bisa membalas kematian kedua orang tuaku. Kau tunggu saja Addan, aku akan membuatmu merasakan apa yang ku rasakan."Ucapnya dengan mata yang memerah, tangannya pun terkepal kuat dan rasa dendam yang begitu besar.
Flashback Of
_
_
Bersambung...
__ADS_1