
Keesokan harinya Kana pun terbangun, ia pun segera pergi mandi dan gosok gigi. Semalam ia merasa sangat senang karena Lani memberinya kejutan sebuah tiket konser musik kesukaanya yaitu tiket konser pertunjukan Rosa, penyanyi idola Kana, ia sampai berjingkrak-jingkrak saking senangnya.
Setelah ritual mandi yang dilakukannya, Kana pun turun kebawah menuju dapur. Sebelum tiba di dapur Kana celingak-celinguk mencari siapa saja yang sudah bangun, tapi belum ada satupun yang menampakkan wujudnya. Ia pun melanjutkan langkahnya ke arah dapur, disana terlihat Bi Murni yang sedang memasak.
”Bi, ada yang bisa Kana bantu? “Tanya kana setiba di dapur.
”Ngak ada Non kana, lebih baik Nona duduk manis di meja makan saja ya” ucap Bi Murni lembut.
”Ngak mau! Pokoknya Kana mau bantu.. udah di kasih tumpang tinggal, eh...malah enak makan saja, kan ngak aku luh gitu Bi “Ucap Kana dengan nada manja dan membujuk.
“Ihhh gemez bibik lihat Non Kana, imut banget…. “ Ucap Bi Murni gemas melihat Kana yang bertingkah manja sambil nyubit pipi Kana .
Bi Murni memang udah terbiasa sama Kana, karena Kana ketika SMP ia sering bermain ke kediaman Nicolas. Bi Murni udah nganggap kana putrinya sendiri.
”Ihhh bibi sakit tau… aku bantu ya?” Ucap Kana sedikit cemberut.
“Terserah Non Kana aja deh, susah bibi ngebujuk nya”Bi Murni Pasrah.
Tak disangka tingkah Kana di saksikan oleh Addan yang sudah bangun, ia memperhatikan kana dengan tatapan sayang dan menyunggingkan sedkit senyuman
“Kana imut sekali kamu, aku harap suatu saat nanti kamu mengeluarkan sifat manjamu itu kepadaku. Aku mencintaimu Kana.” gumam Addan pelan sambil menatap Kana yang sedang memasak bersama Bi Murni dari ruang makan.
Kana dan Bi Murni pun selesai memasak, lalu Kana pun menyajikan makanan di atas meja makan. Disana terlihat Addan, Lani dan Ghani yang baru saja bangun.
“Kana aku nyuruh kamu tinggal sama aku tuh bukan untuk jadi pembantu. Ngapain kamu masak?”Ucap Lani agak jengkel sikap Kana ini.
”Aku kan suka masak Lan…..”Ucap Kana nyengir.
“Biar saja Kak Lani, kan sebentar lagi Kak Kana jadi istri seseorang, harus siap-siap dari sekarang belajar jadi Ibu rumah tangga.”Canda Ghani dan terkekeh sambil melirik kearah sampingnya yaitu Addan.
“Istri? Aku mah belum diajak sama pacarku buat nikah. Kamu jangan ngaur deh Ghani. Lebih baik kamu makan sekarang deh.” Ucap Kana yang ngak konek, tujuan dari ucapan Ghani.
Lani yang terdiam tau arah pembicaraan Ghani, karena dia dan Lano tau perasaan Addan terhadap Kana seperti apa. Apa iya Addan mau nikahin Kana? Itulah yang terpikir oleh Lani.
“Lan… Lani ayo makan nanti dingin loh makanannya” Ucap Kana membuyarkan lamunan Lani.
”Ehhh iya, iya…” ucap Lani gugup dan segera memakan sarapan.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan Kana pun hendak berangkat ke toko kue miliknya.
”Lani…., aku berangkat ya. Mau ke toko kue”ucap Kana pamit pada Lani.
”Hati hati ya? Oh iya, berangkat bareng saja sama Addan dan Ghani, lagi pula kalian kan searah. Daripada kamu nunggu ojek online” ucap Lani
“Ehhhh ngak usah, lagi pula orderan ojekku bentar lagi datang. Dan aku ngak mau nyusahin Addan nanti ia terlambat ngantor.” Alasan Kana Menolak, yang sebenarnya ingin menghindari Addan.
”Ngak. Aku ngak akan terlambat , lagipula aku Bos dikantor, jadi ngak masalah kalau terlambat. Ayo! ajakanku ngak boleh dibantah, Kana.”Ucap Addan sedikit memaksa dengan tatapan tajam seakan mengancam, yang membuat Kana ciut dan tak dapat menolak lagi.
”Hmmm oo...oke deh kalau begitu. Lani aku berangkat dulu ya”Ucap Kana pasrah.
”Iya kalian bertiga hati-hati ya? “ ucap Lani dan diangguki mereka bertiga.
Dan mereka langsung pergi meninggalkan kediaman Nicolas menuju lokasi mereka masing masing. Kana yang berada di dalam mobil dan duduk bersebelahan dengan Addan merasa deg degan dan takut, meskipun Addan yang tengah asik mengobrol lewat handphone dengan Papanya.
Setelah menempuh perjalanan yang ngak lama, karena toko kue Kana tak terlalu jauh. Sampailah mereka di depan toko kue Kana.
”Stop! Mmm saya berhenti disini Pak” ucap Kana kepada Pak sopir. Pak Sopir pun langsung memberhentikan mobilnya walaupun toko Kana terlewat sedikit.
”Maaf Addan, saya senang dan nyaman bekerja di toko saya itu meskipun tak ramai pembeli. Dan saya ngak butuh bantuan kamu. Emangnya kamu itu siapanya saya?”Ucap Kana ketus yang tak mau dipaksa, Kana yang biasanya lembut berbicara, sekarang menjadi ketus.
Addan yang mendengar jawaban Kana pun geram dan mencengkram lengan Kana dengan agak kasar dan membuat si empunya, meringis kesakitan.
”Kamu berani membangkang? Kamu harus patuh padaku”Ucap Addan.
”Kan sudah saya bilang emangnya kamu itu siapanya saya. Kamu tak berhak ngatur saya, kamu itu lebih muda dari saya, seharusnya kamu lebih hormat sama saya, ditambah lagi kakak kamu sebagai adik ipar saya. Sekarang biarkan saya keluar menuju toko saya” bentak Kana tak mau kalah.
”Kak Kana lebih baik nurut aja sama bang Addan. Dia berniat baik kok” ucap Ghani.
”Terserah, saya pokoknya tak mau diatur sama adik kecil kayak dia” ucap kan menunjuk kearah Addan dan langsung keluar sambil membanting pintu mobil milik Addan pergi masuk ke toko kuenya.
”Gadis itu memang menganggapku adik kecil Ya. maka akan ku tunjukkan kepadanya betapa dewasanya diriku ini.” Ucap Addan meyeringai.
“Ayo pak jalan kita ke kantor sekarang” sambung Addan.
Kana di dalam toko sedang bermenung memikirkan Addan yang berbeda, ia tak habis pikir pria itu tampak lebih dewasa dibanding umurnya.
__ADS_1
”Anak itu bikin aku merinding saja, setiap dia menatapku seperti akan menelanjangiku saja. Tak bisakah dia memanggilku kakak seperti dulu” sungut Kana.
...****************...
Kediaman Nicolas di malam harinya...
“Mmm Lan, aku boleh Tanya ngak sama kamu?” ucap Kana yang sedang duduk di sofa dalam kamar Lani.
”Mmm boleh. Emangnya ada apa?” saut Lani yang sedang berbaring diatas kasur empuknya.
“Hmmm pria yang semalam, memang Addan ya? Kok aku ngak yakin ya, kok Addan berubah gitu dulu dia imut banget, panggil aku kakak. Tapi sekarang panggil kakak pun tidak. Dan lebih parahnya lagi nyali kamu malah ciut di hadapannya.”Ucap Kana dan menghela nafas sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
”Tentu aja dia itu Addan adiknya aku, kamu ini bodoh yak karena saking dewasanya sikap adikku dibandingkan kami para kakaknya.” Ucap Lani sedikit kesal
”Kok dia berubah banyak ya? aku juga ikutan ciut dibuatnya.”ucap Kana
”Dia seperti itu semenjak mama kami meninggal dan papa kami mengabaikan kami dan pergi ke Italy, membantu kakek mengurus perusahaan, papa mengabaikan kami karena papa begitu sedih sampai sampai ia melupakan keberadaan kami bertiga. Aku dan Lano begitu terpukul,prestasi kami mulai berkurang semangat tak ada. Tapi berbeda dengan Addan ia malah bertambah rajin dan menuai prestasi yang banyak, saat dia masuk SMP ia melangkahi kelas begitu pun masuk SMA sehingga saat orang yang tamat SMA berumur 18 tahun tapi dia lulus SMA saat dia berumur 15 tahun dan dia tamat kuliah saat berumur 18 tahun, kami begitu kalah dengannya bahwa kami yang berumur 18 tahun saja baru tamat SMA . dia sebagai adik kami tapi malah dia terus menasehati kami, seperti dia adalah kakak bagi kami. Dia memberikan kami kekuatan dan membantu kami bangkit dan membuktikan pada Papa bahwa tanpa Papa kami bisa. Saat dia berumur 18 tahun dan kami ( Lano dan Lani ) yang berumur 21 tahun Papa kami pulang , sudah 7 tahun dia meninggalkan kami meskipun kami diberikan fasilitas, itu pun juga dari kakek sih. Tapi yang membuat kami kecewa dan membuat amarah Addan memuncak adalah saat papa membawa seorang wanita yang mana diakui olehnya sebagai istri baru, muda pula lagi, kau tau berapa umur wanita itu?" Ucap Lani lalu menarik nafas dalam-dalam, karena emosinya muncul lagi mengingat hal itu.
Kana hanya menggelengkan kepala saja menanggapi.
"Saat itu ia berumur 25 tahun, wanita yang pantasnya menjadi anak Papa, malah diperistri Papa. Tentu saja kami marah." Ucap Lani yang sedikit terbawa emosi. Kana yang mendengarnya terkejut dan langsung membekap mulutnya dengan tangannya.
Memang Kana lihat tadi, istri Papa Lani memang terlihat muda, Kana pikir wanita tersebut rajin rawat wajah. Makanya terlihat muda ketika bersanding dengan Antoni. Tapi ternyata memang umurnya memang terbilang terlalu muda jika bersanding dengan Papa Lani.
Kana juga sempat mengira umur mama tiri Lani 40 han tadi, karena terdapat sedikit keriput di wajahnya, dan dandanannya yang menor seperti ondel-ondel.
Author~ Emang nih si Kana, kalau sampai tau pikiran Kana kayak gitu, bisa ngamok tuh kucing garong😂🤭
"Dan kami berpikir bahwa Papa pergi meninggalkan kami bukan untuk menenangkan pikirannya tapi ingin mencari keluraga baru dan membuang kami 7 tahun lamanya, dan hal itu lah yang ada di pikiran kami terutama Addan. Dia begitu membenci wanita itu. Papa pulang ternyata memiliki tujuan yaitu untuk meminta Addan mengurus perusahaan karena papa tau bahwa Addan lulusan manajemen bisnis dan menjadi lulusan terbaik di hardvard." Ucap Lani, lalu menghela nafas lagi.
"Addan yang merasa dimanfaat kan pun pergi dari rumah. Aku dan Lano tak lama kemudian mendapatkan informasi bahwa Addan adalah seorang mariner tapi aku tak tau saat itu dia dimana,meskipun nomor Hp nya tak pernah diganti saat dihubungi dia tak mau memberi tahu kami dimana ia bertugas, melacak pun kami tak bisa.” Ucapnya lagi dengan raut sedih dan menatap langit langit kamarnya.
”Dan setelah Lima tahun kemudian Addan baru kembali?”Ucap Kana dan menatap Lani yang ternyata telah tertidur.
” Huh dasar, barusan tadi bangun sekarang malah ngorok. Lebih baik aku balik ke kamar aja deh.”ucap Kana pergi keluar dari kamar Lani setelah menyelimuti Lani yang tertidur.
Bersambung...
__ADS_1