
Setibanya di kediaman Nicolas, Addan langsung menghampiri Lano yang sedang duduk bersama dengan Lani, Nena dan juga Raya.
"Hal penting apa yang akan abang katakan?" Tanya Addan lalu duduk di sofa yang berhadapan dengan Lano.
"Ini sangat penting untukmu, karena ini tentang Kana."Ucap Lano sambil menatap adiknya serius.
Seketika Addan menatap Lano dengan mata yang berbinar dan wajahnya terlihat sangat bahagia mendengarkan nama sang pujaan hati.
"Apa kalian sudah tau keberadaan Kana?" Tanya Addan antusias.
”Iya. Tapi kamu tenang dulu, dengarkan apa yang dikatakan Raya, dia tahu semuanya tentang Kana.”Ucap Lano
Kemudian Lano meminta Raya mengatakan apa yang dia ketahui terkait Kana.
Raya pun mulai mengatakan apa yang ia ketahui, dari tempat tinggal Kana sekarang, sampai perihal kehamilannya.
Addan yang mendengarnya merasa sangat bahagia, karena ia telah mengetahui keberadaan Kana. Ia pun juga turut sangat bahagia bahwa sebentar lagi ia akan menjadi seorang Ayah.
Namun juga ada rasa sedih, Karena mengetahui Kana yang sangat membencinya hingga merasa sangat enggan untuk menjumpainya, tapi ia tetap bersyukur kalau Kana tak ada niat untuk menggugurkan janin yang ia kandung.
“Baiklah, apa sekarang kita akan menjemput Kana kemudian memaksanya untuk menikah denganku?” Ucap Addan yang tak sabaran.
Mereka yang mendengar tuturan Addan menjadi terkejut, dan menatap Addan tajam.
"Tidak boleh! Kita tidak boleh memaksa, biar dia sendiri yang bersedia menikah denganmu." Ucap Lani.
"Aku tidak setuju kalau kita harus memaksanya untuk menikah dengan Addan." Ucap Lani lagi.
”Kana harus mau menikah denganku kak! Dia lagi hamil anakku."Ucap Addan membentak.
"Tapi Kana tidak mau dipaksa, kamu harus berjuang mendapatkan hatinya terlebih dahulu"Balas Lani sambil menatap Addan lalu menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kapan aku mendapatkan hatinya? Apa setelah ia melahirkan atau harus tunggu bertahun-tahun."Ucap Addan menatap datar ke arah Lani, dan memancarkan aura dingin.
"Kamu harus menanggung resiko atas apa yang telah kamu perbuat. Kak Kana merasa tersakiti dan tentu saja jatuh cinta padamu merupakan hal sulit baginya. Membuatnya jatuh cinta padamu memakan waktu yang cukup lama, dan kamu harus bersabar dalam hal itu."Ucap Nena menimpali.
Addan terdiam lalu menengadahkan kepalanya, menatap loteng rumah sambil memikirkan Kana.
"Dengan hamilnya Kana memberikan kamu sebuah kesempatan untuk bersanding dengannya. Kalau tidak? kesempatan kamu sangat kecil, itu pun kalau Kana mau memaafkanmu." Ucap Lano
Mendengar ucapan Lano, Addan menundukan kepalanya, dan membenarkan ucapan Lano dalam hati.
Raya yang melihat Addan seperti itu, merasa kasihan.
"Aku melihat kakak seperti ini, Kayak aku juga merasakan apa yang kakak rasakan. Tenang saja, aku akan membantumu mendapatkan hati Kak Kana." Ucap Raya sambil tersenyum, lalu mengacungkan jempolnya.
Addan yang mendengar ucapan Raya langsung tersenyum tipis.
"Terimakasih adik ipar. Jadi, mau atau tidak. Suka dan tidak suka, aku akan tetap menikahi Kana, dan ia tidak boleh menolak." Ucap Addan mutlak, tanpa menghiraukan tatapan orang yang ada di ruangan tersebut.
Mau berkata apa menanggapi ucapan Addan, Nena dan Raya sebagai adik dan sepupu dari Kana tak dapat berkutip. ‘dasar pemaksa’ itulah yang dipirkan oleh mereka.
Alasan Nena dan Raya tak marah lagi dengan Addan, itu karena mereka melihat keseriusan Addan dan ketulusannya terhadap Kana dan juga ia yang mau bertanggung jawab.
Meskipun bertindak gila tapi mereka sekarang mengerti bahwa Addan melakukan itu karena ia tak ada cara lagi mendapatkan Kana.
__ADS_1
Lagi pula Kana sudah terlanjur di hamili olehnya, jadi mereka tak bisa membantah jika Kana dan Addan menikah.
¤¤¤¤¤¤
Beberapa hari kemudian...
Kini Addan tengah hadir dalam acara pembukaan hotel baru milik Juan Connor di Malaysia, Juan juga membawa istri dan putrinya, Jane Lalita connor.
Jane yang begitu antusias ketika melihat tunangannya yaitu Addan, langsung memeluk Addan dan bergelayut manja di lengan Addan.
Addan yang merasa risih dan jijik, secara spontan langsung menepis tangan Jane dari lengannya. Kemudian melenggang pergi menghampiri klaen yang ia kenal.
Jane yang dihiraukan dan di perlakukan Addan seperti itu, langsung cemberut kemudian menghentak-hentakkan kakinya yang mengenakan sepatu highheels setinggi 7 cm miliknya.
~~
Tentu saja dibalik Addan menghadiri acara tersebut memiliki tujuan, bukan untuk mendekati Jane atau pun bertegur sapa dan berkenalan baik dengan Juan Connor. Tapi untuk mengungkapkan kebusukan yang telah dilakukan Juan dan menjatuhkan bisnis dan usahanya yang berdiri karena keserakahannya.
Namun bukan hanya itu saja, Addan juga mengungkapkan dan mempermalukan putri Juan yang tak tahu malu itu, yang selalu menghantuinya setiap hari tanpa henti menghubungi Addan, mengganggu kehidupan Addan selama beberapa hari ini.
Bahkan sampai mengaku ke media, bahwa dia tengah mengandung benihnya Addan, padahal Addan tak pernah melakukan itu dengannya.Tentu saja karena hal itu niat Addan semakin besar untuk menghancurkannya.
Bagi Addan, keduanya harus dimusnahkan.
~
Ditengah pidato Juan, Addan langsung memberi isyarat pada Ghani untuk menayangkan sebuah video dan gambar sebagai bukti kebusukan yang telah dilakukan Juan.
Ghani menekan sebuah tombol dan muncul rekaman dari layar yang terletak di belakang Juan.
Tak sampai di situ, juga tayang sebuah video Juan yang melakukan transaksi narkoba, ia merupakan penyebar barang haram tersebut sehingga banyak penduduk di indonesia mengonsumsinya.
Juan yang melihat video tersebut tak dapat berkutip karena itu memang dirinya, jadi ia tak bisa membela diri. Sekarang ia benar-benar sudah sangat terpojok.
Tak lama kemudian mobil polisi pun datang, polisi tersebut telah bekerja sama dengan polisi Italy. Dan Soka lah yang melapor dan memberikan bukti-bukti atas kejahatan Juan.
Polisi-polisi tersebut segera memborgol Juan dan menyeretnya untuk masuk ke mobil tahanan.
“Ini tak benar, saya orang yang jujur. Saya difitnah pak… jangan penjarakan saya….” Ucap Juan memberontak.
Selama ini ia selalu melakukannya dengan bersih agar tak ada satupun orang yang tau. Tapi kenapa ini bisa ada bukti, pasti ada seseorang dibaliknya~pikir Juan.
“ Daddy…. Jangan bawa daddy ia tak bersalah. Kalian mungkin salah orang.” Ucap Jane memohon sambil meneteskan air mata.
Jane yang hendak menghampiri Juan yang sudah tertangkap, seketika di halangi oleh anak buahnya Addan.
"Minggir kalian!" Teriak Jane ke pada kelima bawahan Addan.
Addan pun menghampiri Jane yang meronta-ronta untuk di lepaskan.
Addan pun berbisik ke telinga Jane.
"Sekarang giliranmu Nona" Bisik Addan, lalu menjauhkan wajahnya dari telinga Jane.
Addan berdiri tegak sambil merapikan jasnya, lalu menjentikkan jarinya.
__ADS_1
Seketika muncullah sebuah video perbuatan kotor Jane yang menjadi simpanan om-om yang sering keluar masuk hotel.
Semua tamu melihat sinis kearah Jane dan menatapnya dengan jijik, terdengar bisik-bisikan cemooh dan hinaan yang di lontarkan oleh beberapa tamu.
Jane yang tidak mau merasakan malu, langsung berkilah.
” Itu bukan saya, lihat orang itu jelek dan juga agak kurus. Itu bukan saya..” kilah Jane, namun bukan malah percaya semua orang menyoraki dan mencomoohnya.
"Jadi kau mengaku bahwa kau itu memang jelek? Tau diri juga" Ucap salah satu tamu undangan lalu tertawa mengejek.
"Diam Kau! Berhenti tertawa" Teriak Jane tidak terima, kemudian ia melihat orang di sekeliling memandangnya dengan tatapan jijik.
“Melihat kau yang sudah banyak di gilir para pria tua , masih berambisikah kau untuk bersanding denganku? Cuih, melihat kau saja aku tak sudi."Ucap Addan dingin menatap Jane seakan menusuk.
"Sudah berulang kali ku katakan sebelumnya. Jangan paksakan kehendakmu untuk bisa bersanding denganku, karena itu tidak akan pernah terjadi. Apa kau mengerti?"Ucapnya lagi dan sedikit membentak.
” Semua ini ulahmu? Kamu yang membuat Daddyku di penjara dan juga.... video itu, pasti kamu kan yang merencanakan.” Teriak Jane tak terima.
“ Menurutmu?” Ucap Addan menatap Jane remeh.
” Satu hal yang harus kau ingat! Jangan berani-beraninya kau membentakku, jika kau tidak ingin pergi dari sini tanpa nyawa." Ucap Addan dingin sehingga Jane yang menatap Addan merasa ciut dan tubuhnya pun bergetar.
“Bawa wanita ini sejauh mungkin.” Perintah addan kepada anak buahnya.
"Baik bos!" Ucap salah satu bodyguard Addan.
Bodyguard itu langsung mengikat kedua tangan Jane dengan tali, Jane pun beusaha melepaskan diri tapi tak bisa.
"Lepas!!" Teriak Jane.
” Tapi...tunggu! Lebih baik kirim dia ke rumah bordir di AS, katakan pada james bahwa aku memberikan hadiah untuknya."Ucap Addan dan sedikit menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman sinis.
"Siap Bos" Ucap Bodyguard itu.
"Apa? Kau sungguh sangat kejam Addan...."Teriak Jane tidak terima karena akan di kirim ke rumah pelacuran.
"Itu satu-satunya cara, agar kau tidak menganggu kehidupanku lagi. Disana aku jamin kau tidak akan pernah bisa keluar tanpa izin dariku, hidup kau akan tenang disana. Kau juga bisa melanjutkan kegiatan kotormu itu."Ucap Addan meremehkan.
” Addan…… aku pasti akan membalas perbuatanmu. Dan aku akan membuat dirimu memohon padaku...” Teriak Jane saat tengah ditarik anak buah Addan.
” Cepat! Bawa wanita gila ini, Jangan sampai dia terlepas.” Tegas Addan pada anak buahnya.
Anak buah Addan pun langsung menyeret Jane hingga hilang dari pandangan.
"Cih! kemampuan apa yang kau miliki, sehingga dengan beraninya kau mengancamku." Ucap Addan datar kemudian mengambil kacamata hitam dari saku jasnya, lalu mengenakannya.
"Bang. Hotel ini, kita apain?"Tanya Ghani.
"Beli hotel ini dengan harga murah, karena hotel ini tidak akan terurus. Jika tidak terurus, maka hotel ini harus di runtuhkan. Maka..."
" Maka dari itu, kita harus cepat-cepat bertindak selagi ada peluang."potong Ghani.
Addan mendengar ucapan Ghani tersenyum tipis, lalu menepuk pelan bahu Ghani.Kemudian beranjak pergi.
Ghani yang melihat Addan pergi, langsung berjalan mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Addan pun pulang dengan Ghani ke kediaman Nicolas, membiarkan keadaan gedung hotel milik Juan luluh lantak karena ulahnya.