You Are My Prisoner Of Love

You Are My Prisoner Of Love
#Y A M P L (3)


__ADS_3

Kata menyerah, tidak ada dalam kamusku. Jika itu menyangkut dirimu~ Addandra Nicolas


▪︎▪︎▪︎


Di pagi harinya. Ketika akan sarapan bersama, Kana memutuskan untuk tidak ikut. Ia sengaja menghindari Addan dan memilih sarapan di kamar saja.


Tentu saja hal itu membuat Lani bingung, biasanya setiap akan sarapan pagi, Kana lebih dulu hadir di meja makan.


"Bi Murni! Kana Kok tidak ikut sarapan? Sudah Bibi bangunkan kah tadi?" Tanya Lani kepada Bi Murni yang sedang menghidangkan sup iga kesukaan Addan.


"Tadi sudah Bibi bangunkan Non. Tapi Nyonya muda tetap saja tidak mau ikut sarapan bersama, Nyonya bilang makanan dan air susu di antarkan saja ke kamarnya."Saut Bi Murni.


Addan hanya diam, tidak menanggapi ucapan Bi Murni. Lani yang melihat tingkah Addan menjadi curiga, ia merasa mereka berdua pasti sedang bertengkar.


"Kamu bertengkar dengan Kana kah Dan?" Tanya Lani.


"Tidak! kami tidak bertengkar."Jawab Addan singkat.


Addan berdiri lalu pergi ke dapur untuk membuatkan susu untuk Kana. Setelah itu Addan kembali ke ruang makan dan meletakkan susu itu di atas meja makan.


"Bi. ini susu untuk Kana. Nanti tolong Bibi awasi Kana, jangan biarkan dia keluar dari rumah ini. Kalau dia tetap ngotot keluar, hubungi saya."Ucap Addan dengan datar.


"Baik Tuan muda.."Ucap Bi murni dan membungkuk hormat.


Setelah memberitahukan hal itu kepada Bi Murni, Addan pun langsung keluar rumah menghampiri Soka yang sedang menunggunya di depan rumah, tanpa memperdulikan tatapan Lani yang penuh dengan tanda tanya.


"Bi, tolong jawab dengan jujur. Apa mereka berdua bertengkar semalam?" Tanya Lani.


"Oh itu....iiya Non."Jawab Bi Murni jujur dengan gugup.


"Kenapa bisa bertengkar?" Tanya Lani lagi sambil mengerutkan dahinya.


"Karena Nyonya muda, kemaren pergi dari rumah tanpa izin dari Tuan muda, lalu Nyonya pulang malam dan di antarkan oleh seorang pemuda."


"Oh begitu...Tentu saja Addan marah akan hal itu, mana ada suami yang tidak akan marah kalau istrinya pulang di antar oleh laki-laki lain. Aku akan mencoba untuk membicarakan hal itu dengan Kana"Ucap Lani dan Bi Murni hanya menganggukkan kepalanya.


Lani yang telah selesai sarapan, bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju kamar Kana.


~~


Di perusahaan.


"Ada apa dengan anda Bos? Sedari tadi anda banyak melamun."Tanya Soka yang heran akan kebungkaman Bos Gorillanya itu.


"Pasti galau lagi karena istri cantiknya."Saut Hoby yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Addan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Addan yang melihat kedatangan Hoby, menatapnya dengan tajam.


"Tau apa kau tentang masalahku?"Ucap Addan dengan datar.

__ADS_1


"Ya...selama ini kau tidak pernah seperti ini, kalau bukan masalah istri cantikmu itu.Apa lagi?"Ucap Hoby dengan perasaan cemas raga-raga takut karena melihat tatapan Addan yang menusuk.


"Heh!Ternyata kau tau segalanya."Ucap Addan dan tersenyum dingin kepada Hoby.


Hoby yang melihat senyuman Addan yang mengerikan, merasakan seluruh badannya merinding. Untuk mencari jalan aman, Hoby memutuskan diam daripada di terkam oleh manusia buas yang berada di hadapannya itu.


"HOBY!!" dengan lantang Addan menyebut nama Hoby, hingga membuat si empunya terkejut.


"Siap Komandan!!"Saut Hoby lantang yang spontan, efek dari terkejut.


"Biasa saja lah kau menjawabnya ngah usah teriak, kita bukan lagi di medan tempur Hob."Ucap Addan yang jengah melihat reaksi Hoby.


"Habisnya kau buatku terkejut Sih...dasar Mr Gorilla kampret!"gumam Hoby pelan tapi masih di dengar oleh Addan.


"Apa kau bilang?!!!"Teriak Addan marah, karena mendengar perkataan Hoby.


"Kau hebat Mr Genius...marvelous, marvelous.."Ucap Hoby gelagapan dan menirukan ucapan jarjit (tokoh animasi upin dan ipin), sedangkan Soka tertawa cekekikan melihatnya ekpresi Hoby yang ketakutan.


Setelah hening beberapa saat, Hoby merasa penasaran dengan apa yang Addan renungkan, merasa tidak tahan karena banyak pertanyaan yang menumpuk dalam otaknya, ia pun angkat bicara.


"Hmmmm aku penasaran, dengan apa yang terjadi antara kau dengan istrimu."Ucap Hoby kepo yang tiba-tiba memecah keheningan.


"Jangan bahas itu lagi!"Bentak Addan yang marah.


Hoby yang di bentak merasa kesal.


"Kau ini....kalau bukan karena saranku untuk memperkosa istrimu itu. Kau tidak akan menikah dengannya sekarang."


"Ya, saran kau sangat bagus! Aku memang sudah menikahinya, tapi aku mendapatkan kebencian darinya." Ucap Addan.


"Heheh....walaupun begitu kau akan tetap melakukannya kan."Ucap Hoby yang kikuk sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal.


"Huffh...Bisakah kau berhenti mengoceh lagi? kalau kau tidak ingin ku hajar sampai mati."Ucap Addan datar dan menatap Hoby penuh peringatan, karena ia sudah lelah mendengar celotehan Hoby.


Jam Istirahat kantor...


"Hei! Apa gunanya mereka berdua (Soka dan Ghani), kalau ujung-ujungnya kau yang mengerjakan semua dokumen itu."Ucap Hoby yang merasakan matanya gatal-gatal melihat kesibukan Addan yang menurutnya tidak biasa.


"Jangan menggangguku, pergi Sana!" Usir Addan.


"Apa kau tidak makan? Sekarang jam istirahat kerja, tapi masih saja kau berkutip dengan benda persegi panjang itu."sewot Hoby.


"Kalau kau lapar, makan sana. Aku tidak lapar."Jawab Addan tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop.


"Ayolah...hentikan pekerjaanmu yang membosankan itu sejenak. Mari ikut aku ke restoran seberang jalan, disana ada Damian, Lucy dan Quan."Bujuk Hoby.


Mendengar ucapan Hoby, Addan menghentikan pekerjaan lalu menatap Hoby yang terlihat serius berbicara padanya, kemudian menghela napas melihat mata berbinar yang di tunjukkan oleh Hoby.


"Ngapain mereka disana, mau mengadakan acara reunian? Kalau Iya, maaf! sekarang aku sedang sibuk, di lain waktu saja."Jawab Addan cuek, lalu melanjutkan kegiatannya.

__ADS_1


Hoby menghela napas kecewa setelah mendengar ucapan Addan, tiba-tiba terlintas suatu hal dari pikirannya.


"Bukannya kau ingin berbaikan dengan Quan, karena kesalah pahaman antara kalian berdua yang terjadi di masa lalu? Inilah kesempatan memperbaiki hubungan kalian."saran Hoby.


"Kenapa jadi aku yang berharap? Bukankah yang melakukan kesalahan adalah dia."Ucap Addan yang agak geram karena merasa Hoby menyalahkannya atas pertikaian yang terjadi pada mereka, 4 tahun yang lalu.


"Tidak begitu maksudku....Bukankah orang yang meminta maaf terlebih dahulu akan mendapatkan pahala?"


"Kau pikir aku orangnya sebaik itu, jangan membicarakan pahala denganku. Karena sebanyak apapun kebaikan yang aku kumpulkan, tidak akan bisa menutupi dosa-dosa yang telah aku lakukan.?" Ucap Addan datar yang mulai malas berdebat dengan Hoby.


"Ngelantur dia? Pasti pikirannya masih melayang-layang kepada istri cantiknya itu."gumam Hoby dalam hati, menerka-nerka isi pikiran Addan.


Grrrmmmmmm..... (bunyi getar handphone Addan di atas meja)


Terlihat di layar Hp bertuliskan nama Damian, tanpa pikir panjang Addan pun mengangkat panggilan dari Damian.


"Halloha Dan...Kenapa belum sampai kau kemari.Kami sudah lumayan lama menunggu. Hoi! cepatlah tiba."Ucap Damian yang terdengar kesal di sebrang sana.


"Sorry aku tidak ikut!!"Ucap Addan santai.


"APA? Tidak ikut? Hei kampret...kami sudah 1 jam lebih menungumu, sekarang kau bilang tidak ikut!" Teriak Damian yang kesal.


"Emangnya aku setuju pergi kesana? Tidak kan?"tanggap Addan dengan santai.


"Kau benar-benar pria batu yang selalu membuatku darah tinggi Dan. Aku minta kau sekarang datang! Ini penting!!!"


"Kau harus ingat!! Aku bukanlah tipe orang yang suka di perintah. Meski kau itu Bos besar dunia kegelapan."Ucap Addan dengan dingin.


"Aku tidak peduli! pokoknya kau harus datang kemari, kalau tidak. aku akan menculik istri cantikmu. Aku tidak main-main Dan."Ucap Damian yang terdengar serius, lalu langsung mematikan panggilan secara sepihak. Tut...tut...tut


Mendengar ucapan Damian, dengan cepat Addan meraih jasnya, kemudian berjalan cepat keluar dari ruangannya.


Melihat pergerakan Addan, Hoby pun mengikuti Addan sambil tersenyum senang.


"Akhirnya....kita akan makan gratis my lambung. Khekhekhe.. Tidak sia-sia perjuanganku membujuk Mr Gorilla, demi mengisi lambung yang kering kerontang sedari kemaren ini."Ucap Hoby dan terkekeh sambil mengelus-ngelus perutnya yang terasa lapar.


Bersambung....


_


_


Siapakah Damian sebenarnya, hingga membuat Addan takut akan ancamannya? Mari kita tunggu jawabannya di episode berikutnya, tetap pantau terus kelanjutannya ya readers😁


_


_


Jangan lupa tekan favorit, like and beri commentnya ya readers...🥰

__ADS_1


Salam dari author, semoga readers sehat selalu dan dalam lindungan Allah SWT. Amin.....😊🙏


__ADS_2