You Are My Prisoner Of Love

You Are My Prisoner Of Love
Niat Balas Dendam Belinda


__ADS_3

Perusahaan Hopper Daily, Berlin.


Terlihat gadis cantik berambut panjang bergelombang bewarna kuning keemasan sedang duduk di kursi kebesarannya. Tengah berbincang dengan asisten yang telah di percayakan sang Ayah untuk membantunya mengurus perusahaan milik keluarganya.


"Gips...apa kau sudah menyelidiki yang aku perintahkan padamu beberapa hari yang lalu?" Tanya gadis tersebut yang bernama Belinda, seorang CEO perusahaan Hopper Baily yang berlokasi di Jerman, lebih tepatnya di kota Berlin. Perusahaan itu merupakan perusahaan terbaik peringkat ke-13 di dunia.


"Sudah nona! Tuan Addan ternyata memang benar telah menikahi seorang gadis biasa tiga hari yang lalu, silahkan lihat profilnya Nona"Ucap Gipson lalu memperlihatkan lembaran kertas.


"Hmmm...ternyata lumayan cantik, cuman cantik saja. Sepertinya tidak ada kelebihannya selain itu, di bandingkan denganku, aku jauh lebih baik."Ucap Belinda menyombongkan diri.


"Lanjutkan...ceritakan secara detail mengenai gadis busuk ini."Ucap Belinda lagi dan tersenyum sinis.


"Baik Nona! Gadis itu bernama lengkap Kanata Diane, umur 25 tahun, yatim piatu, dan memiliki seorang saudari. ia memiliki paman bernama Danu dan bibi bernama Lili yang sangat membenci gadis itu. Dari umur 5 tahun ia tinggal di panti asuhan..."


"Cukup!" Ucap Belinda menghentikan ucapan Gipson, sang asisten.


Kemudian.


"Hahahahaha....sepertinya sekutu kita bertambah satu, wanita tua itu bisa kita manfaatkan." Ucap Belinda lagi sambil di selingi tawa remeh.


"Lalu apa rencana anda selanjutnya Nona? Apakah kita langsung bertindak?" Tanya Gipson.


"Jangan, awasi saja gadis itu dulu, kalau sudah tiba waktunya kita akan bertindak. Ingat! Jangan sampai Addan mengetahui rencana kita, jika sampai dia mengetahuinya habislah kita, karena ada Ketua Mafia Red Dragon yang selalu berada di sisinya"Ucap Belinda memperingati.


"Baik Nona" Saut Gipson lalu membungkuk hormat kepada Belinda.


"Sekarang keluarlah, hubungi Marco untuk segera memata-matai gadis itu" Perintah Belinda sambil mengibaskan sebelah tangannya ke arah Gipson.


Mendengar perintah dari bosnya, Gipson pun pamit mengundurkan diri lalu keluar dari ruangan itu.


Sepeninggalan Gipson, Belinda memutar posisi duduknya hingga menghadap ke arah jendela sambil memandang gedung-gedung tinggi di kota Berlin, kemudian bergumam.


"Kau telah menolakku berkali-kali dan bahkan mempermalukanku Addan, jadi jangan salahkan aku menyakiti istri tercintamu itu. Aku tidak bisa memilikimu, maka jangan harap gadis itu bisa."Ucap Belinda dengan di selingi senyum sinis.


_________________

__ADS_1


5 Tahun yang Lalu


"Kak! ini puding buatan aku, khusus kubuat untuk kakak."Ucap seorang seorang gadis cantik berambut sebahu bewarna kuning keemasan itu.


Ia merupakan mahasiswi baru di Universitas hardvard semester 1.


Gadis itu dengan senyuman yang merekah, menjulurkan sebuah kotak yang berisikan puding pelangi buatannya kepada seorang pria yang merupakan kakak tingkatnya itu. Akan tetapi hal tersebut tidak sesuai dengan harapannya.


"Saya tidak suka makan puding, jadi berikan pudingmu itu kepada orang lain saja..."Jawab pria tersebut datar tanpa ekspresi.


"Oh gitu ya kak?"Ucap gadis tersebut lesu dengan mata yang berkaca-kaca karena sedih.


Pria itu pergi dengan teman-temannya, tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada gadis itu.


Keesokan harinya, gadis itu tidak menyerah mencari perhatian dari pria yang telah menolak puding buatannya kemaren.


Sekarang Ia berencana akan memberikan syal kepada pria itu karena sebentar lagi musim dingin tiba. Ia dengan sengaja merajut sebuah syal bewarna hitam bercampur biru, khusus untuk pria yang dia sukai itu, sampai-sampai semalaman tidak tidur demi menyelesaian hasil rajutannya.


"Kak Addan pasti sangat menyukai rajutanku ini, ia pasti tidak akan menolaknya. Aku tidak sabar mendengar pujiannya."Ucap gadis itu gembira, gadis itu yang tak lain adalah Belinda.


Untuk yang kedua kalinya, Belinda mencegat Addan ketika berjalan menuju ke kantin. Terlihat jelas ekspresi tak suka yang Addan tunjukkan kepada Belinda, tapi gadis itu tetap kekeh mendapatkan perhatian dari Addan.


"Aku tidak butuh Syal...jika aku butuh, aku akan membelinya sendiri." Ucap Addan ketus.


Mendengar ucapan Addan, Belinda bertambah sedih. Tapi kali ini ia tidak akan menyerah, ia akan terus membujuk Addan agar mau menerima pemberiannya.


"Tapi Kak! aku khusus merajut syal ini untukmu, aku sampai tidak tidur semalaman karena merajut syal ini. Kumohon terimalah Kak!" Ucap Belinda memohon dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Mendengar ucapan Belinda, bukannya peduli atau bersimpati. Addan malah bertambah geram di buatnya, sudah beberapa hari semenjak kedatangan gadis itu ke kampus. Ia selalu mengusik ketenangan Addan.


"Mau kau merajut sampai semalaman ataupun berhari-hari, Aku tidak peduli! Siapa suruh kau melakukan itu, aku tak pernah memintamu membuatkan aku sebuah syal." Ucap Addan ketus dan menatap tajam ke arah Belinda.


"Aku..."Ucap Belinda namun terpotong oleh ucapan sarkas dari Addan.


"Sekali lagi kau menggangguku, aku tidak akan segan lagi padamu." Ucap Addan datar lalu berjalan meninggalkan Belinda yang diam mematung di tempatnya.

__ADS_1


Pembicaraaan mereka berdua, banyak di saksikan oleh mahasiswa yang ada di kantin kampus itu, kebanyakan dari mereka menatap iba ke arah Belinda tapi ada juga yang mencemooh dirinya.


Gadis cantik idola kampus itu, untuk kedua kalinya di tolak oleh Addan yang notabenenya pria tampan yang terkenal dingin dan suka marah-marah.


Sudah seminggu berlalu setelah kejadian itu, Belinda tidak lagi menampakkan batang hidungnya di hadapan Addan dan teman-temannya.


Namun, bukan berarti Belinda menyerah. Ia malah nekad mengungkapkan perasannya kepada Addan ketika angkatan Addan wisuda nanti. Belinda yang merupakan gadis kaya, dengan mudah membayar sang MC acara wisuda nanti untuk membantunya.


Hari yang dinantikan Belinda pun tiba, setelah acara wisuda nanti Belinda akan mengungkapkan perasaannya kepada Addan, di hadapan seluruh mahasiswa, dosen, dekan dan rektor yang hadir di acara wisudawan.


Bertepatan setelah pengumuman mahasiswa terbaik dari universitas Hardvard yang mana di raih oleh Addan.


Belinda dengan percaya dirinya naik ke atas panggung lalu merebut mic dari MC acara, Dengan lantangnya ia mengatakan perasaannya kepada Addan dihadapan semua orang hingga membuat semua hadirin terkejut dan tercengang.


Lain halnya dengan Addan, Belinda mendapatkan respon darinya yang membuat hati Belinda sangat terluka.


"Maaf! Aku sudah memiliki tunangan, dan kami akan segera menikah."Ucap Addan dengan datarnya, tanpa menatap Belinda dengan perasaan iba.


Mendengar ucapan Addan membuat semua orang yang hadir menyoraki Belinda, ada yang kasihan, ada yang meremehkan dan ada pula yang mencibir keberanian Belinda tersebut.


"Apa dia lebih baik dariku? Apa dia lebih cantik dariku?" Tanya Belinda menatap Addan sambil meneteskan air mata.


"Ya! Dia segalanya bagiku." jawab Addan singkat dan berhasil meluluh lantakkan hati Belinda yang selama ini berbunga-bunga.


Mendengar jawaban dari Addan, sekali lagi Belinda mendapatkan cemoohan dan sorakan menghina dari semua mahasiswa yang hadir.


Para dosen yang menyaksikan keributan langsung bertindak dan meminta Belinda untuk keluar meninggalkan gedung tempat wisuda.


Dengan perasaan sedih dan rasa malu Belinda meninggalkan gedung itu, tapi sebelum itu. Damian teman Addan yang lebih tidak suka kepada Belinda mendekat kearah Belinda lalu berkata.


"Kau sudah di peringatkan, tapi tetap saja berulah. Sekarang tanggunglah malu mu itu.Heh!" Ucap Damian dan tersenyum sinis kearah Belinda.


Mendengar ucapan Damian, Belinda merasa terhina. Ia bertekad akan membalas perlakuan Addan padanya.


"Jangan salahkan aku membalas perlakuanmu itu, akan aku buat orang yang kau cintai itu menderita Addan....Akan aku pastikan suatu saat nanti kau akan tunduk padaku." Ucap Belinda dengan di penuhi amarah dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya, dan rasa ingin balas dendam yang membara.

__ADS_1


Flasback Of


Bersambung....


__ADS_2