You Are My Prisoner Of Love

You Are My Prisoner Of Love
Pernikahan


__ADS_3

Di kantor , addan terus tersenyum sambil bersiul-siul. Karyawan yang melihat tingkah bos mereka itu, merasa heran.


Biasanya Addan bersifat dingin, kalem, cuek terhadap karyawannya dan tak pernah tersenyum palingan cuman suka marah-marah dan ngamuk terhadap mereka, tapi sekarang boss mereka itu malah membalas sapaan mereka dan tersenyum tipis, menurut mereka itu adalah momen langka dan keajaiban dunia.


Di kantor, Addan meminta Soka membagikan hadiah beberapa kotak makanan yang isinya makanan komplit dan berharga mahal, untuk seluruh karyawannya. Sebagai tanda, bahwa ia tengah berbahagia.


~~


Diruang keluarga kediaman Nicolas, tampak Kana dan yang lainnya lagi berbincang, kecuali Addan karena Addan lagi dikantor.


“Aku mau ngomong sama kalian semua, tentang pernikahan yang akan diadakan besok.” Ucap Kana memulai pembicaraan.


“Apa yang ingin kamu katakan, pasti akan kami dengarkan,bicaralah!”Saut Lano serius.


“Aku harap pernikahan besok, tanpa diketahui oleh awak media, aku tak ingin pernikahanku jadi sorotan. Aku menginginkan pernikahan seperti orang biasa saja.”


Belum sempat Lano berkata, tiba-tiba ada sebuah suara memotong pembicaraan.


“Kenapa? Apa kamu ingin pernikahan kita diadakan tersembunyi. Jika begitu maka, jangan harap permintaanmu itu terpenuhi.” Ucap Addan dengan nada datar, yang baru pulang dari kantor.


Addan menatap Kana dengan tajam, tergambar di wajahnya bahwa dia tidak setuju atas permintaan Kana itu.


“Apa aku meminta bahwa pernikahan kita diadakan tersembunyi. Tidak Kan? Jadi bisakah kamu mendengarkan perkataanku baik-baik. Aku tak ingin menjadi sorotan karena menikah denganmu, aku hanya ingin pernikahan yang sederhana dan hanya orang tertentu saja yang mengetahuinya.” Ucap Kana ketus dan menatap tajam Addan balik.


“Bagaimana jika aku tak menyetujuinya? Aku ingin seluruh dunia tau bahwa kau adalah


milikku, istriku.” Ucap addan yang tak mau kalah.


“ jika kamu tak menyetujuinya, lebih baik pernikahan ini dibatalkan saja!”Saut Kana yang membuat semua orang cemas, dan Addan yang mendengar perkataan Kana berusaha menahan emosi.


'Bagaimana bisa Kamu berkata seperti itu disaat pernikahan kita sudah menuju hari H- nya' ucap Addan membatin dan menatap Kana dengab raut kecewa.


Dengan menghembuskan napas berat, Addan terpaksa menyetujui permintaan Kana, daripada tak bisa menikahi Kana mending ia menyetujui permintaan Kana.


Dan Addan pun bertekad, setelah Kana melahirkan ia akan mengadakan pernikahan ulang dan resepsi yang mewah dan megah.


“Baiklah...” Ucap addan menghembuskan napas lelah akibat kalah berdebat dengan Kana.


Dan semua orang yang ada disana tersenyum meskipun tidak setuju atas permintaan Kana, sekarang bagi mereka yang penting pernikahan terlaksana dan bayi yang ada dikandungan Kana mempunyai keluarga yang utuh.


¤¤¤


Keesokan harinya.


Hari ini adalah momen yang paling membahagiakan bagi addan, karena Kana akan sah menjadi menjadi istrinya sebentar lagi.


Senyum yang tergambar dari wajahnya tak pernah luntur, meskipun tertutup awak media dan hanya pesta pernikahan biasa bagi kalangan atas tapi ada beberapa rekan bisnis Addan yang hadir dan seluruh karyawan di kantor addan pun mengetahui bahwa bos mereka akan beristri, tapi tidak semua mereka di undang datang ke pernikahannya.


Dikamar, kana lagi dirias oleh perias professional yang terkenal dari paris yang merupakan teman sesama universitas dengan Addan.

__ADS_1


Kana yang sudah memang dasarnya cantik, ditambah lagi polesan make up yang melekat pada wajahnya, menambah kesan cantiknya seperti boneka.


“Wow you’re so beautiful Miss Kana. you look a Barbie.” Puji perias dari paris yang bernama Lucy.


“Thanks lucy.” Ucap Kana dan kemudian menunduk, lucy yang tau apa yang ada dipikiran Kana pun berbicara.


“Hei, saya tau apa yang sedang kamu pikirkan.” Ucap Lucy sambil melambai-lambaikan tangannya di hadapan Kana sehingga membuat Kana terkejut, karena tak menyangka bahwa ternyata lucy bisa berbahasa Indonesia.


“jangan terkejut, saya juga keturunan Indonesia, ibu perancis dan ayah Indonesia. So santai saja.” Ucap Lucy dan tersenyum.


“Jadi, apa yang sedang kamu lamunkan?” Tanya Lucy


Mendengar pertanyaan Lucy, Kana menghembuskan nafas lelahnya, lalu berkata.


“Aku merasa ragu, bingung dan cemas lucy..”Ucap Kana menatap Lucy melalui pantulan kaca rias.


“ Why? Kamu itu seharusnya senang dan bahagia, karena dipersunting oleh Addan yang merupakan orang yang berpengaruh di Negara ini dan se Asia. Begitu banyak wanita yang mendambakan posisi kamu ini.” Ucap Lucy yang sedikit terkejut mendengar tuturan Kana.


“Apa juga kamu mengaguminya, seperti mereka?” Ucap Kana dengan polosnya sehingga Lucy tertawa di buatnya.


“Nooo...you wrong Kana, Addan itu sudah ku anggap sebagai saudara. Lagi pula aku sudah bersuami dan memiliki sepasang anak kembar. Hmmm...apa kamu cemburu?”Ucap Lucy.


“Hah? Tidak kok” Elak Kana.


“Aku tau kamu terpaksakan menikah dengannya? Aku tau semua tentangmu, lagi pula saat kamu mengenakan gaun pengantin tadi tak seharusnya kamu menyembunyikan perut kamu yang agak membuncit itu, karena aku sudah tau bahwa kamu lagi hamil.” Ucap Lucy lagi dengan nada santainya.


“Dari siapa kamu mengetahuinya?”Ucap Kana dengan nada terkejut dan menatap Lucy cemas.


Kana yang mendengar tuturan Lucy hanya tersenyum tipis, sambil memandang wajah Lucy yang blasteran.


“Jangan sia-siakan orang lebih mencintaimu, nanti setelah dia pergi kamu akan sadar betapa pentingnya dia bagimu. Aku tau kamu tidak mencintai Addan, karena terlihat jelas dari raut wajahmu, kalau kamu itu enggan bersanding dengannnya.


Asal kamu tahu, di masa kuliah, Addan selalu menjadi pusat perhatian kaum wanita karena ke tampanan dan kepintarannya, tapi ia selalu menolak para wanita yang mencoba mendekatinya dengan alasan kalau hatinya sudah jadi milik wanita lain. Ketika kami tanya siapa gadis itu, dia bilang 'Kalian akan tahu ketika aku menikah nanti' dan sekarang aku sudah tau yaitu kamu."


"Dia sangat mencintaimu, dan aku sebagai sahabatnya berharap, kamu mau menerimanya di hatimu.” Ucap lucy lagi sambil menggenggam kedua tangan Kana.


Kana hanya menatap Lucy kemudian tersenyum, ia tak tau harus berkata apa, dan sejujurnya hatinya masih mersa bingung karena masih tersimpan rasa benci pada sang calon suami.


Tak lama kemudian terdengar suara mic pengucapan ijab dan qobul, penghulu menjabat tangan Addan sebelum mengucap ijab.


“Saya nikahkan engkau Addandra Nicolas bin Anthony Nicolas dengan saudari Kanata Diane binti Dhani Loran Sanjaya dengan mas kawin emas 24 karat dan seperangkat alat sholat dibayar tunai.”


“ Saya terima nikahnya Kanata Diane binti Dhani Loran Sanjaya dengan mas kawin emas 24 karat dan seperangkat alat sholat di bayar tunai.” Dengan lantang dan lancar, sekali tarikan Addan berhasil mengucapkannya


“ Bagaimana para saksi sah?” ucap penghulu


“Sah!” saut semua orang yang hadir.


“Alhamdulillah…” bacaan Doa penghulu dalam hati dan diikuti semua orang yang hadir.

__ADS_1


Kana merasa gugup, tangannya pun terasa dingin. Sekarang ia sudah menyandang status nyonya Nicolas, istri dari Addandra Nicolas sang pengusaha muda yang sukses.


“Ayo na sekarang kita turun, suamimu pasti sedang menunggumu dibawah.” Ucap Lucy


“iii..yaa” jawab Kana gugup


Kana turun, digandeng oleh Raya dan lucy. Ia turun dengan begitu anggun, gaun yang dikenakannya begitu indah di tambah pula polesan make up di wajahnya, membuat Kana tambah cantik dan mempesona. Sehingga ia menjadi pusat perhatian, banyak sepasang mata menatapnya dengan takjub dan tak terkecuali Addan.


Tatapan Addan tak pernah lepas memandang wajahnya Kana, yang kini telah sah menjadi istrinya.


Saat masih ditangga Raya pun berbisik


”Hei kak lihat tuh! suami kakak daritadi terus memperhatikan Kakak.”Ucap Raya sambil tersenyum lalu mengarahkan jari telunjuknya ke arah Addan.


Kana yang melihat arah tatapan Raya pun juga mengikuti, seketika pandangannya dengan Addan saling bertemu dan terkunci.


Deg


Deg


Deg


Jantung mereka saling berpacu Addan yang menatap Kana yang begitu cantik hatinya berdesir dan terukir senyuman yang membuatnya begitu sangat tampan. Kana yang ditatap pun langsung menundukkan kepalanya, pipinya merah merona karena ditatap begitu intens oleh Addan.


Kana sekarang duduk disamping Addan. Addan memasang cincin dijari manis Kana begitupun Kana, ia juga memasangkan cincin dijari manis Addan dengan ukuran cincin lebih besar dari cincinya.


Tiba – tiba Lani membisikkan sesuatu pada Kana.


“Sekarang Addan sudah menjadi suamimu, ciumlah tangannya..”


Dengan ragu Kana mengambil tangan Addan menciumnya didepan para saksi dan dibals oleh Addan dengan mencium Kening Kana dengan lembut, kemudian Addan mendekatkan bibirnya ke telinga Kana lalu berbisik.


“Kamu sekarang sudah sah menjadi milikku” ucap addan.


Kana yang mendengar ucapan Addan langsung mendorong dada Addan dengan pelan agar menjauh. Kana memalingkan wajahnya yang memerah akibat ulah addan.


Sekarang mereka berdua berdiri didekat di kursi pelaminan sambil bersalaman dengann tangan para tamu yang memberikan selamat padanya.


Menurut Addan, jumlah tamu yang hadir cuman sedikit. Lain hal dengan Kana, menurutnya tamu yang hadir sekarang sangatlah banyak. Ia merasa ragu kalau pernikahannya ini tidak di ketahui oleh orang banyak.


Kana tak habis pikir, padahal ia meminta untuk sederhana dan tak banyak mengundang tamu, tapi ini malah yang hadir hampir seribu orang dan itupun masih dianggap sedikit oleh keluarga Nicolas. Bagaimana kalau diundang seluruh kenalan addan serta kenalannya, mungkin jumlah tamu yang hadir pasti memenuhi kediaman Nicolas, pikir Kana dalam hati sambil geleng- geleng kepala.


“Na. kamu kenapa, pusingkah?” Tanya Addan sambil mengenggam tangan Kana.


“Tii tidak….., aku baik-baik saja.” Ucap Kana dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Addan.


Tamu yang menghampiri mereka tidak juga kelar-kelar, sehingga rasa lelah Kana semakin menjadi, kepalanya pun terasa pusing.


Kana yang merasakan kepalanya betambah berat dan matanya hampir mengabur secara spontan meremas lengan jas Addan, yang berdiri disampingnya.

__ADS_1


Addan pun tersentak karena lengan jasnya terasa ada sebuah tarikan, lalu menolehkan kepalanya ke samping, menatap sang istri. Betapa khawatirnya Addan ketika melihat Kana yang tengah bersandar di lengannya dengan mata terpejam sambil memegang kepalanya dengan sebelah tangan.


Bersambung....


__ADS_2