You Are My Prisoner Of Love

You Are My Prisoner Of Love
# Y A M P L~ Tidak Bisakah Kamu Menerimaku di Hatimu?


__ADS_3

TRING!!


Bunyi lonceng yang menandakan bahwa seseorang masuk kedalam toko kue. Serempak mereka bertiga menolehkan kepala ke arah pintu masuk, dan ternyata seorang wanita yang memasuki toko kue.


Wanita itu menghampiri mereka bertiga, dan tiba-tiba Ia duduk bersimpuh di hadapan Kana.


"Eh! Mbak...jangan duduk di lantai mbak, lantainya kotor mbak. Duduk di sini mbak, di samping saya."Ucap Kana yang kaget, kemudian menepuk kursi yang ada di sampingnya.


"Ah tidak apa-apa Nona, saya duduk disini saja."Balas wanita itu menolak dengan halus.


"Tidak mbak, Ayo duduk disini. Saya tidak nyaman melihat anda duduk bersimpuh di hadapan saya."Ucap Kana dengan nada lembut, ia tidak enakkan melihat seorang wanita yang tidak memiliki salah apapun padanya duduk bersimpuh dihadapannya.


Wanita itu pun menuruti perkataan Kana, ia duduk disamping Kana dan berhadapan langsung dengan Sasha.


"Mbak bukannya wanita yang di depan toko tadi ya?"Tanya Raya yang baru sadar, ketika memperhatikan wajah Wanita itu.


"I..iiya Mbak. Saya kemari mau mengucapkan terimakasih karena sudah membantu saya, hingga saya terlepas dari siksaan suami saya."Ucap wanita itu takut-takut, ketika bertatapan dengan Sasha yang duduk di samping Raya.


Entah kenapa, Sasha merasa curiga dengan wanita itu, suara dan wajahnya tidak terasa asing baginya.


"Jadi laki-laki yang tadi benar-benar suami mbak?"Tanya Kana.


"Iya Nona. Dia telah melukai anda, saya mewakilinya meminta maaf pada anda.”Ucap wanita itu dengan kepala tertunduk.


Kana, Raya dan Sasha saling pandang.


“Katakan saja apa tujuanmu sebenarnya kemari, kau meminta suamimu untuk dibebaskan?”Ucap Sasha dengan ketus dan menatap wanita itu dengan tajam.


Sasha merasa curiga terhadap wanita itu, hatinya merasa bahwa wanita yang dihadapannya itu memiliki maksud yang tidak baik.


“Ti..tidak Nona, Saya kemari meminta bantuan. Saya membutuhkan pekerjaan agar saya dapat memenuhi kebutuhan makan anak saya."Ucap wanita itu dengan mengiba sambil melirik Sasha yang masih menatapnya seperti mengintimidasi.


Kana yang mendengar ucapan wanita itu menjadi kasihan.


"Kebetulan mbak. Saya membutuhkan karyawan untuk toko kue kami, jadi mbak boleh bekerja disini."Ucap Kana dan tersenyum ramah.


"Benarkah? Terimakasih banyak Nona."Dengan raut wajah gembira wanita itu menggenggam kedua tangan Kana.


"Nyonya! Apa anda yakin? Entah kenapa saya curiga kalau dia akan berbuat jahat terhadap anda."Ucap Sasha terus terang, tidak peduli bagaimana perasaan Feni.


Feni yang mendengar tuturan dari Sasha hanya diam dan menundukkan kepala.


"Sasha, kok kamu ngomong gitu." Tegur Kana.


"Maaf ya mbak, Sasha bodyguard saya, jadi maklum kalau dia punya rasa waspada kepada orang yang pertama ia jumpai."


"Tidak apa-apa Nona."Ucap Feni dengan tersenyum kecut.


"Nama mbak siapa ya?" Tanya Kana.


"Oh! Perkenalkan nama saya Feni, nona."Saut wanita itu dan tersenyum.


"Baiklah mbak Feni, perkenalkan nama saya Kana, yang dihadapan mbak adalah Sasha kemudian yang disampingnya adalah adik sepupu saya yaitu Raya."


"Raya mbak." Ucap Raya lalu mengulurkan tangan kanannya.

__ADS_1


"Feni."Feni membalas uluran tangan Raya.


Namun ketika akan berhadapan dengan Sasha, ia ragu untuk membalas uluran tangan Sasha. Karena Sasha yang terlihat tak bersahabat.


"Sasha."Ucap Sasha dengan datar dan menatap tak suka kearah Feni.


"Fe...Feni mbak."Balas Feni dengan takut, kemudian dengan cepat menarik tangannya dari genggaman tangan Sasha.


"Kalau mbak bisa, mbak boleh mulai bekerja hari ini. Soalnyo pelanggan banyak yang datang hari ini."Kana yang memecah keheningan antara keduanya.


"Baik. Terimakasih banyak Nona."Ucap Feni dan diangguki oleh Kana dengan senyuman manis.


~


Sekitar pukul tujuh malam Addan pulang ke kediaman Nicolas. Ketika ia masuk ke rumah, ia mendengar suara obrolan seseorang yang berasal dari ruang tamu, karena penasaran ia pun menghampiri sumber suara.


Di ruang tamu, Addan melihat Kana yang tengah mengobrol dengan Lani, dan Sasha.


"Hekmmm?" Suara deheman Addan.


Mendengar deheman Addan, mereka bertiga spontan menolehkan kepalanya ke arah Addan.


Melihat kedatangan Addan, Sasha berdiri dari duduk.


"Bos!" Saut Sasha dan membungkukkan badannya.


“Ada keperluan apa kau datang kemari?”Tanya Addan sambil memangku kedua tangannya di dada.


“Saya diajak Nyonya kemari bos, untuk makan malam bersama. Saya terpaksa mengungkapkan identitas saya karena tadi dalam keadaan mendesak bos. Oh iya Bos, Nyonya tadi… ”jelas Sasha.


Sasha yang mendengarnya hanya bisa menggerutu dalam hati.


“Hmm saya sudah tahu? Jawaban macam apa itu, puji dikit kek! Dasar Mr. Gorilla.”Gerutu Sasha.


Addan beranjak pergi, ia naik ke atas menuju kamar pribadinya.


“Na. Suamimu sudah pulang itu. Sambutlah! ayo Ikuti dia keatas.”Ucap Lani sambil mendorong-dorong bahu Kana yang duduk di sampingnya.


Dengan terpaksa Kana menuruti ucapan Lani, ia pun berjalan menyusul Addan ke kamarnya. Setibanya di kamar Addan, Kana tidak melihat keberadaan addan disana. Tapi setelah mendengar suara percikan air dari kamar mandi, Kana yakin kalau Addan sedang mandi.


Sembari menunggu Addan selesai mandi, Kana menyiapkan pakain santai yang akan Addan kenakan malam ini.


Kana yang sedang asik memilah dan memilih pakaian untuk Addan, tidak sadar kalau Addan sudah selesai mandi, dan kini berdiri di belakangnya dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


“Ok! Yang ini saja.”Gumam Kana dan menarik salah satu kaus dan celana pendek Addan.


Ketika Kana membalikkan badannya, kepalanya membentur dada bidang Addan yang telanjang.


“Aduh! Apa sih ini, keras banget.”Ucapnya kesal sambil memukul dada Addan. Ketika mendonggakkan kepalanya ke atas, matanya membola karena melihat siapa yang dihadapannya itu.


“Kamu tidak apa-apa?”Tanya Addan sambil mengusap pelan kening Kana.


“Ya…Aku tidak apa-apa. Hmm…ini, ini baju kamu Mmmas.”Ucap Kana dengan sedikit terbata-bata sambil memberikan pakaian santai ke tangan Addan.


Setelah memberikan pakaian ke tangan Addan, Kana pun buru-buru berjalan melewati addan. Namun, dengan sigap Addan mencekal lengan Kana.

__ADS_1


“Sudah tiga hari kamu menghindariku, Kenapa? Apa karena kejadian tiga hari yang lalu?”Tanya Addan. Tapi Kana hanya diam saja sembari menundukkan kepalanya.


“Kalau iya, aku sungguh minta maaf Kana. Saat itu aku tidak bermaksud membuatmu takut. Jadi aku mohon jangan diamkan aku seperti ini.”


“Tidak bisakah kamu menerimaku dihatimu? Pernikahan bukanlah main-main Kana.”Ucapnya lagi.


Kana menghela nafas setelah mendengar keluhan Addan.


“Huffhh…Kamu tau kalau pernikahan bukanlah untuk main-main. Bukankah dengan memaksa seorang wanita untuk menikah denganmu, bukankah itu sama dengan mempermainkan sebuah pernikahan, MAS?pernikahan yang tidak dilandaskan dengan cinta, tidak akan bertahan lama.”Ucap Kana yang sedikit ketus dan menekankan kata 'mas'.


“Kalau begitu belajarlah untuk mencintaiku.”


“Sulit bagiku untuk jatuh cinta lagi, karena aku belum siap untuk disakiti lagi. Mas, jangan terlalu berharap bahwa aku bisa mencintaimu, sungguh aku tidak percaya lagi dengan cinta.”Ucap Kana dengan raut wajah sedih, ia melepaskan cengkraman tangan Addan dari lengannya kemudian pergi keluar dari kamar Addan.


Addan Hanya menatap sendu kepergian Kana. Ia tidak menyesal karena telah mendapatkan Kana dengan cara licik seperti itu, karena memang itu satu-satunya cara untuk mendapatkan Kana. Yang ia sesali adalah bahwa ia tidak menjauhkan Kana dari pria-pria yang sudah membuatnya trauma.


Addan berjanji, jika ia bertemu dengan pria-pria masa lalu Kana atau mereka menampakkan wujudnya dihadapan Kana dan dirinya, tanpa ragu Addan akan menghancurkan mereka seketika.


~


Di tempat lain, diwaktu yang bersamaan.


“Gimana? Apa kau berhasil?”Tanya wanita berambut kuning emas itu, yang tak lain adalah Belinda.


“Ya. Aku berhasil mendekatinya, tapi ada satu orang yang curiga padaku, dan dia terlihat menakutkan dimataku."Jawab wanita berambut hitam panjang.


“Pasti yang kamu maksud istri ketua klan Soul Breaker yang berkedok sebagai bodyguard itu.”


“Klan soul breaker? Aku belum pernah mendengar nama klan itu.”Merasa heran.


“Tentu saja kau tidak akan tau klan itu, hanya orang-orang tertentu saja yang mengetahui keberadaan mereka, markas mereka berpusat di jepang. Klan itu merupakan klan yang sangat menakutkan di dunia, bahkan mereka lebih kejam dan menakutkan daripada mafia dan yakuza. Mereka hobi sekali membunuh, tanpa dibayarpun mereka mau membunuh orang yang tidak mereka kenal, karena mereka haus akan darah. Tidak peduli orang itu siapa, asalkan ada perintah dari ketua klan, mereka dengan senang hati mencabut nyawa seseorang dengan suka rela. Cara mencabut nyawanya pun sangat tragis, mereka menyiksa si korban dengan perlahan-lahan hingga tewas, anggota tubuhnya pun tidak ada yang utuh, karena diberikan kepada kucing besar peliharaan kesayangan ketua klan.”Jelas Belinda dan menakut-nakuti wanita berambut hitam.


“Bel, apa kau yakin? Akan membunuh istrinya tuan Addan? Bodyguard istrinya saja merupakan istri dari ketua klan soul breaker.”Tanya Wanita berambut hitam dengan suara sedikit gemetar karena takut.


“Apa kau takut?”Ejek Belinda dan tersenyum sinis.


“Apa kau gila? Tentu saja aku takut. Aku memang menyukai uang, tapi aku tidak akan mengorbankan nyawaku hanya demi uang yang kau tawarkan.”Ucapnya kesal.


“Tenang saja, dia hanya istri yang tidak dicintai oleh ketua klan soul breaker. Ketua klan itu tidak akan membantunya, hubungan mereka juga tidak baik. Wanita itu pergi, tapi ketua klan tak perduli. Hingga wanita itu memutuskan menjadi bawahan Addan.”


“Apa kau yakin? Bagaimana kalau aku terbunuh?”


“Kau tidak akan terbunuh, Kakakku merupakan tangan kanan ketua soul breaker. Ia akan membantumu menyingkirkan bodyguard itu. Jadi jangan khawatir kau akan kehilangan nyawamu.”Ucap Belinda dan tersenyum miring.


”Baiklah! Soal istri tuan Addan, serahkan padaku."


"Bagus! Aku akan mentransfer sejumlah uang yang telah kita sepakati ke rekeningmu."


"Aku tunggu. Kalau begitu aku permisi dulu."Pamit wanita berambut hitam.


"Ya, Silahkan."Saut Belinda.


Setelah kepergian Wanita berambut hitam, Belinda tertawa keras hingga menggema di ruang yang ia tempati sekarang.


"Dasar jalang bodoh."Ucap Belinda lalu terkekeh.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2