You Are My Prisoner Of Love

You Are My Prisoner Of Love
Bertemu Teman SMA (Zora)


__ADS_3

Di Rumah Sakit Pelita.


"Janin saya baik-baik saja kan dokter?" Tanya Kana.


"Janin mbak baik-baik saja sekarang, Dan saya sarankan jangan terlalu lelah. Istirahatlah yang cukup, jangan bergadang, rajinlah konsumsi buah-buahan. Kurangi aktifitas yang menguras tenaga karena janin mbak masih kecil dan itu rentan mengalami keguguran."Ucap dr.Bianka memberi arahan dan saran.


"Baik dokter. Oiya dokter! Perut Saya akhir-akhir ini terasa keram dokter, apa itu tidak apa-apa?"


"Tenang...gejala seperti ini 80 persen juga dirasakan oleh ibu hamil lainnya. Jadi mbak ngak usah terlalu khawatir, yang penting jaga baik-baik janinnya dan juga kesehatan mbak. Ingat selalu dengan apa yang saya katakan sebelumnya, ya mbak?"


"Iya Dokter, terimakasih sarannya. Kalau begitu saya pamit undur diri, dokter." Ucap Kana kemudian tersenyum ramah.


"Ya silahkan!" Ucap dr.Bianka sambil membalas senyuman Kana.


Kana berdiri dari tempat duduk, lalu keluar dari ruangan dokter.


Tadi siang saat dia sedang bekerja, tiba-tiba kepalanya terasa pusing lalu jatuh pingsan. Dan setelah dia sadar, ternyata dia sudah berada di Rumah Sakit.


dr. Bianka bilang kalau yang membawanya ke rumah sakit adalah seorang pria tampan, berambut pirang dan memakai jas kantoran. Setelah ia membaringkan Kana di brankar, pria itu menerima sebuah panggilan kemudian pamit undur diri karena katanya ada urusan.


Kana ingin berterimakasih kepada pria itu, tapi pria itu tak kunjung balik ke rumah sakit, jadi sekarang ia memilih untuk tidak menunggu pria itu.


Biarlah saat dia bekerja nanti, akan bertanya dan berterimakasih kepada pria yang menolongnya itu~pikirnya


¤¤¤


Keesokan harinya.


Hari ini Kana tidak pergi ke tempatnya bekerja. Ia ingin istirahat dan menuruti apa yang di sarankan dr. Bianka. Tapi, ia merasa bosan terus-terusan di rumah yang sepi tanpa ada yang menemaninya.


dua detik kemudian, tiba-tiba terlintas di benaknya nama satu orang yang bisa ia ajak ke suatu tempat.


"Ahaaa...Raya! Iya si Raya comel, aku minta ah...dia temanin aku keluar." Ucap Kana tersenyum senang.


Kana langsung mengambil handphonenya yang terletak di atas meja, lalu menghubungi Raya.


Setelah menghubungi Raya, Kana langsung siap-siap kemudian berangkat ketempat janjianya dengan Raya yaitu di sebuah cafe.


Setibanya disana, Kana langsung masuk ke sebuah Cafe yang bernama Café der wahren Liebe, yang memiliki arti Cafe Cinta Sejati, pemilik kafe tersebut merupakan keturunan dari jerman.


Kana mengedarkan pandangannya mencari sosok yang tadi ia hubungi, namun tidak ada wujudnya, mungkin Raya masih dalam perjalanan~pikirnya.


Kana pun duduk di salah satu meja kosong di kafe itu menunggu Raya datang, sambil mendengarkan alunan lagu yang dinyanyikan seorang penyanyi kafe.


Saking enaknya mendengar lagu tersebut, Kana sampai memejamkan matanya menghayati setiap alunan musik dan lirik lagu.


Tiba-tiba sebuah tangan besar mengejutkannya, Kana terperanjat dan langsung menoleh ke belakang.


Melihat siapa orang yang menepuk bahunya, Kana tersenyum. Ternyata orang itu adalah teman SMA nya yaitu Zora Baldrick.


Mereka saling melempar senyum.


"Hai apa kabar cantik? sudah lama ya kita tidak berjumpa." Ucap Zora.


"Alhamdulillah aku sehat. Badan kamu makin berisi aja, Kayaknya ngak perlu di tanya kamu sehat atau tidaknya." Ucap Kana bercanda dan tersenyum.


"Hahahaha...kamu ternyata juga bisa bercanda ya! Dulu kamu tu pemalu, dan susah di ajak ngomong."


Kana hanya tersenyum menanggapi omongan Zora.


"Oiya Ra, kamu sendirian kesini?" Tanya Kana.


"Enggak...Aku sama kelompok band aku tuh..." Ucap Zora lalu menunjuk ke arah sekelompok orang yang berada di atas panggung.


"Kamu kerja sebagai penyanyi kafe ini?"Tanya Kana dengan nada sedikit terkejut.


"Iya, aku bekerja disini sebagai vokalis band" Ucap Zora sambil tersenyum.


"Aku pikir kamu akan balik ke jerman dan jadi penyanyi terkenal di sana."


"Tidak, Aku lebih suka di indonesia. Karena aku tidak bisa jauh dari seseorang." Ucap Zora sambil menatap Kana dalam.


"Oh..gitu. Pasti Lani kan orangnya?" canda Kana tersenyum menggoda.


Kana benar-benar tidak mengerti akan arti tatapan dari Zora.


Zora yang mendengar Kana berkata seperti itu merasa kecewa , karena Kana yang tidak peka.


"Zora! Kamu kenapa? Kamu tidak apa-apa kan?" Ucap Kana sedikit khawatir.


Zora pun tersadar dari lamunnnya, dan tersenyum lemah.


"Ah! Aku tidak apa-apa Na."


" O begitu...syukurlah." Ucap Kana merasa lega.


"Na! Kamu bukannya suka bernyanyi? Bagaimana kalau kamu jadi vocalis band ku juga? Aku akan merekomendasikanmu." Ucap Zora penuh harap.


Zora berharap Kana mau menerima tawarannya, ia ingin memiliki kesempatan untuk dekat dengan Kana.


Kana yang mendengar tawaran Zora, sedikit tertarik. Dulu sempat terbesit di benaknya, Ketika sesudah lulus SMA ,ia akan menjadi penyanyi. Namun sayang pamannya menentang keras hal itu sehingga dengan terpaksa ia mengubur cita-citanya sebagai penyanyi.


"Na. Gimana? Kamu mau kan?" Tanya Zora.


"Mmmm itu...Aku..." Ucap Kana ragu-ragu.

__ADS_1


Zora yang melihat Kana ragu-ragu langsung menarik tangan Kana dan membawanya ke atas panggung.


"Zora...Apa kamu lakukan?"Ucap Kana berbisik.


Zora hanya diam, tidak menanggapi ucapan Kana, ia terus menarik Kana hingga sampai di atas panggung.


Setibanya di atas panggung Zora langsung memposisikan microfon di depan Kana, lalu berbisik...


"Nyanyikan lagu yang paling kamu suka, aku yakin kamu pasti masih ingin bernyanyi." Ucap Zora berbisik di telinga Kana.


Setelah mengatakan itu, Zora langsung turun dari panggung dan duduk di atas kursi yang kana duduki tadi.


Kana yang gugup, melihat ke arah Zora. Tatapannya menggambarkan kegelisahan, ia berharap Zora menariknya turun dari atas panggung, tapi Zora menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai isyarat bahwa ia menolak.


"Semangat Kana, kamu pasti bisa!" Sorak Zora menyemangati.


"Ayo teman-teman beri semangat." Ucap Zora lagi kepada orang yang ada di kafe itu.


Seketika orang yang di sana menyoraki Kana dan memberi semangat.


Kana yang melihat hal itu merasa terharu, matanya berkaca-kaca menandakan bahwa ia tengah bahagia.


Kana yang mendapat support dari orang yang ada di kafe, membuat semangatnya bangkit. Tanpa ragu langsung memegang mic yang ada di depannya.


Tapi sebelum itu ia berbicara pada pianis di belakangnya.


"Mas, lagu Rosa, Firefly ya!" Ucap Kana dan diangguki oleh pianis itu.


Pianis itu langsung memetik pianonya, sebagai intro lagu yang akan dinyanyikan Kana.


~🎹 🎶


Setelah di rasa pas, Kana langsung mengeluarkan suara , ia bernyanyi sambil menutup matanya sesekali.


~🎙🎶


You fell in love with the firefly


Flyin’ in the sky


But you wanted me for yourself


So you put me in a jar


And placed me on your highest shelves


And our love did at first in your hand i felt safe


You gave me just enough air,


You couldn’t mean to suffocate me


But as your love grew deeper


My light got weaker


How can you tear us apart


I told you my heart


Was only for you


Only for you


You ran to my light


And you want me to shine


But only for you


Only for you


I fell in love with the fairytale


And the wishing well


That’s what made it so hard to see


That it was all just pretend


And this lies have ended our story


But as your love grew deeper


My light got weaker


How can you tear us apart


I told you my heart


Was only for you


Only for you


You ran to my light

__ADS_1


And you want me to shine


But only for you


Only for you


Live in the shadow,what we could be?


But i was made to be free


And now i know i can’t be careless


With my heart


You fell in love with the fireflyn


But you wanted me for yourself


~~


Selesai bernyanyi Kana mendapatkan tepukan tangan yang meriah dari semua pengunjung cafe.


Kana yang mendapatkan tepukan meriah merasa sangat senang, lalu membungkukkan badanya pertanda terimakasih kepada semua pengunjung.


Lalu Kana menegakkan badannnya, kemudian mengalihkan penglihatannya ke arah Zora. Ia menampakkan senyuman termanisnya pada Zora.


'Terimakasih banyak Zora' Ucap Kana dalam hati sambil menatap Zora, orang yang ia anggap sahabatnya selama ini.


Kana turun dari panggung, berjalan ke arah Zora, lalu duduk di kursi samping Zora.


"Gimana? Kamu mau kan jadi vocalis bandku?." Tanya Zora sambil menatap Kana.


"Mmm...tapi, band kamu sudah punya vocalis wanita." Ucap Kana ragu.


"Tenang saja, kalian berdua tetap bernyanyi. Kamu sebagai vocalis 1 dan Yera sebagai vocalis 2."


"Kok aku yang pertama? Aku jadi vocalis kedua saja." Ucap Kana.


"Kamu itu dijadikan vocalis pertama karena kamu itu memiliki suara yang unik sehingga menjadi daya tarik pengunjung. Saat Yera bernyanyi, mereka tak seheboh ini, tapi malah terkesan cuek."


"Baiklah...tapi aku pikir-pikir dulu ya Ra."


"Ok. Ini kartu namaku, kalau kamu mau. Hubungi aku." Ucap Zora kemudian memberikan sebuah kartu tanda pengenal.


Tap tap tap


Suara derapan sepatu berjalan cepat ke arah mereka.


"Kak! Maafin aku, aku telat." Ucap Raya ngos -ngosan karena berlari.


"Raya. Kamu kok lambat banget, udah satu jam loh nungguin kamu. Emangnya kamu kenapa?"


"Sopir taksi yang aku naiki, tidak sengaja menabrak anak kecil. Jadi aku terpaksa cari angkutan lain, lumayan lama aku nunggu angkutan lewat tapi ngak ada. Ya sudah aku terpaksa berlari kesini." Ucap Raya sambil mengatur napasnya yang ngos-ngosan.


"Yasudah...ngak papa. Lebih baik kamu duduk dulu, biar kakak pesanin minuman."


"Baik Kak." Ucap Raya kemudian duduk di kursi yang bersebrangan dengan Zora.


Kana memanggil waiter lalu memesan sebuah Kopi Capucino kesukaan Raya.


"Hmm Kak! Dia siapa?" Tanya Raya pada Kana sambil menunjuk ke arah Zora.


"Ohhh ini....Teman SMA ku, namanya Zora." Ucap Kana memperkenalkan.


"Salam kenal Kak. Aku Raya, sepupunya kak Kana." Ucap Raya kemudian mengulurkan tangan kanannya sambil tersenyum.


Zora pun menyambut uluran tangan Raya.


"Zora Baldrick, panggil saja Zora." Ucap Zora dan tersenyum ramah.


Mereka bertiga mengobrol sesuatu sambil tertawa sesekali, entah apa yang mereka bicarakan.


~


Jam menunjukkan pukul setengah empat sore, Kana dan Raya pamit dari hadapan Zora.


"Zora, kami pamit dulu ya, hari sudah sore."Ucap Kana sambil memperhatikan jam dinding restoran.


"Aku antar kamu pulang ya?" Ucap Zora berharap.


"Ngak Usah Ra, terimakasih tawarannnya. Aku pulang sama Raya saja."


"Oh gitu, yaudah...hati-hati ya Kana, Aku tunggu beritamu perihal yang kita bahas tadi." Ucap Zora yang agak kecewa, dan diangguki oleh Kana.


"Ok Zora" Ucap Kana dan tersenyum.


"Aku ngak kakak khawatirkan?" Ucap Raya pura-pura cemberut.


Kana dan Zora mendengar ucapan Raya tertawa.


"Iya Raya...Kamu juga hati-hati ya."Ucap Zora.


"Iya Kak...terimakasih dan sampai jumpa." Balas Raya dan tersenyum ramah kepada Zora sambil melambaikan tangan kanannya.


Kana dan Raya pun balik ke tempat tinggal mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2