
Di rumah Ibu Sofi yang di tempati Kana.
"Ray, menurut kamu. Aku terima atau enggak ya, tawaran Zora tadi?" Tanya Kana yang butuh pendapat Raya.
"Kalau kakak suka nyanyi, kenapa nolak. Itu kesempatan loh kak, lagi pula pekerjaanya enggak menguras tenaga, cuman menguras suara." Saut Raya santai, lalu menyeruput tehnya.
"Iya juga ya. Lebih baik aku terima aja kan Ray, nyanyi di kafe itu untuk sementera, nanti setelah melahirkan baru aku kerja di perusahaan percetakan lagi."Ucap kana sambil tersenyum ke arah Raya.
"Bagus tu, kalau kakak kerja di perusahaan dalam keadaan hamil, itu bisa berbahaya buat janin kakak. Soalnya pekerjaan Kakak itu berat."
"Ok, Kakak akan terima tawaran Zora untuk nyanyi di Café der wahren Liebe. Nanti kakak akan hubungi Zora"Ucap Kana membuat keputusan.
Raya yang mendengar ucapan Kana hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, kemudian ia melirik ke jam dinding, disana terlihat jarum jam menunjukkan pukul 14:15 WIB.
Raya bangkit dari tempat duduknya, lalu pamit kepada kakak sepupunya itu.
"Oiya Kak, sudah saatnya aku pulang. Aku pamit pulang ya, supaya ngak ke sorean banget tiba di rumah." Ucap Raya
Kana pun menganggukkan kepalanya.
"Hati-hati Ya Raya. Nanti kalau sudah sampai rumah, kabari kakak ya?" Balas Kana, lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Sipp Kak. Aku pulang dulu, Assalammua'alaikum." Ucap Raya pamit lalu keluar dari rumah yang di tempati Kana, Kana pun juga mengikuti langkah Raya dan berhenti di depan pintu.
"Wa'alaikumsalam..." balas Kana lalu menatap kepergian Raya dari pintu rumah.
Melihat kepergian Raya yang sudah menjauh, Kana membalikkan badannya lalu masuk ke dalam rumah.
Kana duduk di atas sofa, kemudian menyambar handphonenya yang berada di atas meja.
Kemudian mengeluarkan sebuah kartu nama milik Zora dari sakunya, lalu memasukkan nomor kontak yang tertera disana.
"Hubungi atau enggak ya?" gumam Kana sambil berpikir. "Huff...hubungi aja deh...mudah-mudahan ini keputusan yang tepat."Gumamnya lagi.
Kana menghubungi Zora, tak lama kemudian terdengar suara berat khas pria dari Zora.
"Halo?"
"Hai Zora!"Ucap Kana.
"Maaf ini siapa ya?"Tanya Zora agak ketus.
"Ini aku Kana. Zora...!" Ucap Kana agak jengkel.
"Eheemm..... Kana. Ada apa ya Na?" Suara Zora yang berubah menjadi lembut.
"Soal tawaran kamu yang kemaren, aku terima Zora."Ucap Kana langsung ke intinya.
"Beneran? Serius?" Tanya Zora antusias.
"Iya. Aku serius, jadi kapan bisanya aku mulai kerja disana?"
"Sekarang juga boleh, atau... besok?"Ucap Zora dengan nada gembira.
"Besok ajalah Zor, sekarang aku mau santai-santai dulu dirumah."
"Ok Na. Aku tunggu besok Ya? jam 10 pagi kamu sudah ada di kafe."
"Sipp.... yaudah aku matiin dulu ya sambungannya, ada yang mau aku kerjain."
"Oh Oke." Ucap Zora di sebrang sana dengan nada sedikit kecewa.
"Bye..."
"Bye Kana..."
Kana langsung mematikan sambungan panggilannya, kembali meletakkan handphonenya diatas meja. Setelah itu ia menyandarkan punggungnya di sofa empuk milik Ibu Sofi, sambil menengadahkan kepalanya ke atas, memikirkan sesuatu yang sudah lama mengganjal di otak dan pikirannya.
¤¤¤
Keesokan Harinya.
Bunyi dentingan gelas nyaring, Kana yang sedang mengaduk susu ibu hamil untuknya, kana mengaduk susu dan sesekali melihat dan mengelus perutnya yang sedikit menonjol.
Setelah membuat susu hamil, kana langsung melenggang pergi dari dapur sambil membawa segelas susu menuju ke ruang TV.
Ia menghidupkan TV, kemudian menonton acara anak-anak di channel spacetoon sambil meminum susu yang di buatnya tadi.
Meskipun acara tersebut bukanlah acara favoritnya. Tapi entah kenapa, beberapa hari ini, Kana selalu suka dan bahkan tak bosan menonton acara anak-anak yang ada disana, bahkan ia menyempatkan diri membeli kaset tayo, Upin & Ipin setelah pulang dari kerja.
Di perusahaan tempat ia bekerja, semua karyawan belum tau bahwa Kana sedang hamil, kecuali Tita sekretaris dari bosnya karena Kana percaya pada Tita yang mana sekarang mereka menjalin pertemanan.
Sambil menonton TV Kana sesekali mengajak anak yg dalam perutnya mengobrol.
”Sayang… mama ngak sabar, pengen cepat-cepat lihat kamu lahir kedunia ini.” Ucap Kana tersenyum.
Namun tiba-tiba ia teringat sesuatu sehingga matanya berkaca-kaca, tak lama kemudian meneteskan air asin dari matanya lalu mengalir membasahi pipinya.
__ADS_1
”Sayang… kamu tenang saja ya Nak. Meski tanpa papamu mama masih bisa menjadi orang yang yang dapat kamu andalkan dan mama akan menjadi ibu sekaligus ayah yang baik untukmu. Mama ngak akan sia-siain kamu. Mama mencintaimu.” Ucap Kana sambil mengelus perutnya sayang.
2 jam kemudian....
Sekarang waktunya Kana berangkat ke Café der wahren Liebe, tempat ia akan bekerja sekarang. Tapi sebelum itu ia harus singgah ke apartemen Tita dulu.
Semalam ia menghubungi Tita, sekretaris tempat ia bekerja. Ia meminta tolong pada Tita untuk memberikan surat pengunduran dirinya ke Bosnya yaitu Hans.
Kenapa ia tidak langsung saja memberikan surat itu pada bosnya? karena ia merasa malas sekali bertemu dengan bos mesum itu, kalau langsung memberikan surat pengunduran itu pada Hans, pasti hans menolak permintaan Kana. Jadi menurutnya lebih baik melalui Tita Saja.
Setelah bersiap-siap, Kana akhirnya berangkat bekerja. Ia berharap di hari pertamanya bekerja di kafe, ia bisa memanjakan pelanggan kafe dengan suara indahnya.
Setibanya Kana di kafe itu, ia disambut hangat oleh Zora yang sedari tadi menunggu kedatangannya.
"Ayo Na, sini! Aku kenalin kamu sama anggota grup musik kita." Ucap Zora kemudian berjalan menuju panggung.
Kana pun mengikuti langkah Zora, sesampainya disana, Kana di sambut senyuman hangat oleh anggota grup musik itu, kecuali satu orang wanita yang bernama Yera yang merupakan vocalis wanita di grup itu, ia tampak tak senang akan kehadiran Kana.
"Na. Apa kamu siap manggung sekarang?"Tanya Zora menatap Kana di sampingnya.
"InsyaAllah siap Zo."jawab Kana sambil menganggukkan kepalanya.
"Ok, kamu maunya bawain lagu apa?"
"Terserah kamu aja Zo, tapi jangan yang ngak aku hafal ya.." Ucap Kana sambil tersenyum ke arah Zora.
"Ok sippp....Gimana kalau Stuck With You, kamu pasti hafal sama lagu ini."Ucap Zora.
Zora sengaja memilih lagu itu, agar dia bisa duet dengan Kana. Dasar modus~ 😒
"Yang dinyanyikan oleh Ariana Grande dan Justin Bieber itu kan?" Tanya Kana.
"Yap! Gimana, Ok?" Tanya Zora berharap Kana menyetujui sarannya.
"Kita duet?" Tanya Kana balik.
"Iya My Queennn...."Ucap Zora sambil tersenyum menggoda.
"Ok sip! Ayo kita mulai." Ucap Kana semangat dan di sambut senyuman bahagia oleh Zora.
Zora senang mendengar persetujuan Kana, ia pun langsung meminta pemain musik lainnya untuk mengiringi lagu yang akan ia nyanyikan bersama Kana.
"Teman-teman, Stuck With you Ya" Ucap Zora kepada anggota grup musiknya, dan diangguki oleh seluruh pemain musik.
Alunan musik pun bersenandung🎶
Hmmmm.....Heiiiii...iyee...
I'm not one to stick around
One strike and you're out, baby
Don't care if I sound crazy
But you never let me down, no, no
That's why when the sun's up, I'm stayin'
Still layin' in your bed, singin'
Ooh, ooh, ooh, ooh
Got all this time on my hands
Might as well cancel our plans
I could stay here for a lifetime
So, lock the door and throw out the key
Can't fight this no more, It's just you and me
And there's nothin' I, nothin' I, I can do
I'm stuck with you, stuck with you, stuck with you
So, go ahead and drive me insane
Baby, run your mouth, I still wouldn't change
Being stuck with you, stuck with you, stuck with you
I'm stuck with you, stuck with you, stuck with you
~Saat bernyanyi Zora tanpa henti memandang Kana dengan dalam.
[ Verse 2: Zora ]
__ADS_1
There's nowhere we need to be
No, no, no
I'ma get to know you better
Kinda hope we're here forever
There's nobody on these streets
If you told me that the world's endin'
Ain't no other way that I can spend it
~Mereka bernyanyi saling berpandangan, sehingga penonton baper di buatnya.
[ Pre-Chorus: Zora & Kana ]
Ooh, ooh, ooh, ooh
Got all this time on my hands
Might as well cancel our plans
I could stay here forever
So, lock the door and throw out the key
Can't fight this no more, It's just you and me
And there's nothin' I, nothin' I, I can do
I'm stuck with you, stuck with you, stuck with you
So, go ahead and drive me insane
Baby, run your mouth, I still wouldn't change
Being stuck with you, stuck with you, stuck with you
I'm stuck with you, stuck with you, stuck with you
( Oh, Oh, Oh )
Baby, come take all my time
Go on, make me lose my mind
We got all that we need here tonight
I lock the door (Lock the door) and throw out the key
Can't fight this no more (Can't fight this no more), it's just you and me
And there's nothin' I, nothin' I, I'd rather do
I'm stuck with you, stuck with you, stuck with you
So, go ahead and drive me insane
Baby, run your mouth, I still wouldn't change
All this lovin' you, hatin' you, wantin' you
I'm stuck with you, stuck with you, stuck with you
[ Outro: Kana]
Stuck with you, stuck with you, stuck with you
Mereka berdua dengan asiknya bernyanyi, tanpa mengetahui ada sepasang mata milik pria yang memperhatikan interaksi keduanya. Tatapannya yang begitu tajam di arahkan kepada Kana dan Zora sambil mengepalkan kedua tangannya menahan amarah yang siap membludak.
~Siapakah pria itu? kalau penasaran yuk pantengin terus karya author yang atu ini.🥰
____♡♡____
Maaf ya reders 🙏, kalau part yang author buat terdapat kekurangan. Harap maklum ya, soalnya ini pengalaman pertama author menulis novel.
_
_
_
_
Dan jangan lupa tinggalkan jejaknya ya! Agar author lebih semangat lagi nambah episodenya☺️
__ADS_1