You Make Me Crazy

You Make Me Crazy
Ch. 21


__ADS_3

Oh my God!


What will you do now (apa yang akan kamu lakukan sekarang)!


Dara ... Dara ... Bikin malu saja.


Dara hanya bisa merutuki kebodohannya. Mengumpat kecerobohannya sendiri dalam hati.


Sementara Kai, semakin tersenyum lebar. Lantaran tingkah Dara yang begitu menggemaskan.


"Ehem ... Ehem ..." Kembali Dara memalingkan wajahnya. Mencoba mengatasi rasa malu akibat ulahnya sendiri.


"Emang sih tadi mogok. Tapi, pas aku cek lagi, eh ternyata bisa. Nggak tau kenapa. Ajaib kan?" Kilahnya demi menutupi kebohongannya. Tapi percuma juga. Sebab mungkin Kai sudah curiga. Bahkan mungkin pria itu sudah bisa menerka sendiri.


"Ajaib sih ..." Kai terkekeh mendengar jawaban Dara yang terkesan mengada-ada.


"Oh ya, besok kamu ada jadwal nggak?" Tanya Dara kemudian.


"Ada. Kenapa?"


"Enggak, cuma nanya aja. Berarti sama dong, aku juga punya jadwal besok." Sembari memasang senyum malu-malu nya. Namun dalam hati ia bersorak gembira. YES!


Artinya ia bisa bertemu Kai esok. Ia bisa melihat Kai esok. Pria yang diam-diam telah mencuri hatinya.


Ya ampun Dara. Apa yang terjadi dengan mu?


Dalam sekejap, kehadiran Kai telah memberi warna dalam hidupnya. Untuk pertamakali nya Dara jatuh cinta. Entah apa yang dimiliki oleh pria itu, hingga Dara begitu tergila-gila padanya.


Namun, berbeda dengan Kai. Bayang-bayang masa lalu nya masih begitu sulit ia lupakan. Bahkan mungkin terlalu sulit. Joanna masih senantiasa mengisi relung hatinya.


Setelah menghabiskan waktu beberapa saat mengobrol, Dara dan Kai pun memutuskan untuk kembali pulang saja. Mengakhiri obrolan yang mulai terasa seru dan menyenangkan.


.


.


Esok hari, seperti sebelumnya, Dara mencatut diri di depan cermin hingga berjam-jam lamanya. Ia bahkan harus kembali meminjam pakaian mama nya yang sedikit ketinggalan jaman. Demi tampil santun di mata Kai.


"Anak Mama kayaknya kesambet lagi nih. Kamu kehabisan baju apa gimana sih Dar? Kok baju Mama lagi-lagi kamu pake." Ujar Mama Maya mengamati putrinya yang sedang menyisir rambutnya, lalu menguncirnya rapi.


"Kamu kesambet setan apa sih Dar? Atau jangan-jangan kamu lagi kumat? Atau kamu salah makan pagi ini? Apa barusan kamu kejedot pintu?" Cecar Mama Maya menanyai putrinya.

__ADS_1


"Mama diam aja, nggak usah banyak tanya. Aku ini Asisten Dosen, wajar dong kalau aku tampil feminin dan santun."


"Tapi baju itu udah sedikit ketinggalan jaman Dara. Mama aja udah jarang pake baju itu. Udah kuno. Nggak mode lagi."


Dara tak peduli. Meski pakaian yang ia kenakan sedikit ketinggalan jaman. Yang terpenting ia bisa tampil santun, anggun, dan tentu saja menarik di mata Kai.


Apa pun itu, demi menarik perhatian Kai, akan Dara lakukan. Meski ia harus merubah total penampilannya. Yang semula sangat hobi mengenakan jeans ketat dan t'shirt sampai batas pusar, hingga menampakkan perut mulus dan pusar nya. Kini ia berusaha menyamankan diri dengan setelan santun. Rok berbentuk payung di bawah lutut serta kemeja longgar.


Dara tak menghiraukan lagi ocehan mama nya. Terburu-buru ia membawa langkahnya keluar rumah. Sejurus kemudian, ia memacu mobilnya cepat keluar dari pekarangan rumah.


Mama Maya hanya bisa membuang napas panjang seraya menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan kelakuan putrinya.


Sampai di kampus, masih ada beberapa menit lagi sebelum kelasnya di mulai. Dara menyempatkan diri ke ruangan Dekan sebentar. Ia ingin mendiskusikan perihal materi perkuliahan.


Sampai di ruangan Dekan, Dara justru dibuat kaget, sebab tak menyangkan akan bertemu Kai di ruangan itu.


Kai mengulas senyumnya begitu melihat Dara masuk. Dara pun membalas senyum Kai.


"Eh, Dara. Kamu sudah datang?" Sapa Bu Nadia selaku Dekan.


"Selamat pagi Bu." Sapa Dara kembali.


"Oh ya, Dar. Kenalkan dulu, ini Pak Kaivan, dosen baru di kampus ini." Ujar Bu Nadia memperkenalkan.


"Pak Kai, kenalkan, ini Andara, Asdos andalan saya." Ujar Bu Nadia.


Sama seperti Kai, Dara pun mengulas senyum manisnya sembari mengulurkan tangannya. Meraih uluran tangan Kai.


"Hai ... Kamu sangat berbeda hari ini." Ucap Kai memuji. Hingga membuat Dara tersipu malu.


Tidak sia-sia usaha Dara hari ini. Demi Kai, ia bahkan harus memacu mobilnya secepat kilat agar sampai lebih cepat ke kampus.


"Terima kasih." Ucap Dara singkat malu-malu kucing.


Bu Nadia memandangi Dara dan Kai dengan dahi mengerut. Sebab tingkah dan gelagat keduanya menunjukkan bahwa keduanya sudah saling mengenal sebelumnya.


"Apa kalian sudah saling mengenal?" Tanya Bu Nadia memastikan.


"Iya, Bu Nadia. Kebetulan kami sudah saling mengenal." Jawab Kai apa adanya.


"Iya, Bu." Dara turut menimpali.

__ADS_1


"Kebetulan sekali kalau begitu. Pak Kai butuh seseorang yang bisa mengisi materi Pak Kai untuk esok bukan? Nah, gimana kalau Dara saja orangnya." Usul Bu Nadia.


Sontak Kai dan Dara saling menoleh, bertemu pandang. Dengan kernyitan di dahi.


"Maksud Bu Nadia?" Tanya Kai. Yang sebelumnya tengah membicarakan perihal jadwalnya yang berbenturan esok hari. Hingga Kai membutuhkan seseorang yang bisa menggantikannya menyampaikan materi hanya untuk sehari.


"Gimana kalau Dara saja. Dara ini andalan saya. Gimana Dar? Apa kamu bisa membantu Pak Kai?" Bu Nadia beralih pada Dara yang masih kebingungan.


"Saya tidak mengerti maksud Bu Nadia." Ucap Dara bingung menatap Bu Nadia.


Sedangkan Kai sudah mengerti arah omongan Bu Nadia. Dara adalah Asisten Dosen. Jadi wanita paruh baya itu mungkin menawarkan solusi agar Dara yang mengisi jam mata kuliahnya yang berbenturan esok hari.


"Begini Dara. Besok, kebetulan jadwal Pak Kai berbenturan dengan jadwal nya di kampus lain. Dan Pak Kai butuh seseorang yang bisa mengisi materinya hanya untuk besok. Jadi, saya menyarankan kamu. Gimana, kamu bisa kan?" Terang Bu Nadia.


Sejenak Dara menoleh, menatap Kai yang berdiri di sampingnya. Kai pun sontak menoleh, menatap Dara. Detik berikutnya Dara kembali menoleh memandangi Bu Nadia sembari mengulas senyum manis nya. Disertai anggukan cepat.


"Iya, Bu. Saya bisa kok." Ucap Dara menyanggupi.


"Kasih tahunya bukan ke saya. Ke Pak Kai langsung dong." Bu Nadia malah seakan tengah menggoda Dara.


Dara pun semakin tersipu malu. Ia tundukkan wajahnya dalam-dalam.


Oh astaga Dara ...


Tingkah Dara yang sedang jatuh cinta malah terlihat aneh.


"Maaf, kalau saya merepotkan." Ucap Kai akhirnya.


Dara mengangkat wajahnya, lalu mendongak, menatap Kai yang lumayan berpostur tinggi dan tegap.


"Tidak apa-apa. Malah saya senang bisa membantu." Ucap Dara sok kalem. Padahal hatinya begitu riang gembira. Seakan mendapat kesempatan besar untuk bisa lebih dekat dengan Kai.


"Benarkah?"


"Iya. Saya sangat senang bisa membantu Pak Kai."


"Untuk materinya akan kita bahas setelah ini. Apa anda bisa meluangkan waktu?"


Cepat Dara mengangguk senang. "Bisa, bisa. Saya punya banyak waktu luang kok." Sahut Dara antusias. Hingga Kai pun tersenyum melihat tingkahnya.


YES!

__ADS_1


Saking senangnya, hingga Dara pun bersorak dalam hatinya. Kai memintanya meluangkan waktu. Meski tujuannya hanya untuk membahas perihal materi perkuliahan, tetapi Dara sudah sangat bahagia. Itu artinya ia bisa berduaan dengan Kai.


TBC


__ADS_2