
Sejak dari hotel tadi saat bertemu dengan mami nya mas Fahar, rasa nya ingin muntah dan perut ini mual.
Sehabis makan dan minum susu, baru rasanya nyaman. mas Fahar terlihat tenang setelah melihat wajahku yang sudah seperti sediakala.
"mbak hebat ya, sekali teguk susunya langsung habis."
Aku hanya tersenyum menanggapi perkataan Sean, lalu mas Fahar menghalangi pandangan ku terhadap Sean.
"Marisa, kamu ngak boleh tersenyum ke Sean ya. ingat jangan tersenyum kepadanya."
Terdengar suara tarikan napas dari Sean, dan aku merasa puas melihat raut cemburu dari mas Fahar.
Ya Tuhanku, apalagi yang saya pikirkan. sadar diri Marisa......
"oh mbak Marisa, tim sangat kagum atas karya mbak. tim pengembangan IT dan desain grafis begitu mengaguminya, kiranya mbak Marisa berkenan bekerja sama dengan tim kami.
Mbak ngak perlu ngantor, cukup dari rumah aja. WFH lah istilahnya (work from home).
Tapi tim kami ingin bertemu dengan mbak Marisa untuk membahas tujuan dari tim pengembangan."
Dengan setengah memaksa, Sean menarik kursi mas Fahar untuk mundur. alhasil wajah Sean bisa aku lihat kembali.
"kalau aku sih mau-mau aja, karena bosan juga di rumah terus.
Lagipula hasil karya-karya ngak tahu mau jual kemana lagi, jadi percuma rasanya mau gambar."
Wajah mas Fahar langsung kaget begitu juga dengan Sean, karena ucapan ku barusan.
"loh, selama ini jual kemana?"
Dengan raut wajah yang penasaran, Sean bertanya kepada Ku dan terlihat mas Fahar menanti jawaban dari Ku.
"selama ini karya ku terjual di platform luar negeri, dari Amerika dan dibayar pake dolar.
Tapi laptop lama ku dan handphone ku serta berkas-berkas kontrak platform di bakar oleh mas Fahar."
Terdengar jelas suara yang seperti menelan ludah dari mas Fahar dan juga Sean.
"Amerika! berarti semuanya berbahasa Inggris dong?"
Sanggah Sean dengan raut wajahnya yang terlihat kagum.
"iya, dan juga berbahasa Jepang."
Lagi-lagi kedua pria itu kagum dan sekaligus heran akan ucapan ku barusan.
"waouuuuu.....
__ADS_1
emangnya waktu SMK belajar bahasa Jepang ya."
Tanya Sean dengan penuh keraguan akan semua yang saya ucapkan.
"ngak, cuman private aja. dulu almarhum tuan yang mendaftar Marisa private bahasa Jepang.
dulu juga almarhumah pernah menjual karya ku ke luar negeri, dan motor matic itu adalah hasilnya.
Tuan janji akan memperkerjakan Marisa di perusahaan jika sudah lancar bisa menulis dan berbicara dalam bahasa Jepang.
Marisa sudah mahir berbahasa Jepang dan menuangkan dalam percakapan karakter animasi, sehingga Tuan mengontrak beberapa karya Ku.
Tapi setalah almarhum semua jadi terputus dan Marisa berusaha mencari platform yang baru."
"sebentar, jadi the Marisa, moon, dark dan shane adalah karya mbak Marisa."
Aku hanya mengangguk atas penurutan dari Sean, terdengar suara decak kagum dari Sean dan mas Fahar.
"kenapa kamu ngak ngomong sama mas sayang."
ujar mas Fahar dengan lembut, tapi aku hanya menundukkan kepala. karena takut mas Fahar tersinggung akan jawaban ku nantinya.
"iyalah si mas ini, pura-pura ngak tahu. mas Fahar kyak buldozer. lihat ini hasil perbuatan mas Fahar."
Ucap Sean yang spontan dan menunjuk ke arah perutku yang buncit dan aku hanya bisa tersenyum.
"bisa mas."
Mendengar jawaban dariKu terhadap mas Fahar, lalu Sean langsung tersenyum.
"apa isi kontrak Papi dengan kamu saat itu?"
"lupa mas, dan kontrak nya sudah di bakar."
Lagi-lagi mas Fahar yang terdiam saat mendengarkan jawaban dariKu, dan Sean hanya geleng-geleng kepala.
"sudah terlalu malam ni mas, ajak mbak Marisa istrihat. besok kita lanjutkan lagi, kalau begitu Sean pamit ya."
Setelah pamit kepada kami, lalu Sean ke arah dapur untuk pamit ke mpok Nori. kemudian mas Fahar menuntun Ku masuk ke kamar.
Entah apa yang ada dalam benakku, tapi yang jelas aku merasa mas Fahar begitu perhatian terhadap ku, tapi aku yakin ini adalah halusinasi ku semata karena hormon yang berubah yang disebabkan oleh kehamilan ku ini.**
Kepikiran akan mimpiku tadi malam hingga air mata menetes di pipiku, tapi aku lupa. hanya wajah almarhumah mama yang jelas aku ingat, selebihnya hilang dari ingatan setelah bangun tidur.
Beres-beres seperti biasa lalu mandi dan berpakaian, setelah membangun mas Fahar. ini adalah hari ketiga mas mencium kening Ku setiap paginya.
Tapi entah kenapa ciuman hanya halusinasi bagiKu, walaupun begitu terasa di keningku tapi masih seperti halusinasi saja.
__ADS_1
Setelah semua siap dan kami berangkat ke kantor, dan tidak berapa lama sampai juga di gedung kantor mewah milik mas Fahar.
ini pertama kalinya bagiKu masuk ke gedung mewah seperti ini, dan mas Fahar terlihat ngobrol dengan seorang Pria yang bertubuh tegap dan berpakaian mewah yang membuat nya begitu berkarisma.
Sean yang sudah hadir dan mas Fahar meminta nya untuk membawa ku ke ruangan mas Fahar.
Naik lift dan kemudian ruangan yang luas dan mewah dengan seorang wanita cantik di samping pintu masuk.
Namanya Renta sekretaris mas Fahar, itu terlihat dari tanda pengenal nya yang tergantung di leher kecil gadis cantik itu.
"jeng ini nih, anak babu yang tidak diri itu. sekarang perempuan hina ini sudah berani masuk ke gedung mewah ini.
Eh anak babu, kamu lebih pantas di dapur dan bukan disini.
Tempat ini ngak layak untuk kamu datangi, karena kau hanya anak babu rendahan. sana pergi....."
Dorongan Nyonya besar ini begitu kuat dan terasa hingga ke perut Ku yang sudah mulai membesar, dan Sean serta Renta langsung refleks menolong Ku.
Terlihat ibu-ibu sosialita yang bersama nyonya besar ini terlihat puas akan perlakuan nya yang kasar terhadap ku.
"kurang aja kamu ya....."
Teriaknya kepadaKu, mami nya mas Fahar hendak menjambak rambutku dan langsung di halangi oleh Sean sementara Renta memelukku.
"cukup Bude, kalau mas Fahar istrinya diperlakukan kasar oleh bude, Sean yakin mas Fahar akan marah besar terhadap Bude."
"dengar ya kampret, saya ngak pernah punya keponakan seperti kamu."
"mami cukup...."
Ujar mas Fahar dengan suara yang lantang dan langsung berlari menuju arah ku dan memeluk Ku.
"Sean....
Cabut semua fasilitas mami, jangan ijinkan tukang selingkuh ini menikmati harta dari Papi Ku."
"tega kamu sama mami sendiri? luar biasa kamu ya."
"mami juga sudah tega menyakiti Istriku dan menghancurkan hidup papi, Sean.....
Panggil security dan usir perempuan ini, usir mereka semua.
"hanya karena anak babu sialan ini, Fahar memfitnah mami nak. kamu keterlaluan sama mami."
"security....
usir perempuan ini, dan jangan biarkan dia datang kemari."
__ADS_1
Dengan suara lantang, mas Fahar mengusir maminya dan dua security langsung mengiring sang nyonya besar dari kantor anak sendiri.