
POV Fahar.*
Lalu Sean berdiri tegak seraya membenarkan dasinya yang agak miring, lalu melakukan testing di mickropon.
"selamat siang untuk para awak media yang sudah bersedia hadir di tempat ini.
Ada beberapa hal yang ingin disampaikan oleh pak Agam anak dari pak Burhan.
Teman-teman media sudah jelas mengetahui bahwa ada beberapa masalah di Group Citra Agam. group perusahaan yang dikelolah oleh pak Burhan.
pak Agam adalah CEO di group perusahaan Citra Agam.
Pak Agam juga didampingi oleh pengacaranya untuk menyampaikan perihal yang akan di utarakan.
Kami mohon kepada teman-teman media untuk tetap disiplin, agar acara ini bisa berjalan dengan sukses.
Kepada pak Agam, dengan segala hormat kami persilahkan."
Kata sambutan dari Sean dan kemudian mengarah ke Agam.
"pertama-tama saya ucapkan terimakasih atas kehadiran teman-teman media pada kesempatan ini.
tanpa membuang-buang waktu, maka saya langsung saja."
Pembukaan dari Agam, lalu pengacara nya memberikan beberapa dokumen ke Agam.
"pertama, berdasarkan bukti-bukti yang dimiliki oleh pak Fahar. jelas terbukti kalau kedua orang tua terlibat dalam pembunuhan berencana terhadap almarhum putra Wijaya.
Almarhum pak Wijaya adalah pendiri dari Wijaya grup, yang menaungi beberapa anak perusahaan dan merupakan ayah dari pak Fahar Wijaya.
Kedua orang tua Ku bekerja sama dengan almarhumah ibu Rina, yang merupakan ibu dari pak Fahar Wijaya dan juga Edo.
Adik kandung dari almarhumah ibu Rina, dan pak Wijaya tewas di jalan tol, dan itu semua adalah hasil perbuatan yang sebutkan tadi.
Ke-dua masalah penyerobotan lahan pertanian milik almarhum Kakek pak Fahar Wijaya dan beberapa lahan pertanian serta rumah tinggal warga sekitarnya yang sudah berhasil di ambil paksa oleh group usah Citra Agam.
Bukti-buktinya terlampir jelas seperti yang di uraikan oleh penyidik, dan seperti yang teman-teman media dapatkan.
Keberhasilan penyerobotan tanah tersebut, tidak lain hasil kerja sama dari orang-orang yang saya sebutkan di atas dan juga beberapa oknum dari instansi pemerintah yang terkait."
Begitu jelas penuturan dari Agam, bukti-bukti daripada oknum pemerintah juga di beberkan dengan sangat jelas.
__ADS_1
Lalu Agam istrihat sejenak sembari minum air mineral dari botol kemasan yang tersedia di hadapannya.
"saya akan menjual saham merger Citra Agam group ke Wijaya group.
Hasil penjualannya sahamnya akan saya gunakan untuk membayar pajak, yang seharusnya di setor ke negara.
Tapi bukan semua nya, karena oknum instansi terkait dari yang sudah saya uraikan tersebut diatas ikut juga menikmati pembagian dana pajak tersebut.
Kami hanya membayarnya lima puluh persen dari pajak terutang, dan setengahnya biar menjadi urusan instansi terkait.
Dengan ini kita bersama-sama untuk mengawasi pengembalian dana tersebut, agar kembali ke kas negara demi kemajuan negara kita ini.
Selanjutnya, dengan ini memohon kepada pemerintah untuk segera bertindak kepada oknum mafia itu.
Kepada masyarakat Indonesia untuk tetap bersama-sama kita mengawasi Nya.
Semoga pemerintah bertindak cepat dan tanggap mengenai permasalahan ini.
Kami juga akan mengembalikan tanah yang telah diambil oleh group Citra Agam kepada pemiliknya masing-masing.
Kepada masyarakat yang merasa tanah nya diambil, silahkan datang ke kantor pusat kami dengan membawa bukti-bukti kepemilikan dan kita memproses pengembaliannya.
Tapi kami tidak sanggup untuk melakukan pembayaran akan ganti rugi dari permasalahan ini, dikarenakan keuangan group sudah di ambang kehancuran.
Kejadian video yang viral itu, dimana saya bersama calon dokter yang bernama Jesika.
Jesika sudah menipu ku dan beberapa pria lainnya, Jesika bukan perempuan baik-baik.
Saya hanya memperjelas hubungan asmara dengan nya dan akhirnya kami putus setelah mengetahui siapa Jesika yang sebenarnya.
Jesika hanya mempermainkan cintaku dan cinta pria lainnya yang benar-benar tulus mencintai Nya.
Demikian pernyataan yang bisa saya sampaikan, apabila ada pertanyaan dan pernyataan silahkan."
Ucap Agam dengan tegas, lalu meneguk air minum itu lagi.
"Kenapa anda mengakui semua ini? bukankah Anda adalah CEO dari group Citra Agam?. ini seperti anda bunuh diri."
Salah satu awak media bertanya dengan lantang.
"ini bukan misi bunuh diri, tapi inilah kenyataannya.
__ADS_1
dulu almarhum kakek sudah berulangkali menasehati Papa dan mama, agar berbisnis dengan benar tanpa merugikan orang lain.
Saya saksinya saat itu, tapi kedua orang tua Ku tidak mengindahkan nasihat tersebut.
Mereka terlalu terlena dengan harta duniawi, dan menghalalkan segala cara untuk mencapai ambisinya."
Agam kemudian terdiam lalu menampilkan rekaman sisi TV, dimana kedua orangtuanya sedang berjemur di belakang rumah Nya.
"ke-dua orang tua sudah mendapatkan ganjaran Nya, mereka struk dan lumpuh. menurutku, ini adalah hukuman dari Tuhan dan hukuman ini jauh lebih berat dari hukuman hakim di dunia ini.
harta kekayaan bukanlah tolak ukur untuk kebahagiaan, tapi kebersamaan keluarga dan kerja keras yang pantas, serta tidak merugikan orang lain adalah kebahagiaan yang sesungguhnya.
saya yakin dan percaya, jika sudah mengembalikan semuanya dan memulai dari awal dan itulah kebahagiaan yang akan saya perjuangkan."
Seketika para awak media terdiam dengan penjelasan dari Agam.
"lalu bagaimana dengan kasus bunuh diri yang berkaitan dengan kasus ini? apakah anda merasa terpojok dengan bukti-bukti yang sudah viral belakang ini?"
Agam tersenyum ke arah awal media yang bertanya itu.
"aku tidak merasa terpojok, dan itulah yang saya tunggu-tunggu.
Saya tahu kalau kedua orang tua ku memiliki koneksi terhadap petinggi negeri ini. tentunya papa dan mama bisa bertahan tanpa disentuh hukum selama ini alias kebal hukum.
Jujur saya sebagai anak dari kedua orang tua dibesarkan oleh harta tersebut, tapi pada akhirnya kakek ku mengambil ku dengan alasan agar tidak terlibat dalam bisnis haram dari kedua orang tua Ku.
Saya bersama kakek mendirikan platform media penyalur karya dari masyarakat.
Itu sudah lebih cukup untukku, dan akan berusaha untuk terus meningkatkan nya tentunya dengan cara yang halal.
Mengenai kasus bunuh diri itu, jelas itu adalah bagian dari rencana itu. mungkin mereka menyesal atau memang di bunuh, alih-alih kasus bunuh diri.
Seperti yang saya jelaskan, kedua orang tua ku, memiliki koneksi terhadap oknum. jadi seperti yang teman-teman media ketahui, dan sepertinya tidak perlu saya jabarkan lagu."
Jawaban pasti dari Agam lagi-lagi menampar para awak media.
"mohon maaf pak Agam, saya adalah penggemar beberapa komik dari platform the Agam.
Saya sudah menggali informasi mengenai platform tersebut dan tidak menemukan keterlibatan pak Burhan di platform tersebut.
Saya benar-benar salut dengan bapak, jika bapak masih jomblo, saya mau kok jadi istri bapak."
__ADS_1
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Susana menjadi cair, karena pernyataan dari wartawan cantik yang terang-terangan mengaku suka terhadap Agam.