
POV Fahar.*
Setelah ngobrol cukup lama, lalu Sean pergi ke kamarnya yang di ikuti oleh Fahar.
"mas ngapain? Sean mau mandi, mas mau mandi bareng sama aku?"
"najis."
Sean menanggapi tanggapan dari Fahar dengan tersenyum, dan terus melangkah menuju ke arah kamar.
Selesai mandi lalu Sean menyuruh Fahar untuk mandi, tidak berapa lama sang bos pun keluar dari kamar mandi.
"pinjam baju dong."
"itu ambil di lemari mas, itu semua pakaian mu mas. ambil sendiri dan jangan manja, saya bukan istrimu."
Fahar terdiam sejenak, biasanya semua pakaian nya dan keperluannya selalu di sediakan oleh Marisa.
Kali ini dia mendapatkan sindiran dari Sean yang mengingatkan terhadap istrinya yang selalu memberikan dirinya kenyamanan dan pelayanan maksimal.
"Napa mas bos? teringat sama istri? eh bukan istri lagi deh, tapi mantan istri."
Fahar menanggapinya dengan melemparkan handuk Sean yang ada diatas kursi, dan kemudian mengambil pakaiannya.
"ini memang hari Sabtu, kamu bisa menemani mas untuk menemui keluarga Fika?"
"bisa, ayo kita berangkat."
Fahar dan Sean langsung beranjak pergi dengan mengendarai mobil mewah milik Fahar dan akan menuju ke kediaman keluarga Fika.
Membutuhkan waktu jarak tempuh sekitar tiga puluh menit, akhirnya sampai juga di komplek mewah milik keluarga Fika.
Fahar dan Sean disambut dengan senyuman oleh Fika, tapi sepertinya Fahar menghindari sambutan tersebut.
"saya mau bicara sama Papa mu, cepat panggil."
Ucap Fahar dengan nada yang agak tinggi, dan tanpa membantah Fika langsung berlalu untuk memanggil kedua orangtuanya.
Beberapa saat kemudian, kedua orang Fika sudah tiba di ruang tamu dimana Fahar dan Sean menunggu.
"nak Fahar, kebetulan nih. bentar lagi jeng Rani akan datang kemari untuk membicarakan pernikahan kalian berdua."
Ucap mama nya Fika, sementara Fahar tidak menanggapi Nya.
"baiklah kita tunggu aja."
Sean yang akhirnya menanggapi perkataan dari mamanya Fika dan beberapa saat kemudian, mami nya Fahar pun tiba di rumah tersebut.
__ADS_1
"Fahar....
kalau memang jodoh ya begini, kita berkumpul disini untuk membicarakan pernikahan. ini bukan kebetulan loh."
ucap maminya, lagi-lagi Fahar tidak menanggapi nya.
"kita langsung aja ke pokok nya pembahasan nya. Fika, jangan duduk dekat-dekat dengan Ku, takut tertular HIV dari kau."
"apa maksudmu Fahar?"
Papanya Fika bertanya kepada Fahar dengan nada yang tinggi.
"putri bapak ini adalah wanita murahan, yang mengobral tubuhnya ke banyak pria lainnya.
Perempuan murahan yang sudah terinfeksi virus haram HIV, dengan ini saya membatalkan pernikahan dan kalian semua harus membayar denda karena kebohongan kalian terhadap Ku."
Fika terlihat panik dan kemudian berusaha untuk mendekati Fahar, tapi hendak didekatinya malah menghindar.
"ini semua fitnah Papi, Fika tidak seperti itu, mas Fahar, tolong katakan ke papi. kalau semua itu bohong."
Pembelaan dari Fika membuat Fahar semakin geram, dan kemudian meraih handphonenya dan terlihat mengirimkan pesan kepada Papinya Fika.
"bapak lihat sendiri kelakuan anak bapak, dan lihat kartu identitas yang saya kirimkan."
Ujar Fahar setelah mengirimkan beberapa pesan kepada Papinya Fika, terlihat Papinya Fika membuka pesan tersebut.
"Fika sudah terinfeksi virus HIV pak, itu karena kebiasaan buruknya yang hidup bebas dan mengikuti budaya yang merusak dirinya sendiri.
Saya tidak menikah dengan Fika yang sudah terinfeksi virus HIV.
Bapak dan keluarga sudah menipu saya, maka dengan saya mengajukan gugatan sesuai dengan perjanjian kita.
Jika tidak, maka aib ini akan saya sebarkan, bagaimana saya bisa menjadi suami dari seorang perempuan yang sudah terinfeksi virus jahanam itu."
Mendengar ucapan dan ancaman dari Fahar, kedua orang Fika terlihat lemas.
"Fika, jelaskan semua ini."
Pinta papi nya Fika, dengan menangis tersedu-sedu Fika bersujud di kaki Papinya.
Tapi papi nya malah menendangnya, dan tangisannya semakin pecah.
"maafkan Fika, ini semua terjadi ketika Fika kuliah di Harvard. Fika pacaran dengan pria bule dan Fika tidak mengetahui kalau pria itu sudah terinfeksi virus HIV.
Maafkan Fika Pi, maafkan Fika....."
Ucapnya Fika dengan derai air matanya mengalir dan masih terduduk di lantai.
__ADS_1
"Fahar, kamu ngak bisa gitu dong. Fika kan sudah menunggu untuk bercerai dengan anak babu itu. setidaknya balas budi, toh juga papi nya Fika sudah merger dengan perusahaan mu.
Pernikahan tetap harus dilaksanakan sesuai dengan perjanjian, tapi nantinya kalian hidup pisah rumah, yang terpenting perusahaan sekarang dan jangan sampai orang tahu akan hal ini.
Takutnya para investor akan kabur dan ini tentunya berbahaya bagi perusahaan."
Ucap mami nya Fahar yang tetap mendukung pernikahan putra nya bersama Fika.
"oh begitu ya mi, agar mami mendapatkan fee dari ini semua. untuk membiayai brondong mami kan?
sudah lah mi, tobat lah mi, ingat umur. mami jangan jadi pengacau.
Sudahi semua dosa-dosa mami, kartu as mati mami sudah Fahar pegang."
Jelas Fahar kepada maminya, kemudian tersenyum kecut.
"apa maksudmu Fahar?"
Fahar tidak menanggapi pertanyaan dari mama nya, kini dia menatap papi nya Fika.
"sesuai dengan perjanjian kita, maka setengah saham dari bapak akan ke tangan saya, atau bapak bisa menukarkan saham dengan saham milik Fika dan mami."
"benar itu, Senin depan saya akan menyerahkan saham milik mami mu dan juga saham milik Fika."
Ucap Papi nya Fika dan terlihat Fahar tersenyum puas.
"nama laki-laki yang di video itu adalah Leo, dia tinggal di apartemen milik Fika.
Leo dan Fika sama-sama terinfeksi virus HIV, dan saya tidak menjamin ini semua tertutup rapat karena ada orang lain yang tahu.
yaitu mami dan Leo, sisanya silahkan bapak urus sendiri."
Fahar dan Sean berdiri lalu beranjak pergi, suara teriakan mami nya Fahar yang memanggil nama anaknya begitu kuat.
Fahar dan Sean sudah berlalu, Papinya Fika memanggil orang kepercayaannya yang tinggal serumah dengan Nya.
Laki-laki paru baya kemudian mendatangi Papi nya Fika.
"kirimkan gadis yang tidak berguna ini ke rumah sakit karantina virus menular, pastikan dia tidak kabur dari sana.
Cari laki-laki yang bernama Leo itu dan habisi dia, serta pastikan wanita yang sok kaya ini untuk tidak melakukan yang aneh-aneh.
Jika melakukan kesalahan, lakukan apapun untuk membuat nya diam.
Siapkan semua dokumen bisnis untuk pengalihan saham di hari Senin serta usir perempuan yang tahu diri ini."
Perintah dari Papinya Fika dan asisten itu langsung melaksanakan tugasnya, security langsung mengusir mami nya Fahar.
__ADS_1
Tiga orang pria yang berpakaian alat pelindung langsung menyeret Fika dan dimasukkan ke dalam mobil.