AIR MATA MARISA

AIR MATA MARISA
Pada Akhirnya.


__ADS_3

Masih menunggu Sean untuk bercerita tentang keadaan yang sebenarnya, tapi para pengacara nya mas Fahar waktu di pengadilan telah datang dan jumlah sekitar lima orang.


"pak imam, silahkan dibacakan?"


Pinta Sean kepada pengacara yang bernama Imam itu.


"Fahar Wijaya telah kalah di pengadilan dan dengan ini juga telah memberikan semua platform kepada bu Anisa.


Sisanya saham lainnya akan diberikan kepada Elfata, dengan perwalian kepada ibunya sebelum Fahar mencapai usia dewasa menurut undang-undang.


Fahar Wijaya tidak akan melakukan banding, dan isi perjanjian yang telah disepakati dan akhirnya Fahar Wijaya menepati nya.


Berdasarkan berita Acara, bahwa bu Anisa di angkat menjadi CEO sebelum Elfata dewasa.


Akan tetapi bu Anisa bisa juga mewakilikan kepada orang lain yang dipercayai sebagai CEO nya.


Aset-aset yang lain, seperti rumah ini, dua rumah lainnya serta rumah sakit dan juga pabrik obat-obatan serta usaha lainnya, sudah dialihkan kepada Elfata dengan perwalian ibunya.


Demikian berita acara ini dan telah dibuat sebelum pak Fahar Wijaya meninggal dunia."


Memang itu tertulis di perjanjian yang telah kami sepakati bersama, dan saya masih bingung dengan apa yang terjadi saat ini.


Lalu para pengacara itu pulang setelah mendapatkan tandatangan dariku, kini aku menatap tajam ke arah Sean.


"keluarga dari mas Fahar, terutama dari pihak ibunya, sangatlah begitu rakus mbak.


Mas Fahar takut jika semua kerajaan bisnis yang telah dibangun oleh pak deh, di rebut oleh pihak keluarga mas Fahar.


Jika seandainya mas Fahar mewarisi semua harta kekayaan nya setelah beliau meninggal, kemungkinan besar keluarga yang lain akan merebut dengan paksa.


Nah satu cara yang pasti adalah dengan cara mengganggu mbak Marisa atau mbak Anisa.


Mas Fahar tahu, kalau mbak adalah wanita hebat dan ibu yang luar biasa.


Tapi mas Fahar ingin Elfata mewarisi semua harta kekayaan dari almarhum kakeknya, karena Elfata.


Karena Elfata memiliki bunda nya yang luar biasa hebat, dan mas Fahar yakin dan percaya kalau bundanya akan mendidik anak nya menjadi pria yang jauh lebih baik darinya."


"lantas kenapa Elfata tidak bisa melihat wajah ayahnya untuk terakhir kalinya?


Elfata juga punya hak untuk melihat ayahnya, tapi kenapa kalian begitu egois?"


"memang benar kata mpok Nori, kalau mas Fahar tidak salah memilih mu mbak.


Ibu hebat dan luar biasa, mas Fahar sudah memutuskan semuanya. agar anaknya tidak mengingat nya di kehidupan paling sedihnya.

__ADS_1


Mas Fahar begitu tersiksa dengan ibu kandungnya, dan Elfata berbanding terbalik.


Elfata memiliki bunda yang hebat dan memperjuangkan Elfata sampai titik darah penghabisan.


Intinya adalah kalau mas Fahar tidak menginginkan anaknya yang hebat ini bersedih di kala kematiannya.


Mas Fahar menginginkan Elfata selalu bersama bunda nya yang luar biasa.


Saya mohon kepada mbak dan juga saya disini mewakili mas Fahar untuk mintak maaf kepada mbak dan juga keponakan Ku ini.


Saya juga mohon agar mbak mendidik dan mencintai Elfata dengan cinta yang tiada berkesudahan.


Tolong mbak terima semua pemberiannya mas Fahar, karena mbak dan Elfata berhak menerimanya."


Seketika kami terdiam, karena sulit di terima akal sehat.


Ternyata begini akhirnya, rasa sakit yang selama ini sudah berakhir.


Itulah arti dari mimpiku semalam, dan perlahan semuanya bisa terjawab.


"baik lah Sean, tapi mbak mintak tolong dua hal kepada Sean dan mbak Renta.


Pertama, tolong tunjukkan dimana mas Fahar di kubur karena Elfata berhak tahu dimana ayahnya di kebumikan.


Hal kedua permintaan saya, tentunya Sean dan mbak Renta jelas tahu akan kemampuan Ku, dan saya belum pernah memimpin perusahaan.


Setidaknya sampai Elfata dewasa, Sean dan mbak Renta tentunya sudah sangat berpengalaman dalam hal mengolah perusahaan besar."


"kenapa mbak begitu yakin kepada kami berdua?"


"begini Sean, mbak tahu kalau kamu itu adalah sepupu jauh dari mas Fahar.


Mas Fahar bukan hanya mengganggap Sean sebagai sepupu, tapi sebagai sahabat, rekan kerja dan juga adiknya.


Bahkan kalian berdua pernah tidur satu ranjang kan?"


"tunggu dulu mbak, kami berdua masih normal kok, jangan salah paham ya mbak.


Renta dengar loh mbak, jangan gitu dong ngomong nya."


"lah...


emang nya kenapa kalau mbak Renta dengar? emangnya apa salahnya?"


Tiba-tiba saja Sean mendekati Ku dan berbisik.

__ADS_1


Ternyata Sean dan Renta sudah bertunangan, tapi hanya karena urusan ku dan mas Fahar belum selesai akhirnya akad nikahnya tertunda.


"maafkan mbak ya, gara-gara mbak kalian berdua jadi tertunda nikahnya."


Sean dan Renta terlihat malu-malu, karena ucapan Ku yang didengar oleh yang lainnya.


"Seorang sahabat tidak akan berkhianat, tapi untuk platform biar mbak yang mengelola, karena ada mbak Nining yang siap menemani ku dan juga para staf lainnya."


"itu artinya mbak akan stay di kantor iya?"


"janganlah Sean, anak mbak yang ganteng ini sangat memerlukan waktu luang Ku, demikian juga dengan mbak Nining.


Kami berdua harus meluangkan waktu lebih kepada anak-anak kami loh."


"baiklah mbak, saya terima dan nantinya kita akan membuat perjanjian dan pernyataan.


kalau Sean hanya sebagai CEO sampai Elfata dewasa.


Elfata nanti harus menggantikan om ya, karena pastinya om nanti sudah tua.


Jadi Elfata yang menggantikan om Sean ya, Elfata harus rajin belajar."


Elfata begitu yakin mengatakan iya kepada Sean, dan kami putuskan bahwa hari ini kami harus ziarah ke kuburan mas Fahar.


Nantinya akan sekalian ziarah ke kuburan mama, dan kami langsung bergerak untuk ziarah.


Ternyata begini ending nya, mas Fahar menyerahkan semuanya kepadaKu dan juga Elfata anakku.


Tidak akan ada yang merebut Elfata dariku, dan aku sangat bersyukur karena anakku masih bersama ku sampai saat ini.


Saya memang kecewa terhadap mas Fahar, tapi mungkin ini yang terbaik menurut nya.


Memang benar ucapan Sean, bahwa keluarga dari ibu mas Fahar begitu rakus dan tamak.


Mereka selalu menghalalkan segala cara untuk melakukan apapun yang penting mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Sebenarnya tanpa harta kekayaan mas Fahar, saya sanggup memberikan nafkah kepada Elfata.


Akan tetapi mas Fahar sudah membuat persiapan sebelumnya, dan memberikan segalanya untuk anaknya.


Kami sudah tiba di kuburan mas Fahar, dan terlihat Elfata tidak bersedih sama sekali dan anak itu terlihat tegar.


"telimakasih ayah, kalna ayah akhilnya menepati janji ke bunda."


Itulah yang di ucapkan oleh Elfata, kemudian kami berdoa untuk mas Fahar.

__ADS_1


Setelah itu kami berlalu untuk selanjutnya ziarah ke kuburan mama.


Disinilah aku tumpahkan semua kesedihan ku dan juga seluruh uneg-uneg ku, dan setelah puas lalu berdoa dan kami pun pulang ke rumah.


__ADS_2