AIR MATA MARISA

AIR MATA MARISA
Tatapan mas Fahar.


__ADS_3

Bangun pagi seperti biasanya dan membuat persiapan untuk mas Fahar, mulai dari handuk bersih dan menyiapkan pakaian nya.


Tiba-tiba saja mual rasanya, dan langsung ke kamar mandi untuk muntah.


Tidak ada keluar, tapi perut ini rasanya aneh dan mual. setelah agak tenang baru kemudian mandi.


Selesai mandi dan langsung berpakaian di dalam kamar mandi ini, karena tadi sudah membawa pakaian yang bersih.


"kamu kenapa? apa kamu sakit? kita ke dokter ya!"


Ucap mas Fahar yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi, dia terlihat cemas saat berdiri di depan pintu ini.


"hanya mual aja mas, nanti setelah minum vitamin. rasa mual nya akan hilang kok."


"makan dulu sebelum minum vitamin ya, sedikit aja."


Sanggah mas Fahar lalu meraih telpon rumah yang terletak di meja kecil dekat ranjang.


Ternyata mas Fahar meminta Bu Ani untuk membuatkan bubur ayam untukku.


Tidak berapa Bu Ina datang ke kamar setelah mengetuk pintu kamar dengan pelan, diatas nampan ada bubur dan susu serta teko kecil.


"ini bubur ayam untuk neng, setelah makan bubur. lalu minum susu ya, ini susu yang neng bawa dari klinik kandungan itu.


air hangat sudah ibu siapkan di teko ini ya, harus ada yang masuk ke dalam perut neng."


Tanpa rasa canggung Bu Ani menyupai bubur ayam ke mulut ku dengan telaten.


"dikit lagi ya neng, dikit lagi."


Ujar Bu Ani, hal itu karena aku sudah menolak suapannya.


Setelah memakan dua sendok lagi, Bu Ani tersenyum puas melihat Ku, lalu meletakkan bubur itu di nampan.


Kemudian menyuruhku untuk minum susu, berhubung susu nya hanya setengah gelas kecil dan akhirnya bisa aku teguk sampai habis.


Minuman air hangat dan terakhir Bu Ani membuka vitamin yang berada dalam kemasan, lalu memberikan kepadaKu.

__ADS_1


Setelah memastikan vitamin tersebut aku minum, Bu Ani langsung pamit keluar dari kamar.


Mas Fahar menghampiriku yang duduk di sofa, tatapan matanya begitu membuat ku merasa terharu. walaupun aku tahu ini hanya rasa haru yang tercipta dari imajinasi yang agak berbeda saat ini, kata lain nya adalah bahwa aku berimajinasi kalau mas Fahar perhatian terhadap Ku.


"mas mandi ya, habis itu sarapan dan berangkat kerja."


"gimana perasaan mu sekarang? masih mual?"


Ucapan Ku di sanggahnya dengan pertanyaan, dan aku tidak bisa mengartikan tatapan dari mas Fahar saat ini.


"dah enakan kok mas, namanya juga wanita hamil. ya beginilah, Marisa baik-baik aja kok mas, disini ada mpok Nori dan Bu Ani serta uak Jarvis.


Mas tenang aja ya, sekarang mas mandi dan setelah itu sarapan ya."


Akhirnya mas Fahar mau mandi, dan tidak berapa keluar dari kamar mandi.


Berpakaian dan aku merapikan kerah bajunya lalu membenarkan jasnya yang dipakainya, ada perasaan grogi ketika mas Fahar menatapku.


"Kenapa kamu memanggilku tuan muda ketika mas bersama gadis itu kemarin?"


Sejenak aku terdiam, dan melepaskan tangan ku dari kerah bajunya.


Wanita muda nan cantik itu, lebih pantas untuk mendampingi mu mas. seperti Ia berasal dari keluarga terpandang dan berpendidikan tinggi, dan itu berbanding terbalik dengan Ku yang seorang anak babu yang tidak berpendidikan.


Almarhumah mama pernah berpesan, supaya Ririn jangan menikah dengan orang yang lebih dari segalanya, atau pria yang sempurna.


Tipe pria sempurna yang di maksud almarhumah mama adalah, tampan, tinggi, kaya raya dan berpendidikan tinggi.


Tipe itu semua mas miliki, yang artinya mas adalah pria yang sempurna.


Jika seorang putri babu yang serba kekurangan dari segala hal, seperti Marisa ini berdampingan hidup dengan pria yang sempurna, maka pernikahan itu akan timpang.


Ibarat bumi tanpa adanya bulan sebagai satelit alam nya, maka keseimbangan yang tidak sepadan akan mengguncang semuanya. hal itu akan menghancurkan segalanya."


Mas Fahar langsung menjauh dari Ku, setelah penuturan yang aku ucapkan. tapi itulah kenyataannya.


"Marisa berharap anak yang aku kandung ini terlahir sebagai perempuan, agar mas bisa mencari pendamping hidup yang sepadan dengan mas."

__ADS_1


"bagiamana jika anak itu terlahir sebagai laki-laki?"


"itu tergantung sikap mas terhadap Aku, karena aku tidak bisa memilih atau menentukan mas."


Mas Fahar langsung pergi dari kamar dengan raut wajahnya yang kesal, tapi aku menyusul nya dari belakang. ternyata mas Fahar langsung naik ke mobilnya yang disetir oleh Sean asisten pribadinya.


Setelah mas Fahar berangkat kerja, tiba-tiba saja teringat dengan almarhumah mama.


Saya kembali ke kamar dan kemudian meraih handphone yang berada diatas meja rias dan mencari kontak mas Fahar.


Ingin rasanya ziarah ke makam mama, tapi mas Fahar tidak memperbolehkan Ku keluar dari rumah tanpa seijin nya sebelum anak yang aku kandung ini lahir ke dunia.


Mas Fahar tidak mengijinkan Ku untuk ziarah ke makam mama, dan telpon langsung terputus setelah mendengarkan omelan nya yang pedas.


Berada di kamar ini dan terduduk di pinggir ranjang dengan pikiran yang tidak menentu, lalu aku teringat dengan flashdisk yang aku ambil dari tas Lisa.


Laptop kemudian aku hidupkan, setelah sistem operasi bekerja lalu flashdisk tersebut aku colokkan ke port nya.


Proses dan flashdisk tersebut terbaca oleh sistem, tapi sepertinya folder dalam flashdisk tersebut terkunci dengan password.


Ilmu dari bangku SMK yang aku miliki dan akhirnya password tersebut bisa terbuka dengan paksa.


Beberapa Folder yang berada di dalam folder tersebut, nama Folder paling atas adalah 'aib Rina '


Setelah membuka folder tersebut, terkejut bukan kepalang. ada beberapa file photo nyonya besar atau Bu Rina, mami nya mas Fahar yang sedang berpelukan dengan pria yang berbeda-beda dalam keadaan telanjang.


Semua laki-laki itu masih muda dan tentunya sangat tampan.


Informasi dari riwayat file photo tersebut, bahwa photo tersebut sudah lama.


File photo pertama yaitu tahun ketika aku masih duduk di bangku kelas satu SMP berdasarkan penelurusan riwayatnya.


tampilan informasi dari riwayat photo, file tersebut hanya berselang beberapa bulan dan bahkan ada yang hanya hitungan minggu dalam satu bulan.


Itu artinya nyonya Rina, yang tidak lain ibu kandung dari mas Fahar sudah lama selingkuh dengan pria muda atau istilahnya main sama brondong.


Salah satu dari photo pria berondong yang ada dalam file photo serasa tidak asing, iya pria itu adalah anak mpok Nori.

__ADS_1


benar itu anak mpok Nori yang bernama Zidan, memang kak Zidan tinggal di rumah neneknya dan sesekali mpok Nori menjenguk nya.


Pantas saja selalu ada gelagat aneh ketika kak Zidan bertemu dengan nyonya Rina saat di rumah ini, ternyata ini rahasianya.


__ADS_2