
Mas Fahar yang terlihat tenang dan kemudian menatap anaknya dengan tatapan yang ragu akan semua perkataan dari anaknya sendiri yang masih duduk di taman kanak-kanak.
"bagaimana kamu bisa melakukannya? dan apa mau sekarang?"
"Elfata sudah terbiasa memegang laptop, bahkan Elfata jauh lebih jago komputer dari saya.
Selanjutnya apa yang kamu lakukan kepada kami berdua?"
Lalu Elfata mendatangi Ku dan duduk disamping kanan Ku, kemudian menatap ayahnya dengan matanya yang berkaca-kaca.
"benar itu mas, Elfata selalu unggul dari Sean soal komputer. keahlian Elfata dalam hal hacker sangat luar biasa."
Jelas Sean dan kemudian tatapan mas Fahar yang tajam kini beralih ke Elfata.
"apa mau Mu Elfata?"
Mata yang berkaca-kaca tadi sudah mengalirkan air mata dan mengalir di pipinya.
"jangan sakiti bunda, bialkan kami berdua pelgi dan jangan pelnah menemui kami beldua lagi.
laki-laki itu yang dipegang adalah omongannya, dan ayah sudah membuat janji dengan Elfata.
janji kalau ayah tidak akan menyakiti bunda lagi, dan janji itu teltulis ayah."
"kamu pasti di ajarin bunda mu kan? agar kamu dan bunda bisa menikmati harta ayah melimpah itu.
lalu bunda mu akan menikah dengan Agam, dan kalian kelak Nantinya akan menikmati harta itu secara bersama-sama."
Elfata dan juga Sean menatapKu, mereka menatapku dengan tatapan yang curiga.
"saya tidak mengenal siapa itu Agam, lagi pula kapan saya bertemu dengannya?
Kalian boleh bertanya kepada Mpok Nori, bu Ani, bu Margono, mbak Nining serta Uak Jarvis yang selalu mengikuti kami kemana pun saya pergi.
Mas jangan mengalihkan pembicaraan dong, orang yang ketahuan selingkuh akan menuduh pasangan nya berselingkuh untuk menutupi perselingkuhannya."
"sudah lah mas, jangan mengalihkan pembicaraan seperti ini.
Sean tahu mas setiap pergerakan mbak Marisa, mas juga bisa bertanya kepada Renta dan juga para pegawai yang lainnya."
prak... pram....
Gelas-gelas yang jatuh dari tangan mpok Nori dan hal itu membuat Sean berhenti bicara.
"kamu benar-benar keterlaluan Fahar, hal ini yang mpok takutkan sejak dulu.
almarhum Tuan Wijaya, menginginkan kamu berjodoh dengan neng Marisa.
Tapi mpok ragu karena takut sikap mu akan sama dengan almarhumah mama mu yang meninggal gantung diri itu.
__ADS_1
Mpok takut kamu akan menyakiti neng Marisa, seperti mama mu yang menyakiti hati tuan Wijaya."
Ujar mpok Nori yang menatap tajam ke arah Fahar.
"ketika mpok menjemput anak bungsuku, mpok melihat mu bersama wanita yang lain dan kalian berdua begitu mesranya.
tapi mpok rahasiakan, karena bisa aja mpok halusinasi. tapi nyata itu benar, Mpok benar-benar kecewa.
Kamu sama aja dengan mama Mu yang kejam itu, mpok salah dan benar-benar salah.
Anak sama mama sama aja, sama-sama doyan selingkuh.
Sudah ketahuan selingkuh malah menuduh pasangan nya selingkuh, persis seperti mama mu akan sikap mu ini."
"Mpok ngak usah ikut campur ya, ini urusan rumah tangga Ku."
Mas Fahar yang terlihat emosi, karena ucapan dari mpok Nori.
Baru kali ini mpok Nori memanggil nya dengan namanya, dan terlihat kekecewaan yang terpancar dari raut wajahnya.
"sudahlah mas, jangan seperti ini. jujurlah dan siapa itu perempuan?
Selama dua tahun lebih mas Fahar mengejar mbak Marisa dan segala upaya telah mas lakukan untuk menemukan keberadaan mbak Marisa.
tapi setelah mas Fahar menemukan mbak Marisa, lalu mas menyakiti nya.
Mas Fahar terlihat semakin terpojokkan dengan pertanyaan dari Sean, tapi sepertinya Ia berpura-pura tidak tahu apapun.
"okey....
saya ngaku salah, maaf karena saya selingkuh.
Agam selalu berusaha untuk mendekati istriku dan ingin melihat respon dari Marisa, maka dari itu saya selingkuh."
Ingin rasanya aku meludahi wajahnya, mas Fahar terlihat santai saat mengakui perselingkuhannya.
"sekarang apa? mau kalian apa?"
Elfata, Sean dan mpok Nori dengan kompaknya melihat ke arah Ku m
"saya mau cerai."
Elfata langsung memelukku dan wajah mas Fahar langsung merah, mungkin karena dia takut akan kehilangan hartanya jika kami bercerai.
"tenang aja ayah, kami beldua tidak akan memintak apapun dali ayah, yang penting lepaskan bunda dan bialkan Elfata belsama bunda."
"yakin hanya itu aja?"
Benarkan, mas Fahar hanya takut kalau harta nya kami ambil karena perjanjian itu.
__ADS_1
"iya dan sebagai imbalannya, Elfata harus bersama Ku dan kita membuat perjanjian ulang.
dimana isinya, jika mas Fahar masih mengganggu kami berdua. maka perjanjian itu akan terlaksana."
"okey saya setuju."
Seketika Sean langsung mengambil laptop dan juga printer.
Lalu menuliskan perjanjian dan pernyataan, setelah berhasil memprint perjanjian itu. lalu menelpon seseorang.
"Sean sudah menghubungi Notaris rekanan kita untuk membuat perjanjian ini menjadi akta.
kita tunggu sebentar dan harus di tandatangani dihadapan Notaris nantinya, dimana pengacara perusahaan akan menjadi saksi terbarukan untuk perjanjian ini.
Tidak berapa lama Notaris dan pengacara datang kemari, dan kami pun satu persatu menandatangani perjanjian tersebut.
Lalu disahkan oleh Notaris malam ini juga, kemudian akta tersebut di jahit dan diberikan kepadaKu.
Tiket untukku dan Elfata, serta mbak Nining, ibu Margono dan Bani sudah aku pesan melalui aplikasi.
Lalu meminta mbak Nining untuk segera beres-beres agar kami pulang ke rumah di pulau karena itu adalah rumah ternyaman bagiKu dan keluarga.
"nanti pengacara saya akan mengurus perceraian ini, kamu tenang aja."
"terimakasih dan saya harap kamu memenuhi janji mu, malam ini juga kami akan pulang."
Sean dan mpok Nori terlihat terkejut ketika aku mengatakan akan pulang malam ini juga. berbeda dengan Fahar yang terlihat puas setelah mendengarkan jawaban dariKu.
"lebih cepat lebih baik, jika ada pakaian mu yang tertinggal, nanti akan dikirimkan dan saya harap jangan menyesali keputusan mu ini, dan semoga kamu mendapatkan pengganti Ku yang jauh lebih mencintaimu."
Ucapan dari Fahar yang terdengar begitu angkuhnya.
Bu Ani ternyata sudah membereskan barang-barang Elfata dari kamarnya dan saat itu aku masuk ke dalam kamar.
Dalam kamar tidak banyak barang-barang yang aku bereskan, karena memang barang yang aku bawa kemari tidak begitu banyak.
Terdengar pintu kamar terbuka dan ternyata Fahar sudah berada di depan pintu kamar.
"kamu yakin untuk bercerai?"
"iya dan tekad ku sudah bulat, aku memang mencintai Mu tapi itu sudah berubah menjadi perasaan yang benci dan jijik terhadap Mu.
Elfata adalah dunia Ku, dan saya harap kamu tidak muncul lagi kehidupan kami berdua.
Saya mohon, tolong jangan pisahkan aku dengan Elfata anakku.
Hanya Elfata lah penyemangat hidupku."
Seketika Fahar langsung terdiam dan aku lanjut untuk membereskan barang-barang bawaan Ku.
__ADS_1