AIR MATA MARISA

AIR MATA MARISA
Ancaman yang Sama


__ADS_3

Tanpa terasa waktu terus bergulir, dan sudah hampir dua bulan kami kembali ke istana kami ini.


Bersama Elfata dan keluargaku ini, semuanya membuatku bahagia.


Lari pagi di hari Minggu yang cerah, Elfata dan Bani yang bercanda ria saat kami lari pagi menambah kebahagiaan.


Tawa canda dari mereka berdua, membuat suasana pagi yang menjadi begitu ceria dan bahagia.


Akhirnya sampai juga di rumah, satu persatu dari kami mandi dan kemudian kami berkumpul di kebun mini kami.


"Mak Elfata, dia datang lagi."


Seketika kami terdiam ketika bu Margono mendatangi ke samping rumah ini, wajahnya yang terlihat seperti orang yang ketakutan.


Lalu siapa itu si dia yang dimaksud oleh bu Margono?


"siapa yang datang ya bu?"


"ayahnya Elfata."


cruss......


Darah ini terasa mengalir di tubuh ini, mendengar jawaban dari bu Margono.


Apa yang terjadi?


Kenapa Fahar datang lagi?


Elfata yang bermain-main sama Bani, langsung menghampiriku, dan bersama-sama kami melangkah ke arah ruang tamu untuk melihat tamu yang tidak diharapkan kedatangannya itu.


"ngapain lagi datang kemali? mau nyakitin bunda Ku?"


Elfata langsung menanyakan tujuan ayahnya datang, tapi terlihat raut wajah yang kesal terpancar dari sorot matanya terhadap ayahnya sendiri.


"ayah kangen sama kamu Elfata? ayah kangen sama kalian berdua."


"oh....


kilain dah lupa?"


Senyuman sinis dari Elfata kepada ayahnya dan terlihat bu Margono yang datang membawa minuman langsung di cegat oleh Elfata dan meminta bu Margono untuk tidak menyajikan minuman itu kepada ayahnya.


"Elfata, ayah mau ngomong sama bunda mu."


Pinta mas Fahar, terlihat dari raut wajahnya yang tersinggung ketika Elfata mencegah Oma nya untuk menyajikan minuman untuk dirinya.


Lalu Elfata di rangkum oleh mas nya, yaitu Bani. agar membiarkan kami ngobrol empat mata dengan Fahar.


"saya mintak maaf dengan semuanya, dengan apa yang telah saya perbuat.

__ADS_1


maaf karena saya selingkuh, saya iri dan cemburu ketika hanya Elfata yang kamu cintai dan sayangi."


"itu bukan alasan untuk selingkuh, Elfata itu anak mu. tidak sepantasnya kamu cemburu kepadanya dan membuat alasan aku berselingkuh dengan pria yang bernama Agam itu.


Pria yang saya ketahui siapa orangnya itu, wujud nya seperti dan pria itu, saya tidak pernah tahu."


Sungguh aku tidak mengerti arti dari tatapan matanya, apakah itu penyesalan atau rasa kepuasan setelah menyakitiku.


"saya ingin kamu menjadi Istriku lagi, mari kita mulai dari awal."


srrrt.....srrt.....


Darah terasa mengalir di sekujur tubuh ini, saat mendengar permintaannya.


"hanya manusia bodoh yang mau terjatuh di lubang yang sama, sudahlah kamu cari aja wanita yang sesuai dengan kehendak mu.


Saya sudah lelah dengan perkawinan, dan itu benar-benar memuakkan bagiku."


haaaaaaaa.....


Terdengar suara dari mulut nya, yang menarik napas panjangnya.


"kenapa sih kamu egois? apa kurangnya aku coba? semua harta bisa kamu nikmati, kamu hanya perlu menjadi Istriku."


"sepertinya anda sudah melantur, saya disini untuk menghargai mu hanya karena kamu ayah dari Elfata.


Tidak lebih dari itu, saya mohon. tolong jangan ganggu saya dan Elfata."


"sudah aku duga, kamu hanya mempermainkan aku.


Kamu yang janji akan mengurus perceraian kita, tapi kamu tidak menepatinya.


apa kamu layak sebut sebagai suami?


ingat ya, laki-laki yang di pegang adalah ucapannya.


Sepertinya kamu itu bukan laki-laki, yang hanya berani menyakiti perempuan saja."


"terserah kamu mau ngomong apapun, intinya saya ingin kamu kembali menjadi istriku.


Jika tidak maka, hak asuh Elfata akan saya gugat ke pengadilan."


Ucapannya benar-benar membuat darahku mendidih, dan aku mengusirnya dari rumah ini. awalnya dia tidak mau, tapi setelah aku ancam untuk berteriak, barulah dia mau pergi.


Setelah kepergiannya dan aku hanya bisa duduk lemas di sofa ini, lalu bu Margono dan mbak Nining menghampiriku.


"ibu sudah menghubungi pengacara terbaik untuk mu, ibu ngak ikhlas kalau pria itu menyakiti mu lagi."


"benar kata ibu, oh iya. mbak masih menyimpan video yang waktu itu viral, video skandalnya bersama perempuan itu."

__ADS_1


Dukungan dari bu Margono dan mbak Nining membuat semangat baru untukku, disaat badai menghampiriku dan keluarga ku inilah yang menjadi tempat bernaung ku.


"bila perlu buat pria dajjal itu miskin, jika dia miskin maka tidak akan ada kekuatan nya untuk menyakiti mu lagi."


Ucapan dari bu Margono benar adanya, sama seperti diriku yang dulu.


Hanya karena kemiskinan Fahar menginjak-injak harga diriku dan juga keluarga Ku.


Kali ini gigi ganti dengan gigi, dan penderitaan harus di balas dengan penderitaan.


Selama ini Fahar sudah melakukan kehendak-nya dan membuat masa depanku hancur dan menyebabkan mama meninggal dunia.


Ya Tuhan, kenapa aku memikirkan mengenai balas dendam?


Ini bukan perbuatan terpuji, tapi akan menjadi beban hidup kedepannya karena terperangkap dengan kebencian.


Tapi jika dibiarkan seperti ini maka Fahar, akan selalu berbuat sesuai dengan kehendaknya yang akan siap menghancurkan kehidupan yang saat ini.


Cukup sudah Fahar, kamu sudah terlalu dalam menyakitiku.


Saya sudah cukup sabar akan penderitaan yang telah kamu goreskan, masalah dosa itu urusan nanti.


Ini adalah urusan harga diriku yang telah kamu injak-injak dan kamu permainan, saatnya untuk bangkit.


Bahkan aku rela pergi malam hari dari rumah itu, agar tidak menjadi bahan gosip media yang akan memojokkan Fahar.


Berusaha diam agar Fahar tidak di buli oleh warga netizen, saatnya balas dendam yang sudah lama aku kubur dalam-dalam.


"bisa ibu minta pengacara itu datang kemari?"


Bu Margono hanya mengangguk dan langsung meraih handphonenya, lalu bicara dengan seseorang melalui handphone tersebut.


"kita tunggu aja ya."


Ujar bu Margono, lalu handphone aku raih untuk menghubungi teman lamaku yang masih tinggal di jakarta saat ini.


Namanya Nurma, saat ini dia sebagai wartawan di stasiun televisi swasta yang terkenal.


Waktu penobatan author yang berprestasi, aku bertemu dengannya dan langsung meminta nomor handphone beliau.


Syukurlah dia menyanggupi semua permintaanku, dan akan membantu kali ini. karena ini akan menjadi viral karena menyangkut Fahar.


Pengusaha muda yang kontroversi karena masa lalunya, masa lalu keluarganya yang begitu rumit.


Nurma berkata akan membuat berita ini menjadi sangat dramatis, dan akan selalu mengintai Fahar dan seluruh koneksi nya.


Suatu usaha yang cukup membantu, jangan hanya hancur. setidaknya kita berdua hancur bersama-sama.


Menang jadi arang, kalah jadi abu. saat ini arti dari peribahasa itu tidak terlalu penting bagiku.

__ADS_1


Fahar harus dibuat bangkrut, saya tidak perduli bagaimanapun caranya.


__ADS_2