
Mobil mewah itu parkir di halaman rumah ini, dan tiga orang laki-laki yang berpakaian rapi turun dari mobil mewah dan langsung di sambut oleh bu Margono.
"Nama saya Robert, yang ini Denan dan yang satunya lagi Indra.
Mereka berdua adalah rekan kerja saya, dan kami kesini karena permintaan dari ibu Margono."
Pria bernama Robert itu begitu tegap dan terlihat berwibawa, lalu kami masuk ke rumah dan mbak Nining saya mintak untuk mengambil berkas dari lemari Ku di kamar.
Tidak berapa lama bu Margono sudah datang dari dapur dengan membawa makanan dan minuman, lalu di susul oleh mbak Nining.
"dulu Fahar Wijaya, anak group Wijaya. waktu itu saya masih kelas tiga SMK.
Fahar Wijaya memperkosa Ku, dan mengurungku di kamar agar tidak menjadi aib baginya.
Setelah aku hamil, barulah dinikahi oleh Fahar, tentunya dengan sebuah perjanjian.
Jika anak yang saya kandung adalah perempuan, maka Fahar akan menceraikan aku.
Jika laki-laki maka Fahar akan menjadikan ku sebagai istri, lalu Fahar akan menikah lagi dengan seorang gadis yang bernama Fika.
Fika tidak ingin melahirkan anak, karena takut tubuhnya akan jelek setelah melahirkan.
Jadi saya masih kesempatan untuk menjadi istrinya Fahar dengan syarat akan menjadi tempat menanamkan benih anak dari Fahar selama aku menginginkan uang.
Seiring bertambah besarnya kehamilan Ku, dan saatnya cek up sekaligus USG penentuan jenis kelamin dari bayi yang aku kandung.
Hasil dari USG, bahwa anak kami itu adalah perempuan.
Maka Fahar menceraikan aku, lalu disinilah tempat ku, rumah peninggalan atok yang menjadi tempat bernaung kami disini.
Para asisten rumah tangga di rumah Fahar, menyatakan anakku adalah laki-laki dan itu sesuai dengan pengalaman mereka.
Begitu juga dengan sekretaris nya Fahar yang bernama Renta, yang yakin kalau anak yang aku kandung adalah laki-laki.
Bahkan pegawai salon langganan Renta pun yakin, kalau anakku laki-laki tapi Fahar lebih percaya dengan hasil USG itu.
Bidan Salma yang membantuku melahirkan, dan berdasarkan pengalamannya mengatakan kalau anakku adalah laki-laki, hingga akhirnya anakku lahir sebagai laki-laki.
Setelah dua tahun lebih lalu aku bertemu dengan Fahar di Bali, saat pemberian penghargaan kepada author berprestasi.
__ADS_1
Nah semuanya dimulai dari sana, Fahar memintaku untuk menjadi istrinya lagi jika saya tidak mau maka Elfata anakku akan direbut Nya.
Hingga suatu saat, anak-anak dan Oma nya di tabrak dengan sengaja oleh pria yang bernama Fernandes karena kecemburuan terhadap Fahar.
Elfata kehilangan banyak darah, sehingga membutuhkan donor darah. golongan darah yang langkah yaitu AB- (negatif) dan Fahar pun mendonorkan darahnya.
Saat itu aku melihat perubahan Fahar yang begitu baik, bahkan Fahar membuat perjanjian.
Perjanjian jika Fahar berselingkuh atau menyakiti ku dan saya meminta cerai, maka platform milik Wijaya group akan menjadi milikku.
Serta saham miliknya akan dialihkan kepada Elfata keseluruhannya dengan perwalian kepada saya.
Dalam perjanjian juga tertulis, kalau hal asuh Elfata akan menjadi milikku.
Akhirnya kami menikah lagi secara resmi, dulu pernikahan kami hanya sebatas dibawah tangan.
Tapi baru dua bulan lebih pernikahan itu, Fahar selingkuh dan video skandalnya beredar di dunia maya.
Lalu saya minta cerai darinya, dan membuat perjanjian lagi.
Dalam perjanjian kali ini, jika Fahar mengganggu kami berdua. maka perjanjian yang ini akan kami tuntut.
Selama Fahar tidak menggangu kami berdua, maka semua hartanya tidak akan kami sentuh, tapi Fahar mengancam Ku barusan.
Sebelum kami kembali ke sini, Fahar berjanji akan menepati janjinya dan akan mengurus perceraian.
Tapi nyata janji di ingkari olehnya, janji hanya lah tinggal janji.
Keinginan ku saat adalah, hak asuh jatuh kepadaku dan melaksanakan perjanjian itu karena Fahar sudah ingkar janji."
Robert dengan serius mendengarkan semua penjelasan dan penurunan dari ku, sementara Denan dan Indra sangat serius membaca perjanjian yang telah kami tandatangani.
"kasus ini gampang pak, semua perjanjian ini dibuat dihadapan notaris dan mengarah kemenangan karena perlakuan yang tidak buruk."
Robert menoleh ke arah Denan yang berbicara barusan dan kemudian Robert, menatapKu dengan tatapan tajam.
"kami siap membantu ibu, dan sekarang ibu harus menandatangani surat kuasa ini, agar kami bisa bekerja untuk membela hak ibu."
Ucap Robert seraya menyerahkan dokumen, lalu aku membacanya dan ternyata isinya adalah suara kuasa khusus.
__ADS_1
Tanpa ragu langsung aku tandatangani, dan terlihat Denan menulis di kertas sembari memperhatikan satu persatu dari berkas yang aku berikan.
"sebelumnya ibu Anisa mengatakan, kalau saudara Fahar mengira kalau yang ibu kandung adalah perempuan dan itu berdasarkan hasil USG.
Apakah ibu menyimpan rekam medis dari hasil USG itu?
Karena itu juga dibutuhkan nantinya, kali aja mantan suami ibu berdalih mengatakan kalau ibu sendiri menipu nya perihal jenis kelamin anak ibu."
"ada pak, semuanya ada di dalam map itu. tolong diperiksa, apakah masih ada hal yang dibutuhkan lagi?"
Terlihat Robert membaca hasil USG nya, lalu keningnya mengerut.
Kemudian aku memberikan akta kelahiran Ku serta ijasah SD sampai ijasah SMP, karena hanya itu yang saya miliki.
"nama Marisa adalah pemberian dari almarhum Wijaya, ayah kandungnya Fahar. sementara akta kelahiran tercatat nama sebagai Anisa Dwi Armandi.
Sehingga ijazah SD dan SMP itu dibuat namanya, dengan tambahan kalimat sebagai orang yang sama.
Saya juga sudah sah mengganti nama Ku, niatnya agar Fahar tidak mencari keberadaan ku."
Robert kemudian mengganguk pertanda dia mengerti akan penjelasan Ku, terlihat Denan rekan kerjanya sudah selesai menulis dan memberikan hasil tulisannya kepada Robert.
"baik ibu, kami membutuhkan semua dokumen asli ini untuk di sesuaikan aslinya oleh pihak yang berwenang.
Nantinya kami mengembalikan semua dokumen ini kepada ibu, jika perkara ini sudah selesai."
"baik pak Robert, saya mohon bantuannya. saya hanya lepas dari Fahar.
tapi jika dia masih kaya raya, kemungkinan besar, Fahar akan melakukan hal yang sama lagi terhadap Ku."
Dengan mantapnya Robert berkata iya, dan bersedia membantu untuk menyelesaikan semua perkara ini.
Mudah-mudahan saja semua berjalan lancar dan sesuai keinginan Ku, Fahar harus dibeli pelajaran agar berhenti menyakiti Ku.
Cukup sudah selama ini, kesabaran ku sudah habis, dan hati ini sudah kebas serta terlalu sakit.
Setiap orang berhak untuk bahagia, dan Fahar tidak berhak meneken ku seperti ini.
Aku akan menghentikan kekejamannya terhadapku, dan sudah saatnya bangkit untuk melawan Fahar.
__ADS_1
Robert dan rekannya pamit pulang, untuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Saat itu juga, aku mentransfer uang ke rekening nya, sebagai pertanda keseriusan saya untuk menghadapi Fahar.