
POV Fahar.*
Sean menemui Fahar yang duduk santai di kopi shop, tatapan kesal dari Sean membuat Fahar tertawa.
"yok pulang, lama-lama bete disini."
Ucap Sean sembari melemparkan kunci mobil ke Fahar.
Kemudian Fahar merangkul pundak Sean seraya tertawa dan terus melangkah menuju parkir.
Kali ini Fahar yang menyetir, Fahar tidak berhenti tertawa hingga keluar dari parkiran dan menuju jalan umum.
"akhirnya mas bos tertawa juga, walaupun aku kesal tapi melihat mas bos tertawa seperti ini, rasanya senang."
"terimakasih ya mas bro ku, terimakasih atas persahabatan kita ini. bye the way, kamu ngak memakai si gerot itu kan?"
"ih.... amit-amit deh, kalau bukan karena persahabatan kita, ogah bertemu dengan si kampret itu. penghuni neraka jahanam itu.
Gila benar, terang-terangan dia menggoda ku. tapi demi bukti ini aku bersedia di raba oleh manusia iblis itu."
"thanks ya bro, kamu memang yang terbaik. maaf karena telah menjerumuskan kamu mas bro."
Mereka berdua akhirnya tertawa lepas, akan pengalaman suram yang dialami oleh Sean.
"maaf ya mas bos, sang nyonya Rina memang benar-benar keterlaluan dan sangat luar biasa. semua bukti-bukti nya sudah Sean dapatkan.
Lebih baik kita pulang ke rumah mas bos aja, nanti biar Sean yang menyuruh pengacara kita dan orang-orang kepercayaannya kita ke rumah."
Fahar hanya mengangguk setuju dan mobil terus melaju ke arah rumah Fahar, tidak berapa lama akhirnya mereka sampai di rumah Fahar.
Sesampainya di rumah si mas bos, Sean langsung meminta pakaian rumah milik Fahar dan juga pakaian dalam yang baru.
Untungnya Fahar memiliki pakaian dalam yang belum pernah di pakainya, lalu Sean menumpang mandi.
Sean langsung membuang pakaian yang dikenakannya saat di apertemen Alex, dan mengganti pakaiannya dengan pakaian dari Fahar.**
Empat orang pengacara yang datang bersama Renta sudah duduk ruang kerja Fahar dan mpok Nori menyajikan teh serta cemilan untuk mereka.
Tidak berapa lama Fahar dan Sean menghampiri mereka, dan memberikan bukti-bukti yang baru di dapatkan oleh Sean.
"ini adalah bukti yang baru dan sumber dari Alex, keponakan dari Damar."
__ADS_1
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
"maaf pak Sean, Renta ngak bisa bayangkan kalau pak Sean di godain oleh kaum Luth itu. ngomong-ngomong bagian tubuh yang mana di raba oleh si brengsek itu?"
Renta tertawa lepas setelah ucapan dari Sean, yang menyebutkan nama Alex.
"puas melihat saya menderita?"
Jawab Sean kepada Renta dan melotot ke sekretaris sahabat nya itu.
"maaf ya pak Sean, maaf banget, bukan maksud hati untuk mengingat masa suram itu.
Tapi pak Sean ngak main kan sama si gila itu? pak Sean ngak tergoda kan dengan kaum Luth itu?"
"enggak lah, saya bukan seperti mantan itu yang doyan segala lobang. najis tau."
Renta terdiam dan kemudian tersenyum kearah Sean.
"seperti kata bu Marisa, aku harus bersyukur karena cepat mengetahui jari diri dari pria brengsek itu.
Saya hanya kesal aja, waktu berharga Ku banyak habis untuk menemani si brengsek itu.
Sebagai wanita yang selalu menjaga harga diri, dan itu aku syukuri karena tidak mengobral nya untuk pria brengsek itu.
Mereka semua terdiam dengan penuturan dari Renta dan kembali ke topik awal.
"waouuuuu....
Kita sudah mengantongi bukti yang cukup, tapi kita harus tetap berhati-hati. karena pak Burhan bukan orang sembarangan."
Ucap dokter Jaiman, ketua pimpinan kuasa hukum Fahar dan pak Burhan yang disebutkan barusan adalah ayah dari Fika.
"benar itu, dulu sebelum bergabung dengan kantor doktor Jaiman. saya adalah penasihat hukum untuk PT Andalas yang bertikai dengan pak Burhan.
Karena direktur gegabah dalam hal penyelesaian masalah, akhirnya kami kalah telak.
Pak Burhan akan menempuh berbagai cara untuk melumpuhkan lawan Nya, berbagai licik dilakukannya demi sebuah kemenangan."
Ujar salah anggota doktor Jaiman dan mereka begitu serius mendengarkan nya.
"baiklah kita kembali ke topik, untuk pertama kalinya kita harus menggugat ibu Rani dan juga Damar melalui instansinya.
__ADS_1
lalu kita akan mengaitkan permasalahan ini ke pak Burhan, ketika media dan masyarakat sudah memojokkan nya. barulah kita menggugat beliau dan perusahaan.
Penyerobotan lahan sepuluh hektar dari almarhum pak Wijaya serta tanah masyarakat lainnya yang menjadi korbannya, lalu akan kita angkat ke permukaan.
Bukti-bukti ini sudah lebih dari cukup, sekarang kita bergerak secara perlahan. nanti anggota saya yang pertama masuk untuk menggugat bu Rani.
Tentu itu akan menjadi trending topik, seorang anak menggugat ibu kandungnya sendiri.
Tentunya banyak media yang mengangkat isu ini, dan kemudian kita naikkan gugatan terhadap Damar dan instansi nya."
Sejenak Fahar terdiam akan penjelasan dari doktor Jaiman, seorang ahli hukum pidana yang sudah lama menjadi pengacara.
"gugatan terhadap ibu kandung tentu akan banyak menguras emosional daripada masyarakat, pada umumnya perempuan paling gampang menjual rasa iba untuk kepentingan nya sendiri.
Saya yakin ibu Rani akan memanfaatkan ini, dan kita bantai dengan gugatan terhadap Damar dan instansi Nya.
Tentunya ini akan menjadi berita yang hangat dan trending, karena pihak swasta menggugat instansi pemerintah."
Ucap salah anggota doktor Jaiman yang mendukung usulan dari atasannya tersebut.
"saya sudah membaca tentang rencana bapak, dan almarhum Papi sudah lama mengenal bapak.
Saya yakin bapak akan berupaya secara maksimal."
Tutur Fahar yang mendukung ide dari doktor Jaiman.
"sebenarnya ini bukan hanya uang atau fee yang akan saya peroleh dari nak Fahar, tapi ini menyangkut hak saudara-saudara saya yang digusur paksa oleh pak Burhan.
Mereka mengadu kepada saya, tapi saya tidak punya bukti untuk melengserkan si Burhan keparat itu.
Tapi kabar nak Fahar membuat ku semangat lagi, dan tim ini juga merupakan korban dari pak Burhan dengan latar belakang masalah yang berbeda."
Penjelasan dari doktor Jaiman membuat Fahar semakin yakin dan bukti yang mereka miliki sudah lebih dari cukup untuk melengserkan si Burhan.
"doktor, saya ingin memasukkan gugatan terhadap pak Edo karena sudah merugikan perusahaan dan juga para pegawai yang terpaksa mengikuti menjadi sesat."
Pinta Renta seraya memberikan bukti tambahan dokumen yang menginginkan Edo juga di gugat.
Edo adalah adik kandung dari maminya Fahar, yang berusaha mengogroti perusahaan milik Fahar Wijaya.
"iya benar pak, bapak jangan lupa memasukkan si kampret itu, si kampret biang kerok dari segala si perusahaan saya."
__ADS_1
Ungkap Fahar lagi yang mendukung omongan dari Renta.
Doktor Jaiman menyetujui Nya dan akan membuat gugatan sekaligus dengan gugatan terhadap maminya Fahar.