AIR MATA MARISA

AIR MATA MARISA
Sanggahan Hidup.


__ADS_3

POV Fahar.*


Renta sudah keluar dari ruangan Fahar, lalu sang bos itu mengajak Sean keluar kantor untuk menenangkan pikiran Sean. lebih tepatnya pikiran mereka berdua.


Mereka berdua menuju kantor doktor Jaiman, sesampainya di sana dan langsung disambut oleh doktor Jaiman.


"apa Tim pengembang IT sudah melapor kepada nak Fahar mengenai ke empat karya itu?"


"sudah pak, sebentar lagi Renta sekretaris Ku akan mengantarkan berkasnya ke mari pak."


"baiklah kalau begitu, sekaligus kita gugat juga si Agam itu."


Fahar dan Sean mengganguk setuju, dan tidak berapa kemudian Renta sudah tiba di ruangan.


Lalu anggota doktor Jaiman memeriksa kelengkapan dokumen.


"saya rasa sudah cukup lengkap pak, nanti kurang lebihnya saya kordinasi lagi dengan bu Renta."


Ujar rekan kerja doktor Jaiman kemudian berlalu ke ruangan lainnya dengan membawa berkas tersebut.


"saya turut berdukacita atas meninggalnya ibunda mu nak."


"terimakasih pak, tapi harus tetap lanjut. oh bagaimana dengan om Edo? apakah sudah progres nya?"


"Edo sudah masuk daftar pencarian karena sudah sudah dua kali mangkir panggilan, pak Burhan sudah dua kali mangkir.


Pengaruh media begitu besar, alhasil mendesak pihak berwajib untuk menuntaskan kasus ini.


Banyak kerugian yang dialami oleh pengusaha serta kerugian negara, dan adanya korban jiwa yang tewas karena ambisi mereka yang besar.


Kemarin kami sudah membuat laporan pengaduan, dan beberapa pengusaha lain nya yang melaporkan pak Burhan, serta masyarakat yang dirugikan. dimana lahan mereka di ambil paksa oleh pak Burhan.


Kantor pusat sudah di geledah oleh tim pengawas keuangan instansi terkait, dan telah ditemukan penggelapan dana pajak.


Serta video viral di chanel media sosial, dimana bukti-bukti penyerobotan tanah dan rumah-rumah warga di ulas tuntas.


Kini pihak terkait sudah menyelidikinya dan menetapkan dua puluh orang tersangka, lima orang dari pihak pak Burhan dan sisanya adalah pegawai negara dari instansi terkait.


pekerjaan kita semakin mudah, langkah kita sudah tepat. kita hanya terus memantau dan terus berhati-hati."


Demikian penuturan dari doktor Jaiman, setelah selesai berdiskusi. Fahar mengajak Sean dan Renta untuk makan siang.


Tibalah disebuah kafe yang berada di naungan hotel mewah, setelah memesan makanan dan minuman. Fahar pamit ke toilet, kini tinggallah Sean dan Renta di meja makan.


"pak Sean, lihat tuh."


Ucap Renta kepada Sean, sembari menunjuk ke arah sepasang kekasih yang sedang bermesraan.


Sean terus menoleh ke arah sepasang kekasih yang sedang bermesraan itu, yang duduk tidak terlalu jauh dari tempat mereka.

__ADS_1


"mas Sean."


ujar perempuan itu dan kemudian berdiri lalu mendekati Sean.


"Jesika, siapa laki-laki itu? kenapa kalian berdua terlihat begitu mesra?"


Tanya sean kepadanya, ternyata itu adalah Jesika, pacar dari Sean. lalu pria yang bersamanya tari berdiri menghampiri Sean dan Renta.


"sayang siapa?"


Tanya pria itu, pria yang bermesraan dengan Jesika.


"teman."


Jawab Jesika dengan singkat, terlihat wajah Sean yang penuh amarah dan rasa cemburu.


"apa? teman kamu bilang? apa artinya kamu membawa ku ke rumah orang tua mu?


apa arti dari kebersamaan di pulau Dewata itu? apakah aku ini hanya lelaki sebagai pemuas nafsu mu?"


Pria itu terdiam tapi dari raut wajahnya terlihat amarah yang memuncak.


"oh....


jadi kamu sudah pernah tidur dengan pria ini?


Lalu siapa lagi laki-laki yang sudah tidur bersama mu?


plak.... plak...


Jesika ditampar pria yang bersamanya, lalu pergi dengan raut wajahnya yang penuh emosi.


Fahar yang baru datang dari arah toilet, kaget melihat pemandangan yang terjadi. ketegangan Susana di meja makan seperti sangat tidak terkendali.


"Sean, siapa perempuan ini?"


Jesika menunjuk ke arah Renta seraya bertanya, air matanya yang membasahi pipinya serta bekas jari di kedua pipi tersebut.


"sekretaris saya, dan tidak ada hubungannya dengan kisah cinta kalian berdua.


Saya yang mengajak mereka berdua untuk makan siang disini."


Fahar yang menjawab pertanyaan dari Jesika, rasa kecewa Sean terlukis dari raut wajahnya.


"saya sudah lama mengajak mu untuk menikah, dan itu jauh sebelum kita berlibur ke pulau Dewata.


ternyata ini alasannya kenapa kamu menolak untuk segera menikah, agar kamu bisa tidur dengan banyak pria yang lainnya."


"aku ngak cinta sama kamu, aku hanya cinta kepada Agam. dia adalah cinta pertamaku dan kamu hanya pelampiasan di kala Agam jauh dariKu.

__ADS_1


Sekarang Agam menganggap aku seperti wanita murahan karena mulut kotor mu Sean."


Air mata Sean mengalir hal itu karena pengakuan dari Jesika.


"lalu apa artinya kamu mengajakku ke rumah orang tua Mu? dan kenapa kamu membahas pernikahan dengan orang tua Mu?


apa arti kebersamaan kita selama tujuh hari di pulau Dewata?"


"Mama dan Papa memaksa ku untuk segera menikah, makanya saya mengajak mu. agar kedua orang tua tidak lagi mempertanyakan itu.


di pulau itu hanya untuk kepuasan dan pelarian setelah Agam memutuskan aku secara sepihak."


Ucap Jesika dan kemudian membuka cincin dari tangannya, lalu meletakkannya di meja.


"maaf, aku memilih Agam. terimakasih untuk semua kenangan kita."


Ujar Jesika lalu beranjak pergi, Sean kemudian duduk. lalu menghapus air matanya.


"bu Marisa berkata, kalau Renta lebih beruntung dariNya. karena saya langsung mengetahui jati diri dari mantan pacar Ku.


Sakit di awal tapi ada kepastian, untuk menatap ke depan.


Lebih baik sakit di awal daripada sakit di akhir, jika sakit di awal. kita masih bisa menata masa depan yang jauh lebih baik, dari pada sakit diakhiri yang bisa membuat frustasi dan hancur."


Tutur Renta, dengan serentak Fahar dan Sean menoleh Renta yang membagikan sup ke mangkok kecil untuk mereka bertiga.


"kamu enak ngomong seperti itu."


Renta berhenti menyendok sup tersebut lalu menatap ke arah Sean.


"enak dari Hongkong, mantan pacar saya di rebut oleh laki-laki pak Sean.


Ternyata saya hanya sebagai topeng Nya untuk menutupi aibnya, saya seperti perempuan hina yang mencinta kaum Luth.


Tapi saya bangkit pak Sean, jangan hanya karena penghinaan dan pengkhianat dari orang terus hidup kita hancur.


tidak pak Sean, kita jauh lebih beruntung karena mengetahui sikap asli dari orang-orang yang pernah kita cintai.


Pandangan Sean sudah berubah kepada Renta, ucapan dari Renta meneduhkan pandangan Sean.


Lalu Renta membagikan sup tersebut ke Fahar dan Sean.


Sup yang tersaji dalam mangkok tersebut langsung di nikmati oleh Sean, terlihat Fahar dan Renta tersenyum.


"yuk kita makan, sebab hati yang rapuh membutuhkan tenaga yang banyak.


Kalian berdua sudah sepatutnya bersyukur, karena kalian berdua sudah menghempaskan orang-orang yang buruk dari kehidupan kalian.


Sementara saya, menghempaskan wanita terbaik dari hidupku yang berujung penyesalan."

__ADS_1


Sean berhenti menikmati sup nya dan kemudian menoleh ke arah Fahar, lalu tersenyum. akhirnya mereka bertiga tertawa secara bersama-sama yang dilihat oleh pengunjung kafe lainnya.


__ADS_2