
Selesai makan malam dan mpok Nori mengajak bu Margona serta mbak Nining untuk pergi ke kamarnya masing-masing, sementara Elfata memintaku untuk menemui tidur malam ini di kamarnya.
Elfata sudah selesai mandi, kemudian kami gantian untuk mandi.
Selesai mandi dan berpakaian, lalu kami berdua naik ke ranjang.
Mungkin karena kelelahan Elfata langsung tertidur, dan mata semakin berat dan berat.**
Taman yang indah dan penuh dengan bunga-bunga yang bermekaran, begitu sejuk dan memanjakan mata sejauh memandang.
Dari arah pohon yang besar, aku melihat seorang wanita paruh baya dan sangat aku kenal.
"ma...... mama........"
Berlari sekencang mungkin, agar segera bertemu dengan mama dan bisa memeluknya, air mata ku langsung mengalir di pipiku ini.
"mama dari mana aja? aku kangen sama mama."
"terimakasih ya sayang karena kamu masih bertahan, terimakasih karena kamu akan bahagia.
Mama selalu berdoa agar kamu bisa bahagia dan bisa menggapai semua cita-cita mu.
Kamu berhak bahagia sayang, karena yang kamu kwatirkan akan pergi untuk selamanya. berbahagia lah dengan apa yang kamu miliki saat ini."
"ma.... mama....
ma.............."
Ternyata hanya mimpi, tapi bersyukur banget karena masih bisa bertemu dengan mama walaupun hanya dalam mimpi.
Apa artinya mimpi ini? yang kamu kwatirkan sudah pergi selamanya, itu apa artinya ya?
Bertambah lagi pertanyaan dalam benak yang belum terjawab, tapi ya sudahlah.
Ternyata sudah pukul delapan pagi, lalu perlahan membangunkan Elfata untuk segera mandi.
Walaupun tidak masuk sekolah, tapi wajib mandi lalu sarapan.
Setelah selesai Elfata mandi, lalu aku keluar kamar untuk menuju kamar yang biasa aku tempati bersama mas Fahar.
Lalu masuk ke dalam kamar dan langsung menuju meja rias, dan diatas meja ada selembar kertas dimana kunci berada diatas kertas tersebut.
Sepucuk surat dari mas Fahar, lalu perlahan aku baca dan seketika membuat air mataku mengalir.
***Mas sangat mencintaimu dan mencintai Elfata anak kita, maaf karena mengecewakan mu, karena itu adalah rencana Ku.
Sean akan datang untuk menjelaskan lebih lengkapnya, dan kunci adalah tempat menyimpan berkas-berkas yang penting yang sudah mas amankan untukmu dan juga Elfata.
__ADS_1
jika kamu membaca surat ini, itu artinya kalau mas sudah pergi dari dunia ini.
Saya sangat mencintaimu dan juga Elfata***.
Isi suratnya yang membuat semakin penasaran dan langsung mengambil handphone dan kemudian menghubungi Sean dan juga Renta.
Mereka berdua akan segera datang, dan aku pun bersiap-siap untuk menyambut kedatangan mereka.
Mandi lalu berpakaian dan kemudian memoles sedikit wajah ini, agar tidak kusam karena baru menangis.
Bersama yang lainnya termasuk Elfata, dan kami duduk di sofa ruang tamu ini untuk menunggu kedatangan Sean serta Renta.
Akhirnya yang kami tunggu-tunggu telah datang dan wajah mereka berdua terlihat begitu sedih dan lemas.
Bu Margono langsung bergerak ke arah dapur dan tidak berapa lama kemudian, sudah tiba di ruangan ini sembari menyajikan teh untuk kami semua.
"tunggu sebentar ya mbak, kita menunggu pengacara datang."
"untuk apa Sean? ngomong aja dulu. apa maksud dari surat ini?"
Surat tersebut aku serahkan kepada Sean dan perlahan dia hanya melirik nya tanpa membacanya.
"maaf mbak karena kami berdua telah merahasiakan keadaan yang sebenarnya, baiklah saya akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Mas Fahar sudah meninggal, mas Fahar meninggal karena gagal ginjal.
Pak deh tentunya tidak mengetahui hal itu, semuanya kami rahasiakan."
"jangan bohong Sean, jika memang mas Fahar itu pernah mendonorkan ginjalnya, dan tentunya ada bekas jahitan di area perutnya.
Tapi nyata ngak ada Sean, mulus tanpa ada goresan"
"mbak benar, itu karena mas Fahar melakukan proses kecantikan di Korea yang bisa menghilangkan bekas luka atau bekas jahitan karena operasi paska operasi."
Sean menanggapi perkataan Ku lalu memberikan riwayat medis selama melakukan proses kecantikan di Korea.
Lalu ada juga rekam medis tentang riwayat ginjal mas Fahar, dan riwayat kesehatannya paska operasi pengangkatan ginjal.
"mas Fahar begitu mencintai mu mbak, sehingga dia melakukannya tiga tahun lalu kepada mbak Marisa.
Takut pria jahanam itu akan merebut mbak darinya.
Maaf karena mas Fahar terlalu banyak menyakiti mu mbak.
Perselingkuhan itu tidak benar, itu memang disengaja agar mbak mintak cerai lalu menggugat hak asuh anak dan kemudian menggugat harta gono-gini.
Tapi mbak ngak melakukannya, karena mbak bukanlah wanita matre, melainkan wanita yang hebat dan ibu yang luar biasa.
__ADS_1
Alhasil mas Fahar harus putar otak, yaitu dengan cara mengganggu mbak dan Elfata.
Ternyata itu berhasil dan mbak akhirnya mau menggugat hak asuh anak dan harta gono-gini."
"untuk apa Sean? kan bisa aja mas Fahar mewarisi semua harta kekayaan nya langsung kepada Elfata.
Kenapa harus membuat mbak sakit hati? oke lah mbak sakit hati, tapi jangan berimbas kepada Elfata.
Mantan istri itu ada Sean, tapi mantan anak tidak ada.
Elfata terlihat kecewa atas sikap ayahnya, dan kenapa mas Fahar melakukan itu?"
Sean malah tersenyum dan kemudian melirik Elfata dengan tatapannya yang aneh.
"karena mbak mengajarkan Elfata tentang kasih sayang, sehingga keponakan Ku yang hebat ini langsung menyayangi ayahnya.
Mas Fahar ngak mau kalau anaknya merasa kehilangan setelah kematiannya.
Itulah tujuan nya, agar membuat Elfata membencinya dan fokus menyayangi mu mbak.
Egois benar ya mas Fahar ini? sebenarnya Sean juga ngak setuju dengan ide yang gila itu, akan tetapi mas Fahar meyakinkan ku dan Sean bersama Renta bersedia membantunya."
Senyuman barusan Sean kini berubah menjadi raut yang sedih, secepat itu pula perubahan ekspresi nya.
Sean terus melihat ke arah Elfata, pandangannya tidak pernah lepas dari sorot matanya Elfata.
"Elfata....
tatapan mu, wajah mu dan semuanya sangat mirip dengan ayah mu.
Sehingga bisa mengobati kerinduanku kepada ayah mu yang keras kepala itu."
Sean langsung memeluk Elfata, dan tangisannya pecah seketika.
Sungguh aku masih belum mengerti akan penjelasan dari Sean.
Ambigu sekali dan membuatku semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Semuanya seperti mimpi, karena baru kemarin bertemu dengan mas Fahar, tapi hari ini sudah dinyatakan meninggal dunia.
Apaan ini semua?
Kenapa bisa terjadi secara tiba-tiba?
Baiklah, saatnya mendengarkan penjelasan dari Sean, walaupun saat ini dia masih memeluk Elfata dengan tangisan yang semakin menjadi-jadi.
Sementara Renta hanya terdiam dengan kedua matanya yang sembab, lalu bagaimana aku bertanya kepadanya?
__ADS_1
Tidak sabar rasanya untuk bertanya lebih banyak lagi kepada mereka berdua.