AIR MATA MARISA

AIR MATA MARISA
Fahar yang Bersifat Aneh.


__ADS_3

Seminggu telah berlalu setelah bertemu dengan Robert dan rekannya, kini tamu yang di undang hadir di rumah bersama Sean.


"apa maksudmu ini? kenapa kamu melemparkan surat panggilan perceraian ini?"


"sudahlah, ngak usah berlaga bego. kamu itu berpendidikan tinggi, masa hal seperti itu harus aku jelaskan juga."


Fahar langsung terdiam saat mendengarkan jawaban dariKu, tidak sia-sia aku belajar dari Elfata untuk mematahkan ucapan seseorang.


"saya tidak akan pernah menceraikan mu Marisa, kamu dan Elfata adalah milikku."


"tidak Fahar, saya dan Elfata adalah milik sang pencipta dan tidak seorang pribadi manusia pun yang bisa mengakui kepemilikan tubuh kami."


Dia begitu terkejut ketika aku memanggilnya dengan namanya, sungguh tidak ada lagi rasa hormat serta respect Ku terhadap Fahar.


Laki-laki yang tidak bisa konsisten dengan janji dan ucapannya.


Fahar yang berjanji tapi dia yang juga yang mengingkarinya.


"Ini pertama kalinya saya memohon kepada seorang wanita, karena kamu adalah wanita yang aku cintai.


Aku tidak mau kehilangan kamu dan Elfata, saya mohon, kembalilah kepadaku."


"tidak Fahar, tekad saya sudah bulat untuk bercerai dari mu.


Setelah ini, jika ada hal yang perlu. maka kamu harus berbicara dengan pengacara saya.


Mulai hari ini, kamu hanya bisa ngobrol dengan Elfata dan tidak denganKu, karena Elfata juga anak mu."


"baiklah Marisa, tapi saya akan menggugat hak asuh Elfata. saya pastikan bahwa Elfata akan bersama Ku.


Kamu tidak pernah saya izinkan untuk bertemu Elfata selamanya."


Ucapan Fahar begitu kejam, tapi tidak sedikitpun aku gentar dengan ancamannya.


"lebih baik Elfata mati dalipada belpisah dali bunda."


Ujar Elfata yang tiba-tiba datang dari arah dapur, lalu duduk di pangkuanku.


"di rumah ayah sangat banyak mainan, dan Elfata bisa sepuasnya bermain kapanpun.


jika kurang maka ayah akan membeli yang baru dan terkini."


"tidak ayah, Elfata tidak membutuhkan semua itu. Elfata hanya butuh bunda.

__ADS_1


Kenapa ayah tidak bisa menepati janji? bukankah ayah beljanji untuk tidak menyakiti bunda?"


Tanpa menjawab pertanyaan dari anaknya, Fahar dan Sean langsung pergi begitu saja. terlihat jelas raut wajah Elfata yang kecewa terhadap ayahnya.


"Elfata akan melindungi bunda, pokoknya Elfata tidak pelnah membialkan ayah mendelita lagi."


Ucapan Elfata memberikan Ku semangat yang luar biasa, dan kami berdua hanya berpelukan.**


Sidang gugatan perceraian dengan agenda mediasi terhadap penggugat dan tergugat.


Kini aku berhadapan dengan Fahar, tatapannya begitu yakin dengan segala kemampuannya.


Fahar membawa banyak sekali pengacara, mungkin ada sekitar dua belas orang.


"mohon maaf yang mulia hakim, mediasi sepertinya tidak perlu. karena klien saya sudah sangat yakin untuk bercerai dari suaminya.


Sebab mereka sudah dua bulan lebih pisah ranjang, semua karena suami dari klien saya sudah sudah dua kali kecewa terhadap saudara tergugat.


Seperti dalam gugatan kami, bahwa klien saya sudah pernah menikah dengan saudara tergugat, walaupun pernikahan nya tidak di daftarkan."


Pertimbangan hakim akhirnya menyetujui permintaan dari pak Robert, dan akhirnya mediasi berakhir.


Fahar dan para pengacaranya langsung keluar ruangan mediasi, bersama pak Robert kami pun keluar dari ruangan ini.


"saya akan membuat kamu menyesal atas tindakan mu ini, saya tidak perduli seberapa derasnya air mata mu untuk memohon kepada Ku.


Ucapannya sudah aku rekam di handphone ku, entah kenapa aku bisa kepikiran akan hal ini.


Mendengar ucapan Fahar yang sangat sombong, aku hanya bisa mengelus dada.


"diatas langit masih ada langit, Tuhan lah maha pemilik segalanya, bukan manusia seperti kamu."


Fahar langsung terdiam akan ucapan ku, benar-benar habis akal ku menghadapi manusia yang egois ini.**


Waktu berjalan terus tanpa terasa.


hari-hari berlalu.


Sepekan lalu dua pekan setelah mediasi.


Kini tiba saatnya membawa Elfata ikut ke pengadilan, karena gugatan terhadap Fahar tiga sekaligus.


Gugatan cerai, hak asuh anak dan tentang perjanjian tertulis mengenai harta kekayaan Fahar yang sudah di janjikan sesuai dengan perjanjian.

__ADS_1


Elfata masuk ke ruangan pengadilan dan hanya di dampingi oleh petugas, sementara kami hanya menunggu di luar ruangan.


Ucapan pak Robert tempo hari, dimana Fahar akan menuduh saya memalsukan hasil USG dan itu terucap di pengadilan.


Akan tetapi itu bisa di tepis dengan bukti-bukti yang saya miliki, para pengacara Fahar yang banyak itu langsung terdiam ketika mendengarkan dan melihat bukti yang kami ajukan.


Bahwasanya Fahar sendiri yang memilih klinik untuk cek up kandunganku saat itu, Fahar dan mama saat itu melihat ketika aku di USG dokter kandungan pilihan mereka sendiri.


Ketika hakim mempertanyakan, dan akhirnya Fahar jujur dan menyesal karena telah di tipu oleh mama nya saat itu.


Benar-benar plinplan, Fahar yang mengungkit mengenai penipuan jenis kelamin Elfata waktu itu.


Tapi pada akhirnya Fahar mengakuinya dan menjelaskannya sendiri kepada hakim, sang hakim sendiri hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah dari Fahar serta pengacaranya yang banyak itu.


Akhirnya Elfata keluar dari ruang sidang dan langsung menemui Ku, tatapannya tajam yang menuju ke arah ayahnya.


Tatapan itu menggambarkan kebencian terhadap ayahnya yang sangat dalam.


Kemudian Fahar mendekati kami berdua, tatapannya yang aneh menuju ke arahku dan kemudian mengarah ke arah Elfata.


"jika saya kalah, tolong tinggallah di rumah. saya akan pergi dari kehidupan kalian berdua.


Selesai hari ini, maka selesailah semuanya. inilah permintaan terakhir dariKu.


Kiranya kalian berdua tinggal di rumah itu, dan mengolah semua yang sudah dibangun oleh almarhum Papa Ku."


Setelah mengatakan demikian, lalu Fahar masuk ke ruang sidang yang di iringi oleh para pengacara nya.


Waktu yang tunggu akhirnya tiba, yaitu pembacaan putusan.


Akhirnya kami berdua sah bercerai, dan hak asuh jatuh kepada ku.


Sesuai dengan surat perjanjian yang telah kami sepakati, dan dibuat di hadapan notaris.


Hakim menyatakan bahwa Fahar harus melaksanakan semuanya, seperti yang tertulis di akta perjanjian tersebut.


Lalu peradilan di tutup oleh hakim, dan memberikan waktu selama empat belas hari untuk melakukan banding sebelum putusannya berkekuatan hukum.


Aneh memang aneh, di kekalahan Fahar. dia malah tersenyum lebar ke arahku.


Fahar berjalan mendekati Ku, dan memberikan dokumen, lalu di ikuti para pengacaranya.


"kalian berdua harus tinggal di rumah peninggalan almarhum Papa ku, dan harus mengelola usaha yang sudah dibangun oleh Papa.

__ADS_1


Saya percaya akan kepada mu Marisa, dan jika kamu tidak memenuhinya, maka saya akan banding."


Kemudian pergi bersama para pengacaranya, Sean masih tinggal disini lalu menatapku dengan tatapan yang aneh.


__ADS_2