AIR MATA MARISA

AIR MATA MARISA
Pertemuan.


__ADS_3

POV Fahar.*


Akhirnya Sean mengangkat pandangannya dan tatapan itu sayu.


"Renta belum menerima pinangan dari Ku, dia masih trauma dengan percintaannya yang lalu.


Renta masih menggantung cintaku kepada-nya, dia adalah gadis yang membuat Ku merasa percaya diri.


Aku sudah sangat yakin dengan sikap Ku ini, dan aku percaya diri untuk melamarnya."


kemudian Sean terdiam, lalu Fahar menatapnya seraya tersenyum.


"sabar aja dulu, karena kalian berdua sama-sama disakiti oleh pasangan Nya masing-masing dan itu berbeda dengan Ku."


Mereka berdua sama-sama tertawa dan kemudian menyantap makanan dan minuman yang sudah tersaji dihadapan mereka.


"eh pak Fahar, pak Sean. kebetulan sekali kita bertemu disini."


Agam yang tiba-tiba muncul dihadapan mereka dan langsung duduk di kursi, bekas tempat duduk Renta yang meninggal mereka berdua.


"iya pak Agam, karena kami adalah penyelenggaraan perhelatan penghargaan kepada author berprestasi."


jawab Sean, sementara Fahar masih menikmati makanannya tanpa menyapa Agam.


"oh begitu, saya juga salah author yang didapuk sebagai author terbaik.


Tapi ada satu author yang membuat Ku kagum, dan kami sudah sepakat untuk bertemu di perhelatan itu.


Semoga dia masih sendiri, siapa tahu aja jodoh."


Ucap Agam, dan ekspresi tidak bersahabat dari Fahar membuat nya berpindah meja.**


Bangun pagi karena dibangunkan oleh Renta, dengan mengumpulkan seluruh tenaga. akhirnya kedua sahabat tersebut bangun karena mencium aroma makanan yang dibawa oleh Renta.


"kita sarapan yuk."


Pinta Renta seraya menyiapkan makanan dan minuman untuk mereka santap di pagi hari itu dikamar Fahar dan Sean.


Fahar dan Sean ke kamar mandi, selesai gosok gigi dan cuci muka. mereka berdua menemui Renta yang sudah menyiapkan makanan dan minuman untuk mereka bertiga.


"maafkan Renta ya pak karena sudah meninggal bapak di kafe itu, karena kesal aja. ihhhhh gemas dan kesal. maaf ya pak Fahar, maaf pak Sean."


Kedua sahabat itu mengganguk lalu tersenyum dan Renta pun membalas Nya dengan senyuman juga.

__ADS_1


Kemudian mereka bertiga sarapan bersama dan setelah selesai sarapan, Renta menyajikan kopi untuk Fahar dan teh untuk Sean.


Renta membawa minuman itu ke meja sofa lalu mereka bertiga kumpul di sofa dengan suguhan kopi, teh serta map dokumen.


"persiapan perhelatan penghargaan author berprestasi sudah siap sembilan puluh lima persen, semuanya sudah ditangani dengan sempurna.


Berikut ini adalah laporan dari berbagai tim, mohon bapak-bapak untuk memeriksa laporan Nya."


"kamu sudah lama bekerja untuk ku, dan aku percaya sepenuhnya kepada Mu."


Ucap Fahar kepada Renta yang mengagumi kinerja dari Renta.


"baiklah kalau begitu, sesuai dengan pesan mpok Nori, untuk memastikan kedua anak kesayangan makan teratur dan itu sudah terlaksana.


Renta mohon pamit dulu ya Bapak-bapak, masih banyak hal yang harus saya urus."


Kemudian Renta keluar dari kamar VVIP itu, dan seketika itu juga Fahar dan Sean tertawa lepas karena ucapan dari Renta.


"jam berapa acara mulai?"


Sean berdiri dari kursinya lalu menolah Fahar dengan tatapan yang aneh.


"seharusnya pukul tujuh malam, semoga tidak molor. biasanya perhelatan seperti ini sangat banyak drama nya, yang membuat waktu molor."


Sementara Fahar ke arah kamar mandi, tidak berapa lama kemudian Fahar keluar dari arah kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya.


"pakaian ku mana sayang?"


Sean menatap Fahar yang memanggilnya sayang, lalu tersenyum kecut ke arah sahabat nya itu.


"ambil aja sendiri sayang, tuh ada di lemari."


"ya Tuhan......."


Ucapan Sean membuat membuat Fahar terkejut sekaligus sadar, kalau orang yang bersamanya saat adalah sahabat Nya.


"makanya mas bos, pertahankan yang sudah mas bos miliki jangan di sia-siakan."


Fahar terduduk lemas di pinggir ranjang dan masih mengenakan handuk di pinggangnya, lalu Sean berdiri dan mengambil pakaian Fahar dari lemari lalu memberikannya kepada sahabatnya itu.***


Tanpa terasa waktu berlalu, sekarang sudah pukul lima sore, Fahar dan Sean sudah bersiap-siap untuk menghadiri perhelatan penghargaan tersebut.


Fahar dan Sean sengaja lebih awal ke ballroom, untuk melihat para author. Fahar berharap ada Marisa diantar author yang sudah mulai tiba di ballroom.

__ADS_1


Waktu terus bergulir, tapi orang yang diharapkan oleh Fahar tidak kunjung datang. alhasil Fahar dan Sean duduk di kursi yang sudah disediakan oleh panitia.


Acara di buka oleh MC (master of ceremony ) atau pembawa acara, lalu doa bersama yang dipimpin oleh pemuka agama, selesai doa, selanjutnya sambutan dari ketua panitia, direktur pelaksana dan jajarannya.


Selanjutnya adalah acara hiburan, penyanyi top Indonesia menyanyikan sebuah lagu yang indah dan penuh makna perjuangan cinta, karena tema kali ini adalah cinta membawa berkah.


Selesai menyanyikan dua lagu cinta, acara yang di tunggu-tunggu telah tiba.


Kategori pertama adalah author pemula yang berprestasi dengan genre cinta yang dibacakan oleh direktur pelaksana.


Kategori berbagai genre telah umumnya, tiba saatnya hiburan lagi sembari menikmati snack yang disediakan oleh panitia.


Puncak acara yang paling di tunggu-tunggu yang membuat para author sangat bersemangat.


Ketua perhimpunan rumah produksi film yang membacakan kategorinya, dan karya-karya yang sudah diproduksi oleh produser yang mengadopsi karya ke serial film dan juga sinema.


"pemenangnya adalah karya berjudul ' takdir anak pembantu, the power of love, senandung cinta, sang Dewi asrama, Cinta yang tak berujung, panah asmara kehidupan dan pikiranku serta Elfata anak ajaib ku.


Kepada para author tersebut dipersilahkan menuju ke panggung."


Sejenak terdiam dan ada seorang perempuan yang berdiri dari tengah-tengah pra author dan cahaya lampu menyoroti author yang berdiri tersebut.


"Dengan nama akun 'power of love' inilah dia seorang wanita cantik yang bernama Anisa Dwi Armandi."


Prok.... prok.... prok....prok......


Tepuk tangan para hadirin, ternyata itu adalah Anisa yang dikenal oleh Fahar sebagai Marisa.


Wanita cantik itu berjalan dengan seorang anak laki-laki.


"mas bos."


Sean memanggil Fahar ketika melihat tampilan layar, dimana sorot cahaya lampu yang membuat Marisa semakin bercahaya.


Senyuman yang indah dari Marisa dan senyuman yang lucu nan menggemaskan dari Elfata anaknya membuat hadirin tertawa.


Flash kamera yang membidik mereka berdua dan Elfata yang melambaikan tangannya ke arah kamera dan para hadirin yang lain. dengan tingkah nya seperti kantigen atlet nasional yang melambaikan tangan sebelum bertanding.


hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha


Terdengar suara tawa dari para hadirin, karena tingkah lucu dari Elfata.


Mereka semua terlihat geram dan menggelitik hatinya melihat tingkah dan ekspresi dari Elfata anak dari Anisa.

__ADS_1


__ADS_2