
POV Fahar.*
Sudah tiga bulan berlalu setelah konferensi pers yang dilakukan oleh Agam, pada akhirnya kedua orang tua Agam meninggal dunia akibat serangan jantung setelah mengetahui anaknya berlawanan dengan misinya.
Dengan desakan dari masyarakat, akhirnya para oknum yang terlibat berhasil di ringkus dan pengembalian dana pajak berhasil kembali ke kas negara.
Banyak diantara oknum tersebut dihukum penjara seumur hidup dan beberapa diantaranya masih menjadi buronan.
Sementara Edo sudah meninggal dan persis seperti yang dialami oleh mama nya Fahar.
Itu adalah ulah dari penasihat hukum orang tua Agam, yang ikut andil dalam semua peristiwa yang memilukan ini.
Keadaan sudah kembali normal, Fahar dan Sean sudah bisa bernapas lega saat ini.**
Waktu terus bergulir hingga tidak terasa sudah berlalu dua tahun, dan Fahar masih setia menunggu kedatangan Marisa yang tidak diketahuinya keberadaan dimana.
Tiada jejak Marisa, sudah berbagai cara dilakukannya untuk melacak keberadaan Marisa.
tok... tok.... tok ..... tok....
Renta mengetuk pintu ruangan Fahar dan langsung masuk ketika sudah dipersilahkan.
Dengan raut wajah yang serius, Renta memberikan dokumen kepada Fahar.
"saya membaca sebuah komik dari platform lain yang dimana kantor pusatnya di Jepang dan telah mempunyai kantor cabang utama di Jakarta Indonesia.
Renta membaca sebuah karya yang berjudul, ' ' jalan takdir anak Babu '.
Komik sangat kontroversial tapi memiliki viers yang sangat tinggi setiap episodenya.
Alurnya persis seperti yang diceritakan oleh bu Marisa, ketika kami selesai bersalon pak.
Sepertinya ini adalah kisah hidup bu Marisa, ketika menjadi istri bapak."
Seketika itu juga Fahar langsung membaca dokumen tersebut dan tanpa disadarinya, air mata sudah mengalir di pipinya.
"sudah berapa episodenya?"
Tanya Fahar kepada Renta, lalu Sean mengambil dokumen tersebut dari tangan sahabat nya itu.
"episode seratus lima puluh satu pak, tapi penulis nya berhenti menulis ketika anaknya sudah mulai masuk taman bermain.
Anak laki-laki berumur dua tahun, yang sangat mirip antagonis Pria, yang sangat dibenci oleh ibu dari dari anak laki-laki tersebut."
Tutur Renta dengan menceritakan alur dari komik tersebut, kemudian Sean meletakkan dokumen tersebut dengan begitu kuat diatas meja.
"saya ada ide, salah satu anak usaha kita, yang memproduksi serial film.
__ADS_1
Jadi kita adopsi karya komik itu, lalu kita panggil siapa penulis nya untuk menandatangani kontrak Nya."
Renta langsung menatap tajam ke arah Sean, dan sorot mata itu menandakan tidak setuju atas saran dari Sean.
"percuma pak, sudah beberapa produser yang mengangkat komiknya menjadi serial film. tapi penulis Nya selalu memberikan wewenang kepada platform untuk memberikan persetujuan.
jika produser menolaknya, maka penulis tidak akan mengijinkan karya di adopsi ke serial film, ataupun itu sinema film."
Penjelasan dari Rente membuat Fahar mengerutkan keningnya dan kemudian menatap Renta.
"identitas Nya?"
Tanya Fahar tiba-tiba, yang bermaksud alamat dan identitas dari penulis komik yang kontroversi tersebut.
"platform itu begitu profesional pak, mereka tidak pernah mempublish siapa penulis di platform mereka.
Terkecuali jika penulis nya ingin di publish, rahasia di data-data pribadi dari sang penulis sangat dijaga oleh platform."
"hacker?"
kali ini Renta yang mengangkat alis kirinya, atas pernyataan atau pernyataan dari bos nya tersebut.
"selain penulis yang ahli dalam melindungi privasi dan para sentuhan hacker, platform juga melindunginya dengan perlindungan maksimal.
tim pengembangan IT kita sudah berusaha membobol akun penulis itu, tapi malah server kita yang kacau."
"aha.....ha......
Mungkin ide kali ini bisa membantu, kita ada beberapa saham di entertainment yang memproduksi genre film.
Jadi kita buat aja, ajang penghargaan bagi penulis komik yang karyawan di adopsi ke serial film ataupun sinema film."
"percuma pak Sean, kategori seperti itu sudah pernah dilakukan dan penulis hebat tetap tidak datang dan diwakili oleh platform Nya."
Sanggah Renta kepada Fahar, akan tetapi Sean seperti tidak menerima sanggahan dari Renta.
"kita coba aja sekali lagi, mungkin aja kemarin-kemarin itu si penulis sibuk atau ada halangan lainnya.
kali berhasil dan ada salahnya mencoba, setidaknya kita sudah berusaha."
Kemudian Fahar tersenyum ke arah Sean, lalu berdiri dan menghadap Renta.
"iya, kita coba aja seperti yang dikatakan oleh Sean. tolong hubungi beberapa entertainment yang menjadi milik kita.
Gunakan segala upaya untuk membuat nominasi yang berbeda dari yang lain, persilahkan juga dari platform lain untuk ikut berpartisipasi.
Saya tidak perduli sebesar apapun biayanya, buat acara ini berbeda dari yang lainnya."
__ADS_1
Renta dan Sean mengganguk setuju, lalu Renta langsung pergi ruangan tersebut.
"Sean lakukan apa yang kamu lakukan dan pastikan acara ini berjalan dengan lancar."
"siap mas bos, dan ini juga sebagai ajang promosi beberapa produk yang bekerja dengan kita."
Sean kemudian meninggalkan ruangan Fahar, dan sang bos itu terlihat tersenyum puas.
"Marisa, sebentar lagi kita akan bertemu. saya harap kamu menjadi Istriku lagi."
Ucap Fahar yang berbicara dengan dirinya sendiri.
Pernikahan Fahar dan Marisa terbilang cukup singkat, sehingga tidak photo ataupun kenangan lainnya bersama Marisa.
Fahar tetap mencari Marisa dengan segenap kekuatannya dan juga koneksi nya, berhubung Fahar tidak mengetahui jati diri Marisa yang sebenarnya, sehingga susah untuk mencari keberadaan Marisa.
Ketika Fahar pergi ke sekolah Marisa dan ternyata tidak satupun petunjuk yang didapatkan oleh Fahar.
Jepang yang menjadi negara tujuan yang didambakan oleh Marisa, akan tetapi keberadaan Marisa nihil di negara sakura itu.
Informasi latarbelakang keluarga Marisa yang minim membuat Fahar kesulitan untuk mencari keberadaan Marisa.
Begitu kuat Marisa menggoreskan cinta di hati Fahar, sehingga Fahar berusaha terus mencari keberadaan Marisa.
Berbagai cara dengan menghabiskan waktu, tenaga dan uang dilakukan oleh Fahar demi menemukan Marisa.
Seolah-olah Marisa ditelan oleh bumi, sehingga keberadaan sulit untuk di lacak.
Kesibukan Fahar mengurus keluarga Nya membuat pencarian tersebut sempat tertunda.
Kini setelah lega dan beres, Fahar kembali melanjutkan pencariannya.
Berharap kali ini berhasil, walaupun menghabiskan dana yang cukup besar.
Perhelatan penghargaan ini, tentunya melibatkan banyak pihak, semoga aja ada beberapa sponsor yang bersedia memberikan dana atau berinvestasi di perhelatan ini.
"Marisa, apakah kamu baik-baik aja? bagaimana dengan anak kita? apakah kalian berdua sehat-sehat saja?
Harapan Ku, semoga kalian berdua dalam keadaan sehat tanpa kekurangan apapun.
Aku yakin kamu bisa menjaga anak kita, sampai kita bersama lagi."
Lagi-lagi Fahar bicara sendiri, kemudian tersenyum lagi.
Fahar memutar cincin yang dikenakannya, cincin itu adalah cincin Marisa yang sudah dilepas dari jari Nya.
Cincin tersebut berada di jari kelingking kiri Fahar dan terus-menerus memutar-mutar cinta tersebut.
__ADS_1