
Sudah sangat yakin kalau itu adalah mas Fahar, dan aku langsung berhenti melangkah ke dalam toko.
Siapa aku ini?
aku hanya anak pembantu yang dijadikan alat untuk melahirkan anak laki-laki untuk mas Fahar.
Tidak ada gunanya untuk melabrak perempuan yang bersamanya, cepat atau lambat mas Fahar akan mengusir ku dari rumah dan dia bisa menikahi perempuan manapun yang dia inginkan.
Mas Fahar ternyata melihat Ku, dia tersenyum kecut saat melihat Ku yang tidak jadi masuk ke dalam toko.
"uak Jarvis, kita pulang aja. cukup sudah belanja Nya."
Pinta Ku ke uak Jarvis, aku tidak tahu apakah uak Jarvis melihat mas Fahar bersama perempuan muda yang cantik itu atau tidak, tapi sepertinya uak Jarvis melihat Nya, cuman hanya pura-pura tidak melihatnya.
Dalam perjalanan menuju rumah, jelas terlintas dalam pikiran ini tentang mas Fahar yang bersama dengan perempuan muda nan cantik itu.
'haaaa....
sudah lah, buat apa di pikirkan. emangnya siapa diriku ini, sadar diri Marisa, kamu bukan siapa-siapa.
Kamu hanya dinikahi secara sirih, itupun karena di perkosa. jangan berharap lebih, anak babu tidak pantas mendapatkan seorang konglomerat hebat*.'
Ujar dalam hati, untuk menguatkan diri ku yang tengah rapuh.
Akhirnya sampai juga di rumah, barang belanjaan Ku dibawa oleh mas Fahar. sesampai di ruang tengah yang menjadi ruang tamu rumah mewah ini.
Aku sudah di sambut wajah jutek dari Nyonya Rina dan putri Nya yang bernama Lisa.
"enak ya shopping banyak, anak babu yang baru mendapatkan jackpot alias rejeki nomplok dengan berpura-pura di perkosa."
(Arti jackpot adalah (Kata Benda). pot perjudian, hadiah main kartu. to hit the j. memenangkan hadiah besar/pertama.
Tapi dalam pengertian di kehidupan anak muda, jackpot adalah hadiah besar yang tidak terduga datang nya dari mana.
Atau hadiah besar dari seseorang yang secara tiba-tiba, ibarat menang sebuah lotre berhadiah)
"letakkan disini aja belanja nya Wak, oh iya ini Marisa belikan untuk istri uak ya. semoga pas untuk ibu ya uak."
__ADS_1
"terimakasih non, istri uak pasti senang dengan hadiah ini.
kalau non butuh apa-apa tinggal hubungi uak aja ya non."
Ujar uak Jarvis, lalu uak pergi dari ruang tamu ini.
hal ini sengaja aku lakukan tanpa menanggapi perkataan dari Lisa, karena percuma juga menanggapi nya. nantinya malah membuat hatiku semakin kacau dan perih.
Dengan membawa belanjaan masuk ke dalam kamar dan tiba-tiba Lisa memegang pundak Ku.
"non Lisa jangan sentuh neng Marisa, jangan non......"
Pinta mpok Nori yang setengah berlari menghampiri kami dan kemudian menepiskan tangan Lisa dari pundak Ku.
"apa sih babu? bising banget deh."
Lisa terlihat sangat marah ketika tangannya di tepis oleh mpok Nori.
"ruangan ini sudah dilengkapi sisi TV oleh tuan muda, jika non menyakiti neng Marisa. maka tuan muda akan membalasnya.
Tolong jangan sakiti neng Marisa, pikirkan akibatnya nanti.
Ucapan mpok Nori membuat Lisa semakin kepanasan, dia melihat seperti melihat hewan buas yang siap menerkamnya.
"hebat sekarang ya, kamu sudah memperalat pria saiko itu."
Tanpa menanggapi Lisa, kaki ini aku langkahkan ke arah kamar. suara teriakan akan makian terhadap Ku, mendengung di telinga ku ini.
Seperti nasihat dari almarhumah mama, segala perkataan sumbang. buatlah masuk telinga kiri dan keluar telinga kiri yang artinya membal atau di tolak.
Tidak berapa lama suara-suara sumbang itu alias suara yang membuat hati teriris sudah hilang dan aku putuskan untuk mandi.
Setelah selesai mandi dan kemudian mengenakan pakaian yang baru aku beli, lalu mencoba memoles wajah ini.
Cukup sudah dan kaki ini melangkah keluar kamar untuk sekedar duduk di ruang tamu sambil menunggu mas Fahar pulang.
Duduk di sofa mewah ini, sambil menunggu mas Fahar pulang, tidak berapa lama mas Fahar sudah pulang bersama seorang perempuan yang aku lihat saat di toko sepatu di pusat perbelanjaan itu.
__ADS_1
Aku langsung berdiri untuk menyambut kedatangan mereka berdua, rasanya sangat sakit melihat perempuan muda itu menggandeng tangan mas Fahar.
"selamat sore tuan muda."
Mas Fahar aku sapa dengan panggilan tuan muda, lalu aku pergi ke belakang untuk membuat minuman untuk mereka berdua, sebagaimana yang biasa aku lakukan ketika mas Fahar membawa tamunya ke rumah.
Ketika menyajikan teh hangat untuk mereka berdua, aku melihat mas Fahar begitu mesranya terhadap perempuan muda itu.
Selesai menyajikan teh tersebut, lalu aku pergi menuju kamar. soal sakit hati itu sudah pasti.
Untuk melampiaskan semua amarah ini, aku membuka laptop untuk menggambar karakter animasi yang baru.
Yaitu wanita muda nan cantik yang saat ini sedang bermesraan di ruang tamu bersama sang tuan muda Fahar Wijaya, yang sudah menikah denganku dengan status pernikahan sirih.
Pernikahan sirih adalah pernikahan yang tidak di akui secara hukum, tapi syah dimata agama.
Aku bukanlah ahli agama yang menjelaskan tentang kesalahan yang dilakukan oleh mas Fahar, karena diriku ini hanyalah anak pembantu yang dinikahi secara sirih karena diperkosa oleh sang tuan muda Fahar Wijaya yang mempunyai uang dan kuasa akan duniawi.
Alur cerita komik yang berjudul, ' Takdir seorang Anak Pembantu ' kini sudah ada episode barunya.
Apa yang terjadi dalam hidup ku ini, tergambar jelas di komik hasil karya ini. tentunya semua nama adalah samaran, begitu juga dengan latarbelakang dan profil para karakternya.
Ternyata sudah mencapai tiga puluh episode, karena pengalaman hidup yang baru setelah menjadi istri sirih sang tuan muda Fahar Wijaya.
Kisah hidup ku ini ternyata begitu pahit, dan itu tergambar jelas di karakter komik yang aku gambar.
Merasa sudah tidak ada lagi ide, laptop kemudian aku tutup setelah menyimpan hasil karya yang baru itu.
Lalu ke kamar mandi, gosok gigi dan cuci muka. setelah itu baru beranjak ke ranjang setelah mengelap bersih wajah dengan kain bersih dan lembut.
Setelah beberapa menit rebahan di ranjang, lalu mas Fahar masuk kedalam kamar ini. tapi aku berpura-pura tidur dengan menghadap ke sisi lain dari kasur, karena tidak ingin melihatnya.
Entah apa yang dilakukannya, setelah beberapa menit kemudian. mas Fahar sudah berada di sampingku.
Posisinya Aku membelakangi mas Fahar, dan mencoba untuk tegar dan menahan air mata agar tidak tumpah.
Ternyata itu berhasil, tapi sepertinya mas Fahar memperhatikan Ku yang tidur membelakangi nya.
__ADS_1
Sudah pasrah terhadap apapun yang akan dilakukan mas Fahar kepada Ku, termasuk jika mas Fahar ingin melakukan hubungan suami-istri.
Sebagai istri aku wajib melayaninya, setelah menunggu beberapa menit. ternyata mas Fahar tidak melakukannya.