AIR MATA MARISA

AIR MATA MARISA
Salah Paham.


__ADS_3

POV Fahar.*


Fahar, Sean dan Renta. kini sudah berada di ruangan security dan beruntung mereka bertiga tidak dikeroyok oleh pengunjung yang lain karena berhasil di amankan oleh security.


"tadi anak kecil bersama kedua orangtuanya, yang melapor ada penculik, dan mereka bertiga adalah pelakunya."


Fahar langsung terkejut dan lemas, ketika pelayan kafe berkata bocah tersebut datang bersama kedua orang tuanya.


"ini salah paham pak, yang ditengah ini bernama pak Fahar Wijaya, pemilik hotel Wijaya yang tidak jauh dari sini pak."


"pak Fahar Wijaya ya."


Seorang pria yang berpakaian stelan jas, datang menghampiri mereka bertiga dan itu memotong pembicaraan Renta.


"lepaskan."


Ujar pria itu dan sekurity langsung melepaskan ikatan tali yang mengikat mereka bertiga.


"jangan kurang ajar kalian ya, yang tangkap ini adalah pak Fahar Wijaya, pemilik hotel Wijaya dan setengah saham dari tempat ini adalah milik pak Fahar Wijaya."


"maaf Pak, saya tidak tahu. tadi ada anak kecil yang berteriak-teriak karena mau di culik oleh dua om-om dan satu tante-tante."


Pelayan Kafe yang salah paham mencoba menjelaskan kejadian dan Sean hanya bisa tertawa.


"maaf ini salah paham, kami tidak ada niat untuk menculik anak itu.


Bos ku ini mirip sekali dengan anak itu pak, tapi kami dikelabuinya. lalu bocah itu lari dan kami mencari Nya. hanya itu aja pak, tidak lain dari itu."


Ujar Renta yang menjelaskan keadaan, agar tidak ada kesalahpahaman. sebab mereka bertiga disana karena di tuduh hendak menculik anak kecil yang bernama Elfata.


"mohon bapak, ibu. saya sudah salah paham, saya mintak maaf."


Sanggah pelayan tersebut dan Fahar pun menjelaskan ulang, pelayan tersebut dipersilahkan pergi. sementara Fahar, Sean dan Renta menuju ruangan pria yang mengenal Fahar.


"apakah daerah ini ada sisi tv nya?"


Tanya Sean kepada pria yang mengaku sebagai manajer tempat tersebut, dan mereka langsung ke ruang kendali sisi TV.


Tapi mereka tidak menemukan sosok yang mereka cari, dengan kekecewaan mereka akhirnya pulang tanpa hasil.


Kemudian Renta membawa mereka ke tempat lain, yang merupakan kafe dengan tema alam terbuka.


Setelah memilih tempat yang cukup cocok, kemudian mereka bertiga duduk. terlihat Renta meraih handphone nya dan menghubungi seseorang, setelah tersambung kemudian mengaktifkan loud speaker handphone nya.


'halo Ina, coba cek deh di daftar eliminasi. apakah ada yang bernama Marisa?'


'mohon maaf mbak, itu tidak bisa kita cek. karena itu melanggar aturan, untuk pencarian seperti itu kami tidak mempunyai password.'

__ADS_1


'kalau berdasarkan nama akun bisa?'


'tidak bisa juga mbak, kita hanya bisa mengecek nama penerima voucher hotel dan tiket pesawat gratis.'


'itu pun jadi, tolong carikan nama atas nama Marisa.'


'mohon tunggu sebentar ya mbak.'


Terdengar suara dari keyboard komputer di ketik untuk beberapa kali secara berulang-ulang.


'halo mbak Renta'


'iya gimana?'


'ngak ada mbak, sudah saya berulang kali tapi tidak ada hasilnya.'


Dengan kekecewaan Renta menutup telponnya dan kemudian menatap Fahar yang terlihat lemas karena kecewa.


"apa Marisa sudah menikah? dulu ada laki-laki yang sebaya dengannya dan laki-laki itu yang membuat ku cemburu. apakah dia menikah dengan laki-laki itu?"


Ucap Fahar yang tiba-tiba setelah Renta selesai menelpon.


"Ada beberapa tipe perempuan pak, dan Renta akan menceritakan tipe yang sangat aku sukai.


Tipe itu ada pada sepupuku, kakak sepupuku ketika hamil besar dan suaminya meninggal.


Perempuan itu berbeda dengan laki-laki, perempuan itu sulit untuk membuka hatinya kembali, dan ada beberapa alasannya.


Karena cintanya kepada pasangannya sehingga tidak mau lagi membuka hati nya, karena pasangan itu masih yang terbaik untuk Nya.


alasan yang kedua adalah trauma, rasa sakit dari pernikahan pertamanya membuat nya enggang untuk membuka hatinya untuk pria lain.


Perempuan seperti itu sulit untuk didekati, dan sulit untuk meluluhkan hatinya kembali. butuh kekuatan ekstra dan kesabaran yang mempuni."


Penjelasan dari Renta membuat Fahar dan Sean menatap tajam ke arah Renta.


"apa menurutmu Marisa itu masih sendiri?"


Renta membalas tatapan tajam itu dengan senyuman kecut darinya.


"jika pemilik akun ' power of love' itu adalah bu Marisa. aku yakin sembilan puluh sembilan persen kalau bu Marisa masih sendiri alias belum menikah.


alasannya adalah, karena pemilik akun itu sangat aktif dalam mengupdate episode Nya dan itu sangat-sangat luar biasa.


Sudah pasti pemilik akun tidak ada waktu memikirkan hal asmara.


Menggambar karakter yang begitu bagus, unik dan waouuuuu.

__ADS_1


Itu membutuhkan waktu yang sempurna dan full, lain lagi dengan prolog Nya, memikirkan kata-kata yang tepat untuk dituliskan."


"jadi kesimpulannya apa?"


Sean bertanya kepada Renta, dengan segala kebingungan nya terhadap penjelasan dari Renta.


"simak dong pak Sean, artinya jika pemilik akun ' power of love ' itu adalah bu Marisa, itu artinya bu Marisa tidak nikah lagi."


"oh.....


Kalau pemilik akun itu bukan mbak Marisa gimana dong?"


"mana ketehe, pertanyaan aneh."


Jawab Renta kepada Sean, jelas-jelas raut wajah tergambarkan kekesalan. tapi Sean malah tertawa ke arah Renta.


Kemudian Renta meneguk minumannya yang sudah tersaji dihadapan, lalu Fahar menatapnya dengan tatapan yang sayu.


"apa aku bisa bertemu dengan Marisa? apakah Marisa masih mau menjadi istri ku lagi?"


Renta meletakkan gelas Nya, dan kemudian menatap Fahar dengan tatapan yang tajam dan terlihat kesal terhadap bos nya itu.


"kalau jodoh pak."


jawab Renta dengan singkat, kemudian memalingkan wajahnya dari pak Fahar, kemudian memanggil pelayan.


"mohon tunggu sebentar lagi ya bu, pesanan ibu dan bapak sebentar lagi siap."


"tolong bungkus pesanan nomor tiga, karena saya muak melihat dua pria yang disamping Ku ini."


Ucap Renta sambil melirik Fahar, lalu berdiri menuju kasir.


Setelah membayar pesanan dan menerima makanan yang dibungkus, Renta meninggalkan Fahar dan Sean yang masih kebingungan karena sikap aneh dari Renta.


Renta sudah berlalu, sementara Fahar dan Sean masih bengong di kafe.


"mas bos, kunci mobil sama Renta."


Ujar Sean, yang baru sadar kalau dia dan sahabat nya itu di tinggalkan oleh Renta.


"kalian berdua berantam ya?"


Tanya Fahar tiba-tiba ke Sean, lalu menatap Fahar dengan tatapan yang curiga.


Bukannya menjawab pertanyaan dari Fahar, malah menunduk sambil mengaduk minuman Nya.


Mereka berdua malah terdiam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing, sepertinya rahasia kedekatan Sean dengan Renta sudah tercium oleh Fahar.

__ADS_1


Kemudian Fahar menatap sahabatnya yang sekaligus menjadi asisten nya itu, dan berharap sahabatnya itu bisa cerita mengenai hubungannya dengan Renta.


__ADS_2