AIR MATA MARISA

AIR MATA MARISA
Pria dari masa Lalu


__ADS_3

"bunda sama bude kok belpelukan, ikutan ah."


Ujar Elfata dan langsung memeluk kami berdua yang masih berpelukan, lalu datanglah Bani yang ikut memeluk kami.


"mas Bani, Elfata. bunda ada berita bagus, lusa kita berlima akan liburan ke pulau Bali. itupun jika oma mau ikut dengan kita."


"tentu dong, oma ngak pisah dari cucu-cucu oma."


Akhirnya kami berpelukan lagi dan lagi, sesederhana itu dan sudah membuat kami bahagia.


"kok bisa bunda?"


"bisa dong Elfata, kerja bunda dan bude akhirnya memberikan kesempatan kepada kita untuk liburan ke pulau Bali."


Bani dan Elfata begitu bahagia Nya, dan itu tentunya dong. bahkan ini adalah pertama kalinya bagiKu untuk pergi ke Bali.


"satu lagi, besok kita akan ke sekolah yang baru, sekolah nya mbak Nuri."


Bani dan Elfata terlihat bingung, begitu juga dengan ibu Margona.


"kenapa tiba-tiba pindah? emangnya kenapa?"


Lalu aku dan mbak Nining mendekati ibu Margona untuk memberikan penjelasan.


"begini ibu, Elfata dan mas Nya yaitu Bani. selalu berkata bosan disekolah Nya, karena pelajaran itu-itu aja.


tadi pagi mbak kemari dan memberitahu kalau sekolah Nuri memiliki sistem pendidikan yang terkini.


Anak yang jenius akan dipisahkan dari teman-teman lainnya, karena Nuri juga seperti itu."


Mbak Nining pun memegang tangan ibu mertua Nya lalu menatap Nya dengan sendu.


"iya ibu, kami berdua hanya ingin yang terbaik untuk anak-anak dan sesuai dengan kemampuan mereka berdua.


Karena tiap pagi, Bani itu susah di ajak ke sekolah, karena bosan. pelajaran nya itu-itu aja. rupanya Elfata juga demikian Bu."


"iya juga emang, ibu juga kadang-kadang bingung menjawab pertanyaan mereka berdua, ya sudah.


Berikan yang terbaik untuk kedua cucu ibu, kalian berdua adalah putri ibu yang hebat. pokoknya untuk cucu-cucu oma harus yang terbaik."


Aku dan mbak Nining tersenyum lega, karena ibu menyetujuinya.


Seperti biasa, ibu dan anak-anak akan makan siang bersama dan kami berdua wajib ikut.**


Elfata dan mas nya yaitu Bani, akhirnya diterima di sekolah yang baru setelah di lakukan pengujian.

__ADS_1


Anak-anak kami masuk ke kelas yang dikategorikan anak jenius, jadi kami berdua hanya perlu memantau perkembangan mereka berdua.


Lalu kami mintak ijin untuk liburan beberapa hari di Bali dan guru baru nya memberikan ijin, karena anak-anak kami juga butuh liburan untuk mempererat hubungan antara anak dan ibunya.


Kami berlima sudah berada didalam pesawat dan sudah lepas landas, menurut informasi dari kru pesawat nya, perjalanan menempuh waktu tiga jam dua puluh menit.


Akhirnya sampai juga di Bali pulau Dewata, langsung menuju hotel dan kami berlima memilih kamar double room VIP (Very Important Person).


Mungkin karena kelelahan dalam perjalanan, kami langsung tidur di kasur yang empuk.


Tapi pada akhirnya tidak bisa tidur juga, karena begitu bersemangat dan terlalu eksitik.


Setelah anak-anak mandi dan oma nya yang mengurus sisanya, lalu kami mandi bergantian.


Lalu kami turun ke bawah menggunakan lift, setelah itu menuju restoran yang sangat bagus yang bertema alam.


Kami memilih meja yang agak besar dan itu langsung menuju ke arah pegunungan, dengan view persawahan dimana padi nya mulai menguning.


Memesan makanan dan minuman yang dalam bentuk set, dan tidak berapa makanan dan minuman itu sudah tersaji di hadapan kami.


Sangat enak dan lezat, kami menikmatinya dengan begitu bahagia.


Dengan begitu lahapnya kami makan, dan sesekali bergurau. tanpa kami sadari, makanan dan minuman yang tersaji, sudah ludes.


"Marisa...."


"Fernandes, apa kabar kamu."


Fernandes jauh begitu tampan, dan senyuman nya yang selalu membuat jantung ku berdebar.


"kok Malisa? nama bunda Ku itu Anisa Dwi Almandi."


Elfata protes karena Fernandes menyebut nama sebagai Marisa, nama dari almarhum putra Wijaya.


"itu nama panggilan bunda mu dulu sayang."


Penjelasan dari mbak Nining, yang akhirnya bisa membuat Elfata paham. karena mbak Nining sudah mengetahui nama ku yang dulu.


"bunda dan Nandes, ngobrol aja dulu di tempat lain. Elfata dan mas Bani, bude dan oma, mau liat ikan dulu."


Ucap Elfata anakku, dia membiarkan ku untuk ngobrol berduaan dengan Fernandes.


Lalu kami berdua duduk di kursi yang mejanya di peruntukkan untuk dua orang.


"Elfata itu keponakan mu ya?"

__ADS_1


Fernandes mengira Elfata itu keponakan Ku, raut wajahnya yang begitu serius saat menanyakan itu.


"ngak, itu anak ku. namanya Adam Elfata, kan tadi panggil Nya bunda."


"Adikku yang perempuan dipanggil bunda juga oleh anak kakak kami, jadi apa salahnya coba."


"tapi aku serius Nandes, Elfata itu Anakku. aku sudah hamil ketika hendak ujian Nasional. ayahnya Elfata sudah meninggal dan saya janda beranak satu."


Sepertinya Fernandes belum sepenuhnya percaya, dan akhirnya bu Margona datang menghampiri kami berdua yang hendak memberikan makanan dan minuman lagi.


Bu Margona aku perkenalkan sebagai ibu mertuaku, dan mbak Nining sebagai kakak ipar Ku. barulah Fernandes terlihat yakin dengan apa yang aku ucapkan.


"terlepas apapun status Mu, dan kamu selalu jujur. itu yang membuatku semakin menyukaimu.


Kamu itu apa adanya, tetap pada pendiriannya dan kamu wanita yang sangat aku sukai."


Ujar Nandes, kali ini bertambah lagi orang yang mempercayai cerita kebohongan Ku. lagi pula apa gunanya Fernandes mengetahui jati diri Ku yang sebenarnya.


"iya ..... iya......


janda memang selangkah lebih maju, sudah berpengalaman dan bisa membimbing pria muda seperti kamu."


Ya Tuhan.....


Senyuman Fernandes membuat jantung berdebar, tapi apalah daya diriku ini yang sekarang sudah menjadi janda beranak satu.


"aku kira kamu ngak menulis lagi, ternyata kamu ada disini yang artinya sebagai nominasi dari author yang hebat."


"hanya itu yang saya bisa Nandes, dan itu juga yang menghidupi keluarga Ku.


Kamu jadi kan ke Jepang itu?"


Lagi-lagi Fernandes tersenyum dan itu membuatku jantung ku semakin berdebar.


"iya, dan itu yang membuatku semakin kecewa. berhari-hari aku menunggumu, agar kita bisa berangkat bersama ke Jepang.


Tiket mu sudah aku pegang, tapi kamu sudah pergi dari rumah mewah itu.


Dengan langkah yang berat, akhirnya aku berangkat sendirian ke Jepang."


"maafkan saya karena sudah hamil duluan, kamu sih selalu memberikan harapan palsu.


Perempuan itu ya butuh kepastian, bukan digantung seperti itu."


Sepertinya Fernandes kecewa dengan ucapan Ku, dan itu jauh lebih baik. karena aku sudah tidak layak untuknya.

__ADS_1


Fernandes adalah Pria yang aku taksir sejak duduk di bangku kelas satu SMK (sekolah menengah kejuruan).


Saya berpisah dengan Nya, karena diperkosa oleh sang tuan muda Fahar Wijaya.


__ADS_2