AIR MATA MARISA

AIR MATA MARISA
Flashdisk Rahasia dari Lisa.


__ADS_3

Lalu aku membuka file dalam bentuk MP4, dan itu adalah sebuah video, dan setelah aku putar dan itu adegan Bu Rina sedang melakukan hubungan suami-istri dengan pria muda yang lain.


file MP4 yang lain adalah hubungan suami-istri antara Bu Rina dengan kak Zidan, anak dari mpok Nori.


(MP4 adalah singkatan dari kata MPEG-4 Part 14.  Istilah MPEG-4 Part 14 apabila disingkat yaitu menjadi MP4.


MP4 adalah wadah atau program kode untuk menyimpan file video dan pemutaran, yang bisa disimpan dan diputar dalam keadaan offline alias tanpa internet).


Berdasarkan riwayat folder, jumlah file photo dan file MP4 yang tidak senonoh totalnya berjumlah enam puluh, sebanyak tiga puluh lima file MP4 dan sisanya adalah file photo yang berbentuk jpeg.


(Joint Photographic Experts Group (JPEG) merupakan skema kompresi file bitmap.)


Kemudian back Folder, dan Folder kedua dengan nama ' ATM berjalan'


Isi folder yang bernama ' ATM berjalan' itu tidak kalah menakjubkan nya. terdapat beberapa bukti transfer dari rekening atas nama Rina Ayunda ke beberapa nama laki-laki.


Dari sekian bukti transfer dan nama Zidan terdapat juga, jika di hitung ada sejumlah lima belas kali transfer dan jumlah nya lumayan besar.


Lalu membuka folder berikutnya dan itu jauh lebih menakjubkan, lalu kemudian aku tutup. segera aku salin semua folder tersebut ke driver gmail milikku.


Lalu menyalin ke flashdisk ku yang lain untuk memperbanyak data-data berharga itu, mungkin saja data-data ini bisa membungkam mulut nyonya Rina yang kejam itu.


Setelah semua tersalin dengan sempurna, lalu aku menyimpan dengan rapi dan tentunya bersifat rahasia.


Lalu aku lanjut untuk menggambar karakter komik dengan tema cerita rahasia dari ibu mertua anak babu.


Tidak berapa lama suara-suara sumbang itu terdengar jelas arah ruang tamu, sesegera mungkin untuk menyimpan file karakter komik yang baru ku ranjang. lalu mematikan laptop.


Kemudian aku keluar untuk melihat pemilik suara sumbang tersebut, dan yang datang adalah Lisa bersama kakak laki-lakinya yang bernama Alex.


"eh anak babu, kamu kan yang mengambil flashdisk milikku? sini kembalikan."


Perintah nya dengan raut wajahnya yang marah, terlihat Lisa dan saudara laki-lakinya itu terlihat panik.


"flashdisk? buat apa aku mengambil flashdisk Mu, itu tidak ada gunanya untuk anak babu seperti Ku."


"ngak usah bohong kau, oh disini kan ada sisi tv. mpok Nori..... mpok...."


teriak Lisa memanggil mpok Nori, dengan tergesa-gesa mpok Nori datang kehadapan kami.

__ADS_1


"kenapa non? apa yang bisa mpok bantu?"


"dimana server sisi tv ruangan ini, Lisa mau mengeceknya. karena disini ada pencuri."


"maaf non, disini ada ngak pencuri. lagi pula untuk melihat server sisi tv harus ijin dulu dari tuan muda."


"apaan sih mpok, saya ini adik mas Fahar. ngapain aku butuh ijin Nya."


"tetap non Lisa harus mendapatkan ijin dari tuan muda, sok atu di telpon. kok susah benar ya non."


"ngak lucu mpok, cepat tunjukkan dimana server sisi tv itu."


"tidak non, jika non tetap maksa itu artinya mpok akan dipecat kerja dari sini dan bisa-bisa mpok di seret ke penjara atas tuduhan pencurian atau kelancangan membuka sisi tv tanpa seijin dari tuan muda.


mpok ngak mau dipecat, karena mpok masih punya anak yang butuh biaya sekolah dan mpok tidak mau masuk penjara."


"saya ini adik mas Fahar, cepat tunjukkan dimana server sisi tv itu."


"sekali lagi mpok sampaikan non Lisa harus ijin dulu dari tuan muda, lagi pula tuan muda pernah menyampaikan kalau tuan muda tidak pernah merasa punya adik lagi. jika non Lisa masih memaksa tanpa ijin dari tuan muda, maka mpok akan memanggil satpam datang kemari."


"Mpok jangan macam-macam iya, ini masalah nasib kami dan anak mpok."


"Mpok Nori, anak mpok yang bernama Zidan juga terlibat. mpok paham maksud Lisa kan?"


"mpok tidak perduli non, terserah non Lisa aja."


"Mpok gila ya, apa susah nya menunjukkan server sisi tv itu?"


"apa susah nya bagi non untuk ijin dari tuan muda."


Ujar mpok Nori kepada Lisa dan hal itu membuat mereka berdua terlihat geram dan kemudian Lisa dan Alex menatapku dengan tatapan yang sangat menyeramkan.


"serahkan flashdisk itu anak babu, serahkan sekarang sebelum kesabaran ku habis."


Ucap Lisa dengan suara yang lantang dan nada yang keras.


"terserah kamu mau berbuat apapun, dan yang jelas flashdisk itu tidak ada sama Ku. saya tidak merasa mengambil apapun yang menjadi milik mu."


"jika memang bukan kamu yang mencuri flashdisk Ku, itu artinya kamu tidak keberatan jika kamar mu di geledah."

__ADS_1


"kamar lama yang aku tempati dengan almarhumah mama silahkan, tapi untuk kamar yang aku tempati dengan mas Fahar jangan.


jika ingin menggeledah Nya, ijin dulu kepada mas Fahar. saya tidak bisa memberikan ijin penggeledahan di kamar itu tanpa seijin dari mas Fahar."


"kamu kan istrinya, saya cukup butuh Ijin dari mu aja."


"kamu jelas tahu kan kalau aku ini hanya istri sirih dari mas Fahar, aku tinggal di kamar itu sebagai penumpang."


Untung flashdisk itu sudah aku amankan dan kamar sudah terkunci dengan sempurna, kalau ngak bisa gawat ini.


Lisa langsung menuju kamar lama yang aku tempati dengan almarhumah mama, bersama mpok Nori, kami mengikuti mereka berdua ke kamar lama tersebut.


Percuma menggeledah kamar itu, karena itu sudah kosong dan sisa barang-barang almarhumah mama sudah dibakar.


"kemana semua barang-barang yang ada disini?"


Tanya Lisa dengan nada bicaranya yang kuat dan lantang.


"sehari setelah mama di makamkan, barang-barang tersebut sudah di bakar semua atas perintah dari mas Fahar."


"oke, sekarang Lisa mau mengeledah kamar kamu yang sekarang."


"kamu budeg ya, kan sudah aku bilang. kalau mau menggeledah kamar kami berdua, maka kamu butuh ijin dari mas Fahar."


Jarak antara aku dan Lisa mungkin ada dua meter dan terlihat dia mau melakukan kekerasan terhadap Ku.


prang.... prang.... Prang.... prang.... Prang.... prang.... Prang.... prang....prang.... prang....


Prak... blas.... Bram....


Lisa terjungkal balik karena tersandung guci yang aku tendang ke arahnya, dia merintih kesakitan.


Sepertinya kaki kanan Lisa terkilir karena terjatuh, dia berteriak dengan sangat kuat. saudara laki-laki Nya itu yang bernama Alex membantu nya dan akhirnya Lisa bisa duduk dilantai dan dia masih meringis kesakitan.


"dasar anak babu sialan, beraninya kamu mencelaikai Ku, kamu belum tahu siapa aku ya."


"iya benar, saya tidak kamu itu siapa. saya juga ngak mau tahu kamu itu siapa."


Lisa semakin meraung-raung karena ucapan Ku barusan, dan seketika itu langsung aku kirimkan pesan WhatsApp kepada mas Fahar, kalau di rumah ini ada pengacau yang menggangu istrihat Ku.

__ADS_1


__ADS_2