
POV Fahar.*
Fahar bersama Sean sudah tiba di rumah mewah milik keluarga Wijaya, dan langsung terduduk di sofa ruang tamu.
Mpok Nori langsung mendatangi mereka berdua seraya menyajikan kopi dan teh, tidak berapa lama kemudian. maminya Fahar pun tiba di rumah mewah tersebut.
"nak....
kok jadi jahat gini sih sama mami? apa salah mami nak?"
Fahar memberikan isyarat kepada Sean, untuk melakukan sesuatu tindakan. seketika itu juga Sean langsung pergi ke arah kamar Fahar.
Sementara Fahar terdiam dan mami nya terus-menerus mengoceh.
"mami kira kamu sudah berubah, tapi nyatanya sama aja dengan Papi mu. keras kepala dan egois."
Fahar tidak menanggapi nya dan akhirnya Sean datang membawa laptop dan juga flashdisk yang sudah berada di plot laptop tersebut.
Sean kemudian menyodorkan laptop tersebut ke arah sang nyonya Rina, dan wajah sang nyonya terlihat agak panik.
"apa ini nak?"
"lihat aja mi."
Jawab Fahar dengan nada rendah, dan kemudian video di putar. seketika juga maminya Fahar menutup mulut nya.
Beberapa saat kemudian menutup laptop tersebut, lalu air matanya berderai di pipinya.
"bukan Papi yang egois, tapi mami yang sudah keterlaluan.
Mami mencelakai papi hingga akhirnya Papi meninggal, mami selingkuh dengan brondong dibelakang Papi.
Mami menguras semua harta papi demi gengsi mami dan juga ambisi.
Saya benar-benar jijik melihat mami, sebegitu menjijikkan mami. sampai-sampai anak mpok Nori pun mami jadikan jadi pemuas nafsu."
"apa bedanya sama kamu nak, kamu juga menjadi Marisa sebagai pemuas nafsu mu."
"jelas beda mi, Fahar mencintai nya. tapi karena kelicikan mami, Fahar menjadi kehilangan Marisa.
Mami sudah merekayasa hasil USG kandungan Marisa, padahal itu cucu mami sendiri.
Mami juga mengalihkan beberapa saham Papi untuk membangun klinik, dan hasilnya untuk berpoya-poya."
"jangan gitu dong sama mami, masa kamu ngak punya hati sama mami."
"mami ngak perlu bicara soal hati, karena hati nurani mami sendiri juga sudah mati.
Mulai sekarang Fahar akan bertindak, dan rumah ini haram untuk mami pijak."
__ADS_1
"liat Fahar, mami tidak akan tinggal diam."
Ucap mami nya, lalu berdiri dan langsung pergi.
Sean kemudian menoleh Fahar seraya tersenyum kecut, lalu minum teh yang ada dihadapan.
"Sean pulang ya mas, lama-lama bosan juga liat mas."
Ucap Sean lalu berdiri dan kemudian melangkahkan kakinya.
"kalau aku bosan, jemput kemari ya."
Sean menoleh lalu tersenyum, kemudian berlalu lagi.
Mpok Nori pun menghampiri Fahar yang duduk di sofa, ekspresi wajah mpok begitu sangat sedih.
"maafkan mpok yang gagal mendidik anak, Mpok sudah tahu kalau anak mpok bermain gila dengan nyonya besar."
"sudahlah mpok, itu semua terjadi karena mami yang memasaknya. mpok ngak usah merasa bersalah seperti itu.
Mpok juga masih punya dua anak yang berbakti, sayangi mereka ya mpok.
Fahar ngak berhak marah ke mpok, karena mpok juga manusia biasa.
Fahar sudah melihat perjuangan mpok demi anak, jika ada yang sumbang itu bukan salah mpok.
Mpok Nori hebat, berjuang sendiri demi anak hingga bisa sekolah di tempat yang layak. Mpok jangan sedih ya, dan jangan pernah tinggalkan Fahar sendirian."
Fahar telah berada di kamarnya, dan matanya tertuju pada photo pernikahan nya bersama Marisa yang terpanggang di dinding.
Seketika air matanya mengalir lagi, lalu Fahar duduk di kursi rias milik mantan istrinya.
Terlihat kontrak kerja iklan animasi berada diatas meja, lagi-lagi air matanya semakin deras mengalir.
drrrt... drrrt.... drrrt....
handphone milik Fahar bergetar dan ternyata Sean yang menghubungi Nya.
'halo mas bos, sudah mandi kah? Sean di ruang tamu ya.'
Sambungan telepon berakhir dan Fahar langsung menuju kamar mandi.
Tidak berapa lama kemudian, Fahar sudah berpakaian rapi ala anak muda jaman sekarang datang menghampiri Sean yang ada di ruang tamu.
"ngapain datang kemari?"
Tanya Fahar dengan nada sini, tapi Sean menanggapi Nya dengan tersenyum.
"Sean ngak tega untuk meninggalkan pak bos sendirian di kala kegalauan hati seperti ini.
__ADS_1
Oh iya mas, Sean dapat kabar dari pihak sekolah nya mbak Marisa.
Wali kelasnya mbak Marisa berkata, kalau mbak Marisa sudah mendaftarkan diri ke salah satu klub animasi di Jepang.
Nama mbak Marisa masih terdaftar, apa mungkin iya si mbak, pergi ke Jepang?"
"ngak mungkin karena Marisa ngak punya paspor, lagi pula jika mau ke Jepang harus yang menjaminkan nya."
"iya iya...
semua orang-orang kita tidak satupun yang menemukan keberadaan mbak Marisa, kemana lah perempuan hamil itu pergi? iya kita ke kafe yuk, disana ada tempat tongkrongan yang nyaman, sekaligus ada yang Sean sampaikan."
Ucap Sean, dan mereka berdua pun berangkat menggunakan mobil mewah milik Fahar.
Malam akhir pekan sehingga jalanan agak macet, tapi pada akhirnya mereka berdua sampai juga.
Kafe dengan konsep danau buatan dan mereka berdua duduk di arah pojokan.
Pelayan Kafe langsung menghampiri mereka berdua dan memesan makanan dan minuman rekomendasi.
Tidak berapa lama makanan dan minuman yang mereka pesan akhirnya tersaji.
"Damar adalah suami dari nyonya Rina, alias Papa tiri mu mas, beliau masih muda mungkin seumuran dengan mas Fahar lah.
Damar yang selalu membantu nyonya untuk melancarkan segala sesuatu yang dikehendaki oleh nyonya.
Intinya Damar adalah bintang utamanya, Damar berstatus pegawai pemerintah dan sering bermasalah.
Status tersebut hanya kedok semata, sebenarnya sang nyonya yang membiayai hidup Nya."
"lalu apa yang harus kita lakukan?"
Penuturan dari Sean di sanggah oleh Fahar dengan pertanyaan.
"kita harus waspada terhadap Damar, karena kemungkinan besar dia akan bekerja sama dengan Papa nya Fika untuk menghancurkan mas Fahar.
Karena aset nyonya Rina yang akan dialihkan kepada saham mas Fahar, itu sudah termasuk gedung klinik itu mas dan juga pusat perbelanjaan yang berada di dekat klinik tersebut.
jika itu mas Fahar sita, artinya sumber penghasilan utama sang nyonya akan drastis drop dan itu tentunya menjadi permasalahan bagi Damar.
Tapi Sean sudah bekerja sama dengan beberapa petinggi dari kantor nya, untuk menjebak Damar dan antek-anteknya."
Demikian penuturan Sean, dan Fahar setuju atas ide dari Sean.
Papi nya Fika tidak akan tinggal diam jika aset nya di usik, tentunya belaiu itu akan bertindak untuk melindungi harta benda miliknya.
"baik kalau begitu, kita fokus dulu ke masalah saham. dan tugaskan Renta untuk tetap memantau keberadaan dari Marisa."
"iya mas, Renta akan bergerak dari karya animasi. karena mbak Marisa tidak akan berhenti dari dunia animas."
__ADS_1
Jawab Sean dan Fahar mengangguk pertanda setuju, dan akhirnya mereka berdua bersantai sembari menikmati indahnya danau buatan sembari makan dan minum.