
Bidan Salma tersenyum setelah memeriksa kandungan Ku, kemudian membantuku bangun dari ranjang tersebut.
"pertahankan ya bu Anisa, kesehatan stabil dan kondisi kandungan ibu dalam keadaan stabil.
Saya hanya memberikan ibu resep vitamin aja, jaga kesehatan dan jangan lupa istrihat."
Bidan Salma mengetakan demikian dan kemudian tersenyum, setelah menerima resep vitamin tersebut dan menebusnya ke apotek.
Lalu pulang ke rumah dengan jalan kaki, karena jaraknya tidak terlalu jauh, hitung-hitung oleh raga.
Sesampainya di halaman rumah, aku melihat pintu rumah ibu Morgana terbuka. lalu menghampiri Nya.
"ibu sudah pulang? gimana keadaan Nining dan cucu ibu? maaf ya bu ngak jenguk lagi ke rumah sakit."
"satu-satu atau ngomong nya nak, Nining dan cucuku sudah sehat dan kami sudah kembali ke rumah ini.
Oh iya, Nining berterimakasih atas hadiah dari mu nak Anisa. duduk dulu yuk, ibu tadi sudah masak sup kambing."
Bu Margona langsung menuntunku masuk ke dalam rumah dan menuju ruang makan, ternyata Nining, menantunya sudah ada di ruang makan.
Makanan dan minuman langsung disajikan oleh ibu Margona untukku, dan kemudian mematikan televisi.
"silahkan makan nak Anisa, mumpung masih hangat, habis ini istrihat ya."
Aku hanya mengganguk dan kebetulan juga lapar, sup kambing buatan bu Margona sangat enak. ditambah dengan ikan bakar, dan itu adalah perpaduan yang nikmat.
"selama berjaga di rumah sakit, ibu hanya berita di televisi. sudah kayak sinetron aja berita nya."
Ujar bu Margona sembari mengambil cucunya yang baru lahir dari gendongan Nining, dan akhirnya aku dan Nining makan bareng.
"maklum mbak Anisa, ibu suka sekali nonton berita dan sinetron."
Bu Margona tersenyum dan kami tetap makan, karena memang masakannya enak.
"emangnya beritanya apa sih Bu?"
Agar tidak garing, aku bertanya dan ibu Margona langsung tersenyum menatapku.
"ada pengusaha kaya raya bernama Fahar Wijaya, tapi mama nya membuat rusuh gitu.
__ADS_1
mama nya si pengusaha itu, bekerja sama dengan adik kandungnya sendiri, dan juga pengusaha kaya lainya untuk menghancurkan keluarga sendiri.
Awal nya mama si kaya ini cerita, kalau dia itu di usir oleh anak sendiri dari rumah nya karena anaknya dipengaruhi oleh menantunya sendiri.
Ternyata itu hanya sandiwara mama si kaya tadi dan akhirnya mama si orang kaya itu meninggal dengan cara gantung diri.
Si pengusaha kaya raya tadi, yang membantu ikut terlibat. kini dalam pencarian polisi, karena beberapa kali tidak memenuhi panggilan.
Si pengusaha kaya raya ternyata banyak menyerobot tanah masyarakat lainnya dan juga korupsi serta tidak membayar pajak.
kemudian si Fahar pengusaha kaya itu akhirnya konferensi pers, katanya mama nya yang membuat kehancuran keluarga nya, karena dipengaruhi oleh om nya dan pengusaha yang licik itu.
Karena mama nya Fahar, si pengusaha kaya itu. istri Fahar itu diceraikan nya. dan itu hanya karena mama nya yang sudah menipu nya '
Penuturan dari bu Margona membuat Nining sempat berhenti makan, dan kemudian lanjut lagi.
"kok ada ya seorang ibu yang tega berbuat jahat pada keluarga sendiri, hewan buas aja sayang kok sama anaknya."
"ya sudahlah bu, ngak udah terlalu dipikirkan."
Pinta Ku kepada bu Rohaya, untuk mengalihkan pembicaraan. karena nama yang disebut oleh bu Margona adalah masa lalu Ku yang suram.
"mbak Anisa, kata ibu. mbak itu pembuat animasi komik ya?"
Karena mbak Ninin lebih tua dariKu, jadi seharusnya aku yang memanggilnya mbak. dan akhirnya kami selesai makan, perut pun kenyang dan asupan gizi yang baik. apalagi untuk bayi yang aku kandung ini.
"baiklah kalau begitu, saya kan tamatan SMK ya, jurusan perkantoran. kali aja gitu ada yang bisa aku bantu! masa hanya ibu aja yang bisa mbak pekerjakan?"
"serius mbak mau? sebenarnya Anisa butuh admin gitu. untuk menjawab pertanyaan dari fans serta membantu Anisa untuk mengetik prolog Nya."
Seketika Nining langsung tersenyum sumiringah, dan memegang tanganKu.
"terimakasih ya, sebelumnya saya kerja dan kerja nya membalas komentar, pertanyaan, kirim email. kalau istilah nya admin untuk produk online gitu, saya mau dong."
"oke lah kalau begitu, nanti gajinya berdasarkan episode ya."
"siap, terimakasih ya. karena agak susah mencari kerja di kala seperti ini, masa aku hanya mengandalkan ibu mertua."
Kami saling tersenyum satu sama lainnya, maklumlah. Nining adalah seorang janda, suaminya meninggal karena kecelakaan kerja di proyek.
__ADS_1
"ibu nanti yang beres-beres dan masak, nah kalian berdua kerja."
Iya lengkap sudah yang aku butuhkan, dan aku langsung memberikan uang pertanda persetujuan.
"kita kan yang masih makan yang pokok baru hanya kita bertiga, biar ibu jangan terlalu capek, kita satu dapur aja.
nantinya ibu belanja per tiga hari aja, biar selalu fresh makanan kita."
"tapi nak Anisa, kami tidak punya kulkas. kemarin itu rusak dan belum ada uang untuk membeli yang baru."
"ibu nanti masakannya di rumah Anisa ya bu, biar kita agak rame gitu. ini uang belanja kita ya, nanti pertiga hari akan akan aku berikan uang belanja kita."
Ibu Margona terdiam sejenak karena uang pemberian Ku untuk uang belanja, apakah kurang ya, karena untuk tiga hari.
"ibu paham, ini banyak banget uang Nya."
Banyak kata bu Rohaya, sementara aku hanya memberi dua juta Rupiah aja, karena untuk tiga orang dewasa dan satu bayi dalam tiga hari.
"banyak apanya bu, tiga orang dewasa satu bayi untuk tiga hari. ya sudah ini Anisa tambahkan, untuk membeli bahan-bahan membuat cemilan."
"Anisa, disini itu bahan-bahan makanan tidak semahal di kota besar. disekitar daerah tinggal kita ini masih banyak lahan pertanian, untuk kebutuhan dapur.
mulai dari beras, bahan dapur lainnya dan juga disini ada pabrik gas. maksud nya tambang gas.
Ikan laut yang melimpah, begitu juga ikan tawar serta daging.
Disini yang mahal seperti minyak goreng, peralatan elektronika dan juga kendaraan mewah."
"oh begitu ya, maklumlah pendatang baru. ibu simpan aja dulu. nanti kalau ada keperluan mendadak pake itu aja."
Penjelasan dari mbak Nining membuat Ku semakin paham tentang daerah sini, dan akhirnya kesepakatan pun terjadi.
Bu Margona langsung pergi belanja untuk keperluan dapur dan sebagainya, segala sesuatu yang dibutuhkan.
Sementara Nining beres-beres rumah nya setelah bayi tidur, dan aku kembali ke rumah untuk melihat tanaman ku yang sudah mulai tumbuh.
Berselang waktu kemudian, Nining datang menghampiriku seraya membawa bayi Nya.
" suka bercocok tanam juga ya?"
__ADS_1
"iya mbak Ning, terkadang bosan terus didepan layar monitor, jadi melihat yang hijau dan alami seperti ini. rasanya segar kembali."
Nining dan mertua nya yang ramah dan baik, tetangga yang begitu peduli membuat Ku semakin betah tinggal disini.