AIR MATA MARISA

AIR MATA MARISA
Jijik


__ADS_3

POV Fahar.*


Sean sudah selesai merapikan tasnya dan berusaha untuk tenang, dan akhirnya Alex keluar dan kali hanya memakai short yang tipis dan ketat tanpa mengenakan baju.


Kemudian duduk disamping Sean, kemudian membuka folder di laptop tersebut.


"silahkan di buka mas."


Ucap Alex, tapi sepertinya Sean tidak nyaman mengakses folder tersebut karena meja nya terlalu rendah.


"mejanya terlalu rendah, bisa kita pindah ke meja makan itu?"


"bisa mas."


Jawab Alex singkat dan Alex berdiri lalu menuju meja makan yang di ikuti oleh Alex, dan tentunya Sean tidak meninggalkan tas kecil yang hanya muat notepad dan satu handphone tersebut serta dompetnya.


Alex duduk di samping sisi kanan Sean, alhasil Sean memindahkan tasnya ke arah sisi kirinya.


Lalu Sean mulai memeriksa beberapa file yang dia inginkan.


Alex yang hanya mengenakan short pendek nan tipis, mencoba menggoda Sean dengan cara meraba paha Sean.


"mas....


itu semua file-file yang Alex kumpulkan dan tentang om Damar dan kejahatannya. silahkan mas pilih sesuai kebutuhan mas sendiri.


Tapi kalau dilihat-lihat mas Sean ternyata jauh lebih tampan dan Kren ketimbang pacar Alex."


Ucap Alex dan masih terus menerus meraba paha Sean hingga ke bagian senjatanya, dan Sean tetap fokus menyeleksi file-file yang dia butuhkan.


"uhmmm, jangan nakal ya."


Ucap Sean tapi itu tidak indahkan oleh Alex, dia masih tetap konsisten meraba paha Sean yang kemudian menjalar ke arah barang miliknya.


"sudah tegang dan ini besar ya mas, Alex suka deh. bisa aku cicipi mas?"


"silahkan jika kamu mau kehilangan uang dari Fahar, karena saya yang pegang uang itu sekarang. lanjutkan aja, dan itu artinya uang ada di tanganKu akan tetap di rekeningku."


Akhirnya Alex berhenti melakukan aksinya setelah mendapatkan ancaman dari Sean.


File sedang proses pengiriman ke email Sean, lalu dia menatap Alex yang sedari tadi menggoda Nya.


"kenapa kamu jadi seperti ini?"


Pertanyaan dari Sean membuat Alex terdiam dan kemudian menatap Sean dengan tatapan yang seperti orang yang ketinggian nafsunya.

__ADS_1


"om Damar yang membuat ku seperti ini, dia telah menyodomi ku waktu berumur dua belas tahun dan itu dilakukan oleh Damar secara berulang.


Om Damar juga membawa ku suatu tempat dan lagi-lagi Alex di sodomi berulang kali oleh temannya penyuka sesama jenis.


begitu seterusnya hingga Alex memberanikan diri untuk menjajaki dunia pelangi ini.


Alex menjadi simpanan om-om yang kaya raya dan apertemen ini adalah hadiah dari om itu.


bersama Damian mantan pacar sekretaris mas Fahar, kami berdua adalah simpanan om-om itu.


Damian akan menjadi bot jika om itu ingin dilayani dan Damian akan menjadi top jika melayaniku."


Terlihat Sean menggaruk-garuk kepalanya dan ekspresi wajah yang bingung akan penuturan dari Alex.


"apa itu bot dan top? saya ngak ngerti?"


Alex mengangkat pandangannya dan tersenyum ke arah Sean yang masih bingung.


"bot itu seperti perempuannya dan top itu seperti laki-lakinya, bot yang menerima hujanan serangan rudal dari top yaitu si om dan mas Damian.


Sebenarnya mas Damian sebagai top sudah sangat membuatku puas, mas Damian dengan lembut memperlakukan Alex dan itu berbeda dengan si Om.


"lalu kamu sebagai top, apa yang kamu rasakan?"


"mungkin mas Sean sulit untuk mengerti, sebagai bot aku merasakan kenikmatan yang tiada berakhir.


"okey, apakah Damar masih memakai mu?"


Alex memandang Sean dengan tatapan mata yang agak aneh karena kembali menyingung Damar.


"iya, jika istrinya yaitu mami nya mas Fahar tidak melayaninya dengan baik.


Om Damar itu biseksual dan hyper, dia tidak perduli laki-laki atau perempuan. tante Rina juga memiliki keinginan se*s yang agak beda.


Tante Rina itu hyper tapi terkadang dia malas, sehingga pelampiasan kepada Alex. tentunya itu ngak gratis.


Minimal sepuluh juta Rupiah dalam satu ronde, karena om Damar kadang mintak sampai tiga sampai lima kali dalam rentan waktu yang singkat."


"oh begitu, saya melihat file dari flashdisk milik Lisa. didalamnya ada video mu bersama Zidan anak dari mpok Nori dimana..."


"iya mas, itu kami lakukan di hotel. saat itu tante memintaku untuk ke hotel menemuinya, ternyata sudah ada Zidan disana.


Kami bermain tiga, kami berdua secara bergantian memakai Tante Rina.


lalu Tante Rina menyuruh Zidan untuk memakai Ku, begitu seterusnya hingga nafsu Tante terpuaskan.

__ADS_1


itu direkam sendiri oleh Tante Rina, dan itu di curi oleh Lisa.


Lisa adalah perempuan jala*g, kak Lisa yang membuat mama meninggal karena ketahuan jual diri. ditambah lagi Papa yang selingkuh dengan Tante Rina.


Mas Sean pasti bingung kan?"


Sean kemudian menggelengkan kepalanya karena dia bingung akan penjelasan dari Alex yang begitu ribet.


Kemudian Alex kembali meraba paha Sean dan kemudian berusaha membuka resleting celana Sean.


"mas Sean mau dengar penjelasan lebih lengkap lagi? gampang mas, cukup membelai Alex aja dengan milik mas yang besar ini."


Ucap Alex kepada Sean, tapi itu tidak di tanggapi oleh Sean dan malah fokus ke laptop yang ada dihadapannya.


"okey, semua nya sudah terkirim dengan sempurna. maaf saya tidak tertarik dengan lubang mu. permisi.."


Ujar Sean yang sudah selesai mengirimkan file-file dari laptop milik Alex.


"tunggu dulu mas, mana uang Nya?"


"oh iya lupa, tapi kamu harus menyerahkan berkas yang milik Tante Rina itu. karena kata si Tante itu kamu yang mencuri berkasnya."


Dengan wajah sewot, Alex melemparkan file yang sudah terlijid rapi ke Sean.


Sean menangkap nya dan kemudian memeriksa file tersebut, beberapa saat kemudian Sean tersenyum.


Lalu meraih handphone dan terlihat agak sibuk dengan handphone sendiri.


"sudah terkirim ya, lima puluh juta Rupiah. seperti yang Fahar janjikan."


Sean sudah memegang gagang pintu dan membukanya, tapi tiba-tiba saja Alex memanggil nya dan berpose seperti yang ada di video panas.


"yakin ngak mau memakai Alex?"


Sean tersenyum kecut, lalu meludah di lantai seraya menatap Alex.


"masukkan aja botol biar kamu puas, enyah lah kalian kaum Luth dari muka bumi ini."


Ujar Sean dan kemudian meludah lagi lalu pergi dari apertemen itu.


Sean langsung menuju kamar mandi dan masuk ke bilik toilet, dia kemudian merapikan celananya karena ulah dari Alex.


"dasar kaum Luth, kurang ajar. kalau bukan karena sahabat ku, saudara, temanku dan rekan ku yaitu si Fahar bodoh itu.


ngak sudi paha ku di elus oleh manusia penghuni neraka itu."

__ADS_1


Sean bicara kepada dirinya sendiri karena kesal, setelah merasa dirinya rapi baru keluar bilik toilet tersebut dan turun ke bawah untuk menemui Fahar.


__ADS_2