
POV Fahar.*
Fahar lalu mengabadikan Fika dengan handphone miliknya yang bermesraan dengan laki-laki muda nan tampan yang bersamanya.
Tapi pada akhirnya Fika, baru sadar kalau dirinya sedang di amati oleh Fahar dan kemesraan bersama lelaki lain diabadikan di handphone Fahar.
Fika terlihat berusaha melepaskan rangkulan dari pria yang bersamanya, dan kemudian buru-buru menemui Fahar yang duduk di bar bersama Sean.
"ini tidak seperti yang mas Fahar lihat, Fika bisa menjelaskan nya mas, tolong jangan berprasangka buruk dulu ya."
Ucap Fika begitu tiba didekat Fahar yang duduk bersama Sean.
"silahkan."
Jawab Fahar dengan santai, lalu meminum bir Frozen yang ada dihadapannya.
"dia itu sepupuku, kami berdua kemari untuk party dalam rangka melepaskan masa lajang Fika, karena papa sudah memutuskan untuk pernikahan kita mas."
Tutur Fika kepada Fahar, yang mencoba menjelaskan keadaan tapi nada suara Fika sudah beda dari biasanya. kemudian pria yang bersama Fika datang menghampiri mereka yang berada di bar.
"siapa lagi pria ini sayang? apa kamu masih kekurangan kepuasan?
Leo siap memuaskan mu sayang, kan tadi kamu yang minta udahan."
Ucap pria tampan yang bersamanya, lalu Sean langsung merangkul pria itu.
"maaf brooo, saya bukan penyuka pisang. enyah lah kau dari dunia ini."
Ujar pria itu lagi, lalu Sean langsung mengambil satu gepok uang dari tas yang dibawa nya.
Berikut dengan jam tangan rolex, dan juga kartu kredit yang berwarna hitam. lalu memberikan semua itu kepada pria tampan datang bersama Fika.
"ini semua milik mu, tapi dengan satu syarat. kamu layani saya."
"apa yang membuat mu mintak kepuasan dariKu?
Tanya pria itu lagi kepada Sean, lalu Sean meraba dada pria dan berakhir meremas batang milik pria yang menonjol di balik celana itu.
"saya tahu jelas siapa betina ini, dia tidak pernah salah memilih untuk kepuasan Nya. aku menginginkan itu darling."
Pria tampan itu langsung tersenyum nakal ke arah Sean. dikarenakan ucapan Sean yang cukup menggoda ditambah lagi pemberian darinya.
"bodoh amat dengan identitas, yang penting uang dan lobang. mari kita ekskusi sayang, kamu akan puas dengan barang ku ini."
Ucap Nya dan mereka berdua langsung menuju ke arah kamar mandi, sementara Fahar dan Fika tetap berada di bar.
"duduk, santai aja Fika."
__ADS_1
Fika lalu duduk disamping Fahar, wajahnya kembali ceria karena Fahar tersenyum saat memintanya untuk duduk.
"Fika baru tahu loh kalau Papa sudah meleburkan perusahaan dengan perusahaan milik mas Fahar.
itu artinya pernikahan kita akan segera, dan Papa sudah menetapkan tanggal pernikahan kita bersama tante.
Fika bahagia banget karena akhirnya akan menikah dengan mas Fahar."
"oh iya, masalah peleburan perusahaan sudah mas ketahui kok, tapi kamu tidak kan kalau ada perjanjian tertulis."
"perjanjian apa mas?"
Fika bertanya lagi, tapi sebenarnya cara bicaranya sudah seperti orang mabuk, dan Fahar malah mengajak nya untuk minum lagi.*********
Dari arah toilet klub bar yang mewah dan besar, Sean membawa pria tampan yang bernama Leo tersebut ke bilik toilet.
Leo adalah pria yang datang bersama Fika, dan begitu masuk ke bilik toilet tersebut, Leo langsung membuka celananya, sepertinya pria itu sudah tidak sabar untuk menikmati matahari milik Sean.
Leo sudah siap melayani Sean di bilik toilet tersebut dan itu demi uang.
Seketika Sean langsung melancarkan ilmu beladiri nya yang mempuni untuk melumpuhkan Leo. ternyata pria itu telah masuk dalam perangkap nya.
Tubuh pria itu berada tepat dibawah kaki Sean dan dadanya berada diatas kaki kanan Sean.
"apa mau mu bangsat?"
"aku ingin video kebersamaan mu dengan Fika, video panas kalian berdua."
"bangsat, gak ada video itu."
Sean semakin menekan Nya dan akhirnya pria itu menyerahkan handphone miliknya kepada Sean.
Kemudian Sean memeriksa file dalam handphone tersebut, ternyata benar beberapa video saat dewasa Leo dan Fika yang direkam oleh pria itu.
Lalu Sean mengirimkan file tersebut ke handphone nya, setelah merasa cukup. Sean kemudian membuang handphone milik Pria ke closed.
Alhasil handphone tersebut masuk kedalam septi tank, dan kemudian Sean menggeledah dompet milik pria itu.
Memotret identitas Nya, lalu mengambil kartu khusus dari dompet tersebut.
"penderita HIV?, apa Fika tahu kalau kamu HIV?"
"Fika tahu bangsat, saya tertular dari dia. kami berdua sama-sama menikmati hidup. bersenang-senang sebelum ajal kematian."
jelas Pria itu dan ucapannya itu sudah direkam oleh Sean.
Setelah mendapatkan apa yang diinginkan Sean, pria tersebut dilepas oleh Sean.
__ADS_1
Tapi jam tangan rolex serta kartu kredit itu diambil kembali oleh Sean.
Pria yang bernama Leo itu masih terkapar di bilik toilet, sementara Sean keluar dari kamar mandi dan menemui Fahar.
Begitu tiba dihadapan Fahar, mereka berdua terlihat berbisik-bisik.
Lalu Fahar meraih handphonenya kemudian, terlihat menghubungi seseorang.
Beberapa saat kemudian Fahar sudah berhenti menelpon dan kemudian menatap Sean.
"security...."
Panggil Sean ke salah satu security dan pria berbadan tegap langsung menghampiri mereka.
"pak security, tolong angkat wanita mabuk ini ke drop out. karena sebentar lagi supir pribadinya akan datang menjemput Nya."
Security tersebut langsung membopong tubuh Fika yang mabuk ke arah dropship, sementara Fahar dan Sean langsung pulang.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan Fahar masih terdiam.
"ternyata ucapan Renta terhadap Fika benar adanya mas, oh ya. apa mas Fahar sudah pernah berhubungan badan dengan Fika?"
"najis berhubungan badan dengan perempuan murahan seperti dia, saya hanya mengincar merger perusahaan dengan papa Nya.
Fika hanya lah boneka bagi papa nya sekaligus aib, tujuan utama Papa nya adalah anak laki-lakinya."
"syukurlah lah mas, ngak kebayang aja apa yang akan terjadi dengan mbak Marisa dan bagiNya."
"saya tidak sebodoh itu Sean, saya melakukan itu kepada Marisa karena aku cinta kepadanya."
"anjing...."
ucap Sean yang tiba-tiba dan ngerem mendadak, kemudian membelokkan arah mobilnya.
Ternyata Sean membawa Fahar ke sebuah kopi shop yang berada disebuah apartemen mewah, yang tidak lain adalah tempat tinggal Sean.
Mobil telah diambil oleh palet parkir dan mereka berdua langsung menuju kopi shop yang terlihat nyaman dan tenang.
Setelah memesan kopi dan sedikit makanan berupa kue tart, mereka kemudian duduk di pojokan Kafe.
Sean kemudian melotot ke arah Fahar, yang menginginkan cerita sebenarnya dari Fahar mengenai Marisa yang sebenarnya.
"mata mu itu anjing."
Ucap Fahar kepada Sean, lalu tersenyum dan berakhir menangis. suara Fahar yang kuat membuat Sean malu.
Mungkin karena Fahar sudah mabuk sehingga tidak segan untuk menangis.
__ADS_1
Akhirnya Sean membawa Fahar masuk ke apertemen nya.