
POV Fahar.*
Para wartawan tertawa lepas karena pernyataan tersebut, demikian juga dengan Agam.
Kemudian Agam menatap wartawan cantik yang memberikan pernyataan tersebut.
"terimakasih saya ucapkan kepada mbak, karena sudah menjadi fans dan user dari platform the Agam.
Tapi mohon maaf sekali mbak, saya takut jika kita menikah nantinya.
takut mbak akan selalu mengintrogasi saya setiap hari, seperti yang mbak lakukan saat ini."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Para awak media dan semua yang hadir di aula tertawa mendengar penjelasan dari Agam.
"berdasarkan bukti yang viral belakang ini, bahwa ibu Rina akhirnya meninggal dengan cara bunuh, kemudian meninggalkan surat bunuh dirinya.
Menurut beberapa media online dan pandangan secara sepihak, almarhumah nekad dikarenakan oleh gugatan anak sendiri.
berdasarkan konferensi pers penyidik, menyatakan bahwa pihak Wijaya sudah memberikan bukti yang valid terhadap pak Burhan.
Alih-alih menggugat ibu kandung sendiri, kenapa tidak langsung tembak ke pak Burhan nya sendiri?
apakah pak Fahar Wijaya, takut menggugat pak Burhan?"
Seketika itu juga Agam langsung angkat tangan, dan kemudian tersenyum ke arah laki-laki yang bertanya tersebut.
"begini kawan, seperti yang sudah saja jabarkan barusan.
bahwa kedua orang tua Ku memiliki koneksi yang kuat dengan petinggi negara ini, dan telah saya jelaskan bahwa Papa bekerja sama dengan almarhumah ibu Rina yang merupakan ibu kandung dari pak Fahar beserta dengan pak Edo yang tidak lain dari om dari pak Fahar.
Dengan koneksi seperti itu, terstruktur dan sistematis.
Jika tembak langsung ke Papa saya, apa teman-teman media tidak bisa menyimpulkan nya?"
prok.... prok..... Prok..... Prok..... Prok.....
Tepuk tangan atas jawaban dan penuturan dari Agam yang membungkam wartawan tersebut.
"terimakasih atas penjelasannya pak Agam, disini kami telah mendapatkan informasi. bahwa platform the Agam di gugat oleh pak Fahar dikarenakan empat karya the Marisa.
Bagaimana dengan penyelesaian ini? apakah antara pak Fahar dan pak Agam melakukan penukaran dengan konferensi pers ini?
lalu siapa itu the Marisa? kenapa pak Fahar begitu ngotot untuk menggugat ke empat karya itu?
apakah the Marisa adalah istri pak Fahar?
berdasarkan surat catatan bunuh diri tersebut, ibu Rina menyebutkan kalau beliau yang menyebabkan anaknya berpisah dari istrinya.
__ADS_1
Apa maksud dari pertanyaan tersebut? "
Fahar memberikan kode ke arah Agam, agar dirinya yang menjawab pertanyaan tersebut.
"ke empat karya itu adalah milik Istriku, namanya Marisa.
dulu almarhum Papa yang menerbitkan karya itu disalah satu anak usaha perusahaan kami.
Lalu ke empat karya di jual oleh mama ke platform milik Agam, di dalam perusahaan selalu ada aja penghianat.
Demikian juga di kantor saya, dan sudah membasmi orang-orang, yang terlibat tersebut.
Penjual karya, produk dan penggelapan dana pajak. setelah membasmi hal tersebut, barulah perusahaan saya bangkit lebih jaya kembali.
Ke empat karya itu dikembangkan lebih baik oleh platform the Agam, tidak ada salahnya jika ke empat karya itu tetap disana.
Pak Agam sudah jujur dan mengakui semuanya, orang jujur harus di apreasiasi. tentunya dengan inilah caraku.
Istri Ku Marisa dan calon anak kami, telah pergi meninggalkan Ku. itu karena kebodohan Ku dan keegoisanku.
Saya benar-benar bodoh telah menyia-nyiakan Istriku yang baik, pintar, telaten, menghargai suami dan tentunya wanita yang hebat.
Melalui media ini, dan semoga Marisa mendengarkan pernyataan ini.
Saya mohon Marisa, kembali lah kepadaKu. aku sangat menyayangi mu dan sangat mencintaimu.
kembali lah kepadaKu dan bawa anak kita itu, mari kita mulai dari awal lagi."
Semua terdiam begitu juga suara flash dari kamera.
"saya merasa terharu dengan pernyataan pak Fahar dan juga keberanian pak Agam.
dua pria sejati nan tampan dan berkarisma berada di hadapan saya, membuat mata ini menjadi segar seketika.
Walaupun pak tampan tapi saya lebih menyukai pak Agam. pak Agam I love you."
huuuuuuu........
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
Keheningan tadi berubah menjadi tawa, karena penuturan dari wartawan cantik yang menjadi fans baru dari Agam.
Agam terlihat tersipu malu dan tersenyum lebar ke arah wartawan cantik tersebut, lalu mengarahkan jarinya yang membentuk love.
hu... u...... u.........
Sorak dari para awak media yang lainnya, karena Agam membalas tindakan dari wartawan cantik tersebut.
"teman-teman media, apakah masih pertanyaan dan pernyataan? jika ada silahkan dan waktu konferensi pers tinggal lima belas menit lagi."
__ADS_1
Ucap Sean dari atas podium, dan terlihat wartawan cantik yang baru memberikan pernyataan kini berdiri kembali.
"saya rasa sudah lebih dari cukup, terimakasih telah menjawab pertanyaan dari kami.
Kami telah mendapatkan informasi yang valid dari sumber nya, sehingga kami bisa memberikan informasi kepada masyarakat dengan benar dan tepat.
Terimakasih atas konprensi pers ini, terimakasih atas semua fasilitas ini. pak Agam I love you."
hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha hahahaha
lagi-lagi suara tawa memenuhi ruangan tersebut karena kata penutup dari wartawan cantik yang mengagumi Agam.
Satu persatu awak media membubarkan diri, hingga akhirnya tinggal Agam dan pengacaranya serta Fahar bersama tim nya.
"saya harap pak Agam sudah menyiapkan dokumen peralihan saham."
"tenang pak Fahar, salah satu orang yang bawa ini adalah Notaris rekanan kami.
ibu notaris silahkan bertugas."
Lalu mereka melakukan peralihan saham tersebut dihadapan Notaris.
"baik ibu Notaris, untuk transaksi nya akan dilakukan via transfer. jika ibu sudah menyelesaikan pengalihan ini."
Ujar Agam dan hal tersebut disetujui oleh Fahar, dan doktor Jaiman diminta oleh Agam untuk mencabut gugatan terhadap ke empat karya tersebut.
Kemudian Agam mendekati Sean dan tatapan mereka saling bertemu.
"saya mintak maaf, saya juga tidak tahu kalau Jesika seperti itu."
"tidak apa-apa pak, saya juga baru tahu kok. kita berdua adalah korban. kita harus bersyukur karena telah mengetahui sejak awal siapa Jesika yang sebenarnya."
Tanpa ragu Agam memeluk Sean, dan akhirnya mereka berpisah di aula tersebut.
Agam pergi dengan tim-nya, tapi Fahar masih berada di aula tersebut bersama tim Nya.
"bagaimana kelanjutan ini pak?"
Tanya Fahar ke kuasa hukum nya, lalu doktor Jaiman tersenyum puas.
"sebenarnya sudah selesai peperangan kita, kita hanya menunggu realisasi dari Agam serta tindakan dari pihak berwajib untuk bertindak.
Tapi kita harus tetap berhati-hati dan waspada, kita tidak boleh lengah.
kita harus memastikan semuanya, dan saatnya kita melihat realita nya.
untuk gugatan terhadap pak Burhan, itu tidak perlu dicabut, karena hal itu berkaitan langsung dengan Edo, dan oknum lainnya.
tadi Juga saya bicara dengan penasihat hukum pak Agam, mereka setuju dengan ide ini."
__ADS_1
Penjelasan dari doktor Jaiman, kemudian Fahar memegang tangan doktor Jaiman lalu memeluknya.