
POV nyonya Rina.
Termenung seperti menahan beban yang berat dan tiada berkesudahan, sang nyonya Rina duduk di pinggir ranjang karena usahanya seperti sia-sia saja.
"dasar anak babu sialan, gara-gara dia berantakan semua rencana Ku. ini lagi mas mas Damar kemana? lama amat pulang Nya."
Sang nyonya bicara sendiri dan kesal sendiri, dia terus menerus ngomel-ngomel ngak jelas.
Akhirnya Damar yang menjadi suaminya sudah tiba dikamar tersebut dengan wajahnya yang terlihat kacau.
"kenapa mas?, muka kok kyak di tekuk gitu. seharusnya saya yang kesal, rencana ku berantakan karena ketahuan merekayasa hasil USG itu.
Itu lagi si Marisa, anak babu sialan itu. sebelum anak babu itu pergi, dia memberikan flashdisk yang di curi nya dari Lisa.
brengsek..... dasar anak babu sialan, awas aja kalau ketemu dengan si anak babu itu."
Setelah sang nyonya Rina berhenti mengomel lalu Damar memberikan dua surat, dan itu adalah pemanggilan pertama dari kepolisian sebagai tergugat.
"apa? Fahar menggugat saya? kurang ajar itu anak. dasar anak durhaka, masa mami kandungan Nya di gugat."
Drrrt.... drrrt... drrrt....
handphone sang nyonya bergetar dan ternyata yang menghubungi adalah adiknya yang bernama Edo.
Wajahnya semakin terlihat geram dan emosi karena adik nya juga ikut di gugat oleh Fahar, anak kandungnya sendiri.
Kemudian Damar duduk disamping sang nyonya seraya tersenyum licik dan kemudian merangkul pundak istrinya.
"sayang, mas ada ide. penuhi aja panggilan pemeriksaan itu, lalu nanti mas akan mengundang media."
Seketika sang nyonya Rina yang sudah menjadi istri Damar tersenyum ke arah suaminya.
"okey.... okey...."
Mereka berdua sama-sama tersenyum seperti nya mereka mendapatkan solusi terbaik dari masalah mereka.
"mas punya kenalan media yang banyak, nantinya kamu menangis senatural mungkin agar bisa menguras emosional para netizen dan akan berbalik menyerang Fahar dan tim Nya.
disitulah kesempatan kita untuk membuat kesepakatan kepada Fahar dan tim Nya."
Sang nyonya Rina mengangguk tanda setuju, lalu tersenyum lagi, dan senyuman itu membuat tingkah yang berbeda dari Damar.
"ini kan ide dari mas, sekarang mas mintak jatah dong."
Permintaan jatah untuk meneruskan urusan arus bawah di tolak oleh istrinya yaitu sang nyonya.
__ADS_1
Alasannya pikiran lagi ruwet dan tidak mood untuk bercinta, alhasil Damar meninggalkan istrinya di kamar tersebut.**
Ternyata Damar pergi ke arah apertemen milik Alex, keponakannya sendiri. ternyata Damar ada menyewa apartemen yang berbeda lantai dengan Alex.
Melalui telpon Damar meminta Alex untuk menemui nya di apertemen yang disewa nya tersebut.
Tidak berapa lama kemudian Alex sudah tiba di apertemen om nya itu.
"ponakan ku tersayang, apa kabar kamu sayang? om sangat merindukanmu."
"transfer dulu baru ada pelayanan."
Pinta Alex dengan ketus terhadap Om nya dan seketika itu juga Damar langsung mentransfer uang ke rekening milik Alex.
Drrrt.... drrrt .... drrrt....
Handphone milik Damar langsung bergetar ketika uang dua puluh juta masuk ke rekening Alex dan ternyata itu adalah sang nyonya Rina.
'halo sayang, kenapa sayang?'
'mas gila ya, menghamburkan uang sebanyak itu, kita lagi butuh uang untuk membayar pengacara. uang sebanyak itu untuk apa?'
'untuk memuaskan mas lah, karena kamu menolak mas.'
'dasar anjing.'
Kemudian menarik tangan Alex keponakan nya dan langsung terduduk di pangkuannya.
"dua ronde ya sayang Ku."
Ucapnya kepada Alex, keponakannya sendiri. dan Alex hanya mengangguk lalu berdiri dan membuka seluruh pakaiannya.
"ponakan Ku tersayang, silahkan lakukan tugas mu."
Ujar Damar, lalu Alex membuka celana pendek berbahan jins yang dikenakan oleh Damar.
Alex langsung melakukan oral terhadap Om nya sendiri, terlihat Damar menikmati Nya dan kemudian melepaskan kemeja yang dikenakan Nya.
Damar masih menikmati oral tersebut, perbuatan senonoh dan kenikmatan kebiadaban yang diperolehnya dari keponakannya sendiri.
Setelah merasa puas dengan oral, lalu tanpa balutan sehelai benangpun, lalu Damar melalukan penetrasi terhadap matahari milik keponakannya.
Terlihat Damar menikmati hubungan menjijikkan itu, tiada hentinya suara kenikmatan keluar dari mulutnya.
Brak.... bram.... brak....
__ADS_1
Pintu apartemen yang disewa oleh Damar di dobrak paksa hingga terbuka, ternyata sang nyonya Rina bersama dua security apertemen membantu mendobrak pintu.
Damar dan Alex yang bermesin kuda-kudaan terlihat kaget atas penggrebekan tersebut, dan kedua security tersebut terlihat syok melihat keadaan yang aneh tersebut.
"biadab, kurang ajar kamu ya mas, saya kira kamu bermain dengan perempuan. tapi nyata kamu malah bermain dengan mahluk neraka ini."
Ucap sang nyonya Rina yang terlihat kesal dan amrah nya yang meluap-luap terhadap Damar.
Damar langsung menarik pedang miliknya dari lobang keponakannya, dan segera memakai pakaian kembali.
Begitu juga dengan Alex, setelah memakai pakaiannya dan langsung kabur karena melihat situasi yang pas untuk kabur.
Tidak tahu lagi harus bicara apa, Damar hanya terdiam dan penghuni apartemen lainya lambat laun mulai berkerumun.
Damar dan istrinya dibawa security ke ruang keamanan untuk di interogasi.
"sesuai dengan peraturan apertemen ini, bapak tidak bisa lagi menyewa disini dan sisa sewa nya tidak bisa di ambil lagi karena bapak telah melanggar peraturan apertemen."
Ucap salah satu dari penjaga apertemen tersebut, lalu Damar seperti tanpa bersalah menoleh lawan bicaranya tersebut.
"gimana dengan keponakan itu?"
"Alex, dua sudah pindah sejak kemarin. Alex telah menjual apertemen Nya.
Sekarang bapak pergi dari sini dan jangan pernah kembali ke sini lagi, dasar penghuni neraka jahanam."
Ucap security dengan kesal, lalu Damar pergi bersama istrinya yaitu sang nyonya Rina.
Ketika di dalam mobil milik Damar dan dia menoleh istrinya yang terlihat masih kesal terhadap Nya.
"kamu kok tau kalau mas lagi main sama Alex? kok cepat banget sampai si apertemen, kayaknya barusan kita ngobrol melalui telpon."
"dari Alex, dia mengirim alamat apertemen mu dan mengatakan kalau kamu hendak memakai Alex.
Saya kira kamu bermain dengan perempuan mas, nyata kamu bermain dengan sesama jenis. itu sangat menjijikkan, dan itu keponakan mu sendiri."
"santai aja kali, yang penting mas puas. kamu sih tidak melayani mas. kamu tenang aja, mas selalu memakai pengaman yang ekstrak save.
sudah deh ngak usah bawel, makanya layani suami mu dengan layak."
"ngak nyangka saya mas, ternyata kamu biadab."
"terserah kamu menilai mas bagaimana, yang jelas mas masih mencintai Mu."
Sang nyonya Rina hanya bisa terdiam tanpa menyahut suaminya dan mereka berdua diam sampai akhirnya tiba di rumah.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Damar terlihat sibuk menelpon seseorang dan tidak berapa lama selesai juga dia menelpon.