
Regan segera membereskan pekerjaannya agar bisa segera pulang karna Sabira juga sudah mengeluh lapar.Regan merasa tidak enak karna secara langsung sudah membuat Sabira menemaninya bekerja.Meskipun yang di lakukan Sabira hanya berselfie ria di lanjutkan dengan tidur entah mengapa dia merasa senang."Apa ada yang salah dengan diriku kenapa aku merasa nyaman berada di dekatnya".Ungkap Regan dalam hati.
"Ayo Bira kita pulang"
"Siappp, makan dulu ya mas Regan sebelum pulang,kasian cacing di perut Bira udah pada demo minta di isi"
"Hemmm"
Sabira dan Regan pun keluar ruangan untuk segera pulang,tapi langkah kaki Regan yang cepat membuat Sabira tertinggal di belakang.Dengan postur tubuh yang mungil membuatnya setengah berlari untuk menyamai langkah Regan.Hingga Bira terlihat seperti anak kecil yang mengekor di belakang Regan.
"Mas Regan jalannya jangan cepet-cepet atuh Bira jadi ketinggalan"
"Bukan jalanku yang cepat,tapi kakimu yang pendek sehingga tidak bisa melangkah dengan benar"
"Enak aja kaki Bira di bilang pendek kaki mas Regannya aja yang kepanjangan" Tiba-tiba Regan menghentikan langkahnya hingga membuat Bira menabrak punggung lebar Regan.
Brugghh
"Mas Regan ihhh kalo jalan jangan berhenti mendadak,sakit nihh kening Bira,lagian itu punggung keras banget kaya tembok" Sambil mengusap keningnya yang terbentur punggung Regan.
Regan hanya menatap gadis di depannya dengan dingin."Kakimu pendek tapi tanganmu panjang,apa kau ini micky mouse" Sabira kesal mendengarnya.
"Enaakk aja, mirip barbie gini di bilang mirip micky mouse" sambil mengerucutkan bibirnya.
"Barbie itu bentuknya tinggi dan langsing bukan kecil dan rata sepertimu" membalikan badan dan terus berjalan di depan Sabira.Sabira kesal karna Regan selalu bilang kalo bodynya rata.Berjalan sambil meninju udara seakan-akan membayangkan Regan yang sedang dia tinju wajah nya.
"Cepat, kau kau ini lambat sekali" Regan sudah berada di dalam lift untuk turun ke bawah" Dengan mulut komat kamit Sabira segera menyusul Regan untuk masuk ke lift.
Di pertengahan lift berhenti sehingga ada beberapa karyawan yang masuk dan memenuh lift,awalnya mereka ragu satu lift bersama Regan tapi mendengar ucapan Regan mereka terpaksa masuk." Kalian akan masuk atau diam saja untuk membuang waktuku" Sambil menatap mereka dingin.Tanpa berpikir panjang mereka semua langsung masuk ke dalam lift.
__ADS_1
Keadaan lift yg agak penuh membuat Sabira terpaksa ke sudut,badannya yang kecil membuat dia terhimpit beberapa orang,sehingga Regan dengan cepat menghalangi beberapa orang dengan tubuhnya.Membuat Sabira dekat dengan dada Bidang Regan.Sabira jadi salah tingkah apalagi wangi parfum Regan yang menguak ke hidungnya,entah kenapa dia jadi suka aroma Regan."Jadi pengen meluk mas Regan" tentu saja dia bergumam dalam hati.
Setelah di lantai dasar pintu lift pun terbuka dan semua orang keluar termasuk Regan dan Sabira.
"Untung tadi Bira ga pingsan di dalem lift"
"Kenapa, apa karna tadi banyak orang hingga membuat mu sesak" Bira menggelengkan kepala
"Bukan, tapi karna Bira deket banget sama mas Regan bikin jantung Bira deg-degan,hampir aja Bira tadi kena serangan jantung"
"Ada-ada saja" Padahal Regan juga merasakan hal yang sama.Dia merasa jantungnya memompa lebih kencang dari biasanya.Detak jantungnya terasa bertalu-talu saat dekat dengan Sabira.
Saat mereka berdua keluar dari lift semua orang melihat ke arah mereka,Sabira agak tidak nyaman dengan pandangan mereka. Apalagi mendengar mereka berbisik-bisik
"Siapa gadis itu,apa pacarnya pak Regan" Tanya salah satu karyawan yang bekerja di situ kepada rekannya.
"Orang-orang di sini mah mirip emak-emak senang ngegosip" ucap Bira
"Biarkan saja tidak usah di pedulikan" sambil masuk ke dalam mobil.
Regan langsung menjalankan mobilnya di jalanan ibu kota.Sudah memasuki sore jalanan lumayan ramai karna banyak karyawan yang mulai pulang kerja.Stand makanan pinggir jalan juga mulai ramai dengan penjual dan pembeli yang berdatangan.
"Kau mau makan apa"
"Bebas lah terserah"
"Nasi goreng ???"
"Jangan atuh terlalu biasa"
__ADS_1
"Soto ?"
" Bosen, ua sering bikin itu mah"
"Baso ???"
"Tiap hari beli itu mah di gang depan" Regan berdecak malas.
"Kau bilang terserah tapi semuanya serba salah menyebalkan".
"Nawarinnya jangan itu atuh"
"Aku tidak tahu apa kesukaanmu,kau bilang minta makan yang biasa saja,makanya aku menawarkan makanan biasa"
"Yang ga pernah bira makan apa ya ???" Sambil berpikir
"Mungkin kau suka makanan ekstrim sayur paku misalnya atau gulai kereta api" Ucap Regan kesal tapi Sabira hanya tertawa mendengar ucapan Regan.
"Masa yang kaya gitu di makan, Bira teh bukan artis debus makanannya paku sama beling atuh"
"Lalu kau mau makan apa jangan membuatku kesal"
"Ehhhmmmm apa yaaa ??? ya udah makan penghuni bikini bottom aja dehh"
"Apaa ??
****
Jangan lupa terus dukung Neng Sabira nya ya 😊 minta vote sama like nya ya juga 😁 makasih 🙏🙏😊
__ADS_1