
Malam ini semua orang memutuskan untuk pulang, karena dokter meminta untuk jangan terlalu banyak orang yang menjaga, demi kenyamanan istirahat pasien.
Semua keluarga besar Regan ,orang tua Bira dan juga papa Yura berpamitan kepada Regan dan Revan. Tak lupa doa dan juga semangat mereka berikan kepada Revan dan Regan. Agar mereka berdua di berikan ketabahan menjalani musibah ini. Berdoa agar semua baik-baik saja, semoga Yura dan Bira cepat sadar dan sembuh, agar bisa berkumpul lagi seperti biasa.
"Mah, Regan titip Reby..."ucap Regan pada mamah Rita
"Kamu tidak perlu khawatir Regan, kami akan menjaga Reby dengan baik " ucap mamah Rita
"Nak Regan tenang saja kami semua akan menjaga nak Reby " ucap abah
"Baiklah kami semua pulang dulu ya, jaga istri kalian baik-baik nak, berikan kabar pada kami, besok kami akan kesini lagi untuk melihat Yura dan Bira " ucap papa Anton sebelum pergi sambil menepuk pundak kedua anaknya.
"Tolong jagain neng Bira ya nak Gagan, kabarin emak kalau ada apa-apa " Setelah berpamitan mereka semua pulang menuju rumah utama kecuali papa nya Yura. Kini tinggal Revan dan Regan yang berada di sana.
"Regan...." panggil Revan
"Ada apa ?" jawab Regan
"Maaf...." ucap Revan perlahan dan sambil menunduk
"Untuk apa ?" tanya Regan kenapa kakaknya ini malah meminta maaf padanya.
__ADS_1
"Bira terluka karena aku, jika saja aku tidak meminta Bira untuk mengantar Yura mungkin kejadian ini tidak akan terjadi " ucap Revan penuh penyesalan
"Kenapa kau menyalahkan dirimu sendiri Revan ? semua ini sudah takdir yang maha kuasa, kita tidak bisa melawan takdir, semua sudah tergaris seperti itu, kita hanya bisa berdoa untuk keselamatan mereka sekarang " ucap Regan Regan pun mengangguk
"Istirahatlah, kita harus kuat untuk menjaga istri kita bukan" ucap Regan, Revan pun mengangguk kini mereka berdua pun masuk ke ruangan masing-masing untuk menjaga istri mereka.
Regan melihat Bira dengan wajah sendu, sebelum tidur Regan menghampiri Bira. Regan melihat banyak sekali alat yang di pasang di tubuh Bira. Apalagi kaki dan tangan Bira mengalami patah tulang. Bagaimana makhluk kecil ini harus menanggung rasa sakit yang luar biasa.Tubuh kecil istrinya terlihat sangat rapuh.
Regan bahkan tidak mengijinkan seekor nyamuk pun menggigitnya tapi sekarang tubuhnya penuh dengan luka.
Dada Regan semakin sesak melihatnya, jika bisa di gantikan biarlah Regan saja yang menangung rasa sakit itu. Belum lama ini Regan harus melihat Bira kesakitan akibat melahirkan hingga membuatnya hampir gila melihatnya. Dan sekarang Regan melihat hal yang lebih menyakitkan yang di alami istrinya . Regan benar-benar harus menjaga kewarasaanya , ada Reby yang membutuhkannya dia tidak boleh lemah.
"Cepatlah bangun nyonya, apa kau tidak sedih melihat suamimu ini bersedih dan meneteskan air mata untukmu " ucap Regan bersedih, dia sedang duduk di samping Bira
"Maka dari itu cepatlah bangun, agar kau tidak terlalu mahal membayarnya " pecah tangis Regan di sana, sedari tadi dia sudah menahannya namun kini dia sudah tidak kuat lagi untuk menahannya.
Regan mengeluarkan kesedihannya malam ini hingga dia kelelahan dan tertidur.
Saat pagi menjelang, Regan masih tertidur dengan lelap mungkin karena dia sangat kelelahan. Samar-samar Regan mendengar keributan di luar hingga ia terbangun dan menghampirinya.
Karena mendengar ada keributan Regan pun keluar dari kamar Bira. Karena kamar mereka berdampingan. Regan pun menghampiri kamar Yura karena melihat ada dokter dan perawat yang keluar dari ruangan Yura, karena penasaran Regan pun langsung masuk dan menghampiri Regan.
__ADS_1
"Ada apa Revan ? " tanya Regan
"Yura tersadar dan histeris, dia menyalahkan dirinya sendiri akibat kecelakaan ini, Yura bilang Bira melindungi dirinya dan juga kandungannya, karena itulah luka yang di alami Bira sangatlah parah ,Yura tidak terima dengan semua ini, dan akibat memberontak barusan luka-lukanya terbuka lagi " jawab Revan
"Kecelakaan seperti ini pasti menyisakan trauma,Bira melindungi Yura karena instingnya sebagai seorang ibu, Bira tidak akan membiarkan Yura yang sedang hamil terluka juga Bira tidak akan membiarkan bayi yang ada dalam kandungannya terluka, untuk itu mungkin dia melindungi Yura "Regan sangat tahu sifat Bira yang selalu mendahulukan orang lain daripada dirinya sendiri.
"Aku hampir terlupa sesuatu karena khawatir dengan keadaan Bira dan Yura ?" ucap Regan tiba-tiba
"Apa...?" tanya Revan penasaran
"Siapa yang sudah menabrak mobil yang di naiki oleh Bira dan juga Yura " jawab Regan
Revan pun baru tersadar jika mereka belum mengusut siapa yang menyebabkan istri mereka mengalami kecelakaan.
Mereka kini kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri mereka, Revan dan Regan sengaja tidak masuk ke kantor dan mengerjakan pekerjaan mereka di rumah sakit saja. Mereka berdua tidak mau jauh dari istrinya cukup satu hari kemarin saja mereka lalai. Mereka tidak ingin lalai untuk kedua kalinya dalam menjaga istri mereka, yang mengakibatkan kecelakaan fatal seperti kemarin.
Regan kini tengah bekerja di sana dengan di temani Bagas. Sesekali matanya melihat ke arah Bira, berharap Bira membuka matanya. Saat Regan di dalam ada seseorang yang selalu melihatnya dan memantau keberadaan Regan di sana. Seseorang itu ingin masuk namun masih merasa ragu, akankah dia di terima dengan baik ataukah malah di usir dan yang lebih parah mungkin saja dia bisa di tungtut.
Ya, dia adalah orang yang sudah menabrak mobil yang di tumpangi Yura dan Bira hingga mengakibatan kecelakaan itu. Dia tidak sengaja melakukannya, saat itu dia mengalami rem blong dia tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya hingga menabrak mobil itu hingga menabrak pembatas jalan dan membuat mobil itu terguling berkali-kali.
Pemandangan yang sangat mengerikan untuknya, mobil yang dia tumpangi tidak terlalu parah dan dia pun hanya mengalami luka ringan. Dia pun langsung bergegas keluar dari mobil dan melihat keadaan mobil yang ia tabrak beserta semua penumpang yang ada di sana.
__ADS_1
Keadaan mobilnya sangat hancur begitu pun korban di dalam mobil itu, saat warga mencoba menolong korban yang ada di mobil itu dia meliahat dua orang perempuan yang satu perempuan hamil dan yang satu perempuan itu terlihat bersimbah darah di tubuhnya. Tubuhnya langsung lemas tatkala melihat korban-korban itu . Semua orang itu terluka karenanya.
Dia ingin meminta maaf, semoga beban rasa bersalahnya bisa berkurang, namun dia masih mengumpulkan keberanian untuk itu. Akankah maafnya di terima atau tidak.