
Setelah rapat selesai mereka semua kini pergi ke pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Regan yang tidak mau melepaskan Bira serta Bagas yang berjalan dengan wajah memerah di pinggir Salsa. Entah kenapa Bagas merasa saat dia berjalan kakinya seperti tidak menapak, namun seakan terbang saja saat bersama Salsa.
Mereka yang asalnya mengikuti Bira pergi jadi berpencar karena Bira merasa tidak enak jika mereka terus mengikuti keinginan Bira. Jadi mereka pergi menjadi dua pasangan Reby ikut bersama Salsa. Sedangkan Regan dengan Bira, pasangan Bira dan Regan sedang menikmati kencan mereka berdua.
"Ya ampun mall nua gede banget ya A Bagas, Sasa mah baru main ke tempat kaya gini soalya di desa mah ga ada tempat kaya gini teh" ucap Salsa merasa senang
"Benarkah...?" tanya Bagas dan Salsa pun hanya mengangguk senang.
"Tau ga A Bagas, tadi sebenernya pas Sasa naik konektor Sasa deg-degan banget, cuman Sasa malu jadi ga bilang " ucapnya dengan tertawa
"Konektor ?" tanya Bagas yang bingung dengan ucapan Sasa.
"Iya konektor, tangga yang bisa jalan sendiri itu loh .Masa A Bagas ga tahu, A Bagas kan orang kota pasti sering naik konektor, atau A Bagas ga tahu ya konektor itu apa ?" cerca Salsa
"Oh astaga, itu eskalator Sasako bukan konektor otak mu pasti banyak micinnya hingga tidak tahu apa itu eskalator " ucap Bagas
"Oh namanya eskalator kirain konektor, ga apa-apa atuh sama aja orang belakangnya namanya sama ad tor nya " ucap Salsa
"Hahh, terserah kamu saja. Oh ya apa kamu lelah?"tanya Bagas
"Iya lumayan, Sasa cape haus juga " ucap Salsa
"Kalau begitu kita cari tempat duduk di sana, kita sambil minum atau kamu mau sekalian makan ?" tawar Bagas
"Minum aja A Bagas " ucap Salsa
"Aku akan mentraktirmu, kamu tenang saja "ucapnya
"Aduh, Sasa jadi malu ga usah atuh ya nanti makannya di rumah aja " ucap Salsa merasa sungkan
"Tidak apa-apa, aku juga lapar kita makan di sana ya" tunjuk Bagas ke tempat yang sudah lumayan ramai untuk makan siang.
"Terus nanti Bira gimana ?" tanyanya bingung
__ADS_1
"Kamu tenang saja, bos ku tidak akan membiarkan sepupumu kelaparan, mereka juga pasti sedang makan " ucap Bagas
Salsa pun mengangguk, Bagas dan Salsa terlihat seperti pasangan muda yang baru mempunyai anak. Dimana Reby di gendong oleh Bagas dan Salsa berjalan di sampingnya. Salsa tidak menggunakan pakaian baby sitter seperti kebanyakan baby sitter lainnya. Namun menggunakan pakaian biasa. Karena Bira sama sekali tidak menganggapnya sebagai pegawai di sana. Salsa di perlakukan sangat baik oleh Bira dan keluarga Maheswara.
Setelah mendapat tempat duduk, Bagas memberikan Reby kepada Salsa karena dia akan memesan makanan. Kini Salsa dengan Reby menunggu di sana, Reby sama sekali tidak rewel di ajak keluar. Bayi itu malah senang dan selalu mengeluarkan celotehannya yang terdengar menggemaskan. Hingga saat Salsa sedang berdua terdengar seseorang memanggil Reby
"Reby...." panggilnya
Mendengar ada yang memanggil Reby Salsa pun langsung melihat ke arah orang yang memanggilnya.
"Hey benar kau Reby, kau sedang apa anak tampan?" tanya seorang pria tampan berpenampilan sangat rapi dan keren di depan Salsa. Salsa yang merasa tidak mengenal orang itu langsung menjauhkan Reby darinya dengan tatapan curiga.
"Siapa kamu, jangan sok kenal ya " ucap Salsa
Mendengar ucapan seperti itu Ramon menjadi bingung, pasalnya dia memang mengenal Reby karena sudah beberapa kali bertemu. Ya orang itu adalah Ramon, kebetulan dia sedang berada di sana karena ada urusan.
"Aku memang mengenalnya nona ,dia Reby anak dari pak Regan dan nona Bira " ucapnya lagi, karena Ramon memang tidak berbohong kalau dia mengenal Reby dan kedua orang tuanya. Meskipun perkenalan mereka bukanlah dari awal yang baik.
"Hey, dasar gadis aneh, aku tidak berbohong aku memang mengenalnya .Jangan-jangan kau yang penculik kenapa bayi ini bisa ada padamu , ayo mengaku " Ramon membalikan kata-kata dari Salsa
"Enak aja dasar makhluk tinggi menjulang yang mirip sama pohon cemara , saya teh sepupunya Bira dari desa yang bantuin Bira jagain anaknya karena Bira teh abis kecelakaan di tabrak sama manusia abon kata mas Regan juga " ucap Salsa, gadis ini bahkan tidak tahu kalau makhluk yang dia sebut mirip pohon cemara adalah manusia abon yang di bilang oleh Regan.
"A-apa... kau bilang aku mirip pohon cemara, julukan itu terlalu imut dan lucu untukku dan sangat tidak cocok, dan kau bilang apa tadi, manusia abon . Oh astaga seorang Ramon Adyatama pemilik utama dari group Adyatama di sebut manusia abon, demi mamah aku tidak rela" Mendengar ucapan Ramon Sasa langsung tertawa.
"Demi mamah katanya, Badan segede kingkong masih anak mamah , malu-maluin ihhh...." ucap Salsa masih tertawa.
"Dasar manusia kerdil beraninya menghinaku" kesal Ramon
"Iiihhh, Sasa ga ngehina mas abon ya, Sasa mah cuman bilang kenyataan, eh tunggu " Sasa menyadari sesuatu.
"Mas jangkung bilang, barusan teh kalau mas jangkung teh manusia abon ? berarti mas jangkung yang udah nabrak Bira sama Yura ?" Sasa terkejut ternyata orang yang sudah menabrak sepupunya ada di depannya.
"I-itu kecelakaan, aku tidak sengaja " ucap Ramon
__ADS_1
"Oh ya ampun, mimpi apa Sasa bisa ketemu sama.orang yang nabrak sepupu Sasa "
"Aku sudah minta maaf, dan aku juga sangat menyesal atas kejadian itu jangan di ungkit lagi aku selalu merasa terluka jika mengingat hal itu " ucap Ramon bersedih
"Badan gede, tinggi, keren macho juga, tapi hatinya hello kitty warna pink " ucap Salaa sambil geleng-geleng kepala.
"Kenapa ucapanmu sangat menyebalkan dari tadi gadis pendek, ingin aku remas saja mulutmu" kesal Ramon
Sedangkan Salsa hanya mengangkat bahu nya acuh.
Di tempat lain, Bagas sedang memesan makanan di kejutkan dengan panggilan seseorang.
"Bagas...." panggil seorang gadis cantik
"Oh astaga, Tuhan selamatkan uangku " gumamnya, namun masih terdengar jelas di telinga Siena. Rupanya gadis itu juga sedang makan siang di sana.
"Hey, asistent pelit aku tidak akan meminjam uangmu, aku hanya sedang menyapamu dasar kau ini"
"Ahh, syukurlah " ucap Bagas
Siena hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Bagas. "Pantas saja kamu masih jomblo pria pelit sepertimu tidak akan ada yang mau " ledek Siena
"Kau salah nona Siena, sebentar lagi status jombloku akan lenyap " ucap Bagas dengan bangga
"Benarkah, aku tidak percaya "ledek Siena
"Kalau tidak percaya, ayo ikut lah denganku untuk bertemu calon makmumku " ucap Bagas
"Oke...." Mereka pun menuju ke tempat duduk Salsa, dan Bagas terkejut saat melihat Salsa sedang bersama Ramon.
"Oh tidak, sedang apa manusia abon bersama calon makmumku " ucap Bagas
"Haahhh....." apa yang sedang di ucapkan asistent pelit ini.
__ADS_1