AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 53


__ADS_3

Setelah ritual aye-aye, Regan dan Bira pun turun ke bawah untuk bertemu orang tua Bira . Namun ternyata semua orang kini sudah berkumpul di ruang makan . Regan pun kemudian menyapa dan dan bersalaman dengan orang tua Bira . Mereka berkumpul bersama . Revan dan Yura pun berada di sana ikut berkumpul.


Kini semua mata tertuju kepada Yura karna wajahnya yang lebam dan juga ada bekas cakaran . Yura tidak mau ikut malam sebenarnya karna kondisi wajahnya yang penuh luka semua orang tau kalau itu bukan luka biasa namun itu luka bekas pukulan . Yura terus menunduk karna malu.


"Yura sayang kenapa dengan wajahmu" Ucap mamah Rita khawatir sambil membelai wajahnya


"Ga apa-apa mah " Ucap Yura menunduk


"Revan katakan ini bukan ulahmu"Ucap papa Anton marah


"Tentu saja bukan, yang benar saja aku tidak pernah memukul perempuan apalagi Yura istriku " Keadaan tiba-tiba menjadi hening. Yura merasa tidak enak dan terus menggengam tangan Revan. tangannya terasa sangat dingin dan juga berkeringat. Namun pandangan Revan mengatakan kalau semua akan baik-baik saja dan Yura tidak perlu merasa khawatir ataupun cemas.


Menyadari suasana hening, emaknya Bira langsung bersuara . " Ga apa-apa neng Yura berantem pas masa sekolah mah wajar, neng Bira juga dulu gitu sampai- sampai abah datang ke sekolah karna di panggil guru BP" Ucap ibunya Bira santai sambi terselip tawa dalam ucapannya .


"Benarkah ubur-ubur ini ma-maksudku pernah berkelahi di sekolah ?" Tanya Regan tidak percaya kalau istri kecilnya juga ternyata bar-bar .


"Sering nak Regan " Ucap abah sambil tertawa.


"Langganan guru BP neng Bira mah, terkenal di sekolah juga, tukang bikin ulah soalnya "


"Emak sama abah malah buka aib anak sendiri gimana sihh" Bira mengerucutkan bibir kesal.


"Beneran...?" tanya Yura yang dari tadi hanya menunduk saja


Bira tersenyum dan mengangguk " Iya, itu mah dulu kok kalau sekarang udah jinak, iya kan mas suami" Bira tersenyum cengengesan


"Jelas aja jinak kalo pawangnya ganteng gini mah bener kan nak Gagan" Ucap emak


Semua orang di sana pun tertawa mendengar kisah Bira yang menjadi langganan guru BP dan terkenal dengan ketidak pintarannya di sekolah . Yura merasa senang, tadinya dia takut kalau semua orang akan menyalahkannya, namun ternyata sebaliknya. Mereka semua sangat baik padanya .


Saat ini semua orang sedang berkumpul di ruang tengah , namun Yura memilih untuk duduk di halaman belakang karna suasananya terasa menyenangkan . Revan pun mengijinkan Yura, karna mungkin Yura sedang ingin sendirian dan Revan pun mengerti itu.


"Yura..." Panggil Bira


"Kak Bira, ada apa ?" tanya Yura


"Kok kamu sendirian di sini , jangan ngelamun malem-malem pamali "Ucap BIra tersenyum


"Yura ga ngelamun kok, taman belakang ini nyaman banget makanya Yura pengen di sini" jawab Yura sekenanya.


"A Revan udah cerita semuanya tentang kamu, juga kamu yang berantem sama sodara tiri kamu di mall "Terang Bira


"Iisshh, Om Revan cerita sama sama kak Bira?" Tanya Yura


"Ga sama aku aja, tapi sama semua orang di rumah "


"Iihhh Yura malu, kok om Revan comel sihh nyebelin" Yura menutup mukanya karna malu , tapi Sabira malah tertawa

__ADS_1


"Ga usah malu, malah kalo menurut aku kamu itu keren, kamu ga diem aja saat orang lain nindas kamu" puji Bira


"Abisya aku kesel Kiara tuh senengnya ngejek Yura, dari dulu Yura pengen banget ngepang mulutnya Kiara yang nyebelin, tapi Yura cuman bisa diem aja karna kalo Yura sampe berani nyentuh Kiara mamah Sandra pasti marah banget dan juga Yura takut di usir papa kalo Yura berani macem-macem sama Kiara " Ucap Yura panjang lebar .


"Kok papa nya Yura gitu, Yura kan anaknya "ucap Bira kesal tidak terima


"Iya Yura emang anak papa tapi Yura bukan anak kesayangan papa " Yura tersenyum miris


"Kamu tenang aja sekarang ada A Revan yang bakal ngelindungin kamu, kalau kamu butuh bantuan buat nyerang plankton, kamu tinggal panggil Bira . Bira akan bantu kamu ngemusnahin mereka semua para plankton pengganggu "Ucap Bira penuh semangat .


"Plankton....."ucap Yura sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal


"Iya plankton, para penggganggu itu namanya plankton " Bira menerangkan kepada Yura yang terlihat tidak mengerti dengan ucapannya.


"Ohh..." Yura menganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Ternyata selain si titim adik ipar gue juga termasuk spesies yang aneh " Ucap yura dala hati sambil terus tersenyum ke arah Bira.


"Hey ibu hamil ayo masuk, angin malam tidak baik untukmu " Regan tiba-tiba datang menghampiri Bira dan langsung memakaikan jaket kemudian memeluk dan mencium kening Bira di hadapan Yura, membuat Yura melongo melihat ke romantisan mereka.


Yang Yura tau Regan adaalah sosok yang dingin dan jarang bicara dia terlihat seperti sosok astral yang keberadaannya ada namun tidak telihat karna jarang interaksinya dengan orang lain . Namun kini yang Yura lihat sosok dingin itu ternyata sangat hangat kepada orang yang di cintainya . Yura mau Revan seperti itu.


"Mas, malu ada Yura, kalo mau nyosor nya ga pernah liat kiri-kanan ihhh...." Ucap Yura kesal


"Kenapa, kamu istriku aku bebas menciumu dimana saja "Ucapnya enteng sambil mengangakat bahu


"Hey bocah....." Panggil Regan kepada Yura


"Ya..."Jawab Yura


"Kau ingin di cium ?" Tanya Regan cuek


"Haahhh..."


"Mintalah pada suamimu yang masih junior itu "ledek Regan


"Yura jangan dengerin si kanebo kering, dia mah kalo ngomong suka nyebelin "Ucap Bira


"Iya nanti Yura mau minta cium sama om Revan" Ucap Yura polos, Regan yang mendengarnya


hanya tertawa.


"Yang satu polos yang satu pemalu kapan kalian akan memproduksi anak " Regan masih dengan tertawa mengejeknya


"Mas suami udah dehh, jangan ngomnong yang aneh-aneh " Bira merasa kesal dengan dengan suaminya .


"Aku hanya bicara kenyataan "Ucap Regan datar

__ADS_1


"Ckkk", Bira langsung meninggalkan Regan di sana


"Hey ratu ubur-ubur kamu mau kemana " Regan mengejar Bira


"Mau tidur ngantuk " jawab Bira


"Ayo aku akan menidurkanmu " semangat Regan


"Ga mau Bira mau sendiri aja " Mendengar itu Regan langsung menggendong istrinya hingga memekik kaget


"Ihh, kebiasaan, nanti dede nya kaget gimana ?" Bira mengalungkan tanganya ke leher Regan


"Kalo begitu aku akan memeriksanya, apakah anak kita baik-baik saja "jawab Regan sambil tersenyum smirk


"Awas aja kalo minta lagi, Bira bilangin sama mamah biar mas Regan di marahin " namun Regan malah tertawa mendengarnya


Yura yang melihat kemesraan Regan dan Bira tersenyum, dia juga ingin seperti itu bersama Revan.


"Yura..."pangil Revan


"Ya om "Yura berbalik dan melihat Revan menghampirinya.


"Kita menginap saja ini sudah malam, kamu tidak apa-apa kan ?" Tanya


Revan memastikan. Yura hanya menggeleng kepala


"Om... "panggil Yura


"Kenapa, ada masalah ?"


"Yura mau di gendong " Ucap Yura pelan-pelan


"Apa...."Revan hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum. Yura yang malu setelah mengatakannya hanya menunduk .


Revan menghampiri Yura dan.....


AAahkkk....


Yura memekik kaget karna Revan langsung menggendongnya tanpa aba-aba.


"Kamu ingin di gendong sperti ratu ubur-ubur " Tanya Revan tersenyum. Namun Yura tidak menjawab dan hanya memeluk leher Revan karna takut terjatuh.


"Ternyata si tayo berat juga " Ucap REvan tertawa


"OOmmm....."


Revan dan Yura pun tertawa.....

__ADS_1


__ADS_2