AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 45


__ADS_3

Sabira hamil ...??" Tanya Regan masih shock dan juga belum percaya kalau istrinya sedang hamil.


"Benarkah lisa kalau menantuku sedang hamil, alhamdulillah aku senang sekali mendengarnya akhirnya aku punya cucu " Mamah Rita sangat bahagia mendengar kabar itu


"Iya dan menurut dugaanku kandungannya baru menginjak usia empat minggu, kalian harus benar-benar menjaganya karna kandungannya agak lemah dan ibu dari bayinya juga tekanan darahnya sangat rendah, itu yang membuatnya menjadi pusing dan juga menjadi lemas. Dia tidak boleh kelelahan ataupun stres karna itu tidak baik untuk perkembangan janinnya nanti, berikan dia makanan yang bergizi agar bayi dalam kandungannya sehat, untuk lebih lanjutnya kalian bisa datang mengunjungi dokter kandungan, kalau kalian mau aku akan mengatur jadwalnya " Ucap dokter Lisa panjang lebar .


" Aku mengerti dokter" ucap Regan


" Kamu dengar itu Regan kamu harus menjaga putri dan juga cucuku , berhenti menjadi bayi besar yang manja Regan " Tegas mamah Rita


"Aku bukan bayi yang manja aku suami siaga " Jawab Regan


" Baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya karna sebentar lagi aku ada jadwal piket " Dokter Lisa berpamitan


" Oh ya makasih ya Lis, maaf udah ngerepotin kamu " Ucap mamah Rita


" Santai aja , kamu ini udah kaya sama siapa aja sihh " Jawab dokter Lisa


" Ya udah aku antar ke depan ya "


" Oke, ayo " Mamah Rita pun mengantar kan dokter Lisa ke depan kini tinggal Regan dan Bira yang ada di dalam kamar. Setelah kepergian dokter Lisa dan mamahnya Regan kemudian menutup pintu dan kemudian menguncinya dari dalam.


Entah seperti apa perasaan Regan sekarang, semua rasa menjadi satu, antara terharu bahagia dan masih tidak percaya bahwa sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah . Melihat wajah istri kecilnya yang masih belum sadar, dia kemudian naik ke atas ranjang king size nya dan membelai wajah istrinya yang kini terihat sangat pucat. Dia merasa tidak tega melihat istrinya terbaring lemah dan satu kecupan pun mendarat di kening Sabira. Kemudian ia pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Bira dan lalu memeluknya sayang. Baru saja Regan akan ikut terlelap di samping Bira terdengar ketukan pintu di sambung teriakan mamah Rita di luar.


Tok


Tok


Tok


" Regan apa yang sedang kamu lakukan di dalam, awas kalau kamu macam -macam istri mu itu sedang hamil, dasar anak nakal baru di tinggal sebentar saja langsung mengunci pintu benar-benar tidak bisa di biarkan " Omel mamah Rita di luar


" Memangnya apa yang akan kau lakukan padanya, mamah ini ada-ada saja, bukan kah baby junior ini ada karna perbuatan macam - macam yang aku lakukan dengannya " Gerutu Regan


Di depan kamar Regan

__ADS_1


"SIapa yang hamil mah...?? " Tanya papa Anton baru pulang dari kantor.Mamah Rita langsung berbalik mendengar suara suamimya dari belakang "


" Loh, papah udah pulang ??" Tanya mamah Rita


" Iya mah pekerjaan papa kebetulan udah selesai, siapa yang hamil ?" Tanya papa Anton lagi karna pertanyaanya itu belum di jawab oleh istrinya


" Oh, itu Bira yang hamil pah " Ucap mamah rita dengan bahagia. Papa Anton terkejut mendengar nya tapi sedetik kemudian dia langsung tersenyum bahagia mendengar kabar baik ini .


" Alhamdulillah akhirnya papa akan punya cucu "


" Iya pah, mamah bersyukur banget akhirnya kita akan punya cucu juga " Mama Rita dn papa anton pun tersenyum.


DI dalam kamar Regan


Setelah beberapa saat tidak sadar Bira kini mencoba membuka matanya, matanya mengerjap menyesuaikan dengan cahaya di dalam ruang itu. Bira juga memegang kepalanya yang masih terasa pusing dia juga merasa seperti ada yang sedang memeluknya , dia mendongakan kepalanya dan melihat suaminya yang tertidur sambil memeluknya sangat erat.


" Apa yang terjadi, kok Bira bisa tidur disini " Bira melihat sekelilingnya ternyata ia berada di kamar suaminya di rumah utama. Dia mencoba mengingat kembali sebenarnya apa yang terjadi. Yang dia ingat tadi dia berangkat dari kantornya Regan dan mau ke rumah ini, tapi setelah turun dari mobil dia merasa kepalanya sangat pusing dan setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi.


Merasa ada pergerakan Regan pun kemudian bangun dan membuka matanya, dia melihat istrinya sudah sadar . " Kamu sudah sadar? " Tanya Regan khawatir sambil membelai wajah istrinya.


" Bira tadi kenapa mas ? " Tanya Bira


" Pingsan....? "


" Iya, aku sangat khawatir tadi tapi aku juga sangat bahagia" Ucap Regan sambil tersenyum


" Istri pingsan kok bahagia ? " Ucap Bira mengerucutkna bibir. Regan yang gemas pun langsung mencium bibir istrinya dengan lembut.


" Aku bahagia karna ...." Regan menjeda ucapannya dan mengusap perut Sabira yang masih rata.


" Karna apa ??? " Tanya Bira penasaran


" Karna kamu hamil " Regan berkata sambil terus tersenyum kepada istrinya. Senyum yang dari tadi terus dia perlihatkan kepada istrinya.


" Beneran Bira hamil mas ? " Bira pun masih tidak percaya dengan apa yang di ucapkan suaminya

__ADS_1


"Iya sayang kamu benar hamil dan kita akan menjadi orang tua "


" Alhamdulillah ya mas , Bira seneng dengernya "


" Aku juga sayang , aku sangat bahagia , terima kasih untuk semua yang telah kamu berikan untuku " Mereka saling berpelukan dalam senyum kebahagiaan .


****


Untuk merayakan kehamilan Sabira mamah Rita meminta anak-anak dan menantunya berkumpul di rumah utama untuk makan malam bersama. Mamah Rita mengundang Revan dan juga Yura untuk makan malam di rumah utama, Revan dan Yura pun, merasa bahagia mendapat kabar baik ini. Mereka senang mendengar Sabira kini tengah hamil.


Dan kini mereka semua tengah berkumpul di meja makan. Mamah Rita dan papa Anton sangat bahagia bisa berkumpul dengan anak dan menantunya. Karna sejak kedua putranya itu menikah mereka langsung memutuskan untuk tinggal di rumah mereka masing-masing. Walau sebenarnya keinginan mereka adalah bisa berkumpul bersama di rumah itu. Rumah utama bangunan yang luas, bahkan bisa menampung anak dan menantu serta cucu-cucunya kelak.


Namun papa Anton dan mamah Rita menghormati keputusan kedua putra nya itu. Melihat bagaimana kedua menantunya yang ajaib itu membuat mereka semakin mengerti kalau kedua putranya itu ingin tinggal di rumah mereka sendiri.


" kak Bira gimana rasanya hamil " Tanya Yura


" Emmm, ya gitu susah neranginnya , kamunya hamil atuh biar tau rasanya, kalau kita hamilnya barengan kayanya asiik ya " Jawab Bira


" Kamu kapan menyusul Yura " Ucap mamah Rita tersenyum


" Yura juga pengen hamil mah kaya kak Bira, tapi om Revannya ga mau bikin anak sama Yura, katanya Yura masih kecil padahal Yura juga tau cara bikin anak gimana " Ucapnya polos, membuat semua orang melongo dan langsung memandang Revan menelisik


" Kenapa kalian semua melihatku begitu " Revan terkejut mendengar ucapan istri bocahnya itu kenapa setiap kata yang keluar dari mulut kecilnya itu selalu terdengar ajaib di telinganya.


Regan yang mendengarnya lalu tertawa mengejek kepada Revan. " kamu sangat tidak beruntung Yura mendapatkan suami sepertinya "


Yura yang mendengarnya tertunduk lesu . Bira yang merasa tidak enak dengan ucapan suaminya kepada kakak ipar rasa adik iparnya itu langsung bicara.


" Mendingan mas suami diem dehh, udah tau mulutnya kaya bon cabe kalo ngomong pedes bangeett, amit... amit " Ucap bira sambil mengusap perutnya


"Hey aku ini ayahnya kenapa kamu bilang begitu dasar ubur-ubur menyebalkan "


Bira hanya membiarkan suaminya mengomel sendiri .


" Sudah- sudah sebaiknya kita makan dulu " Ucap pak Anton menghentikan obrolan anak dan menantunya . Mereka semua mendengarkan ucapan pak Anton dan langsung memulai makan malam mereka .

__ADS_1


****


Alhamdulillah hari ini udah update ya 😊🙏 maafkan kalo slow karna mimin sibuk di dunia nyata 😁, makasih yang udah like komen vote juga yang ngasih hadiah, maaf kalo ga mimin balas komennya tapi semua mimin baca kok 😍, jangan lupa terus dukung ya Sabira sama Regannya 😘😘


__ADS_2