
Mulai pagi ini Regan akan berangkat ke kantor ,karena sudah beberapa hari ini Regan tidak masuk kerja membuat pekerjaannya di kantor semakin menumpuk saja.
"Bira, sepertinya hari ini aku akan pulang terlambat, tidak apa-apa kan? " ucap Regan, sebenarnya Regan tidak mau berangkat kerja, tapi itu akan membuat pekerjaanya semakin banyak saja, tidak mungkin pekerjaanya semua di handle oleh Bagas begitu pun dengan Revan dan papa Anton mereka punya kesibukan sendiri.
"Ngga apa-apa kok mas, asal beneran kerja aja awas nanti jangan macem-macem di luar " jawab Bira
"Siapa yang akan macam-macam , aku tidak punya waktu untuk melakukan hal-hal seperti itu, aku hanya mencintaimu dan juga anakku " ucap Regan sambil memeluk dan mencium istrinya, serta usapan lembut di perutnya.
"Kalo bisa asistennya pake laki-laki jangan perempuan, kalo bisa mba Beni alias Bella jadi asistennya mas suami " Regan yang mendengarnya langsung kaget, kalau saja tidak sedang hamil ingin sekali Regan menoyor kepala istrinya itu, Bisa-bisanya dia berpikir kalau manusia setengah jadi itu di jadikan asistennya.
" Enak saja kamu menyuruhku bekerja dengan makhluk aneh itu, aku tidak bisa bekerja jika dia ada di dekatku lagi pula asistenku itu laki-laki, kamu lupa Bagas itu laki-laki " ucap Regan kesal pada ratu ubur-ubur itu . Mendengar suaminya kesal Bira hanya tertawa, membuat Regan gemas dengan tingkah istrinya
"Iya ya Bira lupa " sambil tertawa cekikikan
"Awas saja aku akan menghukumu nanti malam "
"Okee, Bira mau dong di hukum sama mas suami.... " ucap Bira sambil tersenyum. Regan dan Bira tertawa bersama.
******
Jika Regan tidak ada, Bira memang merasa sepi, entahlah sejak hamil Bira ingin selalu dekat dengan Regan. Mamah Rita sedang pergi ada urusan di luar katanya, karena mamah Rita juga punya bisnis sendiri yang ia jalankan. Sedangkan Ua nya juga sedang menyelesaikan tugasnya . Bira tidak mungkin mengganggunya.
"Kaya nya makan kue coklat enak dehh, Bira jadi mau, tapi belinya sama siapa " Bira berpikir sejenak, kalau mengajak Regan tidak mungkin kalau Bira pergi sendiri Regan tidak akan mengijinkannya.
"Telepon dulu aja mas suami nya Bira mau minta ijin" gumamnya. Bira pun langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Regan.
Tuuttt
Tuttt
Tuutt
Tuutt
Regan yang sedang sibuk bekerja mendengar ponselnya berbunyi dan melihat panggilan di layarnya, dia melihat istrinya menelpon Regan langsung mengangkatnya karena takut terjadi sesuatu padanya. Mengingat istrinya hanya sendirian di sana.
"Hallo Bira ada apa, kamu baik-baik saja kan? " tanya Regan khawatir
"Hallo mas, Bira ga apa-apa ko " jawabnya
"Syukurlah ada apa? " tanya Regan
"Bira mau makan kue coklat yang lumer boleh ya ?"
__ADS_1
"Boleh, nanti pulang kerja aku akan membelikannya" jawab Regan
"Tapi Bira maunya sekarang " ucapnya merengek
"Tapi aku sedang bekerja Bira, aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku sekarang " jawab Regan, karena dia memang benar-benar sedang sibuk.
"Bira tau, makanya Bira nelpon mas suami juga, Bira mau minta ijin pergi sendiri ya? " tanya nya
"TIdak..... " tegas Regan
"Bira di anter sopir kok ya " bujuk Bira
"Aku bilang tidak ya tidak.... " jawab Regan Bira yang mendengarnya langsung merasa sedih, Bira merasa Regan terlalu over menjaganya padahal Bira sedang hamil bukan sedang sakit. Mendengar tidak ada jawaban dari sang istri Regan tau kalau istrinya sedih, tapi Regan sangat khawatir jika membiarkan istrinya pergi sendirian ke luar.
"Bira.... " panggil Regan lembut
"Iya... " Bira menjawabnya dengan sangat pelan
Huffttt
Regan menjadi bingung, di satu sisi dia kasihan pada istrinya, karena setiap Bira meminta sesuatu selalu di waktu yang tidak tepat tapi di sisi lain Regan juga khawatir jika istri kecilnya itu pergi sendirian.
"Aku ijinkan kamu keluar, ajaklah anak bis dan anak kambing itu untuk menemanimu " Akhirnya Regan memilih jalan tengah untuk memenuhi keinginan istrinya itu
"Tayo sama Timmy? " jawab Bira
"Oke kalo gitu Bira telepon dulu mereka, makasih ya mas suami " ucap Bira terdengar senang di sebrang telponnya.
"Hanya hal sederhana saja sudah membuatmu bahagia " gumam Revan tersenyum. Saat sedang melamun Revan datang membawa sebuah berkas.
"Regan coba cek berkas itu bagaimana menurutmu tentang kerja sama ini, papa ingin jawaban secepatnya " ucap Revan., Regan pun langsung mengambil berkas di meja yang di letakan Revan dan melihatnya.
"Oh ya Revan aku pinjam anak bis mu untuk menemani Bira membeli kue, aku khawatir jika Bira pergi sendirian " ucap Regan
"Bis kecil ramah itu kakak ipar mu kanebo kering " jawab Revan, Regan hanya tergelak mendengarnya
"Sangat lucu " ucap Regan
"Dia memang sangat lucu dan menggemaskan "Ucap Revan sambil tersenyum
"Kau berhasil mencetak anak dengannya? " tanya Regan walau pandangannya masih fokus melihat berkas di tangannya.
"Tentu saja " jawab Revan merasa bangga
__ADS_1
"Benar-benar luar biasa kan? " tanya Regan menyelidik
"Sangat luar biasa....." Revan jadi membayangkan kegiatan panasnya dengan Yura
"Sudahlah jangan membicarakan itu aku jadi ingin pulang " ucap Revan lagi
"Benar jangan membicarakan itu, kasihan di sini ada seorang pria jomblo akut , aku takut jiwanya sekarang sedang meronta-ronta minta menikah " ledek Regan
Bagas tau kalau ucapan bos nya itu di tujukan untuknya.
"Hey Bagas aku sedang bicara denganmu " ucap Regan
"Astaga aku ingin menggali lubang saja kalau dua bersaudara yang minim akhlak itu sedang berada satu ruangan dengannya, membuat relung jiwaku terasa ngilu saja, aku juga laki-laki normal yang ingin di belai dan di sayang oleh perempuan" guman Bagas dalam hati.
"I-ya pak, ada apa ? " ucap Bagas
"Makanya cepatlah menikah, majukan saja jadwal pernikahanmu itu " ledek Revan
"Maaf pak, tapi saya tidak jadi menikah " jawab Bagas
"Kenapa....? " tanya Revan
"Gadis yang di jodohkan dengan saya ternyata sedang hamil, dia mengandung anak dari pacarnya yang terdahulu pak " jawab Bagas, jawaban Bagas membuat Revan terkejut tapi tidak dengan si kanebo kering itu.
"Kau tenang saja, jika kau tidak menjadi menikah dengan gadis itu masih ada si timmy anak kam-bing itu yang siap menjadi calon makmum mu " ucap Regan sambil tertawa
"Tega sekali anda pak " gumam Bagas dalam hati.
"Saya tidak sanggup menjadi calon imam jika calon makmum saya seperti bayi kam-bing itu pak " jawab Bagas
"Kenapa? " tanya Regan penasaran
"Karena mentalku tidak sekuat kalian yang mampu menjadi suami seorang gadis yang absurd dan juga sangat aneh " ucap Bagas tanpa sadar, karena dia menjawab pertanyaan dari bos nya sambil bekerja.
"Apa.....!!!! " ucap Regan dan Revan bersamaan
"I-ya pak kenapa? " Bagas tidak mengerti Kenapa Kedua bersaudara menyebalkan itu marah kepada dirinya.
" Barusan kamu bilang apa heeh.....!!! " tanya Regan
"A-ku memangnya aku bicara apa barusan ?" Bagas menggaruk kepalanya....
"Sepertinya bulan ini Bagas tidak ingin mendapat gaji Regan " ucap Revan
__ADS_1
"Kau benar Revan..... " Regan membenarkan
"Ya Tuhan.... apa salahku ?" lirih Bagas