AKU DAN MAJIKANKU

AKU DAN MAJIKANKU
Bab 22


__ADS_3

"Lepaaskan tanganmu darinya !!!"


Melihat Regan yang terlihat marah Rama melepaskan tangan Sabira "Maaf aku tidak bermaksud apa-apa aku hanya ingin menolongnya"


Regan melihat tangan Sabira yang terluka lalu melihat Rama dengan tatapan dingin "Aku bisa melakukannya sendiri, ayo Bira" Sabira pun pergi bersama Regan.


"Sangat susah ingin bertemu denganmu, dan kamu pergi begitu saja Bira" Ucapnya lirih memandang kepergian Sabira, kemudian Rama menghubungi seseorang "Aku ingin kamu menyelidiki seseorang, aku ingin secepatnya"


***


"Kamu ini kemana saja dari tadi aku mencari mu tapi kamu malah berduaan dengan lelaki lain" Ucap Regan marah.


"Mas Regan yang kemana aja, Bira teh dari tadi nyariin malah ketemu tukang pecel nyebelin"


"Siapa tukang pecel ?? Tanya Regan


"Sinti mantannya A Revan yang nyebelin, udah mah ngomongnya kasar kelakuannya juga kasar Bira di dorong sampai kepala Bira benjol, nihh liat siku Bira juga luka, tapi sakit ini mah ga ada apa-apanya di banding sakit gara-gara mas Regan" cerocos Bira


"Jadi dia yang melakukan semua ini" Regan marah memdengar Sintia berbuat kasar pada Bira "tapi tunggu memang kapan aku menyakitimu ?? Regan mengangkat alis bingung dengan ucapan Bira.


"Dari tadi mas Regan nyakitin Bira, Bira di tinggalin gitu aja teh Bira sakit hati"


"Aku pikir kamu dengan mama"


"Bira ga ngerti obrolan ibu, makanya Bira nyari mas Regan Bira serasa jadi kamcong" Ucap Bira kesal


"Kamcong itu apa !!!" Regan tidak mengerti dengan bahasa Bira yang aneh-aneh menurutnya


"Kambing conge ihhh gitu aja ga tau, ganteng-ganteng kudet ahh" Kesal Bira


"Maaf, aku ga tau terus gimana ? Mau masuk lagi ke dalam ?"


"Ga mau ahh Bira mau pulang" Regan membuang nafas kasar, memaksa Bira di sini juga tidak baik mood nya sedang tidak bagus.


"Baiklah ,ayo pulang?


"Gandeng atuh" Rengek Bira


"Manja !!!" ketus Regan


"Ya udah kalo ga mau Bira manja nya sama orang lain aja"


"Awas saja kalau berani macam-macam dengan pria.lain" Sabira tersenyum mendengarnya


***

__ADS_1


Di dalam mobil


"Kemarikan tanganmu?"


"Buat apa, mau ngelamar Bira ya nanti aja atuh pas mas Regan ketemu abah sama emak" sambil memberikan tangannya pada Regan. Dalam bayangan Bira Regan akan memasukan cin-cin ke jari tangannya, tapi di luar dugaan Regan malah mengambil tisu basah dan mengelap tangan Sabira. Seketika khayalan Bira berantakan dengan kelakuan Regan.


"Kirain Bira, Bira mau di lamar eh malah gosok-gosok tangannya Bira" Ucapnya kesal


"Udah ahh, jangan di gosok terus tangan Bira bukan lampu aladin ga bakalan keluar jin" Menarik tangannya dari Regan


"Aku bukan sedang menggosok tanganmu tapi sedang membersihkan tanganmu"


"Tangan Bira bersih apanya yang mau di bersihin"


"membersihkan bekas tangan lelaki tadi yang memegangmu, nanti di rumah cuci lagi sampai bersih" Tegas Regan Bira heran dengan pikiran Regan.


"Tangan orang tadi itu bersih mas ga kotor, ganteng gitu keren pula tangannya bersih tadi Bira liat" Ucapnya polos, tapi Regan melebarkan mata tidak suka, Bira yang menyadari tatapan Regan langsung membujuk Regan.


"Tapi mas Regan tetep yang paling ganteng buat Bira, paling keren sama yang di paling cinta" membentuk tangannya dengan bentuk hati" Jika Sabira sudah begitu Regan jadi salah tingkah, dia memalingkan wajahnya, takut jika sekarang wajahnya seperti udang rebus.Kemudian Regan melepas jas blazernya Sabira bingung kenapa Regan melepas jasnya.


"Mas Regan kenapa buka baju jangan bikin anak di sini Bira malu" Sambil menutup wajahnya


Kemudian Regan memberikan jasnya untuk Sabira "Pakai ini ,aku tidak nyaman melihatmu dengan pakaian itu"


"Oh kirain mau bikin anak, Bira jadi malu" Cengengesan


Regan menyentil kening Sabira


"Aaawwww" mengusap-usap keningnya yang sakit akibat sentilan Regan


"Singkirkan pikiran kotormu itu, dasar gadis mesum"


"Iya nanti Bira sapuin otaknya" Sambil manyun


Sebenarnya melihat Sabira memakai pakaian seperti itu membuat otak mesum Regan berkelana dalam khayalan, melihat bahu putihnya terbuka dan juga leher jenjangnya Sabira membuat Regan ingin bermain-main di sana. Untuk itu dia memberikan jasnya untuk Sabira.


"Serasa di peluk mas Regan ihhh" mengeratkan jas Regan di pelukannya, Regan hanya tersenyum melihatnya.Regan pun melajukan mobilnya pergi meninggalkan pesta yang belum selesai itu


Mobil berhenti di pinggir danau buatan di pinggir taman kota, suasana malam yang hening hanya terdengar suara serangga malam, sinar bulan yang menerangi air danau terlihat sangat indah dan dari kejauhan terlihat lampu-lampu bangunan yang berkelap-kelip menambah suasana indah di sana.


"Mas Regan kenapa Bira di bawa kesini"


"Turunlah" Sabira pun turun dari mobil mengikuti Regan.


"Kemarikan tanganmu" Regan mengulurkan tangan

__ADS_1


"Ga mau ahh nanti d prank lagi"


"Aku tadi tidak mengerjaimu, Kau saja yang bodoh" Sabira mencebikan bibir.


"Aku akan mengobati tanganmu" Sabira pun mengulurkan tangannya


"Mas Regan tau ga tadi Sinti bilang apa sama Bira ??"


"Sintia bukan Sinti" Sambil mengobati tangan Bira


"Biarin, Bira mau panggil dia tukang pecel aja, dia bilang tadi kalo baju yang Bira pake ini abis nyuri, Bira bilang baju ini pemberian mas Regan, tapi dia bilang kalo Bira di ajak mas Regan kesana tuhh karna Bira jual tubuh Bira, Bira kesel terus lawan omongannya dia ehh dia malah dorong Bira sampe kepala Bira benjol sama tangan Bira ini luka" Bira bercerita panjang lebar pada Regan.


Regan yang mendengarnya sangat marah. "Pas dia liat Bira jatoh dia masih marah mau nampar Bira, tapi cowok ganteng tadi nolongin Bira"


"Tidak usah di tambah ganteng" Regan kesal bisa-bisanya di saat seperti ini Sabira masih memuji pria lain.


"iya iya mas Regan yang paling ganteng"


"Maafin aku" menyentuh pipi Bira dan menempelkan keningnya, harusnya aku menjagamu tadi"


"Bira ga pa pa kok, jangan masang muka gitu Bira jadi gemesss sama mas Regan" Regan pun tertawa.


***


Malam semakin larut dan cuaca semakin dingin, Bira mengeratkan jasnya, apa yang di lakukan Bira tidak luput dari pandangan Regan. Hingga Regan membalikan tubuh Bira sehingga ia Bisa memeluk tubuh mungil Bira dari belakang.


"Apa kamu merasa nyaman"


"Iya, Bira nyaman banget di peluk mas Regan hehehe"


"Aku akan terus memelukmu Bila kamu mau"


"Halalin Neng dulu kang takutnya kebablasan " Regan hanya tertawa mendengar ucapan Sabira


"Itu pasti"


Di bawah cahaya bulan mereka menghabiskan waktu mereka, berbicang tertawa dan bercanda bersama. Regan mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan, kemudian dia mencium bibir Sabira dengan lembut. Hal yang ingin ia lakukan dari tadi.


"I love you Sabiraaaa"


"Ubur-uburku"


"Mas Regaaann" Mereka berdua tertawa bersama


****

__ADS_1


Terus dukung Neng Bira ya 😊🙏


__ADS_2